Jemberpost.com – Terkait pemasangan rumpon yang dianggap merugikan nelayan kecil kamis lalu nelayan puger unjukrasa dan nyaris ricuh, warga yang menanti pertemuan menanggung kecewa beratDan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) segera memberikan klarifikasi.
Menurut Kepala Disnakkan, Dalhar, pihaknya tidak bisa datang pada cara pertemuan kemarin karena memang menerima informasi bahwa pertemuan urung dilaksanakan. "Pak camat sakit, jadi pertemuan tidak jadi, bukan kami tidak mau datang," ujarnya.
Selain itu, warga yang dikatakan berunjuk rasa di kecamatan Puger hingga nyaris ricuh sebenarnya tidak berunjuk rasa. Karena memang niatan warga yang duduk-duduk di halaman kecamatan hanya ingin mendengarkan hasil pertemuan antara wakil nelayan, Disnakkan dan Camat.
Namun karena pertemuan tidak jadi maka massa marah. "Pada prinsipnya kami siap menemui mereka, karena kami ingin memfasilitasi penyelesaian masalah yang terjadi di Puger," imbuhnya.
Nelayan Puger menurut salah satu perwakilannya, Sholeh, mendesak Pemkab untuk menarik rumpon yang dipasang nelayan kaya di Puger. Karena dianggap mengurangi pendapatan nelayan tradisional. "Semua ikan masuk ke rumpon, sehingga kami nelayan kecil ini hampir tidak pernah dapat ikan setiap harinya," ungkapnya.
Untuk itu, nelayan minta Pemkab untuk menarik rumpon milik nelayan kaya. "Kami sudah tidak kuat lagi terus-terusan menggadaikan aset kami untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," keluhnya.
Sementara itu Dalhar, lebih lanjut menjelaskan bahwa pemasangan rumpon milik nelayan di Puger sudah memenuhi syarat. pemsangan rata-rata di jarak sekitar 40 mil dari bibir pantai Puger. "Itu sudah ideal dan kami menduga tidak ada gangguan tangkapan nelayan, tetapi coba nanti kita selesaikan masalahnya," imbuh Dalhar. [bj]
Kategori
Blog Archive
Sabtu, Juni 06, 2009
Didemo, Disnakkan Siap Temui Nelayan Puger
Diposting oleh Team Redaksi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar