Jemberpost.com
Banjir yang terjadi di Kecamatan Kencong tepatnya di Desa Kraton dan Paseban pekan lalu sejumlah jaringan listrik rusak. PLN terpaksa memadamkan aliran listrik untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkanPLN mencatat 2 desa tersebut yang listriknya sengaja dipadamkan. “Pihak PLN minta maaf kepada para pelanggan, karena terpaksa listrik dipadamkan untuk menghindari agar tidak ada warga yang terkena setrum, “jelas Agus Kuswardoyo saat memberikan bantuan kepada para korban dan pengungsi di Desa Kraton..
Setelah hampir seminggu PLN APJ Jember melakukan pemadaman jaringan listrik Desa Paseban dan Kraton, untuk menyelamatkan warga dari sengatan listrik. Mulai hari Kamis (5/2), PLN Jember menurunkan tim survei ke lapangan guna memeriksa kondisi jaringan yang rusak dan ketinggian air di lokasi bencana pada 2 desa tersebut. Jika kondisi air dan bencana dinyatakan sudah membaik, masyarakat bakal menikmati listrik kembali.
Selama rentang 6 hari mulai tanggal 31 Januari-5 Februari, jaringan listrik di kedua desa itu dipadamkan. Akibatnya, masyarakat menikmati malam-malamnya di posko pengungsian ataupun di perkampungan tanpa lampu dan listrik.
Dari 4 gardu, ada 2 diantaranya dipadamkan selama 3 hari berturut-turut mulai dari hari H bencana hingga tanggal 2 Februari. Sedangkan 2 gardu lainnya dipadamkan total hingga hari Kamis (5/2). “Pemadaman pada tempat yang relatif aman kita lakukan selama 3 hari berturut-turut, sedangkan yang masih dinyatakan berbahaya, karena air masih tergenang dilakukan hampir seminggu, ”kata Manajer PLN, Agus Kuswardoyo.
Pemadaman itu dimaksudkan untuk menghindarkan penduduk dari bahaya sengatan listrik, yang boleh jadi aliran listrik bakal mengalir melalui aliran air yang masih menggenangi rumah-rumah penduduk dan tiang-tiang listrik yang tersebar di daerah tersebut.
Ia menerangkan, terdapat 2 gardu utama jaringan PLN di Desa Paseban dan Kraton yang tidak mungkin dinyalakan pada rentang 6 hari. Sebab, jika dinyalakan akan menimbulkan resiko yang cukup membahayakan warga. “Kami memadamkan 4 gardu utama semata-mata menyelamatkan masyarakat dari bahaya sengatan listrik. Jika kita masih melihat potensi yang tidak mungkin dikover akan kita padamkan lagi,” ungkapnya.
Pihaknya, mengatakan, banjir yang menimpa 2 desa itu tidak sampai merusak gardu dan jaringan listrik. Hanya saja, di beberapa tempat air sempat merendam tiang-tiang listrik dan 2 gardu utama. “Sehingga langkah kita setelah air surut dan mengering adalah membersihkan jaringan-jaringan yang kotor, ”terangnya.
Selain itu, lanjutnya, aparat PLN terus melakukan pemeriksaan jaringan listrik yang terhubung ke rumah-rumah warga, guna memeriksa keamanan jaringan listrik sebelum dinyalakan secara massal. Survei jaringan itu dilakukan pada hari Kamis (5/2) pada beberapa tempat yang masih dicurigai belum benar-benar kering genangan airnya. “Hari ini kita upayakan semua bisa nyala setelah survey jaringan selesai kita lakukan,” tandasnya.(sal)
Kategori
Blog Archive
Sabtu, Februari 07, 2009
PLN Hidupkan Jaringan Listrik Desa Paseban dan Kraton
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar