Rabu, Februari 11, 2009

Menari Jawa, Seorang Siswi Diduga Kesurupan Ratu Jin

Jemberpost.com - Histeria di mana-mana. Isak tangis. Jeritan. Bercampur dengan ayat-ayat suci yang dibacakan bersama-sama, terdengar di berbagai ruang kelas dan sudut SMK Negeri 4 Jember. Ajun Komisaris Rodiq Sugiantoro, Kepala Satuan Samapta Kepolisian Jember, mencoba menenangkan bersama para anak buahnya. "Hei, tenang-tenang," katanya.

Tapi mana bisa orang kesurupan disuruh tenang? Kontan-sontak seorang siswi terkulai. Kawan-kawan dan para guru mencoba menidurkan dia di atas kursi, dan membisiki kalimat-kalimat suci. "Astaghfirullahilazim..."

Petugas kepolisian pun bingung hendak mengendalikan yang mana. Ini bukan kekacauan biasa. Menghadapi demonstran siapa takut. Tapi kalau berhadapan dengan demo makhluk gaib? Wah, ini tidak ada dalam protap alias prosedur tetap. Namun petugas tetap membantu menyadarkan siswa yang diduga kesurupan.

Di tengah halaman, seorang siswa laki-laki mendadak berlari menuju ruang kelas menghalau kawan-kawannya sendiri. Ia tampak liar. "Semuanya masuk!"

Siswa itu bertubuh kurus dan tak bertampang seram sebenarnya. Namun mendapat perintah begitu, sejumlah siswa ketakutan dan buru-buru masuk kembali ke ruang kelas.

Seorang guru mencoba menenangkan siswa itu. "Bapak pemimpin, saya pemimpin," tukas sang siswa kepada sang guru.

Di sudut yang lain, seorang siswi terbaring. Sekujur tubuh, tangan, dan kakinya dipegang erat-erat oleh kawan-kawan dan gurunya. Petugas kepolisian pun ikut membantu. Siswi ini naga-naganya kesurupan juga.

Siswi itu seperti mau muntah, saat dibacakan ayat suci. Seorang guru bertanya kepadanya, "Pirang tahun nang kene (berapa tahun kamu tinggal di sekolah)."

"Lama! Lama! Lama pokoknya," siswi itu menjerit.

Saat disuruh pergi, siswi itu menjawab, "Kalau aku pindah aku dimarahi Mbak Selly. Nanti marah-marah. Aku dimarahi."

"Aku nanti dipukul. Aku takut. Aku takut."

Akhirnya siswi itu menjawab, dia bersedia pergi dari sekolah. "Tapi aku nanti jangan dipukul ya?"

"Lepasin!" Ia menjerit minta dilepaskan. Setelah dilepaskan, ia berdiri dan mengomel kepada orang di sekitarnya.

Para jin yang merasuki siswa SMKN 4 Jember agaknya juga tidak suka disyuting kamera. Seorang siswi berwajah cantik dengan nyalang menatap ke arah para wartawan yang menyorotkan kamera.

Seorang guru perempuan memeluk siswi ini. "Ayo baca salawat. Minta disayang iki. Ojo kasar, ngamuk bengok-bengok (ngamuk teriak-teriak)," kata sang guru memeluk siswinya itu dengan penuh sayang.

"Siapa itu?" tanya si siswi dengan penuh curiga kepada para wartawan. "Aku nggak suka."

Yang paling menarik perhatian adalah seorang siswi yang berjalan seperti tengah menari Jawa. Di pinggangnya terikat selendang biru, entah siapa yang mengikatkan.

Si siswi berselendang biru itu berjalan pelan. Saat mendekati seorang siswi lain yang tengah duduk, si siswi yang didatangi tampak ketakutan. "Dia jahat sama aku," teriaknya menunjuk si siswi berselendang biru.

Sementara itu, dari musola terdengar suara mengaji bersama-sama yang dilakukan siswa dan guru SMK Negeri 4 Jember. Bacaan Ayat Kursi dilantunkan. Ayat ini ayat ke-255 surat Al Baqarah yang berisi tentang keesaan Tuhan. Dalam tradisi umat Islam, ayat ini disebut paling ditakuti oleh makhluk gaib yang berbuat jahat.

"Bismillahirrohmanirrohim. Allahula ilaha illa huwal khoyyul qoyyuum..."

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluknya)..." [BJ]


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna