Jemberpost.com - Varian virus demam berdarah dengue di Jember semakin agresif. Saat ini tanda-tanda demam berdarah tak sekadar suhu tinggi dan demam. Hal ini dikemukakan Prof. dr. Fedik A.Rantam, peneliti pada Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga Surabaya, di lantai III Gedung Rektor Universitas Jember.Varian tersebut kadang juga bisa mengakibatkan infeksi yang mempengaruhi pembuluh syaraf, dan menyebabkan stroke. "Namanya stroke dengue," kata Rantam.
Selain diare, ada juga penderita DBD mendadak mengalami kebutaan sementara. Namun ciri utama tetap pada demam.
Demam berdarah dengue ditemukan pertama kali menyerang Indonesia pada tahun 1968, di Surabaya. Kemudian di banyak tempat virus ini ditemukan.
Perubahan varian terjadi sekitar tahun 2000. Rantam menduga, perubahan ini dipicu faktor genetik. Perubahan genetik terjadi karena nyamuk sebagai vektor menggigit orang dengan beragam gen.
Faktor kedua, adanya iklim yang menginduksi terjadinya perubahan. Untuk bisa bertahan hidup, virus harus beradaptasi. "Namun perubahan varian DB tidak secepat AI (avian influenza atau flu burung)," kata Rantam.
Terkait DBD, ada yang disebut sebagai silent infection (infeksi diam-diam). Kebanyakan silent infection menyerang orang dewasa. Gejalanya tidak tampak.
Bagaimana menanganinya? Rantam mengatakan, rumah sakit sudah memahami cara pengembalian fisiologi tubuh. Kalau memang terserang pendarahan otak, maka harus segera ada penanganan cepat. [wir/BJ]
Kategori
Blog Archive
Rabu, November 26, 2008
Awas! Mencret pun Bisa Tanda-Tanda DB
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Kesehatan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar