Sabtu, Juli 26, 2008

JFC Dan Kreatifitas Anak Muda


Jemberpost.com,
Parade dan defile yang dilaksanakan oleh Jember Fashion Carnival (JFC) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketujuh, ingin mewujudkan tekad menjadikan Jember sebagai The World Fashion Carnival City. "JFC tidak saja diharapkan menjadi milik Jember, tetapi juga milik Indonesia, bahkan dunia," kata Presiden JFC Dynand Fariz, dalam press release di Jember, Jum’at kemarin.
Ia mengemukakan, Jember Fashion Carnival yang ketujuh ini bertema World Evolution yang menginspirasikan perubahan bumi karena tingkah laku manusia yang tak terkendali terbagi dalam 9 defile yakni JFC Marching Band, Archipelago Papua, Barricade, off earth, gate-11, roots, metamorphic, undersea, dan robotic.
Dengan konsep Education, Entertaintment, Exhibiton dan Economic Benefit sekitar 550 peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum mendapatkan in house training cuma-cuma yang meliputi Fashion Runway, Fashion Dance, Dance, Singing, Fashion Trend, Make-Up and Hair Style, Basic Fashion Design, Accessories, Presenter, Majorette dan Event Organizer.
“Keunikan JFC adalah peserta merancang dan memperagakan sendiri kostumnya, mereka berkarnaval di atas catwalk berupa jalan raya sepanjang 3,6 km dengan gerakan Fashion Runway, Fashion Dance dan formasi defile, “paparnya.
Selain itu, Jember Fashion Carnaval (JFC) akan menjadi ajang kompetisi peserta dalam memperebutkan 75 trophy dan penghargaan lainnya yang disediakan dan memperoleh pelatihan berbagai ketrampilan serta pembekalan secara gratis selama 6 bulan. “Setiap tahunnya tema yang diusung selalu berubah sesuai dengan perubahan trend fashion dunia dan tahun ini sengaja mengangkat dampak pemanasan global dunia (Global Warning), “lanjut Dynand Fariz.
Disaksikan sekitar 200 ribu orang lebih dari segala lapisan, Jember Fashion Carnaval (JFC) menampilkan eksotika pesona alam, budaya, suku-suku serta tradisi masyarakat Papua yang terancam kerusakan dan kepunahan akibat tingkah laku manusia yang tidak terkendali.
Jember Fashion Carnaval (JFC) mengajak semua pihak untuk melestarikan dan mengangkat kembali citra Papua sebagai salah satu bagian dari budaya Indonesia yang dikemas dengan konsep inovatif dalam nuansa neoheritage yang harus dilestarikan dan dikembangkan ke dunia Internasional dengan presentasi modern, atraktif dan dinamis.
Off Earth, misalnya pada abad 21 telah melahirkan banyak kota Metropolitan di dunia. Manusia hidup ditengah hutan beton gedung pencakar langit. Tak ada lagi hijaunya daun, segarnya alam, kicau burung dan desir angin. Manusia terperangkap disangkar beton. Bayangkan kalau ini terjadi di Bumi, maka kita seakan hidup dalam bumi yang mati karena tak ada kehidupan alam didalamnya, karena semua plastik yang dipengaruhi tehnologi, maka kembalikan alamku, kembalikan bumiku agar kita hidup kembali.
Peserta akan menampilkan kebolehannya dengan rancangan busana sendiri dengan fashion run way dan fashion dance di catwalk berupa jalan raya sepanjang 3,6 km, yang dilakukan oleh komunitas remaja dengan tujuan mewujudkan impian menjadikan Jember sebagai kota Karnaval Fashion Dunia dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian rakyat banyak khususnya di sektor industri kreatif. (sal/tot)

Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna