Rabu, Juli 23, 2008

Islam Tidak Butuh Ahmadiyah

Ratusan tahun lalu, Nabi Muhammad saw sudah mengingatkan: “Tidak akan terjadi Kiamat sehingga muncul tiga puluh dajjal (pendusta); semuanya mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allah; (dalam satu riwayat disebutkan Nabi SAW bersabda) Aku adalah penutup para Nabi dan tidak ada nabi lagi sesudahku.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
Seorang Penyair dan cendekiawan Muslim terkenal asal Pakistan, Dr. Muhammad Iqbal (1873-1938), pernah menulis sebuah buku berjudul ”Islam and Ahmadism” (Tahun 1991 di-Indonesiakan oleh Makhnun Husein dengan judul ”Islam dan Ahmadiyah”. Terhadap klaim Mirza Ghulam Ahmad bahwa dia adalah nabi dan penerima wahyu, Iqbal mencatat: ”Orang yang mengakui mendapatkan wahyu seperti itu adalah orang yang tidak patuh kepada Islam. Karena kelompok Qadiani mempercayai pendiri gerakan Ahmadiyah sebagai penerima wahyu semacam itu, berarti mereka menyatakan bahwa seluruh dunia Islam adalah kafir.”
Bahkan Seorang pengikut Ahmadiyah menulis: “Dimana posisi Abu Bakar dan Umar jika dibandingkan dengan Ghulam Ahmad? Keduanya tidak berhak untuk dibawakan kedua sandalnya.” Padahal, tentang Hasan dan Husain, Rasulullah saw bersabda: “Dua penghulu para pemuda ahli surga adalah Hasan dan Husain.” (HR Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad). Banyak sekali hadits Rasulullah saw yang menyebutkan keutamaan Sayyidina Abu Bakar dan Umar bin Khathab r.a. Betapa pun hebatnya kedua sahabat Nabi tersebut, mereka tidak sampai mengaku sebagai nabi. Tetapi, Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi, merasa lebih hebat dari keduanya.
Jadi, umat Islam yakin, siapa pun yang mengaku sebagai nabi dan mendapat wahyu setelah nabi Muhammad saw – apakah Musailamah al-Kazzab, Lia Eden, atau Mirza Ghulam Ahmad – pasti bohong. Itu pasti! Inilah keyakinan Islam. Karena itu, pada 7 September 1974, Majelis Nasional Pakistan tempat asal mirza gulam ahmad menetapkan dalam Konstitusi Pakistan, bahwa semua orang yang tidak percaya kepada Nabi Terakhir Muhammad secara mutlak dan tanpa syarat telah keluar dari kelompok umat Islam.
Mereka para tokoh Indonesia yang memback up Aliran ahmadiyah beralasan kebebasan beragama adalah hak setiap manusia dan Tentang kebebasan beragama yang selalu di lontarkan baik oleh Tokoh nasional maupun tokoh ahmadiyah , Kita sepakat bahwa Islam sangat menghargai kebebasan beragama tapi yang pasti Islam tidak bisa mentolerir pelecehan serta penodaan terhadap agama. Islam sangat menghargai Toleransi Agama , Kristen , budha ,Hindu selama mereka hidup berdampingan dan tidak menggangu Islam , mereka harus dilindungi sama seperti umat islam lainnya.
Mufti Kalimantan KH.Syarwani Zuhri secara jelas menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan. Senada dengan itu KH. Shafwan Samarinda pun demikian bahwa Ahmadiyah menyelewengkan kemurniaan ajaran Islam dan ini jelas ahmadiyah telah melakukan Penodaan agama.
Apa pun bukti-bukti kita sodorkan, faktanya pemerintahan Presiden SBY tetap enggan bersikap tegas terhadap Ahmadiyah. Dengan hanya mengeluarkan SKB tiga menteri yang isinya mengambang dan tidak jelas. Kita yakin, semua ini adalah ujian dari Allah SWT. Kita tidak perlu risau. Barangkali ini isyarat dari Allah agar kita lebih giat dan lebih profesional lagi dalam berdakwah. Kita yakin, banyak umat Islam sendiri – bahkan mungkin juga para pejabat -- yang masih belum paham apa itu Ahmadiyah dan siapa sebenarnya Mirza Ghulam Ahmad. Maka, ke depan, kita harus memberikan penjelasan secara maksimal tentang hal ini.
Yang jelas, kaum Muslim di mana pun, pasti tidak akan rela Nabi Muhammad saw dilecehkan; sahabat-sahabatnya direndahkan martabatnya; dan Al-Quran diacak-acak. Umat Islam tentu berhak membela aqidahnya dari serangan kaum Ahmadiyah dan para pendukungnya.
Mari Umat Islam rapatkan barisan , Satukan Suara bubarkan Ahmadiyah dan jika Mereka menantang kita Umat Islam Untuk melakukan Perlawanan dengan angkat Senjata,kita siap berkorban untuk membela Agama Alloh membela Jungjungan kita Nabi Muhammad SAW…..Allohu akbar…. Buat warga ahmadiyah Mari bertaubatlah sebelum terlambat…Kita kembalikan kemurnian ajaran agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna