Jemberpost.com,Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur secara serentak dilaksanakan 23 Juli 2008, Rabu kemarin termasuk di Kabupaten Jember. Dan Pilkada ini berlaku kepada semua warga negara Indonesia berhak untuk menggunakan hak pilihnya secara langsung, umum, bebas dan rahasia serta tidak melihat dari jabatan apa yang disandangnya. Tidak terkecuali Bupati Jember, sebagai warga negara yang baik, tentunya harus menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkada Jawa Timur yang digelar kemarin, yaitu tepatnya di TPS 24 Kelurahan Kepatihan, Bupati Jember MZA Djalal yang didampingi istrinya, Ny. Sri Wahyuni Djalal menggunakan hak pilihnya untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 5 tahun mendatang.
Dan petugas TPS 24 Kelurahan Kepatihan memberlakukan sama kepada Bupati Jember MZA Djalal beserta istrinya Ny. Sri Wahyuni Djalal dengan duduk menunggu antrian seperti layaknya pencoblos yang lain menunggu giliran satu persatu untuk menggunakan hak pilihnya, kemudian keduanya dipanggil untuk melaksanakan hak pilihnya di tempat yang sudah disediakan.
“Saat ini saya merasakan semakin dewasanya masyarakat untuk menyambut pesta demokrasi ini, terbukti antara pendukung para calon tidak ada perselihan dan pertentangan yang anarkis, “demikian harapan Bupati Jember MZA Djalal sesaat setelah menggunakan hak pilihnya, Rabu (23/7) di TPS 24 Jember kemarin.
Namun demikian Djalal juga mengingatkan ketika masyarakat mencoblos di TPS masing-masing untuk menjaga keamanan rumahnya, sehingga rumahnya tetap aman tidak diganggu orang lain. “Jangan karena kita ikut menggunakan hak pilihnya malah justru rumahnya sendiri yang tidak aman, pokoknya semuanya harus saling menjaga dan mengingatkan diantara kita, “tegasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Infokom Jember, Drs. Agus Slameto melalui siaran langsung oleh RRI Jember di TPS 24 Kelurahan Kepatihan dimana Bupati Jember menggunakan hak pilihnya, terus menghimbau kepada masyarakat yang berhak memilih mendatangi TPS-TPS yang telah ditentukan untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Gubernur kali ini. “Meskipun waktu sampai jam 01.00 WIB siang, sebaiknya sejak pagi masyarakat sudah berduyun-duyun mendatangi di TPS-nya masing-masing untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nuraninya, “himbaunya.
Dan diminta kepada masyarakat jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya atau golput, karena sangat merugikan, apalagi dalam Pilkada ini untuk memilih pemimpin Jawa Timur 5 tahun mendatang. “Semoga pemimpin (Gubernur) Jawa Timur 5 tahun kedepan lebih memperhatikan kepentingan dan kebutuhan masyarakat, sehingga tingkat kesejahteraan rakyat khususnya di Jawa Timur akan lebih baik lagi, “harapnya. (sal/tot)
Posting Komentar