Minggu, Agustus 30, 2009

Bulog Jember Santuni Anak Yatim


Jemberpost.com- Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah, dan ampunan juga merupakan waktu yang tepat bagi kau muslimin dan muslimat untuk berbagi hasil rezeki kepada anak yatim piatumaupun kepada orang yang membutuhkan uluran tangan bagi orang tidak mampu,salah satunya adalah bulog jember dalam rangka buka bersamadan tarawih bersama dengan Alim Ulama,Tokoh Masyarakat Yatim Piatu, jajaran bulog jember gelar berbagi rasa kebahagian , yang di gelar di Kantor Bulog Jember .


Menurut Kepala Perum Bulog Sub Divre Jember, Khairil Anwar, sebenarnya buka bersama dengan anak yatim Piatu ini merupakan kegiatan yang mulia, sebenarnya hukumnya wajib bagi kita.jadi didalam hadist itu jarak sepuluh rumah itu tanggung jawab kita .jadi kalau ada yayasan di sekitar kita itu hukumnya wajib untuk memberikan hasil rezekinya kepada beliau.

Lebih lanjut, Khairil, seluruh kegiatan yang ada ini diharapkan mudah mudahan membawa barokah sehingga kita beserta keluarga besar Bulog jember dalam petunjuk dan lingdungan Allah SWT .sehingga kita mampu bekerja dengan konsep Syariah lebih baik dan manfaatnya mudah mudahan dapat lebih di rasakan oleh seluruh masyarakat dimana kita menjadi pelayan daripada seluruh masyarakat yang harus kita layani.


Apapun yang kita baca tentang kebesaran Allah SWT,diantara seluruh keluarga besar Bulog Jember untuk saling mampu mengingatkan setelah sholat dhulur dlsbnya.jadi kita selalu melakukan kegiatan untuk selalu memampukan keluarga besar ini untuk selalu melihat kebesaran Allah SWT dari segala sisi manapun.


SementaraItu,Wakil Kepala Bulog Jember,Subali Agung Gunawan,Mengatakan bahwa pada intinya buka bersama dan tarawih bersama kita khususkan kepada kepada saudara saudara kita yang kurang beruntung terutama lingkungan Madrasah,Panti Asuhan di sekitar Bulog karena bagaimanapun juga mereka membantu kita berdoa agar organisasi kita berjalan dengan lancar dalam melaksanakan kegiatan operasional.


“Saya yakin bagi orang orang yang lemah tentu lebih mabrur doanya dan kami bersyukur bahwa kita bisa memberikan mereka kebahagian di bulan suci ramadhan.terutama dalam kegiatannya di bulan suci ramadhan bulog jember memberikan Takjil makanan pembuka dibagikan di depan kantor bulog,ditempat Asongan,Tukang becak,bingkisan anak yatim Piatu,alat alat kesehatan seperti Handuk,sikat gigi,pasta Gigi,Sabun”.Pungkasnya ( sal )



Selengkapnya..

Sabtu, Agustus 29, 2009

Dilihat, Dihajar, Lapor Polisi

Jemberpost.com
Gara-gara sorot matanya orang lain disangka mengarah pada dirinya, RK (20) warga Jalan A Yani Gang III Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates ini tersinggung. Ia naik pitam dan melakukan aksi dugaan pemukulan terhadap Djuni Lukman B (40) warga Jalan A Yani Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates ini. Akibat pukulan tersebut, laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga bilyat ini mengalami babak belur.
Atas perbuatan itu, korban mendatangi Mapolres Jember. Lukman melaporkan aksi penganiayaan yang dialaminya. Karena dalam penganiayaan tersebut bibir korban mengalami pecah. Tak hanya bbir yang mengalami luka parah, sejumlah wajah dan sebagian anggota tubuhnya luka memar.
Aksi itu terjadi sekitar pukul 02.30 dini hari Senin (24/8) itu ketika korban membersihkan arena bilyat. Ditengah sibuk membersihkan arena bilyat, dari luar terdengar suara ada yang memanggil korban. Karena ada yang memanggilnya, lalu korban mencoba keluar untuk mengeceknya.
Baru menginjakan kakinya didepan pintu, korban langsung menerima bogem mentah dari RK. Ketika bogem mentah melayang diwajahnya, RK tak berkomentar apa apa. Karena datangnya bogem mentah mendadak, korban tak mampu menghidarnya.
Akibatnya, bogem mentah itu berhasil menyentuh wajah dan bibir korban. Tak hanya RK melayangkan bogem mentah terhadap korban. Sehingga, korban jatuh tersungkur ditanah dan darah segar mengalir dari luka dibibirnya. Tahu korbannya tersungkur ditanah bukannya disudahi aksinya, justru korban ditendang dan diijak kepalanya. “Dibagian ini mas yang mengalami luka parah. Karena saya tidak hanya dipukul tapi juga diinjak,” ujar Lukman.
“Akibat pukulan itu, bibir saya pecah, wajah sebagian memar, dan kepala bengkak serta luka dibagian anggota tubuh yang lain. Saat itu, lokasi dalam kondisi sepi orang. Saya tersungkur juga tidak ada yang menolongnya,” tuturnya.
Kenapa sampean kok dipukuli? “Katanya sih, gara-garanya saya lihat itu dia (RK) tersinggung. Masak dilihat saja kok tidak mau. Wong tidak mau masak harus main pukul,” tuturnya.
“Ya, kalau saya hanya dipukul sekali saja, tapi berulang kali. Inikan sudah keterlaluan terhadap orang. Masalah begitu saja sudah seenaknya sendirinya, masak harus dengan kekeran seperti itu,” terangnya.
Karena itu, tegas dia, atas perbuatan kasar RK itu Ia laporkan ke polisi. Langkah itu dilakukan agar ulahnya tidak terulang lagi pada yang lain.”Kalau main pukul mestinya angan disini. Ikut saja tinju atau pertandingan bela diri lainnya,” sergahnya. (sal)

Selengkapnya..

DEPNAKER TUNTASKAN MASALAH REKENING LIAR.

Jakarta,Jemberpost.com- Departemen Tenaga Kerja dan
Transmigrasi telah berhasil menuntaskan penanganan masalah rekening
liar senilai sekitar Rp132,3 miliar berasal dari Yayasan Dana Tabungan
Pesangon (YDTP) Migas. "Seluruh dana yang dikelola Depnakertrans itu telah disetorkan ke kas negara,"
Menakertrans Erman Suparno dalam siaran pers instansi itu di Jakarta,
Pengembalian dana rekening liar merupakan bagian dari hasil pembenahan tata kelola pemerintahan yang berbasis prinsip
"good governance". "Depnakertrans telah melakukan
langkah-langkah pembenahan penegakan hukum dalam menangani masalah
rekening liar ini. Semua proses sudah dilakukan dengan tertib dan baik.
Saat ini dananya sudah dikembalikan ke kas negara sesuai dengan
prosedur." kata Erman. Dia juga mengatakan dalam
menangani kasus rekening liar, dirinya telah meminta bantuan audit
dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Alhamdulillah sudah disetor ke
negara dan permasalahan rekening-rekening liar sudah selesai. Artinya,
sudah "clear", kata Menakertrans.
Erman juga mengungkapkan tahun ini penilaian dari BPK sudah Wajar Dengan
Pengecualian (WDP). Penilaian itu merupakan pengembangan yang sangat
baik bagi instansi yang selama ini "disclaimer" (tidak memberikan
pendapat). "Dulu-kan 'disclaimer' sekarang menjadi
non-disclaimer. Kita bentuk tim dan kerjasama dari semua jajaran
Direktorat Jenderal dan pemerintah daerah dan satuan- satuan daerah
dengan baik. Kita pro-aktif dan alhamdulillah sekarang nilai
pertanggung jawaban keuangan negara itu naik prestasinya menjadi Wajar
Dengan Pengecualian (WDP). Dia juga menjelaskan selama
empat tahun terakhir, sesuai dengan arahan Presiden, telah dilakukan
reformasi birokrasi di lingkungan kerja Depnakertrans. Hasilnya,
terjadi pembenahan organisasi, proses perekrutan dan pembentukan karir
kerja. "Manajemen sumber daya manusia telah dibenahi dengan baik dan
lancar," kata Erman. Pada pelayanan publik, dilakukan
upaya peningkatan kualitas layanan yang berbasis partisipasi. Hasilnya,
instansi itu memperoleh anugerah Pelayanan Prima dari Presiden RI. "Dengan
budaya kerja yang baik, kinerja dan produktifitas seluruh pegawai jadi
meningkat. Ini bentuk reformasi birokrasi yang dilakukan. Pegawai
menjadi kreatif dan inovatif, dan usulan juga datang dari bawah,"
katanya. (depnaker/sal)


Selengkapnya..

Jumat, Agustus 28, 2009

Pedagang Dan PNS Main Judi Ditangkap

Jemberpost.com
Heran juga melihat ulah masyarakat yang menutup mata dengan lingkungannya. Ditengah masyarakat khusuk berlomba lomba mendapatkan pahala dimalam bulan romandhan, para pelaku ini malah keasyikkan main judi bingo di sekitar Jalan Ahmad Dahlan Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates. Akibat ulahnya itu, peara pelaku ini akhirnya berurusan dengan Polsek Kaliwates.
Para pelaku itu adalah bekerja sebagai pedagang, sopir dan PNS dan wiraswasta. Mereka adalah Haryanto (49) warga Jalan Ahmad Dahlan Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates, Rico Darmansyah (20) warga Jalan Sumatra Kelurahan / Kecamatan Sumbersari dan Eko Yulianto alias Koko (39) warga Jalan Trunojoyo Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates.
Selain itu, ada nama Aris Marsono (53) warga Jalan Brantas Kelurahan / Kecamatan Sumbersari dan Djumat (54) warga Jalan Trunojoyo Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates. Kelima tersangka ini dibekuk polisi saat asyik main judi binggo di kawasan Jalan Ahmad Dahlan Kelurahan Kepatihan / Kecamatan Kaliwates.
Penggerebekkan itu seiring polisi mendapatkan informasi dari warga setempat. Warga mengaku resah atas perilaku tersangka judi tersebut. Karena, ditengah masyarakat khusuk menjalan ibadah bulan puasa dengan berlomba lomba mendapatkan pahala malah bermain judi bingo.
Para pelaku ini kerap diingat oleh warga. Namun peringatan tersebut tak pernah digubris oleh para pelaku judi. Kesan yang ditunjukan pelaku judi tak mengubris teguran tersebut membuat warga jengkel. Kejengkelan itu dilampiaskan dengan menghubungi polisi.
Sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin, penggrebekkan judi binggo itu dilakukan Polsek Kaliwates. Hasilnya, lima tersangka berhasil dibekuk polisi tak perlawanan yang berarti. Kelima penjudi itu langsung digelandang ke Mapolsek Kaliwtes dan selanjutannya menjalani pemeriksaan intensip.
Dari penggerebekkan itu, selain mengamankan lima tersangka yang diantaranya bekerja sebagai PNS, pedagang dan sopir serta wiraswasta itu, juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu lembar papan bingo, satu buah bola plastik dan 10 lembar kertas sarana bingo serta uang tunai Rp 288 ribu.
Atas perbuatannya tersebut para tersangka dijebloskan ke sel tahanan polsek dan selanjutnya dititipkan ke Lapas Jember.”Kami tidak akam berhenti dalam pemberatasan pelaku judi. Apalagi, dibulan suci romandhan seperti ini kami tingkatkan keinerja anggota,” kata Kapolsek Kaliwates, AKP Niluh Sri Artini. (sal)


Selengkapnya..

Pol PP Monitoring Hotel Dan Tempat Hiburan


Jemberpost.com
Bulan Suci Ramadhan yang sebagaian orang menyebut bulan yang penuh dengan berkah, ternyata diperlukan suatu perjuangan dan tantangan bagi kaum muslimat dan muslimin dalam rangka melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh ini. “Untuk itu janganlah kota yang penuh dengan damai ini di nodai dengan kemaksiatan, kemusyrikan pada bulan puasa dan mari kita bersama-sama menjalankan ibadah ini dengan khusuk”. Harap Kepala Satuan Pol PP Jember, Drs. Soenyoto, saat di temui di ruang kerjanya.
Menurut Soenyoto, ini merupakan ujian mental bagi umat islam khususnya di Kabupaten Jember yang dikenal dengan kota santri dan agamis. “Kami mengharap penyakit masyarakat seperti prostitusi, bunyi mercon yang ilegal yang sudah ada UU daruratnya, maupun hiburan malam, hendaknya jangan dilakukan di Jember,”tegasnya.
“Kerukunan umat di jember yang sudah begitu baik kita tingkatkan terus antara umat selain non muslim,”cetusnya
Untuk itu pihaknya bersama jajaran samping akan terus melakukan monitoring agar tetap terjaga. “Saya akan lakukan secara rutin operasi pekat baik itu ditempat hiburan, hotel, dan sebagainya untuk menggurangi ketidak puasan dari masyarakat,”tukasnya.
Selain itu juga mohon kesadaran masyarakat agar betul-betul kesadaran keluar dari hati nuraninya masyarakat sendiri untuk menghindari dari perbuatan tidak terpuji.. “Karena kami akan selalu terus menerus monitoring setiap hari dan saya siapkan 6 regu siang dan malam sebagai bentuk rutinitas petugas saya yang ada di lapangan baik itu di jalanan maupun yang berada di tempat hiburan yang ada di Kabupaten Jember,”cetusnya.
Pihaknya, bersama jajaran Kepolisian akan bersama melangkah dan mengantisipasi kejadian yang kurang bagus terjadi di Jember, “Akan melakukan razia KTP yang sekaligus sebagai persiapan Pemilihan Bupati tahun 2010,”pungkasnya.
Kepala Satpol PP mengajak masyarakat Jember untukl melaksanakan bulan suci ramdhan agar dilakukan dengan tumakninah. “Diharapkan pengusaha dan hiburan penjual mercon jangan demonstrative menjual mercon,”pintanya.
Lebih jauh dijelaskan oleh Soenyoto bahwa membakar mercon di musim kering yang berkepanjangan ini sangat riskan terhadap kebakaran dan berbahaya bagi diri sendiri maupun lingkungannya. “Hormati jangan sakiti orang muslim jember ini dengan perbuatan yang sangat tercela,”harapnya. ( sal )


Selengkapnya..

Gula Pasir Dan Beras Ludes Diserbu Pembeli

Jemberpost.com.
Jemberpost.com-Digelarnya pasar murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Pemkab Jember diberbagai kecamatan seperti Rambipuji, Panti, Ajung, Sukorambi, Mayang, Tempurejo, Arjasa, JelbukSilo, dan Umbulsari sangat diminati oleh masyarakat setempat. Pasar murah dengan menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng dengan harga dibawah pasar sejak pagi sudah diserbu masyarakat yang sengaja ingin berbelanja. Bahkan gula dari pantauan dilapangan diberbagai kecamatan adalah salah satu jenis kebutuhan pokok yang banyak dibeli oleh masyarakat, meski lebaran masih jauh namun sepertinya masyarakat tidak ingin melewatkan begitu saja hadirnya pasar murah tersebut.
Di Kecamatan Arjasa misalnya pasar murah digelar selama 2 hari 26-27 Agustus 2009, pasar murah yang ditempatkan di pendopo kecamatan tersebut juga diikuti oleh minni market terkemuka di Jember seperti Indomaret dan Alfa Mart yang telah ditunjuk oleh disperindag.Sejak dibukanya pasar murah diserbu para calon pembeli yang berasal dari desa yang ada di Kecamatan Arjasa seperti Desa Arjasa, Kemuning Lor, Kamal, Darsono, Candi Jati dan Biting, bahkan ada salah seorang pembeli berasal dari Desa Kemuning Lor sengaja datang sejak jam 0.6.00 pagi di pendopo Kecamatan Arjasa tempat berlangsungnya pasar murah tersebut.”saya sengaja habis sahur tidak tidur lagi, karena tidak mau kehabisan gula dan beras,”ujar Bu Ika warga Desa Kemuning Lor.
Menurut Camat Arjasa Drs. Parmin, MSi pasar murah tersebut sengaja diadakan di pendopo kecamatan bukan dilapangan, hal ini selain masyarakat saat berbelanja merasa nyaman dan tidak kepanasan, juga untuk memudahkan pemantauan terhadap pembeli yang akan main aksi borong sembako dengan memanfaatkan jasa orang lain. Selain itu pihak Kecamatan Arjasa juga memberlakukan sistim pembelian sembako yakni gula pasir dan beras dengan menggunakan kupon, hal ini untuk menertibkan masyarakat yang hendak membeli sembako terhindar dari antrian panjang. “Pihak kecamatan kan hanya memfasilitasi tempat karena yang punya kegiatan disperindag, beras dan gula adalah yang paling banyak dicari oleh masyarakat,”terang Parmin.
Dalam waktu sekitar 1 jam sejak pasar murah dibuka gula pasir dengan harga Rp. 6000/per Kg dan beras Rp. 5000/per Kg itu sudah ludes diserbu, dalam pembelian sembako di pasar murah tersebut khusus gula pasir dan beras tiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal sebanyak 2 Kg. Harga beras yang ada dipasaran saat ini per Kg bisa mencapai Rp.5500 dan gula pasir Rp.9800, berbeda dengan harga yang ditawarkan saat berlangsungnya pasar murah karena sudah diberi subsidi terlebih dahulu oleh pemerintah. “Dalam satu hari pelaksanaan pasar murah beras sebanyak 1/2 ton beras dan gula 1 ton habis dalam bebarapa jam saja, bahkan saya sempat datang ke disperindag untuk minta tambahan stok gula dari PG. Semboro,”pungkas Parmin.(win)


Selengkapnya..

Kamis, Agustus 27, 2009

Jember Paling Layak Kembangkan Desa Wisata


Jemberpost.com
Ada gagasan menarik yang dikembangkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Pariwisata Provinsi dalam upaya lebih mengenalkan obyek tujuan wisata daerah kepada para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, salah satunya adalah dengan mengemas wisata daerah melalui pengembangan desa wisata.
Program yang tengah dilakukan oleh departemen pariwisata tersebut sebagai langkah awal untuk lebih memberdayakan masyarakat yang ada disekitar tempat tujuan wisata, konsep desa wisata itu dengan memaksimalkan potensi yang dipunyai oleh desa baik dari aspek ekonomi maupun sosial budayanya.
Dengan adanya desa wisata itu praktis akan meningkatkan pendapatan masyarakat yang membuka usaha kecil dilokasi tujuan wisata dengan menjual berbagai macam kerajinan dan warung makanan, selain itu keberadaan desa wisata bisa memberikan kontribusi pendapatan kepada daerah.
Dari data yang ada di kantor Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur sendiri menyebutkan, selain di Kabupaten Jember desa wisata juga tengah dikembangkan di kabupaten lain seperti Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pacitan.
Kepala Kantor Pariwisata Pemkab Jember Arif Tjahjono,SE mengatakan, di Kabupaten Jember ada tiga desa yang disiapkan menjadi desa wisata diantaranya Desa Kemuning Kecamatan Arjasa, Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi, dan Desa Sumber Rejo Kecamatan Ambulu. Dipilihnya desa wisata tersebut menurut Arif bukan tanpa alasan, dirinya mencontohkan di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi terdapat wisata agro Taman Botani, Desa Kemuning Kecamatan Arjasa dikenal dengan pemandian Rembangan, serta di Desa Sumber Rejo Kecamatan Ambulu ada pantai watu ulo dengan keindahan wisata lautnya.
“Kantor Pariwisata Kabupaten Jember sangat mendukung program desa wisata ini, upaya persiapan desa wisata terus dilakukan dengan berbagai upaya mulai dari mempercantik sarana dan prasana yang ada hingga mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat desa wisata, mengingat desa wisata ini akan dilaksanakan pada tahun 20l0. Bahkan Kabupaten Jember dinilai oleh kepala dinas pariwisata Propinsi Jawa Timur sebagai kabupaten yang paling layak untuk melaksanakan desa wisata ketimbang kabupaten lain, penilain tersebut menurut saya tidaklah terlampau berlebihan,”ungkap Arif mantan Camat Ambulu itu.
Dirinya menambahkan, seharusnya penerapan desa wisata tersebut bisa dilakukan oleh pemerintah pusat di setiap kabupaten yang ada di Indonesia sebab tiap-tiap kabupaten pasti mempunyai objek wisata.” Di Kabupaten Sleman Propinsi DIY (Yogyakarta) saat ini ada sekitar l50 desa yang disiapkan menjadi desa wisata, itu wajar karena memang sejak lama Yogyakarta dikenal dengan kota budaya dan merupakan salah tujuan wisata di Indonesia. Bila agenda departemen pariwisata dengan dibentuknya desa wisata itu bisa berjalan dengan baik, maka visit Indonesian Year atau tahun kunjungan wisata Indonesia akan dibanjiri oleh turis mancanegara,”terang Arif, kedepan Jember berencana akan mengembangkan lebih banyak lagi desa wisata. (win)


Selengkapnya..

Ketua Komisi DPRD Dibagi

Jemberpost.com- Empat komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akhirnya disabet empat fraksi besar. Ketua Sementara DPRD Jember Saptono Yusuf mengatakan, ketua Komisi A akan diberikan untuk Partai Kebangkitan Nasional Ulama, ketua Komisi B untuk Partai Demokrat, ketua Komisi C untuk PDI Perjuangan, dan ketua Komisi D untuk Fraksi Kebangkitan Bangsa.

"Wakil ketua Komisi A untuk Fraksi Annur (gabungan PAN dan Hanura), wakil ketua Komisi B untuk PKS, wakil ketua Komisi C untuk Golkar, dan wakil ketua Komisi D untuk PKNU," kata Saptono, Kamis siang tadi.

Sementara itu, jatah ketua Badan Kehormatan kemungkinan besar akan diberikan kepada Fraksi Partai Golkar. Dengan demikian, praktis fraksi mandiri yang tak kebagian jatah ketua hanya PKS. Ketua panitia musyawarah dan panitia legislatif biasanya dipegang oleh ketua DPRD langsung, yang berarti Demokrat.

Saptono mengatakan, komposisi tersebut masih akan ditawarkan ke seluruh fraksi. Ia berharap, komposisi itu disepakati secara mufakat dan bukan pengambilan suara terbanyak. Namun, DPRD Jember belum berani membentuk komisi secara formal, karena masih harus menanti surat dari Departemen Dalam Negeri.

"UU Susunan dan Kedudukan DPR belum turun, jadi kami minta penjelasan ke Depdagri. Kami tunggu dalam 1-2 hari ini," kata Saptono. Ia sebenarnya ingin DPRD Jember segera bekerja. Namun, tentunya ia tak mau gegabah bekerja tanpa dasar hukum jelas. [bj]


Selengkapnya..

Inflasi Jember Paling Rendah


Jemberpost.com- Dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan Lebaran, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember merapatkan barisan dengan menggelar sejumlah rapat koordinasi.Hal ini diungkapkan Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Jember, H Edy Budi Susilo. Menurutnya rapat dihadiri dinas dan instansi terkait di Jember. "TPID Kabupaten membahas langkah kesiapan terkait dengan penyediaan bahan makanan, transportasi, bahan bakar dan peredaran jumlah uang di Jember dan sekitarnya termasuk 3 kabupaten yang masuk wilayah eks Karisedenan Besuki," jelasnya usai berkoordinasi dengan Kepala BI Jember di kantornya.

Kesiapan persediaan sembako dan transportasi pada Bulan Ramadhan sampai dengan Hari Idul Fitri mendatang, menurut Edy, terus dipantau. Pihaknya berharap kesiapan yang cukup menjelang Lebaran maupun saat bulan Ramadhan ini agar nantinya tidak terjadi gejolak yang tidak diharapkan.

"Misalnya kenaikan harga yang berlebihan, kekurangan stok pangan saat merayakan Lebaran dan lainnya," imbuhnya.

Drs Edy B.Susilo Msi. Pada Jemberpost.com mengungkapkan Bahwa hasil rapat koordinasi dalam rangka kita mengevaluasi inflasi yang berkembang di kabupaten Jember sampai dengan periode sekarang.”Inflasi di Jember masih tertahan pada kisaran angka 1,44,”tandasnya.

Artinya inflasi yang terjadi di Jember menurut Edy, jauh di bawah inflasi tang terjadi Jawa Timur maupun Nasional. “Hal ini menggembirakan karena dari hasil pamantauan TPID yang telah bekerja sesuai pada jalur yang ditentukan, masing-masing anggotanya telah memberikan kontribusi menahan laju inflasi,”kilahnya.
Dengan hasil itu aspresiasi tingkat inflasi di Jember tentunya harus kita pertahankan dengan kerja keras sampai akhir pada periode tahun 2009. “Pengendalian inflasi kita upayakan terus dibawah inflasi Nasional maupun Propinsi,”pintanya.[sal]

Selengkapnya..

Rabu, Agustus 26, 2009

Belum Ditender Proyek Sudah Dibongkar


Jemberpost.com-Dinas Pendidikan kembali bikin heboh, kalau beberapa saat lalu, digegerkan oleh kasus dugaan penyimpangan BOS yang sempat dilaporkan pada aparat penegak hukum, kali ini Dinas pendidikan kembali membuat sensasi dengan membongkar bangunan kantor yang bakal memperoleh proyek tahun ini. Lucunya, proyek yang belum sempat dilelang itu kini sudah dibongkar , dan entah bagaimana dan apa dasar yang digunakan, pihak Pimpro melakukan itu dengan percaya diri, padahal, hal itu tidak dibenarkan oleh Kepres 80.
Bagus, Pimpro di dinas pendidikan ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa langkah yang diambuil sudah dikonsultasikan dengan pihak-pihak terkait, selain itu dirinya juga sudah mendapat saran dari konsultan , untuk segera melakukan pembongkaran. Sebab lanjut Bagus, biasanya selama ini pihaknya sering memperoleh laporan dari rekanan terkait masalah pekerjaan yang tidak bisa selesai dalam waktu yang ditentukan, karena lamanya pembongkaran. Selain itu, dirinya juga sudah mendapat perkiraan taksiran tentang nilai bangunan dari Cipta karya, bahkan pihaknyapun sudah berkoordinasi dengan bagian perlengkapan Pemkab jember.
“ Begini mas,awalnya kami sering dapat keluhan dari rekanan yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang tepat, kemudian belum lagi hal-hal lain, makanya setelah kami kordinasikan dan adanya perkiraan taksiran dari Cipta karya, baru kami ambil langkah seperti itu “ ujarnyaa.
Sementara Kepala bagian perlengkapan Pemkab Jember Ita Puri Handayani ketika dikonfirmasi seputar proyek di Diknas yang sudah dibongkar sebelum ditender lelangkan membenarkan, kalau pihaknya sudah mendapat laporan dari pihak dinas pendidikan, dan semua itu sudah lengkap,juga ada saran dari konsultan , tujuannya untuk mempercepat kerja konsultan “ya mas, memang benar kami sudah diberi tahu oleh pihak dinas pendidikan, dan juga ada saran dsari konsultan “ ujarnya.(sut)


Selengkapnya..

Mantan Anggota Dewan Enggan Kembalikan Laptop


Jemberpost.com-Ribut-ribut belum dikembalikannya Laptop oleh sebagian mantan anggota DPRD periode 2004 – 2009 membuat banyak pihak ikut berkomentar. Namun demikian, sampai detik ini hanya sebagian saja dari mereka yang sudah mengembalikan.Seperti yang sempat dilontarkan oleh Burhan, anggota LSM Bongkar, bahwa keberanian mantan anggota DPRD untuk tidak mengembalikan Laptop itu bermula dari tidak proaktifnya pemkab jember dalam menangani, padahal seluruh inventaris yang dipinjam oleh mereka dalah aset pemda.
Menurut Burhan, seharusnya Pemda dalam hal ini Bupati harus segera menginstruksikan bagian perelengkapan untuk segera menyelesaiakan persoalan ini dengan meminta bagian perelengakapan segera membuat surat teguran pada manatan anggota dewan. Jika sudah diberi surat teguran belum juga diindahkan, pemkab bisa mengarahkannya pada dugaan penggelapan, atau bisa saja pemkab langsung meminta pihak Setwan menyelesaikan persoalan ini dengan cepat, karena bagai manapunh juga itu dibeli oleh uang rakyat.
Sementara Kabag Perlengkapan pemkab Jember Ita puri handayani ketika dikonfirmasi seputar masalah Laptop mengatakan bahwa pihaknya selama ini masih menunggu hasil dari Setwan. Karena bagaimanapun juga urusan Laptop itu masih menjadi tanggung jawab Setwan, kecuali jika Setelah mengalami beberapa tahapan mereka masih juga belum selesai, dan setwan sudah tidak mampu dan memberikan laporan pada Bupati baru pihaknya bakal mengambil langkah sesuai dengan aturan yang ada. Jadi tidak benar, kalau ada pihak yang menyebutkan Pemkab tidak pro aktif dalam masalah ini “ tidak benar mas, kami masih menunggu proses penyelesaian dari pihak Setwan, kalau toh maih juga buntu, maka pihaknya setelah mendapat petunjuk Bupati akan mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan aturan “ ujarnya.
Selain itu dia juga minta agar apa yang disampaikan itu juga menjadi bahan kalrifikasi atas apayang sudah disampaikan oleh pihak-pihak selama ini.(Sut)


Selengkapnya..

Selasa, Agustus 25, 2009

Curi Karpet Masjid Untuk Warung

Jemberpost.com
Setan mana yang menghinggapi ulah warga mengawali ibadah bulan puasa. Meski telah menekuni jualan kripik, Nurul Ibad (32) warga Dusun Krajan Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah ini nekat berbuat kriminal. Aksi kriminalnya juga sepele. Meskipun sepele perbuatan yang dilakukan pelaku, akan tetapi ulah tersebut telah memenuhi unsur-unsur aksi pencurian. Dan tersangka kini mendekam disel tahanan Mapolsek Silo.

Bapak yang dikarunia satu anak ini dijebloskan kesel tahanan setelah tertangkap tangan saat melakukan aksi pencurian di masjid AN –Nur Silo. Barang yang dicuri oleh tersangka adalah berupa karpet warna biru milik masjid setempat.
Ketika itu, sekitar pukul 13.00, tersangka mampir ke masjid An-Nur Silo. Ditempat itu, tersangka berniat melakukan salat dhuhur sebagaimana tamu yang lain. Usai menjalankan salat dhuhur, dimanfaatkan untuk duduk-duduk ditempat itu. Melihat situasi sepi, dipikiran tersangka mulai muncul niat jahat.
“Kok sepi, saat itu muncul dipikiran saya muncul niat untuk mencuri. Apalagi, karpet sudah ada didepan mata saya. Dan saya sangat butuh karpet itu untuk buka warung lesehan (Warles),” ujar Nurul Ibad, tersangka dengan polos.
Karena dirinya sudah lama mempunyai keinginan untuk buka warung. Namun, keinginan itu tak kunjung kesampaian bisa terwujud.”Lho, kok pas mampir salat ada karpet dimasjid. Lalu, pikirannya saya ini mengarah pada rencana buka warung,” katanya.
Ketika karpet digulung, diluar sepengetahuan tersangka ternyata ulahnya berhasil dipergoki warga. “Saya ditangkap didalam masjid. Saya mengaku kalau hendak mencuri karpet,” tuturnya.
Saat itu, tersangka dijemput petugas setelah warga memberitahu kepada polsek setempat.”Tersangka tengah kami periksa terkait perbuatannya mencuri karpet masjid. Memang tidak seberapa barang yang dicuri oleh tersangka, tapi perbuatannya yang kami proses,” kata Kapolsek Silo, AKP M Zaenuri, SH.
Padahal, tersangka dalam kesehariannya telah menekuni jualan krepek singkong. Bahkan, keuntungannya dalam sehari bisa mencapai Rp 50 ribu. Karena, kripik yang dipasarkan itu merupakan hasil produksi sendiri dengan istrinya.”Saya sendiri juga heran, kok nekat mencuri. Apalagi yang dicuri barang milik masjid lagi,” pintanya. Ramadhan tak cukup membuat kita tenang, berhati-hatilah setiap saat agar tetap aman. (tok)


Selengkapnya..

Petani Ikuti Sekolah SLPTT di Curah Lele Balung


Jemberpost.com-Apa yang terbayang dibenak kita bila para petani ikut sekolah, tentu paling tidak terlintas dalam pemikiran bahwa sekolah tersebut seperti sekolah pada umumnya.Namanya juga sekolah lapang jadi tempatnya tidak di dalam gedung bahkan bisa dipinggir sawah sekalipun, uniknya sekolah tersebut dalam setahun hanya berjalan satu musim, materi yang diberikan pun seputar persoalan pertanian yang dihadapi para petani.
Teras rumah Haji Samsudin yang terletak di Desa Curah Lele Kecamatan Balung pagi itu Kamis (20/8) tampak dipenuhi oleh para petani, keberadaan para petani di rumah tersebut bukan tanpa satu tujuan apapun. Para petani tersebut ternyata sedang mengikuti Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), sekolah bagi para petani tersebut merupakan bentukan dari departemen pertanian pusat. Di Kabupaten Jember sendiri SLPTT tersebar di berbagai kecamatan sesuai dengan potensi pertanian yang ada, di Kecamatan Balung sekolah petani tidak hanya dijumpai di Curah Lele saja. Di Desa Balung Lor bisa ditemui SLPTT serupa dengan potensi pertanian padi, di Desa Karang Duren dan Tutul SLPTT ini memfokuskan pada hasil pertanian jagung sedang di Desa Curah Lele menggarap permasalahan tanaman kedelai.
Dengan didampingi penyuluh lapangan (PPL) dari dinas pertanian kabupaten serta penyuluh pendamping tenaga harian lepas-tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TB PP) sebagai instruktur sekolah pertanian yang hanya berjalan semusim tersebut ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para petani. Selain untuk menambah wawasan dibidang pertanian, mereka para petani bisa berdiskusi memecahkan permasalahan pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan hasil pertanian. Langkah yang dilakukan oleh departemen pertanian ini ternyata cukup jitu dan efektif, pasalnya terbukti para petani setelah mengikuti sekolah lapang tersebut mengaku kalau hasil panennya cenderung meningkat dibanding sebelum bergabung di SLPTT.
Hal ini seperti yang dirasakan oleh kelompok tani Kurnia Jaya Desa Curah Lele Kecamatan Balung yang beranggotakan 135 orang, kelompok tani yang berdiri sejak tahun 1984 itu para anggotanya sudah mengikuti sekolah semacam ini sejak 2005.Untuk tahun 2009 ini menurut Samsudin yang juga sebagai ketua kelompok tani Kurnia Jaya itu , ada 30 orang anggota kelompoknya yang mengikuti sekolah pertanian yang diselenggarakan setiap kamis pagi hingga berakhir sekitar pukul ll siang itu. Mengingat kerbatasan jumlah peserta sekolah pertanian dalam tiap tahunnya, maka Samsudin mengikutkan anggota kelompok taninya secara bergiliran. Dengan demikian nantinya seluruh anggota kelompok tani Kurnia Jaya ini bisa mengikuti sekolah tersebut, mereka para peserta SLPPT selain diberi materi penyuluhan pertanian juga bisa berdiskusi sesama peserta yang lain.
Amanda Primadeswara penyuluh THL-TB PP mengatakan di SLPTT Desa Curah Lele, para petani peserta SLPTT sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Materi yang diberikan meliputi agro ekosistem, varietas dan anatomi tanaman, mengenal hama dan musuh alami, gulma, mulsa, drainase, pengairan dan pola tanam, pemupukan, agro ekosistem tanah, perkembangan tanaman, pembuatan petak ubinan panen, serta materi panen dan pasca panen. “Para petani SLPTT ini selain mendapatkan materi teori juga ada pengamatan dan praktek di lapangan, bahkan mereka juga diharuskan mengikuti pretest tentang teknologi budidaya tani, hama dan penyakit. Diakhir SLPTT para petani sebagai evaluasi melaksanakan post test atau test akhir,”jelas Amanda.
Sementara itu Ir. Hari Wijajadi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemkab Jember, menyambut positif dengan keberadaan SLPTT yang merupakan program dari departemen pertanian pusat itu. Dengan SLPTT semacam ini menurut Hari para petani semakin pintar dalam memahami pertanian, selain itu para petani bisa melakukan diskusi bersama membahas permasalahan yang ada.” SLPTT ini sebagai sarana untuk meningkatkan kwalitas sumber daya manusia (SDM) para petani dan juga meningkatkan hasil pertanian, namanya juga sekolah lapang jadi tidak di dalam kelas seperti sekolah pada umumnya. Meski hanya dipinggir sawah sekalipun SLPPT ini tetap berjalan dan banyak diminati oleh petani, persoalan pertanian mereka bahas untuk didiskusikan guna dicarikan solusinya, ungkap Hari Wijajadi. (win)


Selengkapnya..

Senin, Agustus 24, 2009

Pasar Murah Legakan Masyarakat

Jemberpost.com
Pasar Murah yang digelar di 10 kecamatan di Jember melegakan harapan masyarakat miskin mendapatkan sembako murah, harga yang melambung tinggi seminggu terkahir ini cukup membuat panik masyarakat.Hariyanto, Kepala Disperindag Jember mengungkapkan pada jemberpost.com bahwa kenaikan harga selalu muncul pada saat ramadhan tiba. Pihaknya saat ini memantau perkembangan harga dari hari ke hari Namun Ia berharap masyarakat tidak perlu panik karena kepanikan justru menimbulkan gejolak harga.
Disperidag Jember saat ini telah memulai Pasar murah untuk sepuluh kecamatan yang dikategorikan miskin. Kecamatan tersebut adalah Rambipuji, Panti, Ajung,sukorambi Mayang Tempurejo,Arjasa,Jelbuk,Silo,Umbulsari.
Seperti tahun kemarin, tahun ini pun Disperindag bekerjasama dengan produsen-produsen seperti Pabrik Gula Semboro, Produsen Beras seperti Cobra, Produsen minyak dan lain-lain bahkan Toko kain Centrum dan toko kebutuhan bahan pokok banyak yang ikut.

Hariyanto berharap tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan moment ini untuk kepentingan pribadi. “Kadang mereka sengaja mendatangi pasar murah, kemudian membeli dalam jumlah besar dan menjual kembali dengan harga pasar, Namun kami tetap mengantisipasi ha tersebut dengan membatasi jumlah pembelian barang, Kami menggelar pasar murah agar warga miskin dapat membeli kebutuhannya dengan harga murah”Tegas Hariyanto.(sal)


Selengkapnya..

Garong Toko Digebuki Warga

Jemberpost.com
Ramadan bisa jadi ajang pembersihan diri juga jadi ajang mengumpulkan harta orang lain untuk lebaran bagi orang yang tak bertanggung jawab. Aksi pencurian specialis barang toko yang kerap beraksi di sejumlah tempat berhasil dibekukPelaku sempat digebuki warga ketika beraksi di sebuah toko di Kencong. Akibat penggeroyokan itu, pelaku mengalami babak belur diwajahnya.
Aksi brutal itu terjadi karena warga tak mampu menahan emosinya. Karena jengkel itulah pelampiasan tertuju kepada pelaku yang tertangkap. Untungnya petugas cepat datang dilokasi kejadian, seandainya telat datang akan menjadi cerita lain. Karena jumlah masa semakin banyak, dan dalam kondisi kalap terbawa luapan emosi. Saat itu juga, pelaku digelandang petugas ke Mapolres Jember untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Meski telah terjadi aksi anarkis, namun pelaku tak sampai mengalami luka parah. Hanya diwajahnya sedikit mengalami luka memar dan bengkak akibat bogem mentah yang dilayangkan warga. Pelaku itu bernama Hasan (23) warga Dusun Rowo Kulon Desa/Kecamatan Jatiroto- Lumajang dan Heri (42) warga Lingkungan Teko’an Desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 linggis, satu alat cukit dan sak karung plastik. Saat itu pelaku hendak menyantroni toko milik Bu Fani (35) warga Desa Kencong. Hanya saja, aksi itu berhasil dipergoki warga.
Saat itu, pelaku diteriaki maling dan langsung dikejar oleh warga. Dalam pengejaran itu pelaku berhasil ditangkap dan sempat menjadi bulan bulanan warga.”Kalau tidak ada petugas datang di TKP, pelaku akan mengalami luka parah. Tapi untungnya, ada petugas resmob yang tengah melintas,” kata Kasatreskrim Polres Jember, AKP Leonard M Sinambela, SH, SIk.
Berdasarkan pemeriksaan kata dia, tersangka ternyata merupakan target operasi (TO) petugas Polres lain. Karena berdasarkan catatan di polres lain, tersangka Heri terlibat aksi pencurian barang barang milik toko di sembilan TKP. ”Pokoknya tidak hanya beraksi di Jember saja. Tapi di polres lain malah banyak data yang menunjukan dia sebagai pelakunya,” terangnya.
Ditambahkan kasat, bahwa ketika beraksi di toko milik Bu Fani warga Desa Kencong, pelaku belum sempat mengusai barang yang diincarnya. Karena, aksinya tak berjalan mulus karena berhasil dipergoki warga. “Pelaku berusaha kabur, tapi kalah sigap warga. Saat itu juga tersangka berhasil ditangkap,” ulasnya.
Untuk kasus yang di Jember lanjut kasat, pihaknya akan mengembangkan beberapa laporan dari warga.”Kita berusaha mengembangkan kasus yang ada di Jember. Kemungkinan, dari laporan warga ada yang terkait aksi serupa yang juga dilakukan oleh tersangka,” imbuhnya. (sal)


Selengkapnya..

Minggu, Agustus 23, 2009

Ramadhan Harga Gula Tembus Rp.9 Ribuan

Jemberpost.com – Seperti biasa saat Ramadhan tiba maka harga bahan pokok perlahan tapi pasti merangkak naik, namun Ramadhan kali ini diluar dugaan. Kenaikan yang cukup tajam dan terkesan dimanfaatkan oleh para pedagangKenaikan harga-harga di pasar induk Jember, pasar Tanjung tidak hanya dialami oleh sejumlah bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng dan sayur-mayur saja.

Cabe merah terjadi kenaikan signifikansebesar Rp 2.500-3.000/kg untuk cabe merah besar. Jika harga semula, Rp 5.000 kini menjadi Rp 7.500. Harga itu diperkirakan akan terus naik seiring dengan permohonan pembeli yang cukup tinggi juga pada bulan Ramadhan ini.

Selain cabe, harga tomat juga mengalami kenaikan. Tomat harga rata-rata masih dalam kisaran Rp 2.500/kg atau naik sebesar Rp 500/kg.

Sementara sayuran lain yang belum mengalami kenaikan diantaranya adalah kol. Harga kol bulat masih dikisaran Rp 2.500. Demikian juga dengan harga kentang tetap dikisaran Rp 5.500.
Sementra itu Gula justru Lebih dahulu naik, harga gula saat ini berkisar antara Rp.Rp.9000-Rp.9500/kg
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Harijanto ketika ditemui Jemberpost.com mengatakan segera melakasanakan operasi Pasar.[sal/her]


Selengkapnya..

Jumat, Agustus 21, 2009

Pernik Pelantikan Anggota DPRD





Pelantikan anggota Dewan diwarnai pengamanan yang super ketat dan aksi walk out dari Agus Gadi anggota dewan dari PDIP 1.Tampak dalam gambar Hadi menyerahkan hasil kecurangan yang dilakukan Suharto rekannya sendiri dari PDIP. 2.Dari ketatnya mobil Bupatipun juga diperiksa walaupun banyak juga orang mempertanyakan aksi Pengamanan yang terkesan berlebihan tersebut.3. Saptono Tusuf yang tak bawa Undangan juga terpaksa menunggu diluar sampai dengan undangan diantar oleh petugas.

Selengkapnya..

Anggota DPRD Jember Dilantik


Jemberpost.com-Dengan pengamanan super ketat dan diwarnai demonstrasi serta interupsi akhirnya 49 anggota dewan perwakilan rakyat periode 2009-2014 resmi dilantik Kepala Pengadilan Kabupaten Jember. nterupsi dan aksi Walk Out Agus Hadi dari PDIP mempertanyakan kasus hukum pencurian suara yang dilakukan oleh rekannya yang turut dilantik yaitu Suharto, Namun Madini Farouq menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan produk hukum berupa ketetapan Gubernur tentang penetapan dan pelantikan anggota DPRD kabupaten Jember. Karena Pelantikan dilanjutkan maka Agus Hadi melakukan aksi WO dan tak turut dilantik.

Pelantikan akhirnya dilanjutkan dan dimulai pukul 10.00 WIB. Dalam sambutannya madini menjelaskan bahwa setiap pemimpin pasti ada masanya dan setiap masa memiliki pemimpin. Pengabdian sebagai anggota DPRD Jember boleh berakhir. "Tapi pengabdian kepada rakyat Jember, tidak boleh berakhir," katanya.

Madini mengingatkan, DPRD Jember sudah berupaya memperjuangkan keinginan rakyat Jember. Namun, jasa dan perjuangan DPRD ini kerap tertutupi oleh jasa eksekutif.

"APBD merupakan hasil kesepakatan bersama antara eksekutif dan legislatif. Tapi karena pelaksanaan APBD dilakukan oleh eksekutif, seringkali ketika ada program pembangunan di mana legislatif juga punya peran penting dalam pembahasan dan persetujuan, kurang mendapatkan apresiasi dari masyarakat," kata Madini.

Ucapan terima kasih dari rakyat, kata Madini, seringkali hanya ditujukan kepada eksekutif. "DPRD terlupakan dan terlewatkan. Tapi walau begitu, kami sudah cukup merasa senang bila melihat rakyat Jember sejahtera dan bahagia," katanya.

Menurutnya, ada dua indikator mengukur kinerja DPRD jember: kinerja fungsional sebagai institusi penyeimbang kerja eksekutif dan peran dalam perubahan. "DPRD berperan mengarahkan kemajuan sistem politik ke arah yang lebih baik. Artinya menempatkan daerah dalam bingkai sistem ideal yang memberikan struktur dan fungsi politik," kata Madini.

Selama 2004-2009, ada 49 pengaduan (25 persen) masyarakat yang masuk ke DPRD Jember terkait urusan politik dan pembangunan. Ini mengindikasikan masyarakat buruh akuntabilitas, transparansi, dan pemerintahan yang bersih.

Sementara itu, pengaduan terkait masalah sosial dan pemerintahan mencapai 45 pengaduan (23 persen), masalah pertanahan 13 pengaduan (7 persen).

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Djalal mengucapkan terima kasih atas kerjasama eksekutifdan legislatif dalam kurun waktu periode 2004-2009. Djalal juga berharap Anggota dewan periode 2009-20014 dapat bekerjasama dengan baik.(sal)

Selengkapnya..

Rabu, Agustus 19, 2009

Persid Siap Berlaga di Liga Indonesia


Jemberpost.com-. Minimnya anggaran yang dimiliki oleh Persid Jember tidak menyurutkan nyali klub sepakbola kebanggaan masyarakat Jember ini untuk unjuk gigih di depan ribuan Persidmania.Bahkan dalam waktu dekat rencananya Persid akan menjadi tuan rumah liga Indonesia PSSI Oktober 2009 mendatang di Stadion Notohadinegoro.Meski sebelumnya stadion tersebut sempat digunakan sebagai sirkuit motor cross dalam rangka bulan berkunjung ke Jember (BBJ).

Pihak manajemen Persid optimis Liga Indonesia siap dilaksanakan di tempat tersebut Hal tersebut diungkapkan Sirajudin, SST Par selaku Manajer Persid, dengan digelarnya Liga Indonesia tersebut paling tidak mengobati kerinduan Persidmania terhadap tim kebanggaannya.

Pemantapan latihan menghadapi liga Indonesia PSSI terus digenjot. Bahkan dalam waktu dekat 15 September 2009 pihak PSSI akan datang ke Jember untuk mengecek langsung kelayakan Stadion Notohadinegoro, persiapan fisik stadion pun terus dilakukan diantaranya dengan menyiram lapangan agar kelihatan hijau mengingat saat ini hujan jarang turun di Jember.

“Pihak Manejemen Persid terus memantau kesiapan Stadion Hadinegoro yang akan dipakai ajang Liga Indonesia, Jember ingin menjadi tuan rumah yang baik dengan menyukseskan liga Indonesia,’’jelas Sirajudin.


Selain itu menurut Sirajudin saat ini klub sepakbola yang dipimpinnya itu kedepan masih membutuhkan kucuran dana, dirinya mencontohkan di tahun 2008 meski tidak ada dana namun kompetisi tetap dilaksanakan sampai akhir bahkan Persid tetap menjaga kekompakan baik pemain, suporter maupun pihak manajemen. Bahkan tahun lalu Persid mampu bertahan di divisi I PSSI bersama dengan klub sepakbola lainnya seperti Persela (Lamongan), Persewa (Wamena) dan Arema (Malang), bahkan kemanapun Persid bertanding selalu dipenuhi oleh suporter pendukungnya. “Luar biasa animo para Persid mania ini dalam memberi dukungan kepada kesebelasannya saat bertanding, sekitar 3000 ribu Persid mania ikut memberikan dukungan di gala desa,”ujar Sirajudin mantan Direktur Akademi Pariwisata Universitas Muhammadiyah Jember itu.

Anggaran Persid pada tahun 2009 ini hanya Rp.800 juta, padahal anggaran yang diserap oleh Persid mencapai Rp.5 miliar per tahunnya. Besarnya anggaran tersebut selain diperuntukan untuk biaya makan, juga untuk pemain dan pelatih yang mencapai 30 orang dengan alokasi anggaran Rp.30 juta dalam ditambah lagi untuk membeli kelengkapan pertandingan seperti bola dan sepatu bola. “ Untuk latihan selama 3 bulan dibutuhkan 20 buah bola dengan kisaran harga per bola Rp.350 ribu, belum sepatu bola buat pemain dan pelatih sebanyak 30 orang yang harganya sekitar Rp.l,3 juta per pasang. Belum lagi dibutuhkan 40 training atas bawah seharga Rp.150 ribu , 20 sepatu ket senilai Rp.200 ribu per pasang,”tandas Sirajudin.
Sirajudin juga menambahkan, selain itu dibutuhkan biaya yang sangat besar oleh Persid untuk mendatangkan tim kesebelasan dari luar saat melakukan pertandingan uji coba. Sirajudin mencontohkan Persid terpaksa mengeluarkan biaya sekitar Rp.25 juta untuk mengadakan laga uji coba dengan Persewa (Wamena), besarnya biaya tersebut sudah termasuk biaya wasit, hotel, komsumsi, pemain tamu dan bonus pemain uji coba sebesar Rp.100 ribu yang diperuntukan untuk 26 orang.” Belum lagi biaya pelatih antara Rp.150 ribu hingga Rp.200 ribu untuk 3 orang, belum lagi biaya pemeriksaan medis sebelum bertanding sebesar Rp.125 ribu sebanyak 40 orang. Untuk bertanding di pertandingan divisi harus memiliki smart card (semacam surat ijin bertanding), itupun harganya satu smard tidak murah sekitar Rp.l,5 juta dan butuh sebanyak 26 smart card,”imbuh Sirajudin. (win)



Selengkapnya..

Sungai pun Jadi Lapangan Volly

Foto:Salim Umar

Jemberpost.com
-Kemarau panjang yang terjadi hingga hari ini membuat sejumlah sungai kering. Warga jember mulai gerah dengan keringnya sumur-sumur terutama diwilayah Jember kota. Namun Warga sungai Jompo di belakang masjid Baitul Amin boleh dibilang kreatif, minimnya sarana olahraga dikampung tersebut menjadikan sungai Jompo sebagai lapangan bola Volly.(sal)

Selengkapnya..

Selasa, Agustus 18, 2009

Bursa Kerja FKKSW Bukan Pesaing JMF


Jemberpost.com-Langkah yang dilakukan oleh Forum Komunikasi dan Konsultasi Sadar Wisata (FKKSW) Akademi Pariwisata (Akpar) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dengan menggelar bursa kerja 2009 Selasa (18/8) tadi siang

di Aula Ahmad Zaenuri patut ditiru oleh lembaga akademisi yang lain, kegiatan yang berlangsung satu hari penuh dan baru pertama diadakan oleh FKKSW Akpar Unmuh Jember itu diikuti oleh 17 perusahaan swasta terkemuka dengan menawarkan 200 lowongan kerja dan dibanjiri ratusan orang pencari kerja.Bursa lowongan kerja ini sedikit berbeda dengan Job Market Fair (JMF) yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Pemkab Jember, pasalnya dengan membayar Rp.3000 para pencari kerja mendapatkan salinan fotokopi daftar perusahaan peserta bursa kerja dan amplop untuk memasukan berkas lamaran kerja bagi pencari kerja.

Selain itu pihak panitia penyelenggara juga menyediakan jasa pengetikan surat lamaran kerja dengan memakai komputer yang hanya dikenai biaya Rp.500 per lembar. Para pencari kerja yang datang di bursa kerja tersebut ternyata tidak hanya dari dari Kabupaten Jember saja, tidak sedikit mereka yang datang dari Kabupaten lain seperti Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo dan Lumajang. Begitu mendengar FKKSW akan mengadakan bursa lowongan kerja para pencari kerja dari beragam latar pendidikan yang dimiliki mulai lulusan SMA, D-3, maupun S-l sengaja datang ke Unmuh Jember tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut, paling tidak para pencari kerja banyak yang menggantungkan nasibnya pada bursa lowongan kerja semacam ini dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan.

Menurut Arif Setyo Raharjo,SST.Par selaku ketua panitia penyelenggara bursa lowongan kerja sekaligus wakil direktur Akademi Pariwisata Unmuh Jember menjelaskan, permasalahan pengangguran ada di semua negara termasuk negara maju sekalipun. Mengatasi permasalahan pengangguran menurut Arif bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab siapa saja yang memilki kepedulian terhadap tingginya angka penganguran.

“Dengan diselenggarakannya bursa kerja yang diselenggarakan oleh FKKSW ini berarti ikut membantu pemerintah daerah dalam mengatasi pengangguran sebagai perwujudan dari Tri Dharma perguruan tinggi salah satunya adalah pengabdian masyarakat, selain itu dengan diselenggarakannya bursa kerja semacam ini mampu menampung para pencari kerja yang pada JMF kemarin belum mendapatkan pekerjaan dan bursa kerja ini bukan pesaing JMF,”ungkap Arif.

Meski bursa kerja tersebut diselenggarakan di Unmuh Jember, bukan berarti hanya diperuntukan bagi alumni perguruan tinggi swasta tersebut. Bahkan bursa kerja yang rencananya akan dijadikan kegiatan tahunan oleh pihak panitia penyelenggara, banyak juga diikuti oleh alumni berbagai perguruan tinggi negeri sekalipun. “Tidak benar jika mereka diterima kerja melalui bursa kerja FKKSW hanya alumni Unmuh Jember, siapapun boleh ikut di bursa kerja ini dan perekrutan tenaga kerja adalah hak dari masing-masing perusahaan.

FKKSW hanya sekedar memfasilitasi tempat bagaimana bursa kerja ini bisa berlangsung sesuai dengan yang direncanakan, tahun depan FKKSW akan menggelar bursa kerja dengan tampilan sedikit berbeda dibanding tahun ini agar lebih menarik dan diminati oleh penyedia lapangan kerja dan pencari kerja, “ujar Arif.(win)


Selengkapnya..

Kemungkinan Penyamaran Noordin


Seorang teman mengirimkan Foto penyamaran NoordinM Top apa kira-kira ada di jember ya...?

Selengkapnya..

Senin, Agustus 17, 2009

Djoewito Dapat Remisi, Samsul Tidak

Jemberpost.com- Djoewito memang terpidana istimewa dan memang lain daripada yang lain. bagaimana tidak, jika narapidana lain yang ada di lapas Jember harus menunggu waktu lama dan memenuhi persyaratan tertentu untuk memperoleh remisi. Tidak dengan Sekkab, Drs Djoewito Msi.

Djoewito yang baru saja masuk seminggu ini di LP klas II a Jember, langsung mendapatkan fasilitas remisi dari pihak Lapas. Menurut Kalapas Jember, Alvi Zahri, Djoewito sudah berhak atas pengajuan remisi yang dilakukan lembaganya.

Karena Djoewito dianggap sudah menjalani hukuman 8 bulan 29 hari pada 2008 lalu, meski pada waktu itu sudah divonis bebas oleh PN Jember.
Pihaknya membantah keras jika upaya pengajuan remisi tersebut karena ada dugaan main mata Pemkab dengan Lapas.

"Tidak seperti itu, remisi itu hak semua warga lapas yang sudah divonis tetap," kilahnya. Departemen Kehakiman Hukum dan HAM memberikan remisi Hari Kemerdekaan kepada tiga terpidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Jember. Mantan Bupati Jember Samsul Hadi Siswoyo yang tersangkut korupsi kas daerah tidak mendapat remisi.

Tiga terpidana korupsi yang mendapat remisi adalah mantan Kepala Bulog Jember Mucharror, staf Bulog Jember Ali Mansyur, dan mantan Kepala Bagian Keuangan Pemkab Jember Mulyadi. Mereka masing-masing mendapat remisi 1 bulan.
Sementara itu lapas Jember yanbg baiasanya penuh sesak dengan tahanan, kini terlihat longgar atau sesuai standar kapasitas yang sekitar 500 orang. Sebelumnya bisa mencapai 800-900 Napi. [sal]


Selengkapnya..

Sabtu, Agustus 15, 2009

Siswi Dirayu Lupa Diri, Perawan Hilang

Jemberpost.com
Setan mana yang menghinggapi anak muda jaman sekaran sehingga dengan mudah menyerahkan perawannya hanya karena rayuan. Mawar (bukan nama sebenarnya-red) (15) warga Dusun Mojan Desa Sukokerto Kecamatan Sukowonopulang sekolah tidak langsung pulang kerumah dan membuat keluarganya kebingungan. Akhirnya, pihak keluarga mendatangi sekolah untuk menanyakan keberadaan mawar.
Dari pihak sekolah, keluarga mendapat jawaban jika mawar sudah pulang. akhirnya keluarga dan sekolah mencari info terhadap teman-teman sekolahnya dan didapat info dari teman-temannya mawar dijemput oleh seseorang yang berinisial, KF (18) warga Dusun Durian Desa Sukoreno Kecamatan Sukowono. Berangkat dari info itu, keluarga Bunga melakukan pelacakan terhadap keberadaan info tersebut.
Menurut sumber jemberpost.com menyebutkan, mawar meninggalkan rumah tanpa pamit orang tuanya Sabtu (8/8) 2009 lalu. beberapa temannya yang memergoki mawar di jemput oleh KF. mawar minta antar KF kerumah temannya Mafiroh di Desa Dawuhan Mangli Kecamatan Sukowono.
Sepulang dari Mafiroh, bukannya langsung pulang tapi pasangan muda -mudi memilih santai santai diterminal Sukowono. Karena asyik ngobrol, hingga hari larut malam tak terasa. Karena sudah larut malam akhirnya, mawar diajak menuju ke Dusun Rowo Desa/Kecamatan Ledokombo.
Mereka berada dirumah Rohman dan menginap disana. Selama menginap semalam itu kesempatan tidak disia-siakan oleh KF. mawar dipaksa melayani nafsu setan KF.”Cuma sekali itu kok pak,” kata KF.
Menjelang pagi, bukannya mawar diantar pulang tapi malah dibujuk diajak jalan-jalan ke Surabaya. Berada di Surabaya, mawar menginap selama dirumah salah satu kerabat KF. Hanya disana, KF tidak lagi melakukan perbuatan tidak senonoh karena Mawar menolaknya karena mengaku kalau alat kelaminnya masih terasa sakit.
Semalam di Surabaya, siang harinya ada keluarga Mawar yang datang ke rumah tersebut. Saat itu juga, Mawar dibawa pulang oleh keluarganya ke Jember. Sampai dirumah Sukowono, Mawar menceritakan apa yang dialaminya selama dibawa kabur oleh KF kepada orangtuanya.
Bak disambar petir disiang bolong, keluarga Mawar langsung mendatangi polsek setempat dan selanjutkan memintakan visum dokter.”Setelah ada laporan pihak keluarga dan meminta keterangan korban, lalu KF kami tangkap dirumahnya,” kata Kaposek Sukowono, AKP M Mastur, SH.
Terkait kasus tersebut pihak polisi masih memeriksa terhadap pelaku. Dan terhadap pelaku, polisi akan menjerat dengan pasal 332 subsidair 287 KUHP. Dan kini, kasus pemeriksaan terhadap KF masih teterus berlanjut. (sal)


Selengkapnya..

Masyarakat Kurang Paham Pentingnya Sertifikat Tanah


Jemberpost.com-Kurangnya pemahaman terhadap sertifikat tanah seringkaling dijumpai di masyarakat utamanya di wilayah pedesaan, akibat ketidak mengertian tersebut kerapkalitanah yang belum bersertifikat dijual oleh pemiliknya ke pihak lain.

Secara aturan hukum tanah yang belum ada sertifikatnya tidak bisa dijual, mengingat nama yang tertera pada sertifikat adalah sebagai pemilik resmi tanah tersebut. Hal semacam ini yang memicu terjadinya persoalan sengketa tanah dan harus diselesaikan melalui jalur hukum pula, mengingat jual beli tanah tidak bersertifikat cenderung merugikan pihak lain yang terkadung membeli tanah tersebut.

Menyikapi adanya fenomena praktek jual beli tanah tidak bersertifikat di masyarakat, Kantor Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Jember memberikan toleransi terhadap peralihan kepemilikan tanah tidak bersertifikat sepanjang melalui prosedur yang benar yakni melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), maka BPN akan memproses sertifikat tanah tersebut. Apabila tanah tidak bersertifikat yang dijual tersebut berupa tanah kapling dan diperuntukkan bagi rumah tinggal, maka paling tidak harus dilengkapi dengan ijin perubahan penggunaan tanah (IPPT) dan ijin mendirikan bangunan (IMB).

Hal tersebut diungkapkan oleh H.Siswo Prayitno,SH Kepala Badan Pertanahan (BPN) Jember, menurutnya BPN selama ini tidak pernah mempersulit masyarakat yang akan mengurus setifikat tanah. Bahkan kini pihaknya mengembangkan pelayanan rakyat sertifikasi tanah ( larasita) sekaligus sebagai sarana sosialisasi hukum pertanahan kepada masyarakat, mengingat selama ini masyarakat menganggap sertifikat sebagai akte jual beli. “Sertifikat bukan merupakan akte Jual beli, karena itu dengan program larasita BPN paling tidak masyarakat sadar akan kekeliruannya Pengurusan sertifikat itu tidak sulit seperti anggapan masyarakat asal persyaratan administrasinya lengkap,”tukas Siswo.

Bahkan untuk balik nama kepemilikan tanah sekalipun meskipun undang-undang mengisyaratkan 15 hari baru terbit serifikat yang baru, kalau memang kelengkapannya terpenuhi 1 haripun bisa selesai. Namun hal itu sering disalah artikan oleh masyarakat bahwa BPN menarik biaya diatas ketentuan yang ada. “Anggapan masyarakat BPN menarik biaya tinggi untuk pengurusan sertifikat sehingga satu hari selesai, selama ini dalam melayani masyarakat BPN bertindak sesuai aturan yang ada. Pihak BPN siap menerima pengaduan selama 24 jam dari masyarakat bila dijumpai permasalahan terkait dengan pelayanan khususnya pengurusan sertifikat,”ungkap Siswo.(sal)


Selengkapnya..

Jumat, Agustus 14, 2009

Rembangan Akan Jadi Kawasan Wisata Potensial


Jemberpost.com-Pasca disetujuinya Rembangan dikelola oleh Investor oleh DPRD Jember, Pemkab Jember akan segera menggandeng Investor yang kabarnya berasal dari Surabaya itu. “Nilai investasinya sekitar 15 Milyar” Ujar Drs Suprapto,MSiKepala Dinas Pendapatan Jember ketika ditemui Jemberpost.com diruang kerjanya tadi siang.

Suprapto berharap dengan dikerjasamakan pengelolaannya, target pendapatan asli daerah dari kawasan wisata Rembangan bisa terdongkrak. Selama ini, Rembangan hanya mampu menyumbang Rp 400 juta per tahun. "Harapannya kalau sudah digarap investor bisa menyumbang PAD Rp 750 Juta per tahun," jelas Prapto.
Diperkirakan usia kerjasama tersebut akang berlangsung sekitar 20-30 tahun dan
diharapkan Efek dari digaetnya Investor tersebut selain Jember menjadi tujuan wisata juga dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat khususnya Sekitar Rembangan.

Selain Perhotelan wilayah Rembangan yang sekitar 43 Hektar itu akan juga dibangun Wisata agro dan Peternakan Sapi penghasil susu yang lebih terpadu.
Terkait nilai historisnya, Prapto menuturkan bahwa Bangunan induk Hotel Rembangan termasuk cagar budaya. Ini dibangun saat zaman Belanda. Oleh sebab itu, pembangunan kembali hotel itu tak akan mengubah bentuk aslinya

Kawasan wisata Rembangan terletak 600 meter di atas permukaan air laut. Hotel Rembangan dibangun oleh Mr. Hoffside tahun 1937. Rembangan terletak di desa Kemuning Lor kecamatan Arjasa, sekitar 15 kilometer ke utara dari pusat kota Jember. Suhu udaranya berkisar 18 - 25 derajat celcius, dengan rata-rata curah hujan 4.626 milimeter per tahun. (sal)


Selengkapnya..

Kasus Trafficing di Jember Rendah


Jemberpost.com-Di Jember kasus perdagangan jual beli anak dibawah umur (trafficing) ternyata relatif kecil bila dibanding kabupaten lain yang ada di Jawa Timur, data yang ada di Kanwil Departemen Hukum dan Hak Azazi Manusia (HAM) Propinsi Jawa Timur untuk tahun 2008 kasus traficing hanya 2 kasus dan tahun 2009 belum ditemukan. Kabupaten Tulungagung, Kediri, dan Madiun adalah kabupaten yang banyak di jumpai kasus perdagangan anak dibawah umur. Jawa Timur adalah salah satu dari propinsi yang ada di Indonesia dengan jumlah trafficing yang paling tinggi, tingginya trafficing di Jawa Timur dikarenakan masih banyaknya kantong kemiskinan di wilayah pedesaan yang menjadi akar permasalahan suburnya kasus tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wiwid Purwani Iswandari,SS Kasubid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Azazi Manusia dari Kanwil Depatemen Hukum dan Hak Azazi Manusia Propinsi Jawa Timur saat mengadakan kunjungan ke Jember Rabu (12/8) dalam rangka kegiatan pengolahan informasi data HAM yang ada di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Disamping itu menurut Wiwid faktor rendahnya pendidikan yang juga menjadi andil ketidak tahuan masyarakat terhadap perdagangan anak dibawah umur, sehingga masyarakat mudah dibodohi dan dirayu untuk dijadikan korban traficcing. “Semakin tinggi kemakmuran dan tingginya pendidikan masyarakat, maka angka kasus trafficing akan menurun,”jelas Wiwid.
Terhadap kasus trafficing ini Kanwil Departemen Hukum dan HAM Propinsi Jawa Timur hanya sekedar memfasilitasi dan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat bersama lembaga atau instusi yang menangani permasalahan hukum dan HAM dengan dikordinir oleh Rencana Aksi Nasional (RAN) HAM yang dikordinir oleh Sekretari Daerah Propinsi (Sekda Prop) Jawa Timur jadi bukan menangani kasus trafficing yang menjadi kewenangan pihak kepolisian. “Di Tingkat daerah pembina RAN HAM yakni bupati atau walikota, tiap kabupaten atau kota di Jawa Timur ada tempat pengaduan korban trafficing. Di Kabupaten Jember kan juga ada Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak ( P3A) yang akan mendampingi para korban trafficing, mulai dari tingkat kepolisian hingga memulihkan kondisi kejiwaan korban trafficing”.papar Wiwid Wanita Kelahiran Jember itu.
Meski selama ini di wilayah pedesaan banyak dijumpai kasus trafficing, namun tidak menutup kemungkinan trafficing juga dijumpai di kawasan perkotaan. Adanya trend untuk hidup melebihi batas kewajaran yang mengarah pada kemewahan dikalangan masyarakat kota, adalah celah yang bisa ditembus oleh para oknum yang melakukan perdagangan anak dibawah umur untuk diperkerjakan sebagai wanita penghibur di panti pijat atau di kompleks pelacuran sekalipun. “Biasanya untuk masyarakat perkotaan dari kalangan menengah ke atas paling mudah untuk dijadikan korban trafficing, dengan dijanjikan pekerjaan yang enak dan gaji besar sehingga seseorang bisa diperdayai dan secara tidak disadari maka yang bersangkutan telah terperangkap dalam trafficing,”pungkas Wiwid.
Sementara itu salah satu peserta Humas Jember yang diwakili oleh Kasubag Kerjasama Media, Joko Sp mengungkapkan hak-hak akan informasi dari berbagai pembangunan oleh Humas telah diakomodir dari berbagai bentuk pelayanan informasi. “Baik info akan berita pembangunan oleh pemerintah kepada alamat email media yang terekan oleh Humas,”paparnya.
Tidak hanya itu pelayanan informasi terlayani lewat tatap muka pertemuan antara Bupati dengan rakyat yang dikemas dengan dialog solutif. “Sehingga dari dialog solutif itu hak-hak akan informasi masyarakat Jember terpenuhi,”pungkasnya. (sal)


Selengkapnya..

Kamis, Agustus 13, 2009

Suparno: Pembinaan Pemuda Sesuai Kondisi Riil

Jemberpost.com,
Boedi Oetomo adalah gerakan pertama yang bersifat nasional didirikan oleh pemuda dan mahasiswa, disaat itu nasionalisme generasi muda mulai ada sejak jaman kolonial Belanda. Seiring dengan itu pada tahun 1928 pemuda bangkit kembali melihat ada gerakan ke daerah yang sangat luar biasa dan ini perlu untuk di himpun menjadi satu gerakan nasional muncul yang namanya Sumpah Pemuda, ditambah lagi pada tahun 1945 – 1947 tidak bisa lepas dari peran generasi muda juga dalam ikur berjuang melawan penjajah semuanya untuk mengangkat senjata
.Hal ini sampaikan oleh Kepala Kantor Pemuda dan Olah Raga, Drs. Suparno, MM. Ketika di temui di ruang kerjanya. Lebih lanjut kata Suparno, saat akan dilakukan pembacaan proklamasi generasi muda ngotot segera di bacakan, hal ini bertolak belakang dengan generasi tua pada waktu itu. Soekarno – Hatta menghendaki menunggu dulu untuk tidak membacakan teks tersebut, sehingga terjadi perdebatan antara generasi muda dan tua yqang dikenal dengan peristiwa Rengasdeklok
Perbedaan pendapat antara generasi muda dan generasi pendahulunya dalam rangka untuk segera memproklamirkan 17 Agustus 1945, nasionalisme itu bangkit kembali pada tahun 1965 dimana generasi muda termasuk mahasiswa, dan pelajar turun ke jalan bersama dengan TNI masyarakat semuanya dalam rangka ingin membubarkan PKI.
Seiring dengan itu munculah tritura atau tiga tuntutan rakyat, tuntutan waktu itu bubarkan PKI bubarkan kabinet dan dan turunkan harga.ini adalah semangat generasi muda patut kita contoh dan kita bangkitkan kembali.Hal ini bertolak belakang dengan kondisi sekarang, reformasi dan globalisasi berdampak pada generasi pemuda kita dengan mulai lunturnya rasa nasionalisme, hal ini tentu butuh penanganan secara serius. Selain itu sebagai orangtua perlu memberi bekal pada anak kita dalam menghadapi globalisasi paling tidak yang bersifat positif, sehingga orang tua punya andil untuk mensukseskan tujuan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk itu ke depan Kantor pemuda dan Olah raga akan mencoba metode pembinaan generasi muda sesuai kondisi riel sekarang, termasuk saat ini yang perlu ditangani adalah kepribadian anak, minimmya kesempatan kerja, serta memberikan ketrampilan pada generasi muda. Perlu diketahui banyaknya pengangguran utamanya dari para lulusan perguruan tinggi menjadi bahan pertimbangan tersendiri untuk memberi ketrampilan dalam rangka untuk menuntaskan para pengangguran.
Oleh karena itu Kata, Soeparno, kedepan pihaknya mengajak para orangtua, para pelaku pendidikan, dan mereka yang berkompeten ikut memikirkan nasib para pemuda dengan semakin majunya teknologi. Generasi muda perlu dibekali budi pekerti melalui bangku sekolah, dan pendidikan agama sebagai pelengkap, disamping mata pelajaran lainnya seperti PPKN ini perlu di masukan untuk menanamkan budi pekerti pada generasi muda saat ini.
Dengan demikian tertanam nasionalisme kepada generasi muda, Soeparno berharap generasi muda ikut merenungi arti kemerdekaan, dengan demikian di hati mereka terbangun semangat nasionalisme dan patriotisme bahwa kemerdekaaan adalah jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga .(sal)


Selengkapnya..

Memalukan, Pejabat Dinsos Adu Jotos

Jemberpost.com-Kejadian memalukan dilakukan pejabat Jember, Informasi ini baru diterima oleh Jemberpost.com hari ini. Bahwa terjadi perkelahian antara Isman Sutomo Kabid Bina swadaya dengan Abdul Wahid Kabid bantuan social Dinsos JemberBahkan sejak kejadian tersebut Isman sebualan penuh Isman tak masuk kantor.

Kejadian berawal ketika Wahid terkait mobil dinas Dishub yang tak dikembalikan Isman. Wahid menurut sumber tersebut mengaku tertekan karena sudah diperintah atasannya untuk menarik mobil yang dipakai Isman sejak lama. Namun Isman ngotot tidak mau mengembalikan bahkan menantang Wahid. Dan terjadilah yang seharusnya tak terjadi, mereka saling pukul dan tending.


Walaupun Wahid telah diamankan Kadis sosial Suhanan diruangannya namun Isman nekat menendang pintu ruang pak hanan hingga hampir Jebol. Mengetahui hal tersebut Suhanan, selaku kepala Dinas menegur Isman dan minta Isman untuk meredam emosinya. Tetapi ternyata Isman tidak menggubrisnya, dan bahkan membabi buta dengan melakukan perusakan di ruangan tersebut sambil meninggalkan tempat.

Staff dinsos hingga saat ini ketakutan dan trauma, suasana kerja di Dinsos Jember pasca adu jotos tersebut tidak kondusif, bahkan banyak pekerjaan di Bidang Bina Swadaya yang terbekalai. Namun hingga kini tak ada sanksi atau tindakan terkait aksi memalukan tersebut.


Selengkapnya..

Mobil terbakar, Tiga Orang Terpanggang

Jemberpost.com
Tiga warga Desa Seputih Kecamatan Mayang dirawat tim medis setelah mobil yang dinaiki mendadak terbakar. Diduga terbakarnya mobil itu akibat percikan api yang berasal dari mesin mobil yang menyulut bensin yang diangkutnya.Ketiga warga itu masing-masing bernama Nurnidan (52) dan Junaidi (35) serta Fitri (2) semuanya merupakan warga Desa Seputih Kecamatan Mayang. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.00 malam lusa. Saat itu, korban dalam satu mobil expass yang tengah menuju Desa Seputih.
Dalam mobil itu selain terdapat tiga penumpang juga membawa enam jerigen berisi bensin. Ketika mobil Nopol DK 1708 JK yang dikemudikan oleh Junaidi baru saja kulakan bensin dari POM SPBU setempat. Ditengah perjalanan menuju rumah, sopir mendadak mengerem karena menghindari lubang jalan.
Dalam kondisi mengerem mendadak itu, membuat penumpang dan isinya bergeser. Diduga dengan gesernya barang itu mengakibatkan isi bensin tumpah. Tumpahnya bensin itu mengalir kedepan hingga menyentuh mesin.
Diduga saat tumpahan bensin itu menyentuh mesin ada percikan api. Sehingga, mengakibatkan api membesar dan melahab mobil dan penumpangnya. Korban sempat keluar dan berusaha menyelamatkan korban yang ada dibelakang yakni Fitri.
Dalam kondisi panik itu, ternyata penumpang juga tersulut api yang membara dan meludeskan mobil tersebut. Adanya kebakaran itu, warga setempat berusaha memberikan pertolongan. Tiga penumpang berhasil dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas dan RSUD dr Soebandi Jember.
“Saya dikabari kalau ada saudara yang kena musibah. Makanya saya datang kesini untuk memastikan kabar tersebut. Sampean lihat sendiri itu saudara yang mengalami luka bakar yang paling parah,” ujar Herman, salah satu saudara korban sambil menujukan salah satu korban.
Herman berharap, kepada majikan yuang menyuruh kulakan bensin untuk bertanggungjawab. Karena, salah satu korban yang masih saudaranya Herman disuruh kulakan oleh majikannya.”Saya minta kepedulian majikan untuk biaya. Karena, musibah ini butuh biaya,” katanya.
Kapolsek Mayang, AKP Rahmat Kurniawan membenarkan telah terjadi kebakaran sebuah mobil yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka bakar.”Kami belum bisa memeriksa korban dan pemilik bensin. Karena, pemilik tengah trauma sedangkan korban masih dirawat tim medis,” ujarnya. (sal)


Selengkapnya..

Rabu, Agustus 12, 2009

Diduga Tukang Santet, Tukang Becak Tewas Dibacok

Jemberpost.com
Tega dan tak berperikemanusiaan bila manusia tega membunuh manusia dengan alasan apapun, kini nasib tragis menimpa Tuki (45) warga Lingkungan Tegalbai Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari siang kemarin. Tubuh laki-laki yang sehari-harinya sebagai tukang becak ini penuh luka bacok. Luka bacok yang sangat serius itu diduga setelah dicacah oleh Tuki (21) yang masih tetangga korban.
Akibat luka bacok senjata tajam (sajam) itu, nyawa korban tak berhasil diselamatkan saat dirawat di RSUD dr Soebandi Jember. Karena darah segar mengalir begitu saja dari luka dibagian kepala, bahu, tangan, kaki dan perut. Saat itu juga korban dilarikan di RSUD dr Soebandi Jember.
Kronologi kejadian yang mengakibatkan korban meninggal diduga bermotif isu santet. Laki-laki yang sehari hari sebagai tukang becak ini dituding telah memiliki ilmu santet oleh Wakik, sebagai tetangga korban.
Dugaan yang ditudingkan terhadap Tuki berawal dari sakit yang diderita adik kandung Wakik yang bernama Fitri (13). Fitri pernah mengalami sakit, namun akhirnya sempat sembuh. Kesembuhan yang terjadi pada Fitri, menurut keyakinan Wakik setelah dimintakan air putih kepada Tuki.
Air putih yang didapat dari Tuki diminumkan kepada Fitri dan akhirnya Fitri sembuh dari penyakitnya. Berangkat dari kesembuhan tersebut, Wakik menyakini jika Tuki telah memiliki ilmu santet. Karena mampu menyembuhkan penyakit adiknya dengan minum air putih.
Namun, selang beberapa bulan kemudian Fitri mengalami sakit lagi. Karena sakit lagi, Fitri dimintakan air kepada Tuki. Namun kali ini air yang dimintakan dari Tuki setelah diminum Fitri tak mampu menyembuhkan penyakitnya. Justru tujuh hari yang lalu, Fitri meninggal dunia.
Dengan meninggalnya Fitri tersebut, Wakik semakin yakin jika adiknya meninggal gara-gara disantet oleh Tuki. Rasa jengkel itu, ternyata semakin hari semakin tertanam dipikiran Tuki. Luapan emosi Wakik itu akhirnya dilampiaskan siang kemarin.
Sekitar pukul 10.00 siang kemarin, Tuki pulang dari becak sambil membawa rumput. Kebiasaan Tuki masuk menuju rumahnya, becak tidak dinaiki tapi didorong. Ditengah mendorong becak itu, Tanpa pikir panjang lagi, Ketika Tuki dalam kondisi mendorong becak menuju rumahnya itu langsung dibabat parang dari belakang oleh Wakik. Tentunya sabetan parang itu mampu melukai korban.
Korban dalam kondisi luka itu berusaha lari untuk menghindari sabetan berikutnya. Tapi apes bagi Tuki saat lari itu mendadak jatuh. Jatuhnya Tuki itu bukannya ditolong oleh Wakik tapi malah bertindak membabi buta.
Tuki yang jatuh itu langsung dihujani sabetan parang yang tak terhitung jumlahnya. Saat itu kondisi kampung setempat yang ada hanya perempuan saja.”Saya melihat langsung pak kejadian itu. Wakik dari belakang langsung memparang bahu korban,” ujar Ani alias Bu Joko, adik kandung korban.
Setelah tragedi berdarah itu, korban dilarikan ke RSUD dr Soebandi Jember. Korban mengalami luka serius dibagian kepala, tangan, perut, bahu dan kaki mengalami ;luka bacok. Bahkan, tangan kiri korban dalam kondisi tercacah hingga nyaris putus. Sedangkan, pelaku langsung diamakan warga dan dibawa ke Polsek Sumbersari.
Kapolsek Sumbersari Iptu Wahyu Sulistyo mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.”Pemeriksaan sementara motifnya berlatarbelakang isu santet.”Korban dituduh memiliki ilmu santet oleh pelaku. Akhirnya, pelaku nekat menghabisi korban,” ujarnya.
Dari olah TKP tambah dia, sejumlah barang bukti berhasil diamakan.”Ada parang dan pakaian pelaku yang berlumuran darah kami amankan. Pelaku kami titipkan di polres,” imbuhnya. (sal)


Selengkapnya..

Kepala BPN RI Tinjau Jalur Lintas Selatan


Jemberpost.com
Kepala BPN RI Joyo Winoto melakukan roadshow Jalur Lintas Selatan (JLS) dari Banyuwangi hingga Pacitan hari minggu kemarin, dalam kunjungannya ke Jember Joyo didampingi Kepala BPN Jember Siswo Prajitno beserta tim melihat langsung kesiapan jalan di Jember sepanjang 85 Km.
Siswo diruang kerjanya siang tadi menjelaskan bahwa Peningkatan kemakmuran menjadi harapan adanya Jalur lintas Selatan tersebut dan untuk itu pihaknya melihat secara langsung kesiapan JLS.
" JLS Jember sangat siap, dari 85 km tersebut hanya sekitar 10 km yang akan dibebaskan dan itu akan dianggarkan oleh Pemkab Jember pada TA 2009 mendatang, Anda lihat di sekitar Puger telah terbangun Pabrik Semen, Pembangunan kampung nelayan dan sebagainya, itu semua akan lebih meningkatkan kemakmuran jika JLS selesai”Pungkasnya (sal)


Selengkapnya..

Selasa, Agustus 11, 2009

Kadinkes: Flu Babi Tidak Berbahaya


Jemberpost.com
Pernyataan mengejutkan sekaligus membuat tenang ini meluncur dari Dr.Olong fadjri Maulana Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Menurut Dr.Olong keberadaan flu baru atau yang familier disebut Flu Babi ini tidak perlu ditakutkan karena angka kematian akibat kasus tersebut sangat rendah.

Dijelaskan bahwa dibanding Flu burung tingkat kematian Flu babi hanya 0,5 persen artinya jika ada 1000 pasien Flu burung maka kemungkinan meninggal mencapai 700 hingga 800 pasien. Dan jika demam berdarah ada 1000 pasien kemungkinan meninggal sekitar 10 orang dan Flu babi jika terdapat 1000 pasien kemungkinan meninggal sekitar 5 orang.

“Artinya lebih berbahaya Demam berdarah daripada Flu Baru (flu babi-red)”Ujar Kadinkes. Pernyataan ini melansir dari pernyataan resmi Menteri Kesehatan menanggapi banyaknya ketakutan akan bahaya Flu babi.
"Meski demikian masyarakat tetap harus mewaspadai kemungkinan terjangkiti flu baru ini, paling tidak masyarakat harus tetap melakukan kebiasaan pola hidup bersih," tukasnya.

Menurut Olong virus flu baru gampang menular ke siapapun mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, seperti dari dahak, bersin ataupun benda-benda yang sudah terkontaminasi dengan virus tersebut seperti piring, sendok, gelas, handuk, sabun, maupun sikat gigi yang dipakai oleh penderita flu babi ini. "Jika itu bisa dihindari maka resiko tertular sangat kecil," imbuhnya pada jemberpost.com sore tadi di ruang kerjanya.

Adanya perkembangan baru genetik maka penularan flu babi ini bisa melalui manusia bukan lagi binatang, flu babi yang awalnya disebut mexican strain dan kini di sebut flu baru. Dengan penyebaran melalui manusia ini paling tidak membuka peluang setiap orang bisa terkena flu baru, karenanya apabila salah satu anggota keluarga terjangkiti flu babi ini hendaknya secepatnya dibawa ke rumah sakit ataupun puskesmas.

Apabila masih penderita flu babi terpaksa dirawat di rumah karena kadarnya penyakitnya masih belum parah, Olong menghimbau penderita hendaknya di isolasi dalam kamar tersendiri sehingga tidak menular ke anggota keluarga yang lain.
Dan untuk penderita Flu biasa apabila telah mencapai 3 hari sebaiknya segera ke petugas kesehatan, baik itu di puskesmas atau ke Dokter dan sebaiknya mengisolasui dirinya hingga sembuh. (sal)


Selengkapnya..

Pasang Togel Via SMS Dibekuk

Jemberpost.com
Banyak cara orang agar cepat kaya, apalagi yang tak beriman, Menjelang bulan suci Ramadhan Polres Jember terus gencar menggelar operasi berbagai bentuk dan jenis penyakit masyarakat (pekat)yang ada diwilayah hukum Polres Jember. Dalam operasi kali ini, polisi berhasil membekuk tiga tersangka.
Tiga tersangka itu masing-masing bernama Oei Yong Jai (43) dan Hermawan (36) keduanya merupakan warga Dusun Krajan Desa wetan Kecamatan Puger serta Busiri (56) warga Dusun Krajan Desa/Kecamatan Semboro.
Tiga tersangka itu dibekuk polisi dengan skenario yang berbeda. Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka Hermawan dan Oei Yong Jai. Mereka ditangkap polisi ketika hendak melakukan penyetoran togel. Karena sebelumya gerak gerik pelaku telah diendus polisi.
Toh, pada akhirnya keduanya berhasil ditangkap secara bersama-sama. Oei ditangkap polisi ketika hendak menyetor togel kepada Hermawan. Saat Oei datang dirumah Hermawan. Dan ketika itu Hermawan tengah merekap togel mendadak polisi datang. Kedatangan polisi secara mendadak membuat pelaku tak berkutik.
Saat itu juga polisi melakukan penggeledahan terhadap Oei.Dalam penggeledahan terhadap Oei, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa kupon togel dan uang senilai Rp 25 ribu serta satu unit hp. Diduga hp itu dipakai pelaku untuk menerima pesanan angka togel.”Sekarang ini pelaku lebih canggih lagi. Untuk pesan angka togel memakai sarana Hp,” kata Kapolres Jember, AKBP Nasri didampingi Kasatreskrim AKP Leonard M Sinambela,SH, SIk.
Sedangkan dari tangan pelaku Hermawan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa enam lembar kupon togel, hp merek nokia, sebuah pulpen dan uang tunai Rp 402 ribu.”Kalau Hermawan barang bukti berupa uang lumayan banyak. Kebetulan yang setor hari itu kepada Hermawan lumayan banyak,” terangnya.
Selain berhasil membekuk dua warga Puger, polisi juga berhasil membekuk Busiri (56) warga Desa/Kecamatan Semboro. Dari tangan Busiri, petugas berhasil menyita barang bukti berupa hp esia dan uang senilai Rp 86 ribu.”Menjelang bulan Romandhan ini kami gencar menggelar operasi. Agar ketenangan dan ketentraman menjalakan ibadah terjamin,” tuturnya.
“Ya, kami berharap selama bulan romandhan nanti bentuk-bentuk penyakit masyarakat bisa berhenti total. Apalagi, kondisi itu bisa tercipta untuk selamanya meski tak lagi romandhan . Tapi kami tetap akan menggelar operasi,” bebernya. (sal)


Selengkapnya..

Senin, Agustus 10, 2009

Sekdakab Jember Djoewito di Eksekusi

Jemberpost.com
Sesuai amar putusan Mahkamah Agung tentang kasus Korupsi APBD Jember, Tadi pagi sekitar jam 07.00WIB Terpidana kasus korupsi Kasda Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Djoewito dijebloskan penjara. Djoewito dihukum 2 tahun penjara dengan uang pengganti korupsi sebesar Rp.416 Juta

"Jika tidak bisa membayar dalam waktu satu bulan, maka hartanya akan disita untuk dilelang. Jika tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara 6 bulan," kata Kajari Jember Irdam

Kasi Pidana khusus Kejaksaan Negeri Jember Adang kepada Jemberpost.com menjelaskan bahwa eksekusi berjalan lancar dan Djoewito dengan sukarela bersedia di eksekusi. Eksekusi yang sedianya dilaksanakan jam 10.00 WIB namun karena berbagai pertimbangan dialihkan lebih awal karena Djoewito mendatangi lapas Jember pada jam 0700 WIB pagi tadi.
Dalam berkas tersebut, MA menghukum Djoewito dua tahun penjara dengan denda Rp 50 juta. Jika tidak bisa membayar dalam waktu satu bulan, maka akan diganti dengan 3 bulan kurungan.

Selain itu, Djoewito diharuskan membayar uang pengganti Rp 416 juta. "JIka tidak bisa membayar dalam waktu satu bulan, maka hartanya akan disita untuk dilelang. Jika tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara 6 bulan," kata Irdam.

Adang juga mengatakan dari 2 tahun penjara tersebut Djoewito telah melaksanakan hukuman selama 9 bulan dan saat ini melaksanakan 15 bulan penjara. Informasi Jemberpost.com juga menyebut pihak Djoewito akan melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali(PK). (sal)


Selengkapnya..

Maling Satroni Kos-Kosan, Digebuki Warga

Jemberpost.com
Entah sedang mentertawakan polisi atau memang daerah aman polisi sehingga wilayah seputaran kampus atau kos-kosan menjadi incaran maling. Namun kini nasib sial dialamiSondang Parduman Tambunan (39) warga Jalan Raden Patah Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates ini. Bukannya aksinya berjalan mulus saat menyatroni rumah kos-kosan di Jalan Brantas Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, justru anggota tubuhnya mengalami babak belur. Karena, aksi itu mampu digagalkan oleh penghuni kos-kosan setempat.
Aksi itu terjadi sekitar pukul 19.20 di sekitar Jalan Brantas. Pelaku masuk kawasan kos-kosan yang berada diloteng dengan memanjat tembok. Untuk mencapai kamar loteng kos-kosan yang hanya dihuni perempuan itu, pelaku memakai tangga. Begitu sampai dikamar loteng, pelaku berusaha menyatroni salah satu kamar.
Namun aksinya itu, berhasil dipergoki salah satu penghuni kos-kosan. Saat itu, penghuni kos-kosan mencoba menyapa orang yang berada dalam ruangan yang kondisi cahayanya agak samar-samar. Orang yang disapa penghuni kos-kosan itu bukannnya menjawab tapi malah kabur.
Karena orang yang disapanya kabur, penghuni kos-kosan langsung berteriak maling. Teriakan maling penghuni kos-kosan itu mengundang warga sekitar datang keasal suara teriakan tersebut. Dalam sekejab, jumlah warga sudah banyak mengepung lokasi tersebut.
Pelaku yang gagal menyatroni rumah kos-kosan itu melihat jumlah warga banyak, dia berusaha kabur. Namun usaha pelaku untuk kabur hanya sia-sia belaka. Karena, lokasi telah dikepung oleh warga setempat. Meski sempat terjadi pengejaran, namun tak berlangsung lama pelaku berhasil ditangkap warga.
Karena emosi, bogem mentah tak bisa dibendung kearah wajah pelaku. Sehingga, bogem mentah yang melayang diwajah pelaku mengakibatkan tubuh pelaku mengalami babak belur. Agar tidak terjadi kemungkinan yang terjelek, pelaku langsung digelandang ke Polres Jember.
Pengakuan pelaku, menyatroni rumah kos-kosan untuk mencuri barang seadanya.”Betul pak tidak ada rencana untuk mengambil barang yang diincar. Kalau ada barang apa saja akan saya ambil,” ujar Sondang.
“Saya butuh uang pak, anak saya sakit. Dan sudah dua hari ini, anak saya tidak bisa sekolah. Kebutuhan sehari-hari saja tidak ada uang untuk beli makan keluarga,” tuturnya mengiba.
Kapolres Jember, AKBP Nasri yang didampingi Kasatreskrim AKP Leonard M Sinambela membenarkan jika pihaknya telah menerima tersangka yang gagal melakukan aksi kejahatan kawasan kos-kosan.”Tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensip petugas. Dan ada pengkuan tersangka sebelumya pernah dipenjara,” katanya.(sal)


Selengkapnya..

Seputar Kampus Masih Rawan, Laptop Amblas

Jemberpost.com,
Mungkin mahasiswa dianggap sasaran empuk sehingga seputaran kampus menjadi kawasan marak maling. Sehingga penghuni kos seharusnya lebih ekstra waspada terhadap lingkungannya agar barang-barangnya tidak jadi mangsa pelaku kejahatan. Seperti yang dialami Fikriz Yakiyah (18) warga Jalan Baturaden Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini. Laptopnya yang berada dikamar kosnya amblas ketika korban ketiduran.
Korban baru mengetahui laptopnya tidak ada, begitu bangun dari tidurnya sekitar pukul 06.00 kemarin. Padahal, sekitar pukul 03.00 korban melakukan salah malam hingga tak lupa melaksanakan salat subuh. Hanya saja, setelah salat subuh bukannya korban langsung menjalankan aktifitas tapi ketiduran.
“Ya, tahunya bangun tidur laptop sudah tidak ada. Saya memang tidak mengunci pintu kamar agar udara pagi masuk. Tapi, disela-sela udara dingin masuk kekamar itu saya malah ketiduran,” ujar Fikriz.
Saat itu, kata dia, sejumlah barang yang hilang diantaranya laptop, hp dan cash hp dan laptop diletakkan dilantai. Sedangkan barang lainnya yang ada dalam kamar korban dalam kondisi tetap tak berpindah tempat.”Kalau barang milik saya yang lain masih tetap utuh.Ya laptop dan hp serta casnya ikut dibawa pelaku,” katanya.
Dituturkan dia, ditempat kosnya tersebut terjadi aksi pencurian bukan hanya sekali yang menimpa Fikriz saat ini saja. Melainkan, dalam setahun ini dikos dikosannya sudah tiga kali aksi kejadian pencurian termasuk korbannya Fikriz.”Kalau dulu korbannya tidak lapor. Ya, baru saya ini yang melapor,” ungkapnya.
Dalam kejadian itu, dirinya tidak sempat menanyakan keteman-temannya sesama kos-kosan. Karena saat itu Fikriz tergesa-gesa menghadiri akad nikah salah satu kerabatnya.”Saya tidak sempat tanya ke teman-teman kos lainnya. Karena keburu dijemput oleh kerabat saya,” ucapnya.
“Saya sendiri tidak menyangka kalau laptopnya bakal hilang didalam kamar. Karena, jumlah kamar kos-kosan yang ada ditempat Fikriz sebanyak 20 kamar. Pengamanan kos-kosan cukup ketat, tapi nyatanya tetap bisa hilang,” keluhnya.(sal)


Selengkapnya..

Minggu, Agustus 09, 2009

Lagi, Jambret Sikat Uang

Jemberpost.com
Setelah aksi di depan SMP 2, kini lagi aksi penjambretan membawa korban. Kali ini korbannya adalah Lilik Sutantin (41) warga Jalan A Yani Dusun Bringin Lawang Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah. Pelaku berhasil membawa kabur barang milik korban berupa tas yang berisi uang Rp 1 juta dan sejumlah surat-surat penting lainnya.
Aksi itu terjadi di Jalan Basuki Rahmat Lingkungan Muktisari Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates sekitar pukul 10.30 siang. Korban dari arah selatan menuju Jember dengan mengendarai sepeda motor vario. Dalam perjalanan sendirian itu, tas korban diletakan dibawah disela-sela kakinya.
Tanpa disadari korban, dari arah belakang mendadak ada pengendara sepeda motor jenis yamaha vega mendekati motor korban. Melihat kondisi itu, korban tak menaruh curiga akan terjadi aksi penjambretan. Selanjutnya, pengendara lain itu langsung mempepet motor korban.
Begitu motor pelaku sudah dekat dengan motor korban, kesempatan itu langsung manfaatkan pelaku untuk beraksi. Dalam tempo waktu sekejab, tas yang berada dibawa kakinya disamber begitu saja oleh pelaku. Korban tak sanggup mempertahankan kondisi tersebut lalu tas dilepas begitu saja.”Saya sempat mempertahankan tas itu tapi nggak kuat lalu saya lepas,” tutur Lilik.
Dan, saat itu juga pelaku kabur begitu saja menuju kearah utara. Korban sempat berteriak maling, namun tak ada warga setempat yang meresponnya. Sehingga, aksi pelaku leluasa kabur meninggalkan korban kearah utara.”Saya kaget juga mas ketika tas diserobot pelaku,” katanya.
“Untungnya saya tidak sampai jatuh untuk saat mempertahankan tas tersebut. Kalau saya paksakan untuk bertahan pasti akan jadi lain ceritanya. Wong, pelaku sangat kuat menarik tas saya,” tuturnya.
Pengakuan korban, dirinya sempat mengenali jenis kendaraan yang dinaiki pelaku yakni yamaha vega. Namun, pelaku tak bisa mengenali Nopol kendaraan yang dinaikan pelaku. Apalagi, wajah pelaku, korban tidak mengenali karena tertutup helm teropong.”Kalau wajah pelaku saya tidak bisa melihat, karena tertutup helm. Tapi pelaku memakai jaket jens,” tuturnya. (sal)

Selengkapnya..

Jambret Nekat, Sikat Korban di Depan SMP 2

Jemberpost.com
Nekat, hanya itu yang bisa diucapkan buat penjambret yang beraksi di lampu merah seberang depan SMP 2, Tampaknya, pelaku kejahatan di jalan ini tengah menjajal kemampuan polisi.Bayangkan, ditengah keramaian kota pelaku aksi kejahatan ini tak segan- segan memperdaya korbannya. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Tri Yuliani Husnah (20) warga Jalan Kalimantan IV Kelurahan Tegalgede Kecamatan Sumbersari.
Korban yang tercatat sebagai mahasiswi Unej ini, tak menyangka jika dompetnya akan dijadikan sasaran empuk aksi pelaku kejahatan. Aksi kejahatan dijalan itu terjadi sekitar pukul 10.00 siang. Saat itu, korban tengah perjalananan pulang dari Stasiun kereta api Jalan Wijaya Kusuma.
Setelah beli tiket, korban langsung mengeber sepeda motor smashnya hendak menuju kampus dengan berboncengan dengan temannya yang bernama Ayu (19). Tepatnya sebelum pertigaan lampu merah SMP 2 Jember itu, mendadak sepeda motor korban dipepet pengendara sepeda motor yang tak dikenalnya dari jalur kiri.
Setelah dipepet, tas yang berada digenggaman korban langsung disamber oleh pelaku. Spontanitas itu, korban langsung berteriak maling. Meski telah berteriak maling, namun tidak ada orang yang meresponya. Sehingga, pelaku kabur begitu saja meninggal korban.
Namun demikian, korban tidak menyerah begitu saja, melainkan melakukan pengejaran semampunya terhadap pelaku.”Saya sempat mengejar pelaku sampai di lampu merah Gladak Kembar. Tapi upaya saya sia-sia karena terjebak lampu merah,” ujar Tri Yuliani.
“Bagaimana mau mengejar terus terhadap pelaku wong sampai Gladak Kembar lampunya merah. Kami milih berhenti dan mengawasi dari kejauhan saja. Yang jelas saya masih ingat ciri-ciri pelaku,” katanya.
Dituturkan korban, bahwa ciri-ciri pelaku mengendarai sepeda motor warna hitam. Kedua pelaku memakai helm standart biasa sehingga wajahnya dapat terlihat.”Kalau yang berada didepan memakai jahet hitam. Yang belakang memakai jaket jens donker,” terangnya.
Yang paling jelas lanjut dia, pelaku yang dibonceng mempunyai ciri ciri khusus diwajahnya.Yakni bagian wajahnya sekitar mata terlihat jelas bekas luka.”Pokoknya jelas sekali yang duduk dibelakang, yakni wajahnya ada bekas luka. Dan fostur tubuhnya agak berisi,” ungkapnya.
Bahkan, korban juga mengaku sempat memergoki pelaku itu duduk-duduk dipintu masuk Stasiun kereta api. Waktu itu, pelaku terdiri dari tiga orang dengan dua sepeda motor. Karena, ketika korban melintas didepan para pelaku, terlihat serius mengawasi korban.
Begitu korban melintas, mereka langsung membuntutinya.”Saya ingat betul ketika melintas didepan mereka. Makanya, ciri-cirinya pelaku juga masih bisa saya ingat,” tuturnya.
Dalam aksi itu, korban kehilangan sebuah dompet warna hitam berisikan kartu ATM, KTM, SIM dan STNK serta uang senilai Rp 200 ribu.”Motor saya dipepet lalu tas yang disamber begitu saja,” ceritanya. (sal)

Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna