Minggu, Mei 31, 2009

Launching BBJ Meriah

Jemberpost.com- Launching Bulan Berkunjung ke Jember 2009 yang digelar tadi pagi berlangsung meriah. Ribuan orang menyemut di alun- alun kota Jember sejak pukul 05.00 WIB. Acara diawali dengan Jalan Sehat berhadiah dipimpin langsung oleh Bupati Jember MZA Djalal didampingi seluruh Muspida dan para Pejabat Kabupaten Jember.
Sekitar 10 ribu masyarakat turut serta dalam kegiatan jalan sehat dari alun-alun tersebut. Keberangkatan jalan sehat terbagi dalam 3 titik, diantaranya adalah Jalan sehat yang berangkat jam yang sama dari arah Dinas Pendidikan Kreongan dan diikuti juga sekitar Sembilan ribu orang. Dari ketiga titik tersebut, jumlah peserta jalan sehat sekitar 30 ribu orang dan bertemu di garis Finish Alun-alun kota Jember.
Massa yang menyemut di Finish alun-alun kota Jember langsung disambut panggung Hiburan yang diisi oleh Grup musik Rajawali pimpinan Ir.Rasyid Zakaria. Sambil menyaksikan parade paralayang para peserta turut berjoget dengan alunan para artis kota Jember itu.
Acara selanjutnya diisi dengan tarian Lahbako dan dilanjutkan dengan penekanan tombol sirine tanda dimulainya even Bulan berkunjung ke Jember diiringi dengan terbukanya logo raksasa BBJ.
Para penonton juga dihibur langung Bupati Djalal dan para Musida yang menyanyikan lagu Menata kota membangun desa dan lagu BBJ. Usai menyanyi Bupati langsung turut mengnd Kupon berhadiah 4 motor Yamaha dan puluhan hadiah menarik lainnya.
Dengan di launchingnya BBJ hari ini maka dimulailah kegiatan BBJ sampai dengan pertengahan Agustus mendatang. Bupati berpesan pada masyaakat untuk turut berpartisipasi aktif danmenyambut tamu-tamu dengan senyuman dan keramah-tamahan.(sal)


Selengkapnya..

BBJ Resmi Dibuka






Penekanan Tombol dimulainya Bulan Berkunjung menandakan dimulainya Event Akbar Bulan Berkunjung ke Jember

Selengkapnya..

Jalan Santai Launching BBJ



Launching BBJ 2009 pada 31 Mei 2009 berlangsung meriah, Diawali dengan Jalan santai berhadiah

Selengkapnya..

Jumat, Mei 29, 2009

Vegas Club Tutup Sementara

Jemberpost.com
Setelah didesak oleh berbagai pihak, Vegas Club akhirnya ditutup sementara oleh Pemiliknya. Desakan santer dari masyarakat dan para kyai yang dimotori KH.Hamid Hasbullah serta Operasi rutin dari Pol PPyang menemukan bahwa ternyata Vegas Club tak memiliki Ijin hiburan dan ijin menjual minuman keras membuat pihak pengelola tak berkutik.
Menurut Andri Pejabat di Pol PP menyatakan bahwa Usai dipanggil ke kantor Pol PP para pengelola dengan sukarela akan menutup sementara usaha mereka sampai ada perbaikan di manajemen baik itu berupa perijinannya maupun bentuk kegiatannya.
Senada dengan itu Arief Tjahjono Kepala Kantor Pariwisata secara tegas menyatakan bahwa penerbitan Ijin hiburan itu memperhatikan berbagai aspek termasuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Jika tak memiliki Ijin maka tak ada alasan untuk tak ditutup.
Seperti diketahui bahwa Vegas club dituding sering mengadakan kegiatan berbau maksiat termasuk sexy dancer dan disinyalir sebagai tempat mencari hiburan para oknum anggota dewan (sal)


Selengkapnya..

Kamis, Mei 28, 2009

Dari Arisan PBB Hingga Perbaikan Jalan


Jemberpost.com
Dialog warga RW V tegal boto lor kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari yang digelar semalam mendapat kejutan menarik, Camat Hamid Sudiono, lurah Iswandi dan perangkatnya tiba-tiba hadir untuk Sidak sekaligus berdialog langsung dengan warga ujung kecamatan sumbersari ini.
Dalam sambutannya Hamid mensosialisasikan berbagai program pemerintah baik itu BLT, Pelunasan PBB dan yang lagi actual yaitu persiapan menyambut Bulan berkunjung ke Jember.
Usai pemaparan program, warga yang dipandu ketua RW V tegal boto lor Sudiman berdialog langsung dengan Camat yang hobi senyum ini. Bu Is ketua PKK RW V berharap ada kesatuan gerak langkah PKK se kelurahan Sumbersari. “Bu camatnya aktif sekali, tapi wilayahnya terlalu luas, kami berharap di tingkat kelurahan kami bisa bersatu” Harapnya. Lain lagi cerita Bu Ika, Ia mengaku sudah 10 tahun mengusahakan PBB namun belum dapat juga, Ia mengaku menemui kendala ketika mengurus sesuatu harus menunjukkan kwitansi lunas PBB, sedangkan dirinya tak memiliki PBB. Lurah Iswandi langsung memberikan cara mudah mendapatkan PBB yaitu mendatangi kantor PBB dengan menunjukkan bukti kepemilikan tanah serta mengisi blangko.
Untuk diketahui bahwa keaktifan PKK RW V tegal boto lor kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari selalu mendapat penghargaan dan acungan Jempol, RW V merupakan RW Terbina se kabupaten Jember. Bahkan untuk pelunasan PBB tahun ini menurut Kepala lingkungan Sumadi telah mencapai 90 persen.
Menurut Yuni Firmansyah, Ibu PKK RW V punya trik sendiri untuk melunasinya yaitu Dama-Dama di lingkungan RW V punya arisan PBB sehingga kepala lingkungan ketika menagih PBB cukup melalui PKK RW V.
Selain itu warga juga mengeluhkan tentang kondisi jalan brantas yang rusak, menurut Sudiman, jalan tersebut telah diperbaiki secara swadaya oleh warga RW V selama bertahun-tahun dengan tambal sulam memakai cor semen dan saat ini kondisinya sedang rusak.
Camat Hamid Sudiono langsung merespon dialog tesebut, dirinya berjanji untuk memprioritaskan perbaikan jalan berantas dengan berkoordinasi dengan PU Binamarga.
Hamid juga memberi apresiasi pada warga RW V yang aktif dalam berbagai kegiatan termasuk arisan PBB “ Getok tularkan ya, kami akan selalu siap melayani bapak ibu”.Pesannya. Hamid juga mengingatkan menjelang BBJ ini untuk mempercantik rumah-rumahnya juga bendera-bendera sudah bisa mulai dipasang.
Selain itu juga disinggung asset Negara yang berada di lingkungan tersebut, warga bertekad untuk mempertahankannya sebagai fasum agar tak dimiliki orang secara pribadi. Dari semangatnya berdialog acara yang dimulai pukul 20.00 baru usai pukul 23.30 WIB.
Hamid berpesan bahwa dirinya dan perangkat siap jika diundang untuk berdialog dengan warga. “Jalinan silaturahmi ini akan dapat lebih mudah menyelesaikan setiap permasalahan masyarakat secara langsung”.Pungkasnya(sal)


Selengkapnya..

Nonton Bareng Dengan Contreng Pemilu Champion




Jemberpost.com
Gebyar final liga Champion juga digelar oleh masyarakat Sumbersari. Pelaksana Nonton bareng dan Contreng Champion adalah pemuda karang taruna RT 1 RW V tegalbotolor Sumbersari. Uniknya, setiap penonton yang masuk wajib melihat datanya apa sudah tercatat sebagai DPT atau belum, setelah itu penonton mendapat selembar kertas seperti Pemilu lalu berupa dua gambar bendera Finalis Campion Bacelona dan Machester United.
Acara tersebut juga diisi dengan Komentator kocak ala semanggi yang diisi oleh Jigong, Nono dan Agus setelah itu penonton membawa ke bilik suara untuk mencontreng calon pemenang liga champion.
Usai hal tersebut dilanjutkan dengan nonton bareng yang berlangsung meriah. Sekitar 250 orang memadati areal jl.berantas II tersebut. Ketika babak pertama selesai dilakukan pengundian Doorprice buat penonton diundi dari kertas suara yang dimasukkan tadi. Hal yang sama juga dilakukan ketika pertandingan usai pukul 04.00 dinihari tadi. (sal)


Selengkapnya..

Rabu, Mei 27, 2009

Wadul Bupati Soal Tanah Kas Desa

Jemberpost.com
Persoalan tanah kas desa Balet Baru sempat mencuat dalam Dialog Solutif Bupati Jember Bedah Potensi Desa yang digelar di Desa Sukowono Kecamatan Sukowono. Masalah tersebut terjadi karena belum tuntasnya sewa-menyewa yang dilakukan kades lama. Bahkan, persoalan tersebut sempat mengundang konflik di kalangan masyarakat.
Menurut salah seorang warga Desa Balet Baru, Ahmad, hingga kini tanah kas desa itu masih dikuasai individu, yakni penyewa tanah. Yang berakibat tanah itu tidak bisa dimanfaatkan oleh desa. Persoalan tersebut muncul lantaran mantan kades Desa Balet Baru telah menyewakan tanpa disertai ketegasan waktu penyerahan setelah habisnya batas waktu sewa.
“Sebenarnya, si penyewa telah mengetahui kalau batas akhir sewanya. Tapi tetap saja si penyewa tidak mau melepaskannya. Meskipun tahu batas akhir penyewaannya pada tahun 2007,” katanya pada Bupati Jember.
Karena, si penyewa tanah dari kades lama itu bersi kukuh tak mau melepaskannya. Maka terjadi konflik yang berujung pada pemukulan oleh si penyewa tanah terhadap masyarakat desa tersebut. “Walaupun terjadi pemukulan di hadapan Muspika, tapi orang tersebut tidak ditindak tegas oleh aparat,” tuturnya.
Untuk itu, dalam pertemuan langsung dengan Bupati Jember, pihaknya bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat meminta petunjuk dan kebijakan Bupati Jember guna menyelesaian persoalan tanah yang berlarut-larut itu. “Kami memohon pada Bapak Bupati solusinya, bagaimana tanah kas desa itu bisa dikuasai kembali oleh masyarakat,” tandasnya.
Selain itu, masyarakat mengusulkan supaya tanah kas desa itu disertifikatkan sekaligus di-Perdeskan. Harapannya, kepemilikan tanah tersebut bakal memiliki kekuatan hukum yang pasti. “Kami minta tanah itu disertifikatkan supaya memiliki kejelasan hukum yang pasti,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut Bupati Jember, MZA Djalal menyerahkan masalah tersebut pada Asisten II supaya segera dicarikan jalan keluarnya. Dengan harapan, masyarakat tidak lagi saling bertengkar. Ia mengatakan, setiap persoalan harus diselesaikan dengan musyawarah.
Sementara itu, Asisten II Pemkab Jember, Hasi Madani, mengatakan, sangat prihatin atas persoalan tanah kas desa yang berujung pada konflik itu. “Tolong masyarakat menghormati para penegak hukum, dan jangan main hakim sendiri. Kalau itu memang tanah kas desa, tolong jangan dimiliki dan hendaknya diselesaikan berdasar pada ketentuan yang ada,” tukasnya.
Dalam proses penyelesaiannya, Hasi telah berkoordinasi dengan kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jember, kepala desa dan BPD. “Kades bersama BPD akan segera mengusulkan penyelesaiannya. Selain itu, kami sudah berkoordinasi dengan BPN untuk memprosesnya sesuai dengan prosedur yang ada,” tegasnya.(sal)


Selengkapnya..

Bupati Resmikan Balai Desa Internet Sukowono

Jemberpost.com,
Ada pernyataan menarik yang disampaikan oleh Bupati Jember Ir.MZA Djalal, saat acara bedah potensi desa , di kecamatan SukowonoSuami Sri wahyuni itu mengatakan kalau Kecamatan Sukopwono ternyata lebih siap dalam menyambut Bulan berkunjung Jember yang akan dimulai awal juni mendatang. Pernyataan itu cukup beralasan pasalnya, saat bedah potensi desa di gelar, siapapun tak menyangka , kalau disana nuansa BBJ ternyata sudah mulai semarak di sana. Untuk itulah, Bupati memberi penghargaan khusus bagi kecamatan Sukowono atas terobosannya terebut.
Acara bedah potensi desa, memang merupakan agenda rutin yang dilakukan Bupati sebagai langkah serap informasi atas perkembangan pembangunan yang ada di jember.
Desa Intenet
Yang membuat setiap undangan kagum adalah, ketika acara penyampaian pendapat dimulai, seorang wakil dari desa Dawuhan mangli, Abdurachman nenyampaikan berbagai perkembangan pembangunan dibawa pemerintahan Bupati Djalal. Secara umum, dia menganggap apa yang telah dilakukan bupati bersama masyarakat Sukowono sangat berhasil, terlebih Desa dawuhan mangli mampu menjadikan satu-satunya desa di Kabupaten Jember yang memiliki Balai Desa Internet. Dengan dibukanya balai desa internet menjadikan Desa Dawuhan mangli tidak lagi hanya dikenal oleh masyarakat Sukowono, dan jember saja, tapi kini malah membuka akses dikenal dunia. Internet yang di adakan di Bali desa Dawuhan mangli ini tergolong sangat murah, yaitu hanya 200 ribu per bulan, serta cukup memakai 1 server computer baru yang disambungkan ke computer-komputer lain, Bupati Djalal mengajak masyarakat Jember, Khususnya Desa Dawuhan agar benar-benar memanfaatkan dunuia internet sebagai bagian dari penggalian informasi yang ada di dunia saat ini.
Dalam arahannya, Bupati Djalal berharap, agar apa yang sudah dimiliki oleh masyarakat Dawuhan mangli dapat memelihara fasilitas yang sudah ada. Malah kalau perlu masyarakat dapat mengakses berbagai perkembangan didunia. Bupati juga berharap apa generasi muda yang ada didesa dawuhan dapat menjadikan balai desa internet sebagai sarana pengembangan usaha, dan pendidikan “ Jangan terus dibiarkan apa yang sudah dimiliki, kalau perlu dirawat dan dikembangkan, hingga fasilitas ini dapat dijadikan sebagai sarana pengembangan pendidikan dan usaha “ tegas Djalal. Mengingat juga opersional internet yang diadakan di desa dawuhan mangli ini sangat murah dan terjangkau dari masyrakat desa. Bupati Djalal juga sangat mengharapkan media internet ini dapat digunakan oleh para siswa-siswa sekolah, sehingga para generasi muda nantinya tak lagi Gaptek, disamping bisa digunakan untuk menjual potensi desa ke dunia melalui internet. Tegasnya. (sal)


Selengkapnya..

Selasa, Mei 26, 2009

Gregetan, Pemkab Operasi Miras dan Tempat Hiburan

Jemberpost.com-
Banyaknya pengusaha hiburan bandel dan peredaran Miras yang telah menewaskan belasan pemuda itu benar-benar membuat Pemkab Jember gregetan. Dalam operasi rutin Satpol PP semalam terlihat lebih tegang dari biasanya, Unsur pejabat terkait turut serta dalam operasi itu, tampak Asisten I Bupati Hasi Madani, Asisten II Edi Budi Susilo, Kepala Disperindag Harijanto, Kepala Bakesbang Sudjak Hidayat Kabag Humas Agus Slameto turun langsung dalam penertiban ini.

Kepala Dinas Perdagangan Harijanto menegaskan setiap perdagangan Miras diatas 5 persen sesuai peraturan daerah harus melaporkan peredarannya setiap triwulan sekali. “Jika mereka Bandel, Akan segera kami tindak lanjuti”.Tegasnya

Harijanto menjelaskan dalam SIUP Minuman beralkohol dibagi dalam 3 golongan. Golongan A Miras dibawah 5 persen (seperti Anggur kolesom) yang terkadang digunakan sebagai Jamu, untuk jenis ini tak ada aturan untuk melaporkan penjualannya. Sementara itu Miras Golongan B mengandung alcohol antara 5-20 persen seperti Ginro, Bols dan lain-lain, untuk Jenis ini wajib untuk melaporkan peredaran dan perdagangannya setiap 3 bulan sekali, sama dengan Golongan C yang mengandung 20-sampai dengan 55 persen mereka wajib untuk melaporkannya.

Berangkat pukul 00.01 dini hari 26 Mei 2009 semalam, Operasi pertama menuju Sultan Palace Café. Dalam Operasi itu berhasil didapat bahwa Sultan Palace tak tidak bisa menunjukkan Ijin Hiburan kepada petugas, selain itu Sultan Palace tidak pernah melaporkan penjualan Miras sejak didirikan hingga sekarang.

Operasi dilanjutkan ke Vegas Club di Gajahmada Square, dalam Operasi ini ditemukan Pelanggaran lebih serius, bahwa Vegas Club tak memiliki Ijin pendirian tempat hiburan, Juga tak memiliki Ijin untuk menjual Miras namun dalam pantauan Jemberpost.com yang turut dalam operasi ini, Vegas Club terang-terangan menjual miras tanpa ijin.

Usai Operasi tersebut dalam Jumpa Pers yang digelar pukul 01.30 dinihari, asisten I Bupati didampingi Pejabat terkait secara tegas akan segera menindaklanjuti masalah ini. Senada dengan itu Andri Komandan Operasi juga memastikan akan memanggil pengelola tempat hiburan. “Hari ini juga pemilik Vegas dan Sultan akan kami periksa” Ujarnya.(sal)

Selengkapnya..

Vegas Club Terancam Tutup

Jemberpost.com- Keberadaan Vegas Club sebagai tempat hiburan tergolong baru di Jember, namun kehadirannya cukup membuat berbagai kalangan naik pitam. Gus Hamid Hasbullah bersamapara kyai kemarin mendatangi Gedung Dewan dan meminta untuk ditutup. Keberadaan Vegas Club dituding berbagai kalangan meresahkan da sebagai momok generasi muda. Mereka menyampaikan pernyataan sikap dan sekaligus memberikan bukti berupa foto-foto yang diambil dari Vegas Club. Tampak dalam foto tersebut, ada adegan erotis seorang penari dan seorang pria. "Ini tarian apa hubungan suami istri," kata Madini Farouq, prihatin.

Dalam Operasi rutin yang digelar Pemkab semalam juga ditemukan bahwa Vegas tak memiki Ijin Usaha Hiburan di Jember. Selain itu Vegas tak memiliki ijin penjualan Miras sedangkan dalam Peraturan secara tegas dikatakan bahwa peredaran dan perdagangan Miras harus memiliki SIUP Minuman Beralkohol dan secara rutin harus melaporkannya 3 bulan sekali. Dari pelanggaran tersebut jelas tak ada alasan untuk tak menutup sementara Vegas Club di bilangan Gajahmada tersebut hingga dikeluarkannya ijin tempat hiburan dan pihak pengelola hiburan mematuhi produk hukum yang berlaku.
Kabag Humas Pemkab Jember menyatakan bahwa cepat tanggap terhadap menerima keluhan masyarakat serta melayaninya merupakan kewajiban Pemkab sehingga diharapkan kehidupan bermasyarakat menjadi kondusif dan kesejateraan dan kemakmuran akan tercapai. “Terkait masalah Vegas dan Sultan, akan kami proses secepatnya dan hasilnya segera kami umumkam pada media”Pungkasnya.(sal)

Selengkapnya..

Senin, Mei 25, 2009

Baru Keluar Lapas, Maling Sepeda

Jemberpost.com
Sunoto alias Pak Fais (40) warga Dusun Krajan Desa Sidomukti Kecamatan Mayang, ternyata penjara yang dijalani belum mampu merubah perbuatan kejahatannya. Meski telah menjalani hukuman penjara terkait kasus aksi pencurian hewan pada tahun 2008 lalu, kini bapak dua anak ini kembali terlibat kasus dugaan aksi pencurian sepeda pancal.
Tersangka berhasil dibekuk petugas dirumahnya tanpa ada perlawanan yang berarti. Penggerebekkan itu berlangsung lancar, karena tersangka tengah tidur dirumahnya. Tersangka tidur karena capek setelah mencari rumput untuk pakan hewan peliharaannya.
Saat itu juga, tersangka digelandang ke Polsek Mayang bersama barang buktinya berupa sepeda pancal hasil kejahatannya. Dalam pemeriksaan tersebut, tersangka mengakui jika sepeda pancal yang dijadikan barang bukti itu hasil kejahatan.”Dia telah mengakui perbuatannya mencuri sepeda pancal di Desa Sidomukti,” kata Kapolsek Mayang, AKP Rachmat Kurniawan.
Kata Kapolsek, dirinya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dalam aksi kejahatan.”Pokoknya dia (pelaku) bilang kapok dan berjanji tidak akan berbuat kejahatan lagi. Kalau keluar penjara dan berbuat kejahatan lagi, agar dilubangi dengan timah panas,” paparnya.
Dijelaskan Rachmat, bahwa tersangka ini termasuk daftar residivis. Status yang disandang sebagai residivis, karena tersangka tahun 2008 keluar dari Lapas terkait aksi pencurian hewan.”Tersangka baru keluar dari penjara 2008. Tapi nyatanya, berbuat kriminalitas lagi,” tuturnya.
Aksi pencurian sepeda pancal itu terjadi dirumah korban yang bernama Pak Ali (45) warga Desa Sidomukti. Aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 02.00, ketika korban tengah tidur pulas. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh tersangka untuk menyatroni rumah korban.
Tersangka berhasil membawa kabur sepeda pancal lewat pintu belakang. Aksi itu berjalan mulus, setelah tersangka berhasil masuk rumah korban dengan cara merusak pintu belakang tersebut. Berada dalam rumah korban itulah, tersangka langsung mengembat barang berupa sepeda pancal jenis jengki.
Menjelang pagi, aksi pencurian tersebut baru diketahui keluarga korban. Korban kaget ketika melihat pintu belakang dalam kondisi terbuka. Melihat kondisi rumahnya tak wajar, korban langsung lapor ke polsek setempat.
Adanya laporan, polisi turun ke TKP melakukan oleh TKP. Dari olah TKP itu, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Dan dilakukan penyelidikan, lalu dilanjutkan dengan penggerebekkan. (sal)


Selengkapnya..

Pameran Bonsai Nasional Digelar

Jemberpost.com
Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia bekerjasama dengan Dinas PU Cipta Karya Jember mengadakan Pameran Nasional Bonsai dan Suiseki pada tanggal 24 s/d 31 Mei 2009 bertempat di Halaman Gedung Serba Guna Kaliwates Jember. Pameran tersebut dibuka oleh Bupati Jember MZA Djalal dan dihadiri oleh unsur Muspida, para Kepala SKPD, Camat, para Pengurus Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI). PPSI, HPPA dan PPTI serta para pecinta bonsai, tanaman hias dan suiseki Indonesia.
Bupati Djalal dalam sambutannya mengatakan pameran yang diselenggarakan mengawali pelaksanaan Bulan Berkunjung Ke Jember tahun ini akan memacu gerak perekonomian masyarakat utamanya para penggemar bunga bonsai, suiseki dan tanaman hias. “Semoga dari kontes dan pameran kali ini akan muncul juara-juara yang dapat bersaing secara nasional maupun internasional, “harapnya.
Dan kepada Pengurus Perkumpulan Bonsai Indonesia (PPBI), Djalal minta untuk selalu mengadakan pembinaan yang lebih intensif kepada para anggotanya, agar kualitas tanaman bonsai yang ada lebih bagus dan mampu bersaing secara baik. “Karena untuk merawat tanaman bonsai dan sejenisnya diperlukan keahlian dan ketrampilan tersendiri agar tanaman tersebut baik dan terawat, “jelasnya.
Menurut Jongky B Sulistio (Sekretaris PPBI), pameran kali ini selain dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-64 RI juga untuk menunjang program pemerintah dibidang pariwisata,seni, budaya, lingkungan hidup dan penghijauan serta ekonomi, khususnya para pedagang, petani bonsai dan tanaman hias. “semoga Pameran seperti ini dijadikan tradisi untuk tahun-tahun berikutnya dan untuk meningkatkan kualitas tanaman bonsai, suiseki dan tanaman hias lainnya, “harap Sekjen PPBI.
Lebih jauh dikatakan bahwa bonsai dan suiseki merupakan salah satu aspek kreatif yang dikelompokkan dalam Pasar Seni dan barang Antik, dimana Indonesia dalam karya kreativitas seni bonsai dan suiseki masuk peringkat tiga besar setelah Jepang dan Taiwan. “Kelompok industri bonsai merupakan salah satu cara untuk mengkampanyekan penghijauan dalam menahan laju global warning, “ungkapnya.
Sementara itu Kepala DPU Cipta Karya Jember, Ir. Merwin pada jemberpost.com mengatakan bahwa peserta 33 Kabupaten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura dan Bali. Dan jenis Bonsai sebanyak 311 pot, Suiseki sebanyak 93 pot, Adenium 87 pot dan tanaman hias sebanyak 120 pot yang akan menempati 36 stand pameran.
Sedangkan hadiah berupa uang pembinaan untuk 10 besar bonsai, 10 besar Suiseki dan juara I, II dan III untuk 8 kelas Adenium. Dan masih juga disediakan grand prize berupa 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha, 4 buah televisi, 15 kipas angin dan 12 jam dinding.
Dalam pameran yang akan berakhir tanggal 31 Mei mendatang ini, tanaman hias berupa puring yang dulu merupakan tanaman penghias kuburan dan emper jalan mulai unjuk gigi. Sebab menurut Thoyib peserta dari Ambulu ini bahwa tanaman puring tahan banting dengan segala cuaca, tanaman daun ini juga memiliki citra bangsa sebagai tanaman asli Indonesia.
Dikatakan bahwa peminat Puring mulai banyak. Terlebih dengan seringnya diadakan kontes-kontes Puring di beberapa daerah. “Saya rasa Puring akan menjadi salah satu tanaman hias yang bakal punya gengsi nantinya, “yakinnya.
“Puring itu tanaman asli Indonesia. Dulu memang kurang memiliki nama karena masih sebatas tanaman biasa. Tapi sekarang banyak sekali muncul varian-varian baru yang ditemukan oleh para pecinta Puring,” lanjut pecinta tanaman ini.
Banyak pecinta Puring yang berhasil menemukan varian baru dengan teknik penyilangan yang menghasilkan warna daun yang lebih menarik dan cantik, tambah Thoyib. (sal)


Selengkapnya..

Pengantin Baru Diperkosa, Lapor Polisi

Jemberpost.com-Kasus dugaan perkosaan yang menimpa Us (18) warga Dusun Umbul Desa Tegalwaru Kecamatan Mayang, pemeriksaannya mulai ada perkembangan. Polisi bakal memanggil pelaku untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Panggilan itu rencananya dilakukan pekan depan ini.
“Pekan depan kami akan memanggil seseorang yang dituding korban sebagai pelakunya. Pelaku kami panggil sebatas sebagai saksi untuk dimintai keterangannya. Selebihnya, hasilnya proses pemeriksaan menunggu perkembangan lebih lanjut,” kata Kapolsek Mayang AKP Rachmat Kurniawan melalui Kanitreskrim Aiptu Suyitno.
Dikatakan dia, selama ini pihaknya baru memeriksa korban untuk dimintai keterangan. Keterangan yang diberikan korban dinilai cukup, kini giliran saksi yang lain. ”Pekan ini gilirannya orang yang disebut-sebut oleh korban. Keterangan saksi lainnya ini perlu untuk mengklarifikasi keterangan korban,” paparnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya. Sepasang suami istri yaitu Us (18) dan Hl (28), warga Dusun Umbul, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, mendatangi Mapolsek Mayang sekitar pukul 15.00 sepekan lalu. Pasutri yang masih tematen baru ini melaporkan kasus dugaan perkosaan yang dilakukan dua pemuda tetangganya, di sebuah tanah lapang dekat rumahnya.
Peristiwa itu terjadi bermula ketika korban keluar rumah sendirian sekitar pukul 20.00 hendak pergi ke warung. Ketika ditengah jalan, jarak sekitar 20 meter dari rumahnya tiba-tiba datanglah dua pemuda setempat yaitu, An (25) dan Er (27). Mereka lalu menghadang korban dan merayunya mengajak berbuat mesum.
Namun korban menolaknya, sehingga kedua pemuda itu geram dan mereka menyeretnya kelahan dekat pepohonan. Saat itulah dengan cepat kedua pemuda itu membekap mulut korban dan memperkosanya secara bergiliran.
Usai memperkosa, ternyata mereka masih belum puas dan hendak melakukannya lagi, akan tetapi dua tetangga korban yang bernama Sumarwi (40) dan Sadin (37) yang sedang melintas memergokinya dan mengejar kedua pemuda itu. Sayangnya mereka gagal menangkapnya.
Meski begitu, mereka menemukan barang bukti berupa sandal jepit milik salah satu pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian. Lalu, korban diantar pulang dan diserahkan pada orangtuanya Khosim. Khosim sangat marah mendengar pengakuan anaknya serta kedua tetangganya atas perlakuan kedua pemuda yang masih tetangganya itu.
Seketika itu, Khotim menemui Kepala Dusun, Uun. Setelah mendengar laporan dari Khotim, Uun menyarankan agar kasus itu dilaporkan ke Polsek setempat. Khosim bersama korban segera meluncur ke Polsek Mayang. (sal)


Selengkapnya..

Rem Blong, Truk Nyungsep

Jemberpost.com-Nasib naas menimpa sebuah truk yang tengah mengangkut ribuan batang kayu sengon sore kemarin. Saat melintasi di jalur Jurang Lemes Desa/Kecamatan Sukorambi mendadak terperosok di selokan setempat. Akibatnya, kayu yang dimuat truk tersebut tumpah.
Truk dengan Nopol N 9127 UY yang dikemudikan oleh Sakbat (50) warga Lumajang, meluncur dari arah Gebang–Jember menuju ke arah Lumajang. Namun naas ketika melintas dijalan tersebut truk mendadak mengalami oleng. Kondisi itu, sopir tak mampu lagi mengedalikan setirnya. Akibatnya, terjadilah kecelakan tersebut.
Meski demikian, kecelakaan tersebut tak sampai membawa korban jiwa. Menurut sopir truk, sejak keluar dari perusahaan kayu sengon truk tersebut sepanjang jalan tidak mengalami kendala. Namun ketika melintasi jurang lemes dan tikungan tajam di depan Mapolsek Sukorambi mendadak rem sudah tak berfungsi.
Karena panik, sopir masih mengendalikan setirnya agar tak memakan korban jiwa. Bahkan, truk nyaris menabrak sebuah rumah di dekat tikungan tersebut. Berkat kejelian sopir akhirnya truk terpaksa dimasukkan ke selokan.“Untung mas saya masih mampu mengendalikan setir. Kalau tidak, rumah jadi sasaran,“ kata Sakbat. (sal)


Selengkapnya..

Dishub Jaring Pengemudi Teladan

Jemberpost.com
Guna meningkatkan bobot pengetahuan dan kompetensi pengemudi kendaraan umum dalam berlalu lintas. Dinas Perhubungan bakal menjaring pengemudi teladan angkutan umum melalui kegiatanAngkutan Kendaraan Umum Teladan (AKUT). Hasilnya akan dikirim ke Propinsi Jawa Timur (Jatim) untuk mengikuti AKUT tingkat Propinsi mewakili Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, I Putu Budiada, mengatakan, setiap tahun jumlah pengemudi kendaraan umum bertambah 10 persen. Namun, sejauh ini pertambahan itu tidak diikuti oleh peningkatan kompetensi pengemudi, ketika beroperasi di jalanan umum. “Dari tahun ke tahun jumlah pengemudi bertambah, karena jumlah kendaraan juga semakin banyak,” tuturnya pada jemberpost.com (derap group).
“Jumlah pengemudi angkutan umum di Jember mencapai 2 ribu orang lebih, tapi tidak semuanya mempunyai kompetensi yang memadai,” katanya. Imbasnya setiap tahun, sambungnya, kasus kecelakaan meningkat tajam. Salah satunya disebabkan oleh minimnya pengetahuan rambu-rambu lalu lintas dan sikap ugal-ugalan para pengemudi.
“Dari hasil laporan beberapa tahun terakhir, terjadinya kecelakaan lalu lintas angkutan umum mayoritas disebabkan oleh human error (kesalahan manusia). Ini menunjukkan para pengemudi itu kurang mempertimbangkan faktor keselamatan ketika berada di jalan raya,” terangnya.
Dengan melihat fakta tersebut, katanya, Dishub setiap tahunnya menggelar AKUT. Kegiatan tersebut selain bervisi meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kompetensi sopir angkutan umum. Juga, sebagai upaya mengurangi jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh keteledoran pengemudi, seiring meningkatnya kesadaran dan pengetahuan berlalu lintas.
Ia mengatakan, pelaksanaan AKUT dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, mulai 25-27 Mei. “Kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan pembinaan dan pembekalan. Dalam kegiatan itu akan disaring pengemudi yang paling berbobot. Setelah dievaluasi, hasilnya akan kita kirim ke tingkat Propinsi sebagai wakil kabupaten untuk mengikuti pemilihan AKUT ke tingkat nasional,” ujarnya.
Kendatipun momentumnya di tingkat kabupaten, tapi pesertanya terbatas hanya untuk 50 orang. Ke-50 orang itu merupakan delegasi dari berbagai perusahaan armada yang beroperasi di Jember. Diantaranya, perusahaan armada bis, angkutan kota, angkutan pedesaan, truk, dan taxi.
“Para pengemudi dari berbagai perusahaan armada itu biasanya memiliki paguyuban. Berbagai perusahaan itu akan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti AKUT tingkat Kabupaten Jember,” tambahnya. Para pengemudi yang didelegasikan oleh tiap armada, katanya, akan mengikuti proses penyaringan.
Sistem penyaringannya, lanjutnya, meliputi pembinaan dan pembekalan. Materi-materi pembekalannya berisi seputar UU lalu lintas, keselamatan lalu lintas, tata cara berlalu lintas, kelaikan jalan dan psikotes. “Setelah semua materi disampaikan akan diadakan evaluasi dengan sistem tanya jawab, hasil akhirnya akan dihitung dengan sistem bobot seperti yang telah ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat,” urainya.
Putu mengharapkan, dengan diadakannya AKUT tentunya pemahaman pengemudi tentang UU lalu lintas, keselamatan dan tata cara berlalu lintas akan meningkat sehingga hal tersebut mampu menekan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas angkutan umum. “Dan diharapkan delegasi yang nantinya mewakili Jember ke tingkat propinsi dan nasional bisa membawa nama baik Jember,” tegasnya.(sal)


Selengkapnya..

Lahan Semangka Dikembangkan

Jemberpost.com
Setelah melihat keberhasilan panen semangka di lahan kering (tegalan) seluas 6 hektar. Petani semangka Desa Jambearum bakal menambah luasan lahan semangka mencapai 50 hektar. Langkah yang cukup berani itu ditempuh, lantaran para tengkulak siap menadah hasil panen di daerah tersebut.
Petani semangka Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe, Amiruddin, mengatakan, hasil panen perdana semangka yang ditanam di tegalan ditaksir mencapai tingkat pendapatan sebesar Rp 200 juta. Oleh karenanya, ia optimis pengembangan semangka di kawasan Sumberjambe tidak akan kalah dengan produksi semangka di daerah Jember Selatan.
Sebelum pengembangan semangka ditanam di lahan kering, ia telah menekuni penanaman buah tersebut di lahan basah (sawah). Dikarenakan hasil panen yang tidak sebanding dengan modal produksi, karena sewa lahan yang terlalu mahal, akhirnya alternatif menanam semangka di ladang atau tegalan pun ditempunya.
“Budidaya semangka di lahan basah selama 10 tahun sudah saya tekuni. Tapi karena sewa tanahnya meningkat setiap tahunnya, akhirnya saya mencoba untuk menanam semangka di tanah ladang dengan biaya sewa cukup rendah per tahunnya. Dan, tahun ini saya merasakan menanam semangka di lahan kering cukup signifikan keuntungannya,” tuturnya pada jemberpost.com.
Setidaknya, awal tahun 2009, penanaman semangka di ladang telah dimulainya. Ternyata hasilnya sangat menguntungkan. Berangkat dari pengalaman itu, ketua Kelompok Tani (Poktan) Tani Setia ini berharap tahun depan akan bisa menanam semangka pada luas lahan sekitar 50 hektar.
“Saya akan berusaha mengajak kelompok tani lainnya untuk mengembangkan buah semangka di Sumberjambe. Rencananya akan dikembangkan sekitar 50 hektar di lahan kering,” ujarnya. Karena buah tersebut ditanam di ladang yang sulit pengairannya, maka ia memulai menanam semangka pada Musim Hujan (MH) II, yakni sekitar akhir Februari. “Kita memulai tanam semangka pada akhir musim penghujan sampai mendekati musim kemarau,” ujarnya.
Wakil Ketua KTNA Kecamatan Sumberjambe ini, mengungkapkan, masalah pemasaran hasil produksi pihaknya tidak merasa khawatir. Soalnya, sudah ada tengkulak yang bersedia membeli hasil panennya. “Tengkulak ini siap membeli semangka para petani dengan kapasitas 30 ton per harinya,” katanya, dalam kegiatan panen semangka perdana di lahan kering di Dusun Pace Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe, beberapa waktu lalu.
Amiruddin menyatakan, sharing selama penanaman juga dilakukan dengan pedagang. Sharing itu berupa bantuan plastik dan benih semangka. “Untuk modal kita sharing dengan tengkulak dalam bentuk bantuan benih dan plastik. Dengan konsekuensi setelah panen semangka harus dijual pada tengkulak tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kabupaten Jember, Hari Widjajadi, mengatakan, bila selama ini komoditas semangka lebih banyak dikembangkan di kawasan Jember Selatan seperti Kecamatan Puger, Wuluhan, Ambulu, Jenggawa dan Kencong. Maka, ke depan semangka bakal dikembangkan pula di kawasan Jember Utara. “Sekarang Desa Jambearum sudah memulai untuk mengembangkan semangka di lahan kering, ini adalah awalan yang cukup bagus,” utaranya.
Hanya saja, perbedaan kedua kawasan itu berada pada sistem pengairan. Jika di daerah selatan sistem irigasi cukup mudah karena disuplai lewat sungai, maka di daerah Jember Utara pengairan penanaman semangka di lahan kering sangat bergantung pada turunnya hujan. “Di Jember Utara penanaman semangka dilakukan di sawah tadah hujan, karena ditanam di tegalan,” tandasnya.
Oleh karenanya, untuk mempermudah para petani guna mengembangkan budidaya semangka di kawasan tersebut, Disperta bersama para petani dalam waktu dekat akan menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO) budidaya semangka. “Dengan demikian keunggulan dan kualitas hasil panen semangka Jember Utara bisa disamakan,” jelasnya.
Selain itu, Hari menerangkan, perlunya kerjasama antara para petani dengan pedagang. Karena produksi pertanian tidak terlepas dari pemasaran hasil-hasil pertanian. “Petani itu harus menguasai pasar. Oleh karena itu, peranan pedagang tidak bisa kita lepas, dan harus ada ikatan yang baik antara pedagang dan petani,” tegasnya.(sal)


Selengkapnya..

Jumat, Mei 22, 2009

BBJ Milik Bangsa


Jemberpost.com,
Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang sudah dilaksanakan pada tahun ke 3 ini, nampaknya masih kurang greget dari masyarakat luas, khususnya masyarakat jemberBBJ yang mestinya menjadi sarana penjualan potensi Jember di masa yang akan adatang, nyatanya masih saja masyarakat belum ada yang malaksanakan instruksi Bupati Jember untuk mempercantik diri di lingkungannya masing-masing.
Realita kurang mengenakkan ini, ternyata langsung di respon oleh Kepala Bagian Humas Sekkab. Jember. Melalui Kasubag. Hubungan kelembagaan, langsung menginstruksikan agar menyebarkan kembali brosur-brosur BBJ serta melakukan sosialisasi dengan mobil siaran keliling, dengan tujuan masyarkat jember segera merespon instruksi Bupati Jember untuk mempercantik lingkungannya dengan mamasang umbul-umbul. Hal ini juga disampaikan oleh Kasubag. Hubungan kelembagaan, Sukardiman, penyebaran brosur yang dilakukan oleh tim lapangan BBJ dengan di barengi sosialisasi lewat pengeras suara tersebut, dengan maksud mampu menarik perhatian masyarakat, sehingga masyarakat tahu bahwa BBJ akan segera dimulai. Kenapa di fokuskan ke 3 kecamatan kota, lanjut kardiman, ini di karenakan bahwa 3 kecamatan kota tersebut merupakan titik pusat pelaksanaan seluruh kegiatan BBJ. Akan tetapi melihat kenyataan dilapangan, tegas Kardiman, masih belum ada aktifitas yang nampak dari 3 kecamatan kota untuk mempercantik diri. Di tambahkan pula oleh kardiman, mungkin secara instruksi camat telah melakukan perintah kepada Lurah untuk melakukan penggapuran tembok dan pemasangan umbul-umbul, akan tetapi secara fisik belum nampak aktifitas tersebut, ungkapnya.
Di saat bersamaan Kabag. Humas, Drs. Agoes Slameto, Msi, juga mengungkapkan bahwa BBJ ini bukan lagi secara keseruluhan menjadi teanggung jawab Pemkab, akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama masyarakat. Ini dibuktikan dengan adanya respon dari negara asing, misalnya suriname. Bahkan lanjut Agoes, beberapa saat yang lalu, Bupati Jember sempat menelpon dirinya dari tanah suci, yang menyatakan bahwa Media Jember terbina yang memuat BBJ tersebut sudah banyak di konsumsi oleh masyarakat Arab. Ini artinya lanjut Agoes, BBJ itu bukan lagi milik Jember, akan tetapi milik bangsa Indonesia dan milik dunia.”wong event BBJ di jember itu sudah dikenal mancanegara lho dik,,Mosok masyarakatnya diam aja, pasif,,”ungkap Agoes. Oleh karena itu, melihat ketenaran BBJ yang sudah mendunia tersebut, Bupati Jember, MZA Djalal, melalui dirinya meminta agar masyarakat Jember, dimanapun mereka berada sebagai tuan rumah seyogyanya memberikan apresiasi yang tinggi kepada event ini, sehingga tamu-tamu Jember tidak di kecewakan. Tegasnya. “yo, mosok gawene Jember, Masyarakate meneng wae,, to”ungkapnya dengan Bahasa Jawa Kental. Di harapkan juga kepada para camat kota hendaknya proaktif untuk segera melakukan pengecatan tembok, pemasangan umbul-umbul, mengingat surat edaran Sekkab. Jember telah dilayangkan untuk seluruh camat se kab. Jember.(sal)


Selengkapnya..

Kamis, Mei 21, 2009

Rumpon Dasar Segera Dipasang di Laut Puger


Jemberpost.com
Guna meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan tradisional, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) berencana memasang 3 unit rumpon dasar (laut dangkal) di wilayah perairan sekitar Pulau Nusa Barong. Dengan begitu, akan terjadi perubahan di kalangan nelayan berperahu jukung dari pola berburu ikan menjadi memanen ikan dengan hasil optimal.
Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Disnakkan Kabupaten Jember, Mahfud Efendi, mengatakan, sejauh ini hasil tangkapan ikan para nelayan tradisional yang pada umumnya menggunakan perahu jukung kurang begitu signifikan.
Pasalnya, selain teknologi yang digunakan relatif sederhana, para nelayan itu masih berpegang pada pola berburu ikan. Maksudnya, seringkali para nelayan masih mengundi nasib ketika berangkat melaut. “Tak jarang para nelayan tradisional setiap tahunnya selalu merasakan paceklik ikan. Padahal sepanjang tahun ikan di lautan selalu melimpah,” ujarnya.
Keadaan paceklik ikan yang kerap mengungkung nelayan itu, katanya, disebabkan belum adanya teknologi representatif yang bisa mendukung efektifitas penangkapan ikan laut. “Dari 2.700 lebih armada nelayan, hanya ratusan saja yang telah memanfaatkan rumpon. Padahal rumpon itu sangat mendukung peningkatan hasil tangkapan ikan. Karena rumpon merupakan teknologi pengumpul ikan yang sangat efektif,” katanya.
Ia mengungkapkan, pada tri wulan tahun 2009 Disnakkan bakal memasang rumpon di perairan dangkal sekitar Pulau Nusa Barong. Hal tersebut bertujuan supaya pendapatan ikan nelayan berperahu jukung lebih meningkat. “Rencananya kita akan memasang 3 unit rumpon dasar di perairan dangkal sekitar Nusa Barong,” tuturnya.
Rumpon dasar itu akan dipasang pada kedalaman laut antara 20-50 meter. Dengan pemasangan rumpon tersebut, diharapkan tangkapan ikan nelayan tradisonal di kawasan Pantai Puger, Watu Ulo dan Gumukmas bisa meningkat cukup signifikan pada masa mendatang. “Dengan rumpon itu diharapkan kemakmuran nelayan bisa meningkat seiring dengan lonjakan hasil tangkapan ikan,” jelasnya.
Pihaknya menilai, harga rumpon dasar ini lebih murah dibandingkan dengan rumpon laut dalam. Yakni, berkisar antara Rp 20-25 juta per unit. Sedangkan rumpon laut dalam harganya mencapai antara Rp 100-150 juta per unit. “Karena harga rumpon mahal. Hal itu umumnya membuat para nelayan tradisional enggan untuk mengadakan rumpon secara swadaya, padahal nilai investasi rumpon itu lebih besar dibandingkan dengan harganya,” paparnya.
Agar tidak terjadi konflik dan perebutan antar nelayan di daerah berumpon, lanjutnya, Disnakkan bakal mengumpulkan nelayan tradisional untuk diberi pengarahan soal mekanisme pengaturan jadual penangkapan ikan di 3 daerah berumpon dasar itu.
“Sebelum rumpon itu dipasang dan dioperasionalkan, kita akan memberikan pengarahan terlebih dahulu soal jadual melaut di sekitar rumpon itu. Sehingga tidak terjadi konflik antar nelayan, karena permasalahan ini cukup sensitif,” tengaranya.
Lebih jauh, Mahfud menerangkan, ketiga unit rumpon dasar yang diadakan dengan biaya APBD itu bertujuan guna menstimulasi para nelayan supaya tergugah untuk berkembang lebih maju. “Ketiga rumpon dasar ini merupakan bantuan pemerintah dan lebih bersifat percontohan saja,” imbuhnya.
Tindaklanjut yang bakal dilakukan Disnakkan setelah masyarakat nelayan mengetahui keunggulan menangkap ikan dengan sarana rumpon, adalah membentuk kelompok-kelompok nelayan. “Diharapkan ke depannya nelayan perlu membentuk kelompok-kelompok untuk mengadakan rumpon secara swadaya,” kata Mantan Plt Kepala Dinsos Kabupaten Jember ini.
Jika nelayan berkemauan untuk mengadakan rumpon secara mandiri, maka Disnakkan akan menata dengan membuat aturan dan perjanjian. “Kalau inisiatif untuk membentuk rumpon ini tumbuh di tengah-tengah masyarakat nelayan, ke depannya akan ditata dalam sebuah peraturan dan perjanjian antar nelayan,” tandasnya.(sal)


Selengkapnya..

Drs.Kamto,Msi : Jadikan Jember Tuan Rumah Yang Santun Dan Bersih

Jemberpost.com- Gaung BBJ sudah mulai dilakukan baik melalui Media Cetak maupun Siaran keliling telah digelar oleh pemkab jember, terbukti Seluruh kegiatan dan aktivitas akan digelar. Masyarakat Jember benar-benar akan tidak di buat tidur dan tinggal diam dalam pelaksanaan BBJ mendatang. Sebab semua elemen akan bergerak untuk bersama-sama menyaksikan sejarah dan pergulatan yang dibeberkan.
“Suasana kota akan tampak seperti kota metropolitan lainnya, sebab semua roda kehidupan dan pernak-pernik BBJ akan mewarnai seluruh Jember terutama di jantung kota Jember ini, “jelas Kabid Kebersihan dan Penerangan Lampu Jalan Umum Cipta Karya Pemkab Jember, Drs. Kamto Msi. Ketika di temui di ruang kerjanya.
Menurut, Kamto, untuk menyambut BBJ, Dinas PU Cipta Karya pemkab jember telah mempersiapkan diri, baik itu hal hal yang berkaitan dengan kebersihan di alun-alun kota jember maupun yang ada di tingkat wilayah kecamatan.pihak Cipta Karya akan menyediakan petugas kebersihan, karena BBJ tidak hanya sekedar pesta hora hora tapi ini adalah program Bupati yang harus di di sukseskan.
Lebih lanjut kata Kamto, BBJ ini merupakan suatu petensi yang bagus dan patut di teladani, sehingga tidak hanya menjadi slogan saja tapi merupakan potensi masyarakat jember. Karena kalau mau kita mengamati BBJ ini memiliki beberapa muatan yang positif yaitu kita menerima tamu masyarakat dari luar kota Jember, sehingga masyarakat luar tahu Kabupaten.
Selain itu juga, BBJ bisa meningkatkan ekonomi masyarakat terutama para PKL. Tidak kalah pentingnya BBJ juga menyediakan beberapa muatan yang bisa menyerap berbagai potensi inovasi putra-putri Jember..
Budaya seperti ini secara logikanya ya masyarakat ikut berpartisipasi untuk mendukung.program Bupati lewat BBJ dan harus ada satu kesatuan kerjasama yang baik dalam menyambut BBJ.
Kesadaran masyarakat ikut peduli menyuarakan dan mewarnai semua kegiatan yang positif dan dari kesumaunya itu akan dikemas lewat BBJ. “Sukses BBJ dan Ayo ke jember.” Ada apa jember ,jangan dilewatkan dan jadikan Jember menjadi tuan rumah yang santun adan bersih.” Tandas Kamto. ( sal)


Selengkapnya..

Hebaat… Omzet Koperasi Jember Rp 263,5 Miliar

Jemberpost - Omzet koperasi di Jember mencapai Rp 263,5 miliar. Nilai tersebut setara dengan 2,67 persen dari Produk Domestik Regional Bruto semester kedua tahun 2008.Persentase sumbangan sektor koperasi lebih baik daripada sektor pertambangan dan penggalian yang sekitar 1,40 persen. Namun omzet sebesar itu masih belum maksimal.

"Itu omzet dari 283 unit koperasi yang telah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) tahun lalu, dan melaporkannya kepada kami. Masih ada yang melaksanakan RAT namun tidak melaporkan, atau belum melaksanakan RAT," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jember, Mirfano.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, ratusan koperasi yang telah melaksanakan RAT tahun 2008 itu cukup bagus. Tercatat, koperasi-koperasi ini mempekerjakan 3.924 orang karyawan.

Dibandingkan tahun 2007, angka omzet dan daya serap tenaga kerja kurang lebih 10 persen lebih bagus. "Ini menunjukkan krisis global tidak terlalu signifikan mempengaruhi performa koperasi," kata Mirfano.

Dengan daya serap tenaga kerja, sektor koperasi boleh dibilang 'mengalahkan' program Jember Job Market Fair tahun 2008. Tahun lalu JMF menyerap 2.750 orang pencari kerja.

Namun, Dinkop Jember masih patut prihatin. Kendati omzet koperasi mencapai ratusan miliar rupiah, namun jumlah koperasi yang 'tidur' ternyata lebih besar, yakni 511 unit. Mereka tidak bisa dibubarkan, karena Dinkop kesulitan menemukan pengurus maupun anggota organisasi koperasi itu.[bj/sal]


Selengkapnya..

Caleg Jadi Terpidana Didemo

Jemberpost.com - Forum Kader Partai Golkar Jember Dapil III berunjukrasa di kantor partai dan Komisi Pemilihan Umum setempat. Mereka memprotes ditetapkannya terpidana menjadi legislator mewakili partai itu di DPRD Jember.Kader yang menjadi sasaran demo itu adalah HA. Mujiburrahman Sucipto, caleg nomor urut 7 di Daerah Pemilihan Jember III. Sucipto lolos ke parlemen, setelah mendapat dukungan 5.311 suara dalam pemilu legislatif tempo hari.

Koordinator forum tersebut, Rusdiyanto, mengatakan, Sucipto telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jember pada 13 April 2009 lalu. "Ia dipidana 3 bulan penjara tanpa harus menjalaninya, dengan masa percobaan 6 bulan," kata Rusdiyanto.

Berdasarkan putusan majelis hakim yang diketuai Aminal Umam, Sucipto terbukti melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP jo pasal 56 ayat 1 dan UU nomor 8 tahun 1981 KUHAP. Ia menempatkan keterangan palsu pada surat keterangan ahli waris sebagai dasar penerbitan akta hibah.

"Ini menyangkut citra partai. Ketika calon terpilih yang ditetapkan KPU terkena persoalan hukum, dan dieskpos media massa, tentu akan merugikan citra partai," kata Rusdiyanto.

Rusdiyanto menilai, Golkar telah kecolongan. Sucipto sejak 8 Agustus 2007 sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, ternyata menantu Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Timur, Machmud Sardjujono, itu masih diloloskan sebagai caleg.

Rusdiyanto mengelak, jika aksinya tersebut adalah pesanan caleg tertentu, yang bakal menggantikan Sucipto jika gagal maju ke parlemen Jember. "Saya tidak peduli siapa yang akan menggantikan dia," katanya.

Rusdiyanto mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak lagi, untuk berunjuk rasa di kantor Golkar, jika tuntutan agar Sucipto lengser tak digubris. "Bila sampai Jumat (22/5/2009) tak ada perkembangan, 200 orang akan kami kerahkan," katanya. (bj)


Selengkapnya..

Selasa, Mei 19, 2009

Kasus Dua Mayat Di Patrang Terkait Racun Potasium

Jemberpost.com
Kasus Penemuan dua mayat di Patrang beberapa waktu lalu ditemukan bukti baru dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Polisi. Dari hasil otopsi yang dilakukan Polres Jember bersama dokter kesehatan (Dokkes) Polda Jatim berhasil menemukan racun ditubuh mayat tersebut. Kandungan racun yang terdapat di tubuh mayat tersebut jenis potasium Zianida.
Keganasan racun potasium Zianida ditubuh manusia dapat mengakibat nyawa melayang. Dan, racun ini jika masuk didalam tubuh manusia, tidak berakibat seperti jenis racun yang lain.”Temuan dokkes pada tubuh korban ada kemiripan temuannya ditubuh mayat yang ada di Surabaya. Jenisnya racun potasium Zianida,” tandas Kasatreskrim Polres Jember, AKP Kholilur Rochman, SIk.
Temuan racun ditubuh korban ini lanjut dia, juga ditemukan ditubuh mayat di terminal Bungur Asih Surabaya.”Adanya kemiripan jenis racun yang ada pada tubuh mayat di Patrang dengan yang di Surabaya yakni potasium Zianida. Itupun, temuannya masih didalami dokkes Polda Jatim,” terangnya.
Terkait penemuan tersebut kasus itu akan ditindaklanjuti dengan melakukan gelar perkara di Polda Jatim.”Rencananya kasus dugaan pembunuhan yang ada di Jatim, termasuk di Polres Jember akan gelar perkara di Polda. Langkah itu untuk menindaklanjuti temuan dilapangan dan hasil otopsi,” tuturnya.
Apakah sudah ada tersangkanya? Kholilur dengan tegas menyatakan terkait penemuan racun tersebut hingga kini masih belum ada tersangkanya.”Belum ada tersangkanya. Kita masih menunggu hasil gelar perkara nanti,” ulasnya.
Ya, doakan saja semua segera terungkap. Tak hanya kasus dugaan pembunuhan di Patrang. Tapi kasus kasus dugaan pembunuhan yang lain jgua akan digelar perkara di Polda. Hasilnya bagaimana, kita tunggu sama sama,” jlentrehnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya. Polisi terus berusaha mengungkap tabir dugaan pembunuhan yang menimpa dua warga Desa/Kecamatan Muncar-Banyuwangi beberapa waktu lalu. Bahkan, dalam keseriusannya Polres Jember mendatangkan tim laboratorium forensik Polda Jatim untuk melakukan otopsi mayat Abdul Rosid (50) dan Bambang Hermawan (35). Karena dua mayat itu ditemukan dalam jeda waktu sehari.
Hingga kini, hasil otopsi tim labfor Polda Jatim belum dapat diketahui secara pasti. Karena selama melakukan otopsi mayat di RSUD dr Soebandi Jember, tak langsung dapat diketahui. Akan tetapi, lebih detail dan akuratnya masih diteliti di Polda Jatim.
Kasus tersebut terkait penemuan mayat di dekat kuburan depan SMP Muhammadiyah Kreongan. Mayat ditemukan dalam kondisi utuh tak ada luka akibat unsur penganiayaan. Bahkan, sehari kemudian dirumah kos kosan Jalan Mangga, Bambang Hermawan (35) warga Desa/Kecamatan Muncar –Banyuwangi ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Berangkat dari mayat Bambang ini, polisi akhirnya mampu mengungkap identitas mayat yang ditemukan di dekat kuburan Kreongan depan SMP Muhammadiyah tersebut. Bahwa mayat tanpa identitas akhirnya diketahui bernama Abdul Rosid (50) warga Desa/Kecamatan Muncar –Banyuwangi. Meski telah berhasil mengidentifikasi mayat, namun hingga kini polisi masih terus berusaha melakukan penyelidikan dan pengusutan penemuan mayat tersebut.
Bahkan, polisi juga berhasil menemukan barang bukti kendaraan berupa mobil henda Elysion Nopol DK 1593 YD adalah milik Bambang H. Diduga mobil tersebut yang dipakai pelaku saat melempar mayat Abdul Rosid (50) warga Desa/Kecamatan Muncar-Banyuwangi. Dan kini barang bukti tersebut telah kembali kepemiliknya dengan status pinjam pakai barang bukti. (sal)



Selengkapnya..

Tahun 2009, Prona Jember Meningkat 200 Persen

Jemberpost.com
Kuota Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) tahun 2009 meningkat tajam kurang lebih 200 persen. Itu berarti, masyarakat desa berperekonomian lemah bisa mendapatkan bantuan sertifikasi tanah lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jember, Siswo Prajitno, kepada jemberpost.com (derap group) mengatakan, alokasi Prona atau Percepatan Pendaftaran Tanah (PPT) untuk Kabupaten Jember jumlahnya kian meningkat. Dengan demikian, kesempatan masyarakat desa cukup tinggi dalam mendapatkan pelayanan pembuatan akta tanah dengan bantuan Pemerintah Pusat. “PPT ini diperuntukkan bagi masyarakat desa berperekonomian lemah,” ungkapnya.
Kuota program yang digelontor oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat pada BPN Kabupaten Jember itu cenderung meningkat selama 3 tahun terakhir. Pada tahun 2007 kuota yang diberikan sebanyak 1.200 permohonan pembuatan akta tanah, lalu pada tahun 2008 dan 2009 meningkat masing-masing sejumlah 1.719 dan 4.500. “Pada tahun ini jumlah kuotanya jauh lebih besar dibandingkan 2 tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, kategori perekonomian lemah masyarakat desa yang berhak mendapatkan PPT itu ditunjukkan dengan adanya kepemilikan tanah di bawah 5.000 meter. “PPT ini diperuntukkan untuk masyarakat desa yang berkategori ekonomi lemah dengan tingkat pemilikan tanah maksimal sebesar 5.000 meter. Bagi masyarakat yang memiliki tanah lebih besar dari angka itu bisa mengurus akta tanahnya melalui program sertifikat masal swadaya (SMS) dengan biaya murni dari masyarakat,” tengaranya.
Dalam realisasi program tersebut, ungkapnya, tiap pemohon PPT akan mendapatkan bantuan pengurusan sertifikat tanah antara Rp 250-300 ribu dalam bentuk pelayanan. “Sedangkan tanda batas, materai dan pemberkasan biayanya ditanggung sepenuhnya oleh para pemohon,” tuturnya.
Lebih jauh, pihaknya mengatakan, tujuan diadakan Prona atau PPT ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat ekonomi lemah. Pasalnya, setelah tanah milik masyarakat telah bersertifikat, maka dengan sertifikat tanah itu masyarakat bisa menggunakannya untuk mendapatkan bantuan modal dari bank atau lembaga perkreditan lainnya.
“Aset berupa sertifikat tanah itu bisa dijadikan masyarakat untuk menarik bantuan modal dari bank dan lembaga perkreditan rakyat lainnya, dengan cara menjadikannya sebagai jaminan. Itulah tujuan PPT dikeluarkan, karena bisa mendukung proses pemberdayaan masyarakat dalam bidang usaha informal,” terangnya.
Penerapan program PPT tersebut, dikatakannya, sebagai reforma agraria. “Jika dulu tugas BPN hanya menyertifikatkan tanah masyarakat. Tapi sekarang, dengan lahirnya Tap MPR No 9/2001 tentang pembaharuan agraria diharapkan sertifikat tanah yang diterbitkan oleh BPN bisa ditindaklanjuti oleh program-program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa,” paparnya.
Siswo menerangkan, selaras dengan program Bupati Jember dalam rangka pembangunan di desa-desa binaan, BPN Kabupaten Jember turut berandil pula dalam sertifikasi masal tanah masyarakat lewat program PPT tahun 2008. “Tahun lalu, PPT ini kami gelontor di 4 desa-desa tertinggal Kabupaten Jember, diantaranya di Kecamatan Arjasa, Sumberbaru, Jelbuk dan Sumberjambe. Selain itu prioritas program ini juga dialokasikan di Desa Sumberjati Kecamatan Silo,” tandasnya.(sal)



Selengkapnya..

Senin, Mei 18, 2009

Diduga Curi Kayu Hutan Ditangkap

Jemberpost.com
Karena diduga curi kayu hutan, Salim alias Pak Hoy (35) warga Dusun Gumitir Desa Kamal Kecamatan Arjasa harus berurusan dengan Polsek Arjasa. Penangkapan laki-laki yang sehari-harinya mengais sisa tanaman disawah ini, ketika memikul kayu yang sudah dalam bentuk papan. Diduga kayu kayu tersebut diperoleh tersangka dari hasil mencuri dikawasan hutan KRPH Arjasa.
Kini, tersangka dan berikut barang buktinya berupa kayu dalam bentuk papan berukuran 2 meter X 25 centimeter X 2 centimeter sebanyak lima batang diamankan di Polsek Arjasa. Kayu tersebut dicuri tersangka dikawasan hutan petak 74 KRPH Arjasa.”Kok pagi-pagi ada orang mikul kayu berusaha kabur. Lalu, kami kejar dan berhasil ditangkap,” kata Kapolsek Arjasa, AKP Harwiyono.
Saat itu, kata Kapolsek, sekitar pukul 03.00 pagi itu, dirinya bersama anggota tengah melakukan patroli ke wilayah hukum Polsek Arjasa. Pada gilirannya berada di Dusun Gumitir Desa Kamal, anggota ada yang melihat bayangan orang. Bayangan orang itu langsung diikuti anggota.
“Kok berusaha kabur, terus kami kejar. Dalam pengejaran itu, ditemukan kayu dan bersama itu pula pelakunya dapat kami tangkap. Pelaku dan barang bukti kayu dibawa ke polsek,” jelasnya.
Ditambahkan dia, pihaknya sudah lama mengendus aksi pencurian kayu dikawasan hutan KRPH Arjasa tersebut. Namun, usaha pelacakan tak segera membuahkan hasil.”Ya, pagi itu akhirnya bisa menangkapnya. Seandainya, telat sedikit sudah tak ketemu pelaku,” tuturnya.
Terkait dengan penangkapan tersebut tersangka dijerat pasal 480 KUHP dan UU Nomer 41 tahun 1999.”Unsur pidana sebagai penadah terpenuhi. Barang dicuri dari kawasan hutan yang berfungsi sebagai penyanggah,” imbuhnya.
Salim mengaku mendapatkan kayu jenis kembang pare dari seseorang yang tidak dikenalnya yang berada dikawasan hutan KRPH Arjasa. Tersangka mengaku mendapatkan kayu tersebut denga mengeluarkan kocek satu batang Rp 15 ribu. “Baru sekali ini saya membeli kayu ini. Saya ingin cari untung,” ujarnya.
Rencananya kata dia, kayu yang dibeli dari seorang yang tidak dikenalnya itu dijual lagi. Salim menjual kayu itu kepada orang lain sebatang seharga Rp 20 ribu.”Kami nggak banyak kok ngambil untungnya. Paling hanya dapat Rp 5 ribu,” katanya polos. (sal)


Selengkapnya..

Ahmad Sudiyono: Plesir ke Luar Negeri Reward Buat Siswa Prestasi

Jemberpost.com - Dinas Pendidikan Jember akan melanjutkan program studi banding ke luar negeri, yang ditujukan bagi para siswa yang berprestasi dalam ujian nasional sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas/kejuruan, serta meraih prestasi dalam olimpiade sains.

"Begitu diumumkan akan kita tindaklanjuti. Ini reward bagi mereka. Pilihannya ke Singapura, Malaysia, atau Filipina," kata Kepala Dispendik Jember Achmad Sudiyono,

Tahun lalu, siswa-siswa berprestasi itu selama lima hari melaksanakan studi banding ke Singapura dan Malaysia. Tahun ini rencananya untuk setiap tingkatan pendidikan, masing-masing akan dipilih 50 orang siswa berprestasi. Jadi total ada 150 orang siswa yang dikirim.

Nantinya, setiap siswa yang dikirim ke luar negeri harus bisa melakukan studi komparasi, dengan menuliskan pengalaman di sana. "Mereka diminta melaporkan bagaimana merasakan studi di sana," kata Sudiyono.

Selain diberikan penghargaan berupa jalan-jalan ke luar negeri, para siswa ini juga diberikan penghargaan berupa uang. "Murid berprestasi saya kasih uang pulsa. Kalau guru berprestasi saya beri kamera digital," kata Sudiyono.[bj]


Selengkapnya..

LSM Tuding Wabup Jember Jadi Makelar Proyek

Jemberpost.com – Wakil Bupati (Wabup) Jember, Kusen Andalas, disorot banyak pihak, terkait dugaan minta jatah paket proyek di unit kerja di jajaran Pemkab Jember.
Sejumlah sumber yang tidak mau disebut identitasnya menegaskan bahwa Kusen, selama menjabat Wabup Jember, cukup meresahkan. Pasalnya hampir semua unit kerja dimintai jatah paket proyek yang nilainya tidak sedikit.

Alhasil proses pengadaan barang dan jasa dibeberapa unit kerja lingkungan pemkab Jember berjalan tidak semestinya. “Seperti saat ini, beberapa unit kerja sedang membuka pendaftaran pengadaan barang dan jasa untuk tahun anggaran 2009, ini pasti banyak surat sakti berkeliaran,” ungkap salah satu panitia lelang.

Beberapa rekanan yang namanya enggan dikorankan membenarkan kabar tak sedap itu. “Benar, pak Kusen telah meminta sejumlah paket proyek,” tegasnya. Modusnya, Kusen, selain dikabarkan langsung menelepon panitia lelang, juga mengirimkan orang-orangnya sambil membawa surat sakti untuk menemui panitia lelang atau kepala unit kerja,” tambahnya.

Karena itu, beberapa kepala unit kerja dan panitia lelang mengaku tak bisa berbuat apa-apa. “Tak ada pilihan, kecuali memenuhi permintaannya, daripada dipindah mas,” tegas seorang panitia lelang yang dikenal dekat dengan wartawan itu.

Perilaku rakus itu ditanggapi sinis ketua LSM Abdi Masyarakat, Husni Thamrin SH. “Memang begini kalau seorang wakil bupati tak tahu apa tupoksinya, atau jangan-jangan, makelar proyek memang menjadi salah satu tupoksi pasangan bupati saat ini,” ujarnya.

Menurut Husni, laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang kerapkali menemukan kekurangan volume atau tak sesuai dengan spesifikasi teknis atas berbagai proyek disinyalir akibat dari perilaku tidak profesional itu.

Sementara itu Wabup Kusen Andalas, ketika dikonfirmasi wartawan menyangkal keras kabar miring itu. “Siapa bilang saya tukang minta-minta proyek, sebutkan siapa yang bilang,” sangkalnya dengan nada tinggi.

Kusen minta wartawan menyebutkan siapa saja Kepala Unit kerja dan panitia lelang yang berbicara tersebut. “Buktikan saja, siapa pejabat yang bilang itu, suruh


Selengkapnya..

Jumat, Mei 15, 2009

Hidupkan Kembali Pamswakarsa di Masyarakat

Jemberpost.com,
Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat ( Bakesbangpol & Linmas ) dalam waktu dekatnya ini akan mengadakan lomba siskamling, sebagai bentuk awal untuk membudayakan Pamswakarsa di masyarakatPentingnya menjaga keamanan lingkungan masing masing di perlukan partisipasi masyarakat agar ikut peduli menjaga keamanan lingkunganya .

Kepala Bakesbang & Linmas Kab Jember. Drs. Sudjak Hidayat Msi, saat mengadakan rapat Koordinasi dengan Kasi Trantib Pol PP kecamatan, Bagian Pemerintahan Desa, Polres Jember, Kodim 0824 di Aula Bakesbang & Linmas mengatakan bahwa dengan adanya Lomba Siskamling ini bertujuan untuk menyamakan persepsi masyarakat sehingga masyarakat akan lebih sadar akan keamanan dilingkungannya. Juga diharapkan, lanjut Sudjak, agar betul betul memicu masyarakat untuk lebih sadar tentang keamanan lingkungannya utamanya menghadapi Pilpres yang di predeksikan suhu kerawanan akan naik. Oleh karena itu, dengan siskamling yang di galakkan oleh masyarakat dilingkungannya masing-masing mampu mengurangi tingkat kerawanan itu.

Lomba ini di bagi menjadi 2 tahap yaitu tahap pertama kita lakukan pada minggu ketiga bulan Mei 2009 dan sampai awal bulan juni, dengan kreteria yang akan dinilai.melalui Sidak di setiap pos kamling yang mengikuti lomba tersebut. Untuk penilaian akan diserakan pada pihakl Polres Jember, Kodim 0824. Kaitannya dengan penugasan anggota Satpol PP yaitu meliputi tingkat pelaporan,.sedangkan dari pemerintahan Desa dan Bakesbang Linmas terkait dengan rutinitas pos Kamling atau hanya saat lomba saja pos kamling digunakan untuk pamswakarsa.

Selanjutnya berkaitan dengan anggota Linmas sebagai pengayom keamanan didalam masyarakat ini, sudjak berharap kepada para Kepala wilayah Lurah, Kades agar linmas kembali dihidupkan kembali, mengingat Linmas/Hansip merupakan ujung tombak keamanan yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan berperan aktif dalam rangka menggalang kembali pamswakarsa yang mulai luntur dimasyarakat. Kita lanjut, sudjak, tidak bisa hanya mengandalkan petugas dari kepolisian untukk menjaga keamanan, akan tetapi masyarkatlah yang menstinya bertanggung jawab penuh pada keamanan di lingkungannya. (sal)


Selengkapnya..

Kamis, Mei 14, 2009

CIPTA KARYA SOSIALISASI PNPM DAN PPIP

Jemberpost.com,
Satu demi satu program mulai dilaksanakan oleh Dinas Cipta karya. Kali ini, Unit kerja yang dipimpin oleh Ir. Merwin Lusiani tersebut menggelar sosialisasi PNPM dan PPIP di Aula PB Sudirman, Pemkab Jember.Acara yang dibuka secara langsung oleh Wabup Kabupaten Jember, Kusen Andalas, dihadiri oleh Kepala desa penerima program, pendamping, camat dan beberspa Kepala SKPD.juga dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda propinsi Jatim Dalam sambutannya, Kepala Dinas PU Cipta karya Jember Ir. Merwin Lusiani menjelaskan Kegiatan yang didanai oleh APBN tersebut . Dasar pelaksanaannya menurut Merwin, adalah Surat menteri Koordinator Bidang Kesra No.B 2066/KMK/D VII/ 2008 tentabfg daftar lokasi dan alokasi BLM PNPM TA 2009. Juga keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 284/KPTS/M/2009, tentang penetapan Desa Sasaran Program Pembangunan infra struktur perdesan tahun 2009.
Selain itu juga disampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraan sosialisasi , bahwa bertujuan untuk memberikan penanaman dan informasi kepada para pelaksanan yang terlibat dalam kegiatan PNPM – mandiri perkotaan dan PPIP tahun 2009, di kabupaten Jember. Khususnya dalam penyelenggaraan program mulai tahap persiapan, perencanaan , pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta pemanfaatan dan pemeliharaannya. Kegiatan tersebut juga bertujuan agar pedoman umum dan pedoman pelaksanaan PNPM mandiri perkotaan dan PPIP tahun 2009 dapat dipahami, disosialisasikan dan dilaksanakan sebaik-baiknya oleh semua pihak. Dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian dan kemudahan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan infrastruktur. Selanjutnya, latar belakang kemiskinan yang kompleks membutuhkan penanganan serius daris emua pihak secara bersama dan terkoordinir. Sebab selama ini penaggulangan kemiskinan penangguolangannya masih terkesan parsial dan tidak berkelanjutan. Hingga efektifitas penanggulangannya masih belum optimal. Untuk itul;ah, Dirjen Cipta karya Departemen Pekerjaan Umum RI telah melaksanakan program pembangunan infrastruktur permukiman , yaitu PNPM –mandiri Perkotaan dan program pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP).(sal)

Selengkapnya..

Petani Protes Sengonisasi

Jemberpost.com – Sejumlah kelompok tani di kecamatan Patrang memprotes keras kepada pemilik lahan persawahan yang disewakan kepada pihak ketiga untuk ditanami sengon.
"Kami minta kepada Dinas Pertanian untuk melindungi petani, jangan sampai dibiarkan sawah-sawah itu ditanami sengon, Karena sangat merugikan tetangganya,” ujar salah satu ketua kelompok tani dari kelurahan Slawu, Hendayani, pada dialog temu lapang di kelurahan Slawu, siang ini.

Menurut Hendayani, akibat penanaman sengon dilahan persawahan maka, hasil produksi tanaman padi disekitar areal sengon menjadi jelek. Hal senada juga dilontarkan, H. Hasbullah, petani Jumerto.

Menurutnya, sinar matahri tidak bias masuk kea real persawahan yang ditanami padi karena terhalang oleh sengon. Dan kondisi seperti itu berjalan bertahun-tahun hingga sengon ditebang.

"Petani sekitar harus menanggung kerugian selama bertahun-tahun,” ujarnya. Menurutnya dan sejumlah kelompok tani lain, petani tidak bakal keberatan jika tanaman sengon dilakukan diladang atau lahan kritis lain.

Ditambahkannya jika lahan kritis atau diladang tidak ada masalah dan mempersilahkannya saja, tetapi kalu dipersawahan kami sangat kecewa dan dirugikan.

Menanggapi berbagai protes tersebut, Kepala DInas Pertanian Tanaman Pangan Jember, Ir. Harry Widjayadi, yang sengaja hadir dalam acara tersebut langsung merespon dengan cepat.

Harry meredam emosi petani dengan memintanya untuk lebih bersabar. Selain itu Harry juga minta pada pihak kecamatan untuk menagtur soal penanaman tersebut sehingga tidak mengurangi keuntungan petani.

"Alhamdulillah tadi pak Sekcam Patrang sudah menyerap semua aspirasi tersebut, dan rencananya bakal disampaikan ke Camat untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

Sementara Sekcam Patrang, A. Rachman, belum bisa memberikan keterangan pasti. Pihaknya masih melakukan pendataan dimana saja tanaman sengon yang dimaksudkan warga tersebut. Baru setelah itu bakal mengambil kebijakan yang tidak merugikan salah satu pihak. [sal/bj]

Selengkapnya..

Rabu, Mei 13, 2009

Garap Santri,Guru Ngaji Dijebloskan Sel

Jemberpost.com
Setelah melalui proses pemeriksaan, akhirnya polisi menetapkan M Hasan (50) warga Dusun Sumbertengah Desa Pace Kecamatan Silo resmi sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan yang menimpa Bunga (18) warga setempat. Penetapan status itu seiring dengan proses pemeriksaan yang dilakukan polisi dengan meminta keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti.
Dalam pemeriksaan terungkap bahwa tersangka sengaja menindih tubuh korban. Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan tersangka karena tak mampu mengendalikan hawa nafsunya. Sehingga, nafsu itu dilampiaskan terhadap santrinya tersebut.
Pelampiasan itu bukan sekali dua kali tapi sering kali. Karena seringnya tersebut mengakibatkan perut korban membuncit. Kondisi yang tak wajar dialami Mawar (18) itu membuat keluarganya menaruh curiga. Kecurigaan itu akhirnya ditelusuri keluarganya dan Bunga bersedia mengaku.
“Berawal dari situ, keluarga melapor ke polisi. Dari hasil pemeriksaan diketahui, Bunga diperlakukan tidak senonoh sekitar 1 September 2008. Kalau dicermati, usia kehamilan Bunga sudah masuk sekitar 6 bulan jalan,” kata Kapolsek Silo Iptu M Zaenuri.
Dari hasil pemeriksaan itu dapat disimpulkan bahwa perbuatan guru ngaji ini telah memenuhi unsur unsur tindak pidana yang disangkakan. Yakni, tersangka telah membuat buncit perut Bunga dengan usia kehamilan 4 bulan jalan. Atas perbuatan tersebut, kini berstatus tersangka dan dijebloskan kesel tahanan polsek.
Bagaimana dengan pernikahan sirinya?”Pernikahan siri itu memang sah menurut agama. Tapi, negara ini butuh otentik berdasarkan hukum. Apalagi, keluarga korban menempuh jalur hukum,” ujarnya.
“Belum lagi masalah usia korban. Kalau korban lahir tahun 1991, sekarang belum genap 18 tahun. Karena, kalau belum genap 18 tahun, sekarang ada undang undang (UU) khusus tentang perlindungan anak dan perempuan. Terkait dengan UU itu, kasus ini kami dalami lagi,” terangnya.
Tapi yang jelas lanjut dia, unsur tindak pidana yang dilakukan tersangka telah terpenuhi yakni dugaan pencabulan.”Untuk sementara ini, kami pakai pasal 289 KUHP. Selanjutnya, kami kan konsultasikan dengan PPA Polres Jember terkait usia korban,” paparnya.
Kepada jemberpost.com, tersangka mengaku jika perbuatan tidak senonoh itu dilakukan karena musibah.”Ini musibah, maafkan saya,” ujarnya singkat menuju sel tahanan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya. Akhirnya, korban dugaan kasus perkosaan yang dilakukan oleh MT (50) warga Desa Pace Kecamatan Silo mendatangi Polsek Silo. Bunga (18) mengaku jika dirinya telah digagahi pelaku lebih dari lima kali. Perlakuan tidak senonoh dialami Bunga menjelang salat subuh.
“Lima kali lebih saya digitukan oleh dia (MT). Saat itu, saya tidak ingat jam berapa dia ada dikamar saya. Tahu tahu, dia sudah berada diatas saya,” tutur Bunga dengan nada polos.
Saat itu, Bunga tidak bisa berkutik karena yang menindah adalah guru ngajinya sendiri.”Saya nggak berani apa apa. Apalagi, dia sudah berada diatas saya. Lalu saya pilih pasrah,” terangnya. (sal)

Selengkapnya..

408 Kilometer Jalan di Jember Rusak

Jemberpost.com – Bupati Djalal dalam laporan pertanggungjawabannya menyebutkan bahwa Sekitar 408 kilometer jalan di Kabupaten Jember mengalami kerusakan. Sementara jalan beraspal meningkat 35,35 persen.Panjang jaringan jalan yang rusak ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2005-2007. Pada tahun 2005, jalan yang rusak mencapai 829,66 kilometer. Tahun 2006, jalan rusak sepanjang 638,10 kilometer. Tahun 2007 turun menjadi 501,94 kilometer.

Penurunan panjang jalan yang rusak ini diikuti dengan peningkatan kualitas jalan. Tahun 2005, kondisi jalan yang baik adalah 435,78 kilometer. Tahun 2006 kondisi jalan yang bagus 757,74 kilometer, tahun 2007 860,74 kilometer, dan tahun 2009 909,63 kilometer.

"Di sisi lain, kondisi jalan kerikil dan jalan tanah terjadi penurunan panjang jalan, sebagai akibat peningkatan kualitas jalan. Dibanding tahun 2005, jalan kerikil pada tahun 2008 berkurang 79,72 persen, kini 40,32 kilomter. Sedangkan jalan tanah sepanjang 299,55 kilometer atau berkurang 47.73 persen," kata Bupati Muhammad Zainal Abidin Djalal .

Berdasarkan jenis permukaan, pada tahun 2005, jalan beraspal mencapai 1.222,16 kilometer, jalan kerikil 198,79 kilometer, dan jalan tanah 573,12 kilometer. Pada tahun 2008, kondisi jalan beraspal meningkat 35,35 persen atau sepanjang 432,03 kilometer, yaitu menjadi 1.654,20 kilometer.

Sementara itu, tahun 2008, sebanyak 367 jembatan dalam kondisi baik. Peningkatan ini memperkecil jumlah jembatan rusak berat dan ringan, di mana tahun 2005 jumlah jembatan usak berat dan ringan sebanyak 68 buah, dan pada tahun 2008 berkurang menjadi 26 buah.[sal/bj]

Selengkapnya..

Senin, Mei 11, 2009

Korban Pesta Miras Akhirnya Tewas

Jemberpost.com
Banyaknya korban tewas usai pesta miras harus mendapat perhatian serius Polres Jember, bagaimana tidak, tidak sampai sebulan Korban tewas usai pesta miras lebih dari 4 orang, Polres harus Bergerak menertibkan para pejual-penjual miras illegal. Walaupun demikian peran orang tua menjadi hal yang utama dalam menjaga pergaulan putranya.
Siapa orangtua yang tidak ingin jika perilaku buah hatinya dalam pergaulan sesama sebayanya baik baik saja. Harapan itu juga diinginkan Romelah (38) ibu kandung Jefriyadi (21) yang akhirnya menghebuskan nafas tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soebandi Jember. Jefriyadi merupakan korban kesekian kalinya yang tewas akibat dugaan nimum minuman keras (Miras) dicampur dengan pil dextro.
Teman Jefri yang bernama Andi (16) berpulang lebih awal menghadap sang Khalik. Mereka sebelumnya berpesta miras dan dicampur dengan pil. Akibat pesta itu, Andi dan Jefri dilarikan ke rumah sakit Ajung-Kalisat karena kondisinya mengkuatirkan. Namun, nyawanya Andi tak tertolong, Jefriyadi dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember akhirnya juga tewas sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin.
Tewasnya, Jefriyadi membuat shok berat Romelah, ibu kandungnya. Romelah ternyata sempat mengadu nasib ke negeri Jiran Malaysia demi buah hatinya. Empat bulan yang lalu, ibu dua anak ini telah berhasil membelikan sepeda motor terhadap Jefriyadi.”Saya turuti minta motor. Tapi saya pesan jangan lagi minum miras,” katanya sambil meneteskan air mata.
Memang kata dia, dirinya tidak melihat sendiri jika Jefriyadi minum miras. Tapi, banyak kabar tak sedap tersebut sampai ditelingganya.”Saya memang tidak tahu sendiri Jefriyadi minum miras. Tapi, saudara saudaranya banyak yang cerita kepada saya,” ulasnya.
Bahkan lanjut dia, saking jengkelnya nasehat yang diberikan kepada Jefriyadi, neneknya harus ringan tangan. Karena bukan sekali dua kali Jefriyadi dinasehati dan selalu diwejangi jangan lagi minum miras.”Nyatanya tidak berhenti dari miras. Selalu ada temannya yang sejalan,” bebernya.
Kapolsek Kalisat AKP Susianto menyatakan bahwa pihaknya belum sempat meminta keterangan korban Jefriyadi. Karena, baik Jefriyadi dan Andi ketika dibawa kerumah sakit kondisinya sangat kritis.”Mereka tidak bisa ditanyai karena kondisinya sudah kritis. Saya tanya siapa yang tengah dihadapannya dengan isyarat saja tidak bisa merespon,” tandasnya.
Untuk itu, dirinya akan terus mengusut dengan meminta keterangan disekitar lokasi. Karena, hingga kini tak ada yang bersedia memberikan keterangan kepada polisi.”Kondisi ini juga membuat kami mengalami kendala. Tapi, hal itu akan tetap kami coba agar semakin jelas kasusnya,” janjinya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya. Kondisi Jefriyadi (21) warga Desa Patempuran Kecamatan Kalisat semakin mengkuatirkan hingga dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember. Dirujuknya pasien yang diduga mengalami over dosis (OD) setelah menenggak minuman keras (miras) dicampur pil dextro sempat dirawat di rumah sakit Ajung –Kalisat.
“Yang satu meninggal (Andi) mas, lalu yang satunya dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember. Karena kondisi pasien sangat mengkuatirkan. Sehingga, dirujuk ke RSUD dr Soebandi untuk menghindari yang tidak diinginkan,” ujar salah satu perawat diruang perawatan III rumah sakit Ajung-Kalisat.
Dikatakan dia, bahwa pasien yang mengalami OD sebelumnya berjumlah dua orang. Namun, satu diantara pasien yang bernama Andi (16) warga Dusun Gumukbaung Desa Sukoreno Kecamatan Kalisat nyawanya tak bisa tertolong.”Memang pasien yang satunya sempat dirawat disini dengan kondisi kritis. Tapi, akhirnya nyawanya tak bisa diselamatkan,” bebernya.(sal)

Selengkapnya..

Tewas Ketika Hendak Jenguk Saudara

Jemberpost.com
Hani alias Bu Nur (40) warga Dusun Plalangan Desa Sempolan Kecamatan Silo ini. Tewas ketika menjadi korban tabrak lari kendaraan lain. Kondisi tubuh korban mengenaskan. Wajah korban sudah tak berupa lagi karena nyaris habis yang diduga terlindasban kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Darah segar pun membasahi lokasi tepat korban dalam kondisi tengkurap dijalan.
Nyawa korban tak bisa diselamatkan karena tewas seketika di TKP. Peristiwa itu terjadi bermula dari kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalan jurusan Jember-Banyuwangi tepatnya sebelah timur salon Suzana Dusun Onjur Desa Sempolan sekitar pukul 19.00 malam kemarin.
Saat itu, korban sedang menumpang kendaraan sepeda motor Nopol DK 5837 GH dari arah Jember menuju Banyuwangi. Korban dalam kondisi dibonceng oleh Novi hendak membesuk keluarganya yang dirawat di Puskesmas I Silo. Informasi yang dihimpun jemberpost, Motor yang ditumpangi korban hendak mendahului kendaraan lain.
Namun, disaat mendahului kendaraan lain tanpa diduga dari arah Banyuwangi muncul kendaraan lain. Datangnya kendaraan dari arah berlawan secara mendadak, ternyata menimbulkan kepanikan Novi sebagai pengemudi. Dalam kondisi panik itulah, kecelakaan tak bisa dihindari.
Entah karena Novi mengerem laju kendaraannya secara mendadak mengakibatkan korban terpental jatuh kearah kanan jalan. Atau kendaraan sempat bersenggolan dengan kendaraan yang hendak didahului, korban jatuh.”Kalau saya yang melihat kondisinya, korban terjatuh karena motor mengerem mendadak,” ujar H Said warga setempat yang ikut menolong korban.
“Waduh kalau melihat kondisi korban tak bakal bernafsu makan. Wajah korban tak lagi dapat dikenali karena nyaris habis. Darah segar meluber dilokasi korban dalam kondisi tengkurap,” jelasnya.
Korban langsung dievakuasi warga dan petugas dibawa ke puskesmas setempat.”Keterangan yang kami dapatkan, motor yang ditumpangi korban hendak mendahului kendaraan lain. Ketika mendahului itu, mendadak oleng dan korban terjatuh,” kata Kanitlaka Polres Jember, Atang Suparta.
Atang juga masih terus melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut. Karena, Novi yang bertindak sebagai pengemudi belum bisa dimintai keterangan karena shok berat. Saat ini meningkatnya kecelakaan lebih disebabkan pada Human error.(sal)


Selengkapnya..

Jumat, Mei 08, 2009

KTP Gratis Diajukan Desa Secara Kolektif


Jemberpost.com
Pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) gratis bagi penerima Bantuan Tunai Langsung (BLT) ditindaklajuti, terhitung mulai diturunkannya kebijakan Bupati Jember. Proses pelayanannya, dilakukan secara regular dan kolektifmulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Jember, R Hendroyono, mengatakan, langkah yang ditempuh Bupati Jember berupa penggratisan biaya KTP bagi masyarakat miskin penerima BLT dinilainya sangat tepat. “Kebijakan yang dikeluarkan Bupati Jember untuk menggratiskan pengurusan KTP bagi warga miskin penerima BLT, yang selama ini belum memiliki KTP adalah sangat tepat,” tuturnya.
Ia mengatakan, kebijakan itu cukup melegakan bagi masyarakat miskin. Betapa tidak, ketika rumah tangga miskin (RTS) merasa gelisah karena dana BLT-nya tak kunjung turun dikarenakan terjadi sendatan pada kepemilikan KTP, tiba-tiba muncul kebijakan yang cukup membantu itu.
“Saya yakin saat ini penduduk merasa lega, karena kebijakan yang ditunggu-tunggu sudah turun. Sehingga mereka akan segera mendapatkan dana BLT yang sudah lama ditunggunya. Apalagi kebijakan ini akan sangat meringankan beban warga miskin,” ujarnya.
Pihaknya mengatakan, walaupun permintaan KTP sangat besar, yakni lebih dari 50 ribu permintaan. Tapi, pengurusannya tetap harus menyesuaikan dengan prosedur tetap (protap) yang telah ditetapkan. Hal itu, katanya, semata-mata untuk menjaga ketertiban administrasi kependudukan. Baik di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. “Pengurusan KTP tetap dilaksanakan secara reguler,” ungkapnya.
Proses pengurusan KTP dilaksanakan dengan sistem berjenjang. Mulai dari tingkat RT/RW dan kepala desa, lalu diurus ke tingkat kecamatan dan berakhir di tingkat kabupaten, dalam hal ini bakal ditangani oleh Dispenduk Capil. “Kepala desa akan menghimpun terlebih dahulu permintaan KTP gratis dari RTS, lalu secara bersama-sama akan diurus ke tingkat kecamatan dan kabupaten,” tandasnya.
“Pengurusan KTP ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat yang terbawah. Cara seperti ini akan mempermudah pihak kepala desa dalam melakukan validasi data terhadap penduduknya, yang benar-benar berstatus penerima BLT dan belum memiliki KTP,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, karena kebijakan ini hanya berlaku pada RTS penerima BLT yang tidak memiliki KTP. Maka, selain dari kalangan tersebut, pelayanan tidak berlaku. “Kebijakan ini khusus untuk RTS yang menerima BLT, selain dari itu tidak akan digratiskan,” tengaranya.
Kebijakan tersebut, lanjutnya, mulai berlaku terhitung sejak hari Rabu . “Karena kebijakan ini baru berlaku sejak turunnya kebijakan Bupati Jember, maka sampai saat ini kita belum menerima data kiriman dari desa dan kecamatan terkait,” tambahnya.
Pengurusannya, kata Hendroyono, perlu dilakukan secepatnya mengingat KTP yang bakal digarap cukup besar jumlahnya. Lebih-lebih, realisasi pencairan BLT bertenggat waktu terbatas. Oleh karenanya, ia berharap penduduk bergegas mengurus KTP-nya lewat perangkat desa masing-masing.
“Kalau batasan waktu sementara ini memang tidak ada. Tapi data-data yang masuk ke Dispenduk akan kita kerjakan secepatnya sesuai dengan permohonan dan kemampuan,” tegasnya. Walau begitu, ia menandaskan, pengurusan KTP bersifat stelsel aktif. Maksudnya, penduduk harus bersikap pro aktif dalam mengurus dokumen penduduknya masing-masing.(sal)


Selengkapnya..

Kamis, Mei 07, 2009

Bulan Bakti TNI Bedah 1000 Rumah


Jemberpost.com
Pembukaan Bulan bakti TNI dalam rangka Renovasi Rumah tidak layak huni kerjasama Kodam V/Brawijaya dengan Pemprov Jatim dibuka Bupati siang tadi Kamis 7 Mei 2009 dilapangan Bintoro Kecamatan Patrang.Bupati Djalal atas nama masyarakat Jember dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur jatim dan Pangdam V Brawijaya, Ia berharap rintisan yang dilakukan saat ini dapat meningkatkan kemakmuran rakyat.

Saat ini pemerintah Provinsi Jawa timur memprioritaskan 10 Kabupaten mendapat jatah rata-rata 1000 rumah. Untuk Jember sendiri di fokuskan pada Kecamatan Patrang. Menurut sumber Jemberpost.com untuk 1000 rumah tersebut akan dikucurkan dana 5 Milyar rupiah dan masing-masing rumah tidak ditentukan nilainya namun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah yang direnovasi.

Bupati juga mengucapkan terima kasih pada Kodim 0824 Jember sebagai pelaksana kegiatan bedah rumah, Ia berharap Masyarakat Bintoro Patrang dapat turut aktif dalam membantu TNI melaksanakan baktinya dalam waktu 2 bulan ini. “Ini sebagai wahana gotong royong” Ujarnya. Kepada masyarakat Bupati Djalal berpesan untuk selalu bersyukur kepada Allah.”Jika kita banyak bersyukur dengan banyak ibadah maka rezeki kita akan bertambah”Pungkasnya.
Seperti diketahui Pemkab Jember merupakan pioner dalam kegiatan bedah rumah di Indonesia, dalam waktu 3 tahun Pemkab Jember telah berhasil merenovasi rumah tak layak huni sebanyak 50 ribu rumah.(sal)


Selengkapnya..

Semangka Sumberjambe Hasilkan Rp 200 Juta


Jemberpost.com
Kendatipun ditanam di dataran tinggi, ternyata budidaya semangka cukup menjanjikan, bahkan mampu menghasilkan kualitas cukup memuaskan. Hal tersebut dibuktikanoleh Kelompok Tani (Poktan) Tani Setia. Hanya dengan memanfaatkan ladang kering seluas 6 hektar, kini Poktan tersebut bisa mendapatkan hasil produksi buah semangka sekitar Rp 200 juta dalam satu kali musim tanam.
Poktan yang menjadi binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan (Disperta) ini, setidaknya sudah menekuni budidaya buah semangka sekitar 10 tahun. Tak heran, buah dari ketekunan itu telah menghantarkan petani semangka pada tingkat kemakmuran yang cukup berarti.
Kepala Disperta Kabupaten Jember, Hari Widjajadi, mengatakan, ide budidaya buah semangka di lahan kering baru saja dimulai di Dusun Pace Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe, ternyata memiliki prospek pertanian yang menguntungkan bagi petani. Kendati selama ini Sumberjambe lebih dikenal dengan budidaya duriannya.
“Ide pengembangan semangka di lahan kering ini murni dari petani Sumberjambe,” katanya. Ia mengatakan, secara konvensional lahan kering (ladang) di Dusun Pace ditanami para petani dengan tanaman palawija, semisal ketela pohon dan jagung, ataupun tanaman keras seperti buah durian dan sengon.
“Tapi sekarang hortikultura ternyata bisa dikembangkan di tanah tegalan,” ungkapnya. Yang tentunya memiliki nilai ekonimis yang cukup tinggi bagi petani Sumberjambe, dibandingkan budidaya palawija yang sejauh ini banyak ditekuni oleh petani di daerah tersebut.
Pihaknya mengatakan, buah semangka di Jember umumnya dikembangkan di kawasan Jember Selatan. Sebaran budidayanya berada di Kecamatan Puger, Wuluhan, Ambulu, Jenggawah dan beberapa wilayah lainnya. “Pengembangan semangka di Sumberjambe satu-satunya baru dilakukan di Dusun Pace,” ujarnya.
Dengan begitu, fenomena tersebut telah membuktikan mulai terjadinya perubahan cara berpikir petani terhadap pemanfaatan tanah ladang. Masyarakat mulai melihat, bahwa tanaman semangka bisa juga dikembangka walau hanya mengandalkan pengairan dengan sistem sawah tadah hujan.
Dalam kesempatan itu, Hari juga meresmikan panen perdana semangka yang dikembangkan di ladang. Yang dihadiri oleh anggota Poktan Tani Setia dan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sumberjambe. Dalam kesempatan itu, digelar pula sekolah lapang bagi para petani yang membahas seluk-beluk budidaya buah semangka.
Sementara itu, menurut ketua Poktan Tani Setia, Amiruddin, budidaya buah semangka di lahan kering atau daerah tegalan baru dilakukan pada tahun ini. Sebelumnya, penanaman buah itu dibudidayakan di lahan basah atau areal persawahan. “Penanaman buah semangka di lahan kering baru kita mulai tahun ini, sebelumnya kita menanam semangka di lahan persawahan,” jelasnya.
Ia menerangkan, lantaran harga sewa lahan persawahan cukup mahal, akhirnya ide untuk menanam buah tersebut di lahan kering pun muncul. “Kami menilai penanaman semangka di lahan basah harga sewanya sangat mahal, sehingga perhitungan biaya produksi sangat besar dan prosentase keuntungannya sangat kecil,” imuhnya.
“Karena pemilik sawah melihat bahwa hasil produksi semangka ini cukup besar, mereka pun menaikkan sewa tanahnya. Hal itu mengurangi keuntungan petani semangka. Makanya, tahun ini kita mencoba menanamnya di tegalan. Ternyata selain sewa tanahnya murah, keuntungannya juga cukup menggembirakan,” tengaranya.
Amir membandingkan, biaya sewa sawah Rp 5-6 juta per hektarnya. Sedangkan sewa lahan kering setahunnya Rp 1-2 juta per hektarnya. “Banyak ekseperimen yang sudah kita kaji bersama, ternyata menanam semangka di ladang lebih banyak keunggulannya dibandingkan di lahan basah/sawah. Lebih-lebih di Desa Jambearum lebih banyak sebaran tanah tegalannya,” tambahnya.(sal)


Selengkapnya..

Bulan Bakti TNI Bedah Rumah







Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna