Selasa, September 30, 2008

Jember Sepi Takbiran, Ramai Di Mall

Jemberpost.com
Jember sebagai kota santri entah nuansa Islamnya yang mulai terkikis atau karena ada larangan berkonvoi sehingga Jember lengang dari takbiran. Yang pasti di Masjid-masjid pun hanya ramai sampai jam 19.30 WIB setelah itu tidak ada suara takbir. Yang ironis lagi konvoi kendaraan roda dua yang memadati Jember sampai dengan malam ini jam 23.00 WIB. Bahkan ada perkelahian antar Genk motor tersebut di seputaran kampus Unej, walaupun diselesaikan sendiri namun warga juga terganggu ulah genk motor itu.
Pantauan Jemberpost.com, Mall dan toko pakaian tampak diserbu masyarakat, seputaran Matahari juga berjubel orang hendak beli pakaian lebaran.(sal)


Selengkapnya..

Konsumsi Melonjak 25 %, Minyak Tanah Langka Di Jember

Jemberpost.com - Kelangkaan minyak tanah terjadi selama beberapa hari belakangan menjelang lebaran. Kelangkaan terjadi bukan karena terjadi penimbunan atau pengurangan pasokan, melainkan karena terjadinya lonjakan konsumsiDi beberapa lokasi di Jember, minyak tanah sulit ditemui di tingkat pengecer. Harga pun bervariasi pda kisaran Rp 3.500 - 3.800 per liter, dengan harga jual dasar di pangkalan Rp 3.020 per liter. Beberapa titik rawan adalah kecamatan Arjasa, Jelbuk, Ambulu, Wuluhan, dan Puger.

Wakil Ketua Himpunan Wiraswastawan Nasional Minyak Tanah dan Gas (Hiswanamigas) Jember Benny Satrija mengatakan, pasokan minyak tanah ke Jember 330 ribu liter per hari langsung habis diserbu pembeli. "Tingkat konsumsi meningkat 25 - 30 persen, tapi pasokan tetap," katanya, Selasa (30/9/2008).

Penggunaan minyak tanah ini tak selalu untuk kebutuhan dapur. Di beberapa tempat di Jember yang tak memperoleh aliran listrik, minyak tanah digunakan untuk menyalakan lampu. Sementara itu di Jember selatan, minyak tanah digunakan sebagai bahan bakar sumur pompa untuk mengaliri sawah.

Saat rawan terjadi pada hari pertama dan kedua lebaran. Saat itu tidak akan ada pasokan minyak tanah karena libur. Oleh sebab itu Benny meminta kepada konsumen untuk menghemat konsumsi minyak tanah.

Mengenai pembatasan pembelian? "Itu kebijakan masing-masing pangkalan yang tahu kondisi di lingkungan masing-masing," kata Benny. [wir/BJ]


Selengkapnya..

Bambang Hendarso Danuri Resmi Jadi Kapolri


Jemberpost.com, Jakarta - Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) akhirnya secara resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).BHD menggantikan Jenderal Pol. Sutanto yang memasuki pensiun pada akhir September ini.
Pelantikan yang dilakukan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana
Negara pada pukul 11.00 WIB itu juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Tampak juga hadir para pejabat tinggi negara, seperti Ketua DPR Agung Laksono dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Tak ketinggalan pula Jenderal Pol Sutanto juga turut hadir pada pelantikan tersebut.
Usai pelantikan, seperti biasa para undangan yang hadir memberikan ucapan selamat kepada Kapolri baru. Wajah bahagia tampak menghiasi BHD yang saat itu didampingi istrinya, Nani Hartiningsih, saat menerima ucapan selamat dari para undangan.[L2)


Selengkapnya..

Idul Fitri Ditetapkan 1 Oktober


Jemberpost.com,
Jakarta - Pemerintah memutuskan 1 Syawal 1429 Hijriyah jatuh pada 1 Oktober 2008. "Kami tetapkan 1 Syawal jatuh pada Rabu, 1 Oktober 2008," kata Menteri Agama Maftuh Basyuni usai sidang Hisab dan Rukyat di Departemen Agama, Jakarta,hari iniSementara ijtima (pertemuan akhir bulan dan awal bulan baru) terjadi pada Senin (29/9) pukul 15:13 WIB, dan pada saat itu posisi hilal berada di bawah ufuk.
Sebelumnya, sejumlah tim rukyat yang di sebarkan di sejumlah titik pemantauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur gagal melihat hilal, sehingga kemudian diputuskan puasa digenapkan selama 30 hari.[sal)


Selengkapnya..

Polres Kerahkan Patroli Sepeda Pancal

Jemberpost.com- Polres Jember khususnya unit Samapta mengerahkan puluhan anggotanya untuk berpatroli dengan sepeda sepeda onthel di sejumlah perumahan dan ruas jalan protokol. Kasat Samapta Polres Jember, AKP Rodiq Sugiantoro, usai sidak di sejumlah ruas jalan Kasat Samapta Polres Jember, AKP Rodiq Sugiantoro, usai sidak di sejumlah ruas jalan di pusat keramaian kota menjelaskan anggota bersepeda angin tersebut bakal memantau perumahan yang kebanyakan ditinggal penghuninya untuk mudik ke daerah asalnya.

"Patroli sudah kami jalankan beberapa hari ini, petugas langsung mengingatkan pemilik kendaraan sepeda motor yang kebetulan berada di luar pagar di daerah perumahan yang sepi penghuni, supaya tidak mengundang kejahatan," ujarnya.

Pemilik bisa langsung memasukkan kendaraannya. Selain itu juga memantau daerah yang selama ini dikenal rawan pencurian di perumahan.

Petugas juga bekerjasama dengan aparat setempat seperti RT/RW atau kepala lingkungan yang kebanyakan orang asil daerah sekitar perumahan tersebut.

"Anggota kami juga menghimbau kepada penghuni yang hendak mudik untuk melengkapi rumahnya dengan kunci ekstra dan melaporkan atau menitipkan rumahnya ke tetangga yang tidak mudik atau aparat terdekat," imbuhnya.

Menurut Rodiq, dengan menggunakan sepeda angin pihaknya bisa lebih leluasa melakukan patroli tanpa diketahui pencuri yang kebetulan beroperasi dan termasuk hemat biaya operasional. [sal/BJ)


Selengkapnya..

Naik Sepeda Motor Curian, Kaki Bahrullah Ditembak

Jemberpost.com - Kepolisian Sektor Sumbersari menangkap Bahrullah (25), warga lingkungan Langsepan kelurahan Kranjingan. Ia ditangkap setelah beberapa lama dicari karena mencuri sepeda motor di wilayah Langsepan dan jalan Letjen SutoyoDengan diantarkan mobil patroli kepolisian, Bahrullah datang ke RSUD dr. Soebandi dalam keadaan terpincang-pincang, Senin (29/9/2008) siang. Tangannya bertato. Namun wajahnya tak lagi sangar, karena meringis kesakitan. Sebuah pelor menerjang kaki kirinya.

Saat ditanya wartawan soal alasan mencuri, Bahrullah menjawab lirih. "Tidak buat apa-apa," katanya.

Kepala Polsek Sumbersari Ajun Komisaris Mahrobi Hasan mengatakan, pihaknya menyita barang bukti sepeda motor Jupiter Z dan Tossa. "Dia spesialis rumahan. Jadi modusnya, setelah merusak pintu rumah, masuk dan menjebol lubang kontak sepeda motor dengan kunci T," katanya.

Bahrullah bernasib apes. Ia nekat mengendarai sepeda motor hasil curiannya. Alhasil, polisi pun memergoki dan langsung menciduknya. "Kami masih mengejar dua orang. Satu orang lari ke Bali," kata Mahrobi.

Terkait situasi keamanan di wilayah kampus, Mahrobi mengatakan, tingkat pencurian sepeda motor berkurang. Beberapa pencurian memang masih terjadi. Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya, sudah sangat mereda. Daerah kampus yakni jalan Kalimantan, Jawa, Sumatra, Bengawan Solo, Karimata, Riau, Mastrip, Danau Toba adalah daerah yang rawan pencurian kendaraan bermotor. [wir/kun]


Selengkapnya..

Januar Satu Liang Lahat dengan Seniwati


Jemberpost.com-Manusia berasal dari tanah dan kembali menjadi tanah. Kalimat yang dilontarkan Romo Kristianto dari Ordo Karmel itu dalam pemakaman keluarga Januar Stefanus, di tempat pemakaman Kristen di Jalan Teratai, Senin (29/9/2008) siangJanuar dimakamkan satu liang lahat dengan istrinya Priska Gabriela Seniwati. Sementara jenasah dua anak mereka, Jonathan Jansen Sutanto dan Christopher Kevin Sutanto, dimakamkan di satu liang lahat lainnya. Mereka korban bunuh diri berantai di Jalan Ngagel Jaya Surabaya.

Empat jenasah tersebut diantarkan dari gedung persemayaman PRK Panca Budi oleh sekitar 50 orang anggota keluarga. Jarak gedung itu dengan tempat pemakaman sekitar 200 meter.

Tidak ada tangis berlebihan. Nisan berbentuk salib milik Januar dan Seniwati dibawa Benjamin Jupir dan nisan salib dua anak mereka dibawa Alfentinus Rama. Keduanya adalah pegawai Januar di perusahaan distributor Sari Roti.

Mieke Indrawati, ibunda Seniwati, duduk di kursi lipat. Kepalanya terus menunduk dalam-dalam, saat doa-doa dibacakan bersama. Air matanya bercucuran. Ia memakai pakaian gelap bergaris horisontal putih, sama dengan yang dikenakannya waktu menyambut kedatangan 4 jenasah anggota keluarga Januar Jumat (26/9/2008) dini hari.

Fendi Kurniawan, kakak ipar Seniwati mengatakan, pemakaman sengaja dilakukan di Jember agar lebih dekat. Januar sendiri memang berasal dari Bondowoso. Namun pegawai perusahaan kopi Kapal Api ini sudah yatim piatu. (bj)


Selengkapnya..

Permintaan SIM di Jember Melonjak

Jemberpost.com - Permohonan surat izin mengemudi (SIM) baru di Satuan Lalu Lintas Kepolisian Jember mengalami kenaikan 25 persen dibanding hari biasa, menjelang lebaran. Hal ini dikemukakan Kepala Urusan SIM Polres Jember Ajun Inspektur Satu Edi Setyo Hardiyanto.. "Peningkatan terjadi sejak H - 14. Kalau sekarang sudah berkurang, karena orang sudah mudik. Sekitar 60 persen pemohon SIM baru dan 40 persen adalah pemohon perpanjangan SIM," katanya.

Jika hari biasa, pemohon SIM per hari sekitar 150 - 200 orang. Menjelang lebaran, permohonan bisa meluncur dari 225 - 250 orang. Namun belum tentu semuanya lulus.

Menurut Edi, pemohon SIM baru ingin menggunakannya untuk mudik. "Kalau yang perpanjangan memang waktunya diperpanjang," katanya.

Pelayanan SIM ditutup pada 29 September - 4 Oktober. "Senin, 6 Oktober buka kembali," kata Edi. [BJ/Wir]


Selengkapnya..

Minggu, September 28, 2008

Bupati Sidak Pos Pengamanan Lebaran


Jemberpost.com,
Lebaran tinggal tiga hari lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan aparat Kepolisian Resort Jember, Kodim 0824 Jember dan instansi terkait melakukan koordinasi dan langkah strategis mengatasi arus mudik dan arus balik,dengan menerapkan beberapa pembatasan operasional bagi kendaraan yang bermuatan Non Sembako. Kendaraan semacam ini dilarang beroperasi mulai H-5 atau pukul 00.00 WIB hingga H+5 (7/10) pukul 24.00 WIB. “Ada pengecualian tentunya, untuk angkutan BBM/BBG, ternak, sembako, pupuk, susu murni dan barang antaran pos, ”ungkap Ibnu Isticha, Kapolres Jember saat bersama Bupati Jember MZA Djalal dan Dandim 0824 Jember, Letkol Inf. Dedy Agus P melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) Pos Pengamanan Lebaran tahun 2008 di 4 (empat) pos.
Bupati Djalal dalam melakukan sidak selalu bertanya kepada petugas pos pengamanan lebaran seputar kendala dan permasalahan yang dihadapi di lapangan, termasuk dengan petugas kesehatan yang harus standby 24 jam selama diberlakukannya pos pengamanan lebaran tahun ini. Pertanyaan seputar apa saja fasilitas yang ada di Pos ini dan apa ada kecelakaan lalu lintas selama ini kepada petugas yang kebetulan jaga malam itu.
Menurut Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jember, AKBP Ibnu Isticha truk atau kendaraan berat non sembako, kecuali yang mengangkut BBM tidak diperbolehkan beropersional, hal ini dimaksudkan demi kelancaran arus transportasi, mengingat pada H-5 diperkirakan mulai terjadi lonjakan penumpang yang akan mudik lebaran ke kampung halaman, "paparnya.
Dan apabila masih saja ditemui truk pengangkut non sembako dijalan, petugas akan langsung memberhentikan dan akan diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah arus lalu lintas dirasa sudah berkurang yaitu antara pukul 11 malam. “Khusus truk pengangkut tebu, karena sekarang musim giling, maka akan dicarikan jalur alternatif agar mereka tidak dirugikan, “tegasnya.
Menurut Kapolres Jember larangan truk yang bermuatan non sembako dan BBM selama masa puncak arus mudik untuk beroperasi, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, yang diterbitkan pada 24 Agustus 2008, larangan itu berlaku mulai 27 September pukul 00.00, “tandas Kapolres Jember, AKBP Ibnu Isticha
Kapolres Jember, AKBP Ibnu Isticha mengingatkan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, bus, hingga kereta api. Khusus yang akan melewati Kabupaten Jember untuk selalu berhati-hati terutama pengguna sepeda motor. “Utamakan keselamatan selama berada dalam perjalanan hingga sampai tempat tujuan, “himbaunya.
Jika hari biasa pengguna sepeda motor terutama yang melewati pintu masuk ke Kabupaten Jember di Garahan Kecamatan Silo tidak sampai ratusan, namun hingga H-5 sudah mencapai 400/jam dan diprediksi 1 atau 2 hari lagi akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. “Kami menghimbau pemudik dengan menggunakan sepeda motor kalau terasa capek untuk istirahat ditempat yang telah disediakan seperti di Pos Pengamanan Lebaran tahun 2008, bahkan juga sudah disiapkan tukang pijat segala, sebab arus lalu lintas cukup padat menjelang hari raya tahun ini, ” jelas Ibnu.
Mengenai personel yang diturunkan untuk mengamankan jalur lalu lintas selama lebaran, Kapolres Ibnu Isticha ini mengatakan, menurunkan timnya penuh. Hanya saja, dia mengakui personel yang ada masih jauh dari cukup. Tapi, pihaknya akan bekerja keras demi memberi kenyamanan masyarakat yang melakukan mudik lebaran. “Kami terus berpatroli secara rutin. Beberapa waktu lalu, kita juga sudah memberi rambu-rambu di beberapa titik yang rawan terhadap kecelakaan lalu lintas, ”jelasnya.
Untuk daerah Blank Spot (daerah rawan) berada di dekat pos pengamanan lebaran, dengan tujuan untuk mempermudah penanganan laka lantas seperti di KM 28-29 yang di dekatnya sudah berdiri pos pengamanan lebaran. “Dan laka lantas selama ini relatif cukup kecil dan dapat ditekan seminal mungkin, sehingga kami tidak berharap banyak terjadi kecelakaan yang sangat berarti selama masa lebaran tahun ini, “pungkasnya.
Sementara itu Dinas Perhubungan Kabupaten Jember terus memacu persiapan angkutan Lebaran tahun 2008 ini. Di antaranya kesiapan sarana angkutan jalan dan kereta api di kota Jember, termasuk armada untuk mengakomodasi penumpang mudik yang tahun ini diprediksi meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2007 yang lalu. (sal/tot)


Selengkapnya..

Sabtu, September 27, 2008

Kampus Sepi, Pusat Kota Macet

Jemberpost.com - Seputaran kampus yang biasanya amat padat kini mulai lengang karena sebagian besar mahasiswa sudah mudik, Sementara itu, arus lalu lintas di pusat kota Jember macetWilayah kampus adalah pusat lokasi sejumlah perguruan tinggi. Terbesar adalah Universitas Jember yang memiliki sekitar 25 ribu orang mahasiswa. Perguruan tinggi lainnya adalah Universitas Muhammadiyah, IKIP PGRI, Sekolah Tinggi Ekonomi Mandala, Politeknik Negeri Jember.

Hari-hari biasa, wilayah kampus, terutama di jalan Jawa, Kalimantan, dan Karimata tidak pernah sepi dari mahasiswa. Bahkan sepanjang bulan puasa, setiap sore kepadatan lalu lintas bertambah, karena banyak pedagang minuman dan jajanan dadakan di tepi jalan.

Para mahasiswa ini juga ngabuburit alias menanti berbuka puasa dengan memainkan musik live alias main band di tepi jalan. Ada beberapa titik musik live di tepi jalan yang menarik perhatian publik.

Namun saat ini kemacetan sudah tak tampak lagi. Frekuensi lalu lalang pengemudi sepeda motor menurun. Rombongan pemudik berangkat hari ini, karena kuliah sudah berakhir dan memasuki masa liburan panjang.

Suasana sebaliknya terjadi di segitiga emas, pusat kota Jember. Kemacetan mulai terjadi di jalan Ahmad Yani, Trunojoyo, Diponegoro, dan Sultan Agung. Kemacetan diakibatkan banyaknya warga yang memarkir kendaraan di tepi jalan untuk berbelanja. Mereka tak henti-hentinya menyeberang dari toko satu ke toko lainnya. Terberat kemacetan terjadi di daerah pertokoan NICO, bahkan petugas kepolisian sampai harus membuang kemdaraan kearah Gebang. [sal/BJ]


Selengkapnya..

Uji Kelayakan Bermotor Jelang Lebaran


Jemberpost.com,
Untuk mengantisipasi datangnya Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Jember mengadakan pengecekan kendaraan bermotor agar laik jalan sesuai dengan dasar hukum dan perintah melalui Surat Menteri Perhubungan RI Nomor : 289 Tahun 2008. Ada 3 tahapan dalam pengecekan kelayakan kendaraan bermotor untuk tahap pertama yaitu H-10 lebaran, bagi kendaraan Bus terutama pengecekan standart kelayakan dan 139 bus ada 37 bus yang tidak laik jalan, “demikian disampaikan Kepala Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Jember, J. Suhartono saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Menurut Hartono tahap kedua H-7 s/d H-5 pengecekan kelayakan jalan dilakukan di Terminal Tawang Alun, disini pengecekan dilakukan terhadap perlengkapan keselamatan agar semua kendaraan angkutan lebaran ini betul-betul layak jalan. “Bagi kendaraan yang dinilai tidak laik jalan diberi waktu 2 x 24 jam untuk diperbaiki, “tandasnya.
Termasuk bagi kendaraan yang buku kirnya (buku uji) sudah mati dan dicabut, juga diberi waktu 2 x 24 jam untuk diperbaharui, dan selanjutnya kendaraannya boleh beroperasi kembali untuk melayani penunpang tentunya dengan standart kelayakan baik.
Semua itu dilakukannya dengan harapan agar tidak terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh faktor teknis, selain itu Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Jember juga akan melakukan pemantauan di jalan raya untuk melihat kepadatan dan volume arus lalu lintas. “Di Jalan apabila didapati kendaraan yang kurang layak jalan, langsung kita berhentikan untuk dicek perlengkapannya, “Tegasnya.
Selama ini sudah ada 2 bus yang ditemukan tanpa surat-surat yang lengkap dan sudah ditindak dengan ditilang, untuk itu, Hartono mengimbau kepada pemilik kendaraan umum untuk melakukan pengecekan secara rutin, baik secara teknis maupun administrasi termasuk pengecekan kondisi kendaraannya. “Cek administrasi berupa surat-surat kendaraannya, dan secara teknis kelengkapan keselamatan, termasuk paku pemukul kaca pemadam, tabung pemadam kebakaran dan sabuk pengaman, “ujarnya.
Namun kata, Hartono, sebagai Instansi yang bergerak dibidang Pelayanan Transportasi termasuk kendaraan merupakan salah satu sarana transportasi. kelayakan itu umpanya jalannya bagus, kendaraannya tidak bagus tidak laik jalan.maka ada 3 faktor jalan bagus operaturnya juga siap kendaraannya bagus ini yang dinamakan layak jalan.kedepan kita harus menambak peralatan yang lebih baik karena tehnologi kendaraan bermotor makin lama making maju sehingga peralatannya tidak bagus untuk mengimbagi perkembangan.tehnologi pun kurang.kita sudah mempunyai suatu peralatan komputer hanya tinggal on line kita perlu suatu haiti dimana suatu ketika kita mengadakan operasi di jalan kita itu sudah tahu kondisi kendaraan secara visual atau nyata untuk deteksi sehingga angkutan ini bisa lancar aman tertib dan selamat. (sal*)


Selengkapnya..

Gus Ipul Ketemu Kades Se Kab.Jember

Jemberpost.com – Calon Wakil gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, hadir di hadapan ratusan kepada desa yang berkumpul di aula MAN 1 Jember, Sabtu (27/9/2008)tadi siang.
Acara Gus Ipul yang dimulai jam 13.30 ini dihadiriKetua PKB Jember pro Gus Dur, Miftahul Ulum, dan sekretarisnya Ayub Junaedi. Seperti diketahui Sebelum menjabat ketua PKB, Ulum dikenal sebagai ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember. Dimana Gus Ipul sebagai Ketua Pusatnya.
Kehadiran kubu PKB Gus Dur ini melegakan Gus Ipul. "Rasanya adem kalau ada dukungan PKB," katanya.

Lebih lanjut, Gus Ipul meminta agar didoakan. "Saya minta disuwuk supaya perolehan suara lebih meningkat," katanya, sembari mengingatkan duet Karsa kalah melawan duet Ka-Ji di Jember pada putaran pertama.

Gus Ipul berharap dukungan dari PDI Perjuangan dan Golkar bakal untuk Karsa. Dengan demikian, kekalahan pada putaran pertama tidak akan terjadi lagi. [sal/BJ]


Selengkapnya..

Pasar dan Terminal Kencong Akan Dibangun


Jemberpost.com,
Terkait dengan pembangunan pasar kencong yang dinilai sampai sekarang belum dibangun, menurut Djalal bahwa dirinya tidak pernah berjanji untuk membangun kembali pasar kencong yang terbakar 3 tahun lalu itu ditempat semula, namun Bupati Djalal memberikan 3 lokasi alternatifapabila pasar tersebut akan dibangun kembali. Tiga (3) lokasi tersebut berada didaerah Barat, Tengah dan Timur. Hal itu terungkap ketika Fraksi Golkar melalui juru bicaranya Karim memberikan tanggapan atas Raperda Perubahan APBD Jember Tahun 2008, Jum’at (26/9) malam digedung rakyat ini.
Masih menurut Djalal, rencana lokasi yang menjadi pilihan akan dibangunnya pasar kencong tersebut berada di depan pasar sementara saat ini, karena lokasi tersebut yang dinilai lebih representatif. Sebab selain bisa dibangun pasar, lokasi tersebut juga dapat didirikan terminal, sebab sampai saat ini Kencong belum memiliki terminal yang permanen. “Apabila pasar tersebut sudah kita bangun sesuai dengan rencana, maka Kencong akan menjadi kota baru yang tidak kalah dengan Kabupaten tetangga, “ujarnya.
Lebih jauh menyinggung soal pembahasan Raperda Perubahan APBD Jember tahun 2008, baik yang dibahas dalam rapat paripurna, komisi maupun gabungan yang begitu ketat dan dengan dilandasi semangat kebersamaan antara Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD, akhirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Jember, Jum’at (26/9) malam disahkan menjadi Peraturan Daerah melalui sidang paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Jember, Mohammad Asir, S.IP yang dihadiri oleh 35 anggota dari 43 orang anggota DPRD Jember secara keseluruhan.
Selain itu Bupati Jember MZA Djalal dalam sambutannya mengatakan dengan berbagai persoalan yang berkembang dimasyarakat, meski belum sepenuhnya dapat dilaksanakan, namun upaya yang telah dilakukan melalui berbagai program pembangunan akan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember secara keseluruhan. “Semua itu belum dapat maksimal dilakukan, karena terbentur biaya dan anggaran yang terbatas, “jelasnya dihadapan para anggota dewan yang terhormat.
Dengan banyaknya persoalan yang harus diselesaikan bersama, maka harus ada persepsi yang sama dalam memandang persoalan itu, sehingga dengan demikian semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan akan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat Jember pada khususnya. “Persamaan pesepsi tersebut akan melahirkan sesuatu yang sangat bermanfaat dalam menuju Jember yang lebih baik lagi, “harap Djalal.
Akhirnya Bupati Jember MZA Djalal berharap bahwa sinergi yang telah tercipta selama ini, termasuk dalam proses pembahasan Perubahan APBD tahun 2008 dapat diwujudkan dalam sebuah semangat dalam rangka pembahasan Rangcangan APBD 2009 yang sebentar lagi juga akan dibahas. “Semoga apa yang telah disepakati bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan DPRD memberikan manfaat yang besar untuk kesejahteraan rakyat Jember, “pungkasnya.
Sementara itu Sekretaris Dewan Bambang S. dalam laporannya mengatakan bahwa besaran Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah tahun 2008 setelah perubahan menjadi 1.350.391.382.564,19 dan jumlah pendapatan setelah diadakannya perubahan menjadi 1.248.312.499.651,40 serta jumlah belanja menjadi 1.324.773.443.884,13 sedangkan pembiayaan untuk penerimaan setelah perubahan 102.078.882912,79, untuk jumlah pengeluaran setelah perubahan 8.139.153.874,99, jumlah pembiayaan setelah perubahan 99.939.729.037,80, sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan 17.893.497.863,32.
Dalam kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Raperda Perubahan APBD menjadi Perda APBD antara Bupati Jember MZA Djalal selaku Eksekutif dan M. Asir SIP Wakil DPRD Jember selaku legeslatif. (sal/tot)


Selengkapnya..

Tiga Kecelakaan di Jalur Banyuwangi - Jember

Jemberpost.com - Empat hari menjelang lebaran arus lalu lintas di jalur Banyuwangi - Jember via Garahan semakin padat. Telah terjadi tiga kecelakaan sejak H - 7 di area tersebut.Pantauan wartawan, kendaraan terbanyak yang lewat adalah sepeda motor. Sebagian besar mereka melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember. Masih terdapat keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan lebih dari satu anak yang mudik dengan sepeda motor dengan membawa banyak barang bawaan.

Sementara itu, tiga kecelakaan yang terjadi tidak memakan korban jiwa. Korban hanya luka berat dan mengalami patah tulang. Kecelakaan tersebut adalah truk mengalami slip, sepeda motor bertabrakan dengan sepeda motor, dan sepeda motor bertabrakan dengan bus.

"Kecelakaan lebih banyak dipicu faktor kesalahan manusia. Mereka lebih mementingkan cepat sampai di rumah untuk berlebaran daripada keselamatan di jalan," kata Kepala Kepolisian Sektor Sempolan Inspektur Satu Zaenuri, Sabtu (27/9/2008).

Di Kecamatan Silo atau Kecamatan Sempolan terdapat tujuh titik rawan kecelakaan, yakni di depan kantor Desa Sempolan, pasar, SP3 Sempolan, Kilometer 23 depan Polsek Sempolan, SP Pasar Kemisan (Km 24), Km 25 - 26 (kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Garahan), dan perlintasan kereta api Desa Garahan.

Sementara itu, daerah yang dianggap rawan macet adalah Pasar Sempolan, simpang tiga Sempolan, Km 30 - 37 kawasan Gunung Gumitir. [sal/BJ]


Selengkapnya..

Jumat, September 26, 2008

Musik Tradisional Pencak Silat yang Kian Langka


Jemberpost.com,
Adanya arus globalisasi berimbas pada tergesernya beberapa kebudayaan lokal. Sebut saja musik tradisional pencak silat yang saat ini banyak ditinggalkan generasi muda karena lebih tergiur pada musik-musik impor yang katanya lebih ‘ngetrend’.Saat ini, jumlah pemain dan kelompok musik tradisional pencak silat di Jember bisa dihitung dengan jari. Dan rata-rata mereka berusia 40 tahun ke atas.
“Bila mencari atlit silat dan generasi penerusnya tidaklah sulit, apalagi sejak kepemimpinan bupati Djalal olahraga ini dijadikan sebagai icon Jember dan sudah diwajibkan sebagai ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, namun yang sulit adalah mencari generasi penerus pemain musik tradisional pencak silat”, kata Drs. Ec. Sunardi selaku Ketua IPSI Jember ketika dikonfirmasi mengenai minimnya minat kawula muda untuk menekuni jenis musik yang satu ini.
Perlu diketahui, musik tradisional pencak silat adalah musik pengiring dihelatnya atraksi silat. Namun, atraksi yang disuguhkan bukanlah dalam bentuk pertandingan. “Musik ini biasanya mengiringi atraksi silat yang diperagakan hanya sebagai hiburan saja, bukan untuk dipertandingkan”, lanjut ketua IPSI dua periode itu.
Sebenarnya, alat musik yang digunakan sederhana saja. Alat musik yang dipergunakan berupa beberapa gendang, gong, gamelan dan rebana.
Sebagai hiburan rakyat, atraksi silat yang diperagakan tidak akan terasa meriah bila jenis musik yang satu ini tidak diperdengarkan. ”Tanpa adanya musik pengiring, atraksi pencak silat terasa kurang semarak dan kurang membangkitkan semangat pemainnya”, ungkap Sunardi.
Meski sepi peminat dalam memainkan alat musik ini, tapi ternyata penikmat atraksi ini sangat banyak. Terbukti, setiap digelarnya perhelatan ini penontonnya sangat banyak. “Mungkin sekarang masyarakat hanya antusias untuk menontonnya saja, tanpa ada keinginan untuk mempelajari dan menjadi pemain musiknya”, lanjutnya.
Menurut Sunardi, untuk menemukan ‘bibit-bibit’ pemain musik tersebut, memang perlu diadakan perlombaan antar kelompok musik tradisional itu. Misalnya seperti lomba Zafin, hadroh atau qasidah yang sudah biasa diadakan oleh masyarakat kita.
“Perlu juga atraksi pencak silat dengan musik pengiring digelar ketika ada even-even besar di Jember, sehingga diharapkan dapat menyedot penonton perkotaan, sebab saat ini atraksi tersebut biasanya hanya digelar dikampung-kampung atau bahkan didaerah pedesaan saja”, cetusnya.
Selain itu, tambahnya, bila ada tamu-tamu asing atau kunjungan pejabat dari daerah lain, atraksi pencak silat bisa disuguhkan sebagai sajian selamat datang seperti halnya tari Labako yang menggambarkan kegiatan pemetik daun tembakau sebagai icon Jember.
Sementara itu, menurut salah seorang pemain musik ini, Jamal (60), ketika ditanya mengapa tertarik menjadi pemain musik pengiring pencak silat ini, ia mengaku bahwa olahraga silat telah mendarah daging pada dirinya. Sewaktu muda dulu ia adalah seorang pemain silat yang handal. Namun seiring bertambahnya usia, saat ini ia tentu tidak bisa lagi memperagakan jurus-jurusnya.
“Sekarang saya hanya sebagai pemain musiknya saja, sebab di usia saya sekarang ini saya masih ingin melestarikan kebudayaan asli masyarakat Indonesia ini dengan ikut serta mengumandangkan musik yang kata orang memiliki nilai magis didalamnya”, terang Jamal. (sal/dn)


Selengkapnya..

Buka Bersama Yatim Dengan Telkomsel Jember


Jemberpost.com,
Puasa Ramadhan sebagai sebuah kewajiban bagi umat Islam, tidaklah sebatas kegiatan tidak makan dan minum saja. Namun lebih dari itu banyak hikmah yang bisa dipetik dari perintah Allah kepada hambanya agar berpuasa tidak makan dan minum serta mengendalikan hawa nafsu itu.Salah satu di antara hikmah yang terkandung didalamnya, bahwa dengan puasa bagaimana mewujudkan kepedulian sosial terhadap kaum dhuafa dan yatim piatu. Selain itu juga, dengan puasa diharapkan tumbuh motivasi untuk melihat dan peduli terhadap nasib sesama dalam rangka pengentasan kemiskinan. Puasa juga mencerminkan suasana kebersamaan yang dijiwai dengan kasih sayang diantara sesama.
Puasa tidak saja merupakan perangkat aturan normatif yang indikatornya tidak makan dan minum saja, akan tetapi bagaimana momentum Ramadhan mampu memberikan kasih dan kepedulian sosial terhadap orang di sekitar kita yang menyandang masalah sosial seperti kaum duafa dan yatim piatu. “Dengan berpuasa setidaknya kita ikut merasakan apa yang mereka rasakan, ”tutur Drs H Edy B Susilo, M.Si, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Jember, dalam acara buka puasa bersama dengan anak yatim piatu yang diselenggarakan PT Telkomsel Cabang Jember dipelataran Masjid Jami’ Jember beberapa hari yang lalu.
Kegiatan buka puasa bersama dan pemberian bantuan kepada sekitar 500 anak yatim piatu ini, lanjut Edy, setidaknya akan membesarkan hati mereka, karena ternyata banyak juga yang peduli dan memiliki rasa kasih terhadap nasib sesama. “Oleh karenanya kalian tidak boleh sedih dan berkecil hati serta tetap optimis menghadapi kehidupan dan masa depan kalian, ”pinta Edy seraya memacu samangat anak-anak yatim piatu untuk terus berkarya.
Kepada mereka yang saat ini hidup sebagai yatim piatu, Edy meminta agar tidak berkecil hati dalam menjalani hidup dan kehidupan. “Saya tetap berharap kepada kalian semua untuk tidak berkecil hati dan tetap optimis menghadapi masa depan yang masih panjang. Belajarlah yang rajin agar kelak menjadi generasi yang berguna bagi nusa bangsa dan agama, kalian bersama dengan anak yang lain memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk menjadi pemimpin negeri ini, ”ujar Edy seraya membangkitkan semangat anak-anak yang hidupnya kurang beruntung itu.
Diingatkan pula, bahwa hal yang terpenting dalam menjalani hidup, bahwa untuk mewujudkan suatu keinginan atau cita-cita luhur haruslah dibarengi dengan tekad yang kuat dan didukung oleh bekal penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi serta iman dan taqwa.
Pengertian ibadah kata Edy, tentunya tidak hanya sebatas mengerjakan puasa, sholat wajib dan sunnah, tadarus Al-Qur’an dan zakat saja, akan tetapi aktivitas lain seperti penyelenggaraan buka puasa bersama dengan anak yatim piatu ini juga termasuk kegiatan ibadah. “Mudah mudahan apa yang dilakukan oleh PT Telkkomsel akan membuahkan berkah dan kebaikan setidaknya akan menjadikan Telkomsel lebih berkembang dan diterima masyarakat sesuai motto begitu dekat begitu nyata, ” tandasnya.
Diakhir sambutannya Edy berharap, semoga kasih sayang, kebersamaan kedamaian, ketentraman hidup yang diidamkan bersama, kedepan bisa terwujud. Demikian juga dengan mereka yang melaksanakan ibadah puasa, diharapkan akan lebih mampu berpikir dan bersikap arif menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat dan bangsa. “Marilah kita jadikan pertemuan ini tidak hanya sekedar untuk berbuka puasa bersama, akan tetapi bagaimana hakikat dan hikmah puasa Ramadhan semakin meningkatkan iman dan taqwa, terutama membangkitkan solidaritas kemanusiaan, ”imbuh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, yang kehadirannya pada acara tersebut mewakili Bupati Jember itu. (*sal)


Selengkapnya..

Kamis, September 25, 2008

Pendonor Aktif Terima Penghargaan


Jemberpost.com,
Untuk kesekian kalinya Unit Transfusi Darah PMI Cabang Jember memberikan penghargaan berupa piagam dan pin kepada para pendonor yang selama ini telah rela menyumbangkan darahnya demi kepentingan kemanusiaan. “Kamiucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para relawan yang selama ini telah melakukan hal yang paling mulia demi kepentingan orang yang membutuhkan, yaitu dengan rasa ikhlas menyumbangkan darahnya bagi kemanusiaan, ”kata Dr. Oemi Djauhari selaku Kepala Unit Transfusi Darah PMI Cabang Jember saat memberikan penghargaan kepada pendonor yang ke-10, 25 dan 50 kali, di kantor PMI.
Oemi mengungkapkan bahwa acara ini diselenggarakan sekaligus untuk mempererat tali silaturrahmi antara para relawan / pendonor dengan PMI sebagai unit pelayan masyarakat yang membantu dalam penyediaan darah. “Kami akan terus berhati-hati dalam bekerja, sebab PMI ini bisa menolong masyarakat namun bisa juga membunuh jiwa, sehingga kami akan berupaya melakukan yang terbaik demi menyelamatkan jiwa, “katanya melanjutkan.
Oleh karena itu, katanya, seorang pendonor sebelum mendonorkan darahnya harus yakin bahwa darah yang diberikan adalah darah yang sehat dan aman. “Meskipun anda merasa sehat, darah anda belum tentu aman/sehat”, tegasnya.
Sehingga sebelum melakukan donor darah, Oemi menyarankan agar orang tersebut mengisi kuesioner riwayat kesehatan secara umum untuk membantu pihak PMI dalam memutuskan bahwa darah orang tersebut aman untuk disumbangkan.
Acara yang sekaligus dikemas dalam moment buka puasa bersama itu dihadiri pula oleh Kepala Ketua PMI Cabang Jember, Dr. Olong Fajri M, Sutaryanto, Kepala Perawat RSUD Dr. Soebandi, Dr. Wardhani dan beberapa pendonor lainnya.
Senada dengan Dr. Oemi, dalam sambutannya Dr. Olong mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para pendonor yang telah memberikan sebagian anggota tubuhnya untuk menyelamatkan jiwa orang lain. “Atas nama kemanusiaan yang menjadi misi PMI kami ucapkan terima kasih kepada para pendonor, sebab dengan partisipasi anda sekalian PMI dapat menyediakan darah untuk menyelamatkan orang lain dan tanpa bantuan itu kami tidak akan dapat melakukan tugas kami, “kata Dr. Olong dihadapan para hadirin.
Ia berharap, agar apa yang telah dilakukan para pendonor dapat menjadi amal-ibadah yang nantinya akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang setimpal. “Sebab dengan mendonorkan darah kita, berarti kita telah bersedekah untuk orang lain terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan”, tandasnya.
Pendonor yang menerima penghargaan saat itu adalah Achmad Asjik (pendonor sebanyak 50 kali), Salim Umar BSA (pendonor sebanyak 25 kali) dan Irma Savitri (pendonor sebanyak 10 kali).
Ditanya alasan menjadi pendonor aktif, Salim Umar BSA yang juga Pimred Jemberpost.com mengungkapkan bahwa beramal dengan mendonorkan darah itu merupakan kewajiban setiap insan yang sehat, sebab kebutuhan akan darah itu setiap harinya banyak sekali. Sewmentara itu Irma mengatakan bahwa dirinya sadar akan kepentingan orang lain yang sangat membutuhkan darah. “Saya secara rutin melakukan donor darah, karena saya ingin membantu sekaligus beramal kepada orang lain yang memerlukan darah saya”, cetus seorang mahasiswi semester akhir pada sebuah perguruan tinggi negeri di Jember itu.
Ia mengatakan, bahwa keinginan menjadi pendonor aktif bermula dari aksi sosial ketika ia masih duduk dibangku SMA. “Saat itu, sebagai seorang anggota PMR di sekolah, kami mengadakan aksi sosial dengan menyelenggarakan donor darah di lingkungan sekolah, dan saat itu pula kali pertama saya mendonorkan darah saya hingga keterusan sampai sekarang”, cetusnya dengan bangga. (sal/dn)


Selengkapnya..

Pemkab Instruksikan Distribusi Paket Elpiji Dihentikan

Jemberpost.com - Pemerintah Kabupaten Jember akan menginstruksikan penghentian distribusi paket elpiji, sebagai bagian dari program konversi minyak tanah ke gas.
Rencananya, distribusi paket elpiji tersebut akan dilakukan di tiga kelurahan, yakni Mangli, Sempursari, dan Kebonagung Kecamatan Kaliwates, mulai Jumat (26/9/2008)
Di Kebonagung, distribusi paket elpiji diperuntukkan 1.565 rumah tangga dan 35 usaha mikro, di Sempusari untuk 1.711 rumah tangga dan 95 usaha mikro, dan di Mangli 2.275 rumah tangga dan 114 usaha mikro.

"Kami minta camat untuk menghentikan. Kalau dipaksakan sikap Pemkab bisa lebih tegas lagi," kata Asisten II Bidang Perekonomian Edi Budi Susilo.

Keputusan ini didasarkan hasil rapat antara Komisi B DPRD Jember, Pertamina, dan pengusaha minyak, di gedung parlemen, Rabu malam (24/9/2008). Dalam rapat itu, permintaan Komisi B adalah menunda distribusi.

Sejak awal, Pemkab Jember sudah meminta agar program konversi disampaikan kepada masyarakat luas secara transparan, sehingga masyarakat benar-benar memahami. Diakui oleh Edi bahwa sosialisasi belum optimal.

Terkait surveyor, Pertamina menggandeng pihak swasta. Pemkab seharusnya dilapori berapa yang disurvey.(sal/BJ)


Selengkapnya..

Bupati Djalal: Panutan Itu Punya Posisi Strategis Di Tengah Masyarakat


Jemberpost.com,
Masih dalam rangkaian kegiatan dibulan suci Ramadhan 1429 Hijriah, Bupati Jember MZA Djalal bersilaturahim dengan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan (ukhuwah) diantara sesama anak bangsa dan umat muslim.Kegiatan itu dilaksanakan Bupati Jember MZA Djalal, di Balai Serba Guna Kaliwates Jember dengan tokoh masyarakat se-Kabupaten Jember.
Buka puasa bersama di bulan yang penuh berkah, rahmat dan hidayah yang dilakukan Bupati Djalal itu, sebagai salah satu bentuk ungkapan keinginannya untuk berkumpul bersama dengan tokoh masyarakat yang cukup memiliki peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui pertemuan seperti itu, paling tidak bisa diharapkan ada sumbang saran dan masukan dari tokoh masyarakat yang sangat dibutuhkan pemerintah.
Bupati Djalal dalam kesempatan itu mengatakan bahwa sebagai bagian dari kultur masyarakat Jember, peranserta tokoh masyarakat, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang harus dihormati. “Mereka yang menjadi panutan itu, mempunyai posisi strategis di tengah-tengah kehidupan masyarakat, “jelasnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berupaya menempatkan posisi tokoh ini, sebagaimana pandangan masyarakat. Terlebih peran dari para tokoh ini sangat dibutuhklan dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah. “Tanpa dukungan tokoh masyarakat sulit bagi pemerintah menjalankan program dan mensejahterakan masyarakat,” ujar Bupati Jember MZA Djalal, dihadapan ratusan tokoh masyarakat se Kabupaten Jember.
Bupati Jember mengaku, sebagai pemimpin masyarakat sekaligus Pemerintah Daerah, dirinya merasa bangga dan senang sekali dengan acara itu, karena bisa bertemu dengan tokoh yang menjadi panutan masyarakat. “Saya senang sekali bisa ketemu panjenengan semua, maksud hati sebenarnya ingin ketemu tiap hari, tetapi apa daya terlalu banyak yang harus saya temui, sehingga mungkin baru sempat ketemu pada hari ini. Atau mungkin bisa ketemu dengan saya satu tahun sekali seperti sekarang ini. Tapi Insya Allah di lapangan kitapun juga pernah dan sering ketemu walaupun dalam suasana tidak seperti sekarang ini, ”tukasnya.
Mudah-mudahan kata, Djalal, dalam acara Silaturahim ini mendapatkan hidayah dari Allah SWT.dan dibulan Ramadhan ini yang merupakan bulan yang penuh barokah dan suci bulan miliknya Allah ini, kita betul-betul oleh SWT diberikan apa yang telah dijanjikan menjadikan manusia yang taqwa. “Mudah-mudahan persahabatan dan persaudaraan kita tetap kekal tidak hanya saat ini tidak hanya dunia tapi di sampai akhir kelak bareng bareng dengan barisannya kanjeng Nabi Muhammad SWA. saya minta saudara saudaraku yang ada di desa desa dan dikecamatan saya minta tetap menjaga kekompakan rukun dan damai, “pungkasnya.(sal*).


Selengkapnya..

RAMADHAN BANWAS TINGKATKAN KINERJANYA


Jemberpost.com,
Bulan Ramadhan yang didalamnya mewajibkan seluruh umat muslim untuk melaksanakan puasa, agaknya tidak terlalu mempengaruhi kinerja para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk tetap melaksanakan tugasnya dengan baik.Ini dibuktikan oleh Badan Pengawas (Banwas) Kabupaten Jember, sejak 1 September lalu melaksanakan tugas sebagaimana harusnya. “Kita tidak terlalu terpengaruh dengan puasa, soal kerja tetap kita laksanakan sesuai koridor, tugas pokok dan fungsi, dan sudah ada 14 SKPD yang rampung diperiksa sejak bulan September hingga 19 September 2008, ”ungkap Drs Muis Balya, Kepala Badan Pengawas Kabupaten Jember.
Dari 14 SKPD yang telah diperiksa, justru pada bulan ramadhan inilah mereka tidak terganggu dan timbul semangatnya, apalagi menjelang akhir tahun anggaran, hal ini disebabkan kalau dibandingkan tahun lalu banyak program yang dilaksanakan di awal tahun 2008, “tambah Drs.Abdul Muis Balya ketika ditemui di ruang kerjanya.
Masih menurut Muis, sesuai dengan harapan Bupati Jember, bahwa laporan kinerja keuangan bagi SKPD yang diperiksa oleh BPK agar minimal mendapatkan predikat Wajar dengan Syarat dan dilaksanakan sesuai dengan perundangan yang berlaku, termasuk predikat tertinggi Wajar tanpa Syarat. “Dan semoga pelaksanaan anggaran tahun 2008 ini, bila diperiksa BPK kita dapat mencapai predikat tertinggi itu dan secara bersama-sama melaksanakannya dengan baik, “harap Mu’is.
Lebih jauh dikatakan Badan Pengawas (Banwas) Kabupaten Jember dalam melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan tupoksinya, selain itu ada tugas tambahan yang diamanatkan oleh peraturan yang ada, serta yang terpenting membuahkan predikat baik yang terhadap laporan keuangan daerah yang dibuat Bappekab. “Bappekab dalam membuat laporan kepada BPK sebelum dilaporkan kepada BPK, maka Banwas akan melaksanakan Audit rewieu terlebih dahulu, “tandasnya.
Dalam melaksanakan setiap pengawasan, Banwas telah melakukan pengawasan reguler yang sesuai dengan program, sebab sebagai aparat pengawasan fungsional pemerintah, maka Banwas melaksanakan tugas-tugas yang sudah terprogram dan ditambah dengan tugas khusus mengenai penggaduan yang disinergiskan dengan unit kerja yang ada. “Semuanya harus tercover, selain itu tugas-tugas lain yang telah diberikan oleh Bupati Jember harus dilaksanakannya, “tandasnya.
Oleh karena itu bagi unit kerja yang telah diperiksa agar jangan berprasangka buruk (negative thingking), melainkan harus dilihat sisi positifnya saja. “Karena Banwas tidak akan mencari-cari kesalahan dalam melakukan pemeriksaaan, tetapi tetap pada peraturan dan koridor yang berlaku, “pungkasnya. (sal/bds)


Selengkapnya..

Truk Tergelincir Di Garahan

Jemberpost.com Kecelakaan kembali terjadi di jalur mrawan, Sebuah truk bernopol P 7346 WU mengalami kecelakaan di arah Jember - Banyuwangi, Desa Garahan Kecamatan Silo, Rabu (24/9/2008) dinihari.Kecelakaan terjadi bertepatan saat Kepala Kepolisian Wilayah Besuki Komisaris Besar Sad Harunantyo melakukan inspeksi di 14 pos pengamanan lalu lintas.

Diduga truk mengalami kecelakaan karena rem blong. Truk yang dikemudikan Bekti Slamet Karyono, warga Banyuwangi ini, melaju menuju Jember. Saat hendak berbelok ke kiri, ia tidak bisa mengendalikan laju truk dan menabrak rumah Mul, salah satu warga.

Truk tersebut memang diduga tidak layak jalan. Bekti mengaku, gigi persneling kendaraannya patah dan rem blong. Selain itu, menurut Kepala Urusan Register dan Identifikasi Lalu Lintas Polres Jember Inspektur Dua Prayogo Angga mengatakan, truk tersebut juga kelebihan muatan.

"Truk itu memiliki daya angkut 24 ton, tapi ternyata mengangkut 30 ton," katanya. Sopir dimintai keterangan polisi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. (sal/BJ]


Selengkapnya..

Rabu, September 24, 2008

Jelang Lebaran, PT. KAI Tambah Gerbong


Jemberpost.com,
Menjelang hari raya Idul Fitri 1429 H arus mudik merupakan suatu hal yang sudah barang tentu terjadi. Apalagi di saat melambungnya harga BBM, otomatis masyarakat akan cenderung memilih sarana transportasi yang ekonomis sesuai dengan daya jangkau mereka
Adalah sarana transportasi kereta api yang banyak dipilih para pemudik, tentu menjadi tujuan mereka. ”Dengan banyaknya masyarakat yang memilih transportasi ini, otomatis jumlah penumpang menjelang Lebaran mengalami kenaikan”, kata Hariyanto, Kepala Seksi Humas pada PT. KAI Daop IX Jember saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan bahwa PT. KAI tidak menaikkan tiket kereta dan tidak menambah jadwal pemberangkatan, namun jumlah kereta api yang ada akan dimaksimalkan dan juga menambah jumlah gerbong.
Untuk Mutiara Pagi dan Malam akan ditambah kapasitasnya. Dari 2 Kelas Eksekutif yang ada, akan ditambah menjadi 3 Kelas Eksekutif. Untuk Kelas Bisnis yang semula dioperasionalkan sebanyak 1 gerbong, kini ditambah menjadi 4 gerbong. Sedang untuk kereta makan tidak mengalami penambahan, jadi masih tetap 1 gerbong. ”Ini sudah kami operasionalkan sejak tanggal 21 September lalu hingga 10 Oktober nanti”, imbuh Hariyanto.
Dengan demikian, lanjutnya, dalam setiap pemberangkatan kereta api akan tersedia sebanyak 364 seat (tempat duduk) Kelas Eksekutif, 1.080 seat Kelas Bisnis, 2.300 seat Kelas Ekonomi dan kereta lokal sebanyak 2.412 seat.
”Dari jumlah itu, kapasitas penumpang masih bisa kami toleransi, yaitu terhadap penumpang tanpa tempat duduk”, kata Hariyanto. Untuk Kelas Bisnis kapasitas penumpang bisa ditoleransi hingga 24 %, sehingga sebanyak 1.350 penumpang bisa ditampung pada kelas tersebut. Pada Kelas Ekonomi akan diberi toleransi sebanyak 50 % dari jumlah seat, sehingga nanti akan dapat menampung sekitar 3.450 penumpang. Dan untuk kereta lokalnya (kereta jarak pendek) akan dapat menampung kurang lebih 3.618 penumpang.
”Sehingga, jumlah total untuk 1 hari pemberangkatan prediksi awalnya mencapai 8.782 penumpang sesuai dengan kapasitas tempat, tapi seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, dari jumlah yang telah diprediksi pasti akan terjadi lonjakan”, katanya menandaskan.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada para penumpang bila tidak terangkut pada pemberangkatan yang saat itu, maka hendaknya mereka mau naik kereta api pada pemberangkatan berikutnya yang searah. ”Bila tidak mau, hendaknya mau menunggu keesokan harinya, hal ini demi keselamatan semua pihak guna menghindari over capacity (lonjakan jumlah penumpang)”, kata Hariyanto menyarankan.
Menyangkut masalah keamanan di dalam kereta, ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah merekrut 37 orang tenaga pengamanan.
Sedang untuk keamanan di pintu perlintasan kereta api, ia mengungkapkan bahwa dari 129 pintu perlintasan yang ada di seluruh wilayah Kab. Jember, hanya sekitar 32 saja yang berpenjaga. Sisanya, sebanyak 97 perlintasan tidak terjaga.
Menurutnya, Pintu perlintasan yang tidak terjaga itu merupakan pemotongan jalan yang dibuat oleh warga, bukan dibuat oleh PT. KAI. ”Sehingga hal ini sangat rawan karena di tempat itu banyak pengguna jalan yang melintas saat kereta akan lewat”, cetusnya.
Oleh karena itu, PT. KAI menghimbau kepada semua pengguna jalan, jika ingin melalui jalur KA hendaknya mematuhi rambu-rambu peringatan. Saat ini, di setiap pintu perlintasan KA telah terpasang rambu-rambu tanda Stop, Berhenti Sebelum Melintas.
”Bila rambu-rambu tersebut dilanggar, maka pihak kepolisian yang ada saat itu boleh menindak / menilang orang tersebut”, ungkapnya.
Untuk pintu perlintasan di titik-titik rawan, yaitu di Bangsalsari, Rambipuji dan Ledokombo yang merupakan pintu perlintasan berpenjaga, PT. KAI akan menempatkan penjaga ekstra. Kata Hariyanto, karena pada tempat tersebut frekwensi lalu lintasnya sangat tinggi dan di Ledokombo sendiri jarak pandang untuk pengguna jalan tidak bebas. ”Sehingga di tempat itu banyak pengguna jalan yang nyelonong saat KA akan lewat”, pungkasnya. (sal/dn)


Selengkapnya..

Selasa, September 23, 2008

Polres Siap Amankan Lebaran


Jemberpost.com,
Jajaran Polres Jember, Selasa (23/9) tadi siang menggelar Apel Pengamanan Operasi Ketupat 2008 sebagai bentuk pelayanan lebaran. Apel tersebut diikuti seluruh Korps Kesatuan yang ada di tubuh Polres Jember, anggota TNI, petugas pemadam kebakaran, Satpol PP dan Bakesbang Linmas Jember, anggota Orari dan Pramuka serta unsur pengamanan swakarsa.
Dalam apel tersebut Kapolres Jember AKBP Ibnu Isticha bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan sambutan tertulis Kapolri Jenderal Pol. Drs. Sutanto. Dalam sambutan tersebut menurut Kapolri Gelar Pasukan ini adalah untuk menyamakan tindakan bagi aparat dalam rangka pelayanan dan pengamanan menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1429 H tahun ini.
Dijelaskan oleh Kapolri bahwa kegiatan pengamanan ini akan dilaksanakan secara terpadu di seluruh Indonesia dibawah Operasi Kendali Kepolisian Pusat yang diberi sandi Operasi Ketupat 2008, dan berlangsung selama 16 hari, yakni H -7 dan H + 7 serta pada hari H. "Tujuan agar kegiatan perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, "kata Ibnu Isticha saat membacakan sambutan Kapolri.
Ditegaskan oleh Kapolri, operasi ini pada hakekatnya menitik beratkan pada operasi kemanusian dengan mengedepankan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat, termasuk pengamanan kegiatan-kegiatan masyarakat, aset-aset negara dan obyek-obyek vital lainnya, tempat-tempat hiburan yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. "Pengamanan di tempat hiburan dan pusat perbelanjaan juga. Ini dilakukan tiap tahun sebagai upaya untuk meminimalisir kecelakaan, "ujarnya.
Kapolri mengharapkan kepada jajarannya, untuk melakukan tindakan secara bijaksana terhadap masyarakat. Namun, harus tetap menindak secara tegas jika terjadi pelanggaran, "Harapannya masyarakat benar-benar merasa aman dan tenteram dalam menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri 1429 H, "tegasnya.
Apel Pengamanan ditandai dengan pemeriksaan pasukan oleh Inspektur Upacara yang didampingi oleh Wakil Bupati Jember Kusen Andalas, Dandim 0824 Jember, Letkol Inf. Dedy Agus P., dan Ketua Pengadilan Negeri Jember, serta dilakukan penyematan pita putih biru dipundak anggota TNI AD, Anggota Satlantas dan Anggota Dinas Perhubungan Kabupaten Jember. “Apel tersebut diadakan guna meningkatkan kewaspadaan Kepolisian dalam situasi arus mudik dan arus balik lebaran 2008 nanti, “ujarnya.
Sementara itu AKP. Rodig S. melaporkan bahwa Polres Jember dengan segenap kekuatannya bersama dengan instansi terkait dan potensi masyarakat yang ada melaksanakan operasi kepolisian terpusat pada pengamanan perayaan hari raya idul fitri 1429 H, dengan sandi ketupat 2008 diwilayah Polres Jember. “Operasi ini dilaksanakan dari tanggal 23 September hingga 8 Oktober 2008, pukul 00.00 WIB dan dilaksanakan selama 16 hari, “jelasnya.
Masih menurut Kasat Samapta selaku Kasub. Satgas pengamanan AKP. Rodig S, operasi kali ini dengan mengedepankan kegiatan pencegahan yang didukung oleh inteligen dan penegakan hukum guna menjamin keamanan seluruh masyarakat di Kabupaten Jember dalam rangka merayakan idul fitri 1429 H meliputi kegiatan ibadah, mobilitas angkutan manusia dan barang serta kegiatan lainnya dipusat keramaian masyarakat. “Dengan adanya operasi kali agar menjamin keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat dalam merayakan hari raya idul fitri, baik di terminal, bandara, pusat perbelanjaan, pertokoan, keramaian masyarakat dan tempat rekreasi, “ungkapnya.
Sedangkan sasaran operasi ditujukan kepada masyarakat yang melaksanakan mudik dan balik serta yang akan melaksanakan ibadah sholat idul fitri 1429 H, para pengendara roda dua dan empat, penumpang, jalur dan preman. “Cara bertindak dalam operasi ini berupa penyelidikan dan penggalangan terhadap faktor yang dapat mempengaruhi gangguan kamtibmas menjelang, saat dan setelah hari raya idul fitri, “tegasnya.
Selain itu melakukan pengamanan terbuka dan tertutup guna menjamin rasa aman masyarakat ditempat ibadah, pemukiman, tempat perbelanjaan dan tempat rekreasi. “Dalam operasi ini sebanyak 1.225 personil terdiri dari 928 personil Polri, 120 personil TNI, 177 personil instansi terkait yang akan ikut memperkuat kegiatan ini, “ujarnya. (sal/tot)


Selengkapnya..

Bupati Djalal:Pemutakhiran Data Ter-komputerisasi


Jemberpost.com,
Persoalan pemutakhiran data potensi PAD secara periodik dalam database memang sangat diperlukan terutama untuk mengidentifikasi masing-masing potensi pendapatan dari tahun ke tahun untuk dijadikan dasar proyeksi potensi PAD di tahun berikutnya. ”Oleh karena itu, perlu kami sampaikan bahwa saat ini pemutakhiran data potensi sumber pendapatan secara periodik telah dilaksanakan secara integral dan ter-komputerisasi dalam rangka mewujudkan data yang benar, valid dan akurat”, jelas Bupati Djalal saat menanggapi pemandangan umum Fraksi Demokrat Amanat Bangsa pada sidang paripurna DPRD, di gedung DPRD Kab. Jember.
Menurut Bupati, kebutuhan sarana-prasarana lapangan terbang Notohadinegoro telah dialokasikan juga pada APBD tahun-tahun mendatang. ”Sebagai langkah pengenalan kepada operasional lapangan terbang pada masyarakat, kami menyadari akan pentingnya kegiatan promosi, terutama di wilayah eks-karesidenan Besuki“, terangnya.
Dan saat ini, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan biro perjalanan guna keberlangsungan operasional penerbangan. Ke depan, Pemkab Jember akan merintis dan menjajaki kerjasama dengan maskapai penerbangan lain.
Untuk masalah pembinaan PKL, sejak bulan Agustus lalu tim Pembina PKL telah melakukan penataan sedemikian rupa di kawasan Pasar Tanjung dan sekitarnya, untuk memenuhi amanat Peraturan Daerah.
”Namun demikian, diakui bahwa program ini tidak sepenuhnya dapat dilaksanakan tepat waktu, karena kendala proses formal mekanisme pencairan bantuan“, cetus Bupati.
Berkaitan dengan upaya Pemkab untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat, saat ini telah dilaksanakan stock opname terhadap bahan-bahan kebutuhan pokok. Berdasarkan data, stok kebutuhan seperti beras dan minyak goreng tersedia sampai 5-6 bulan ke depan, termasuk minyak goreng bersubsidi. ”Demikian pula persediaan gula, yang telah direspon oleh pabrikan untuk melakukan operasi pasar“, imbuh Djalal.
Secara umum, berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok kebutuhan masyarakat, Pemkab Jember telah mengintensifkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti produsen, distributor, dan instansi terkait, baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi.
Pada acara Rapat Paripurna DPRD itu, wakil ketua DPRD dari fraksi PDIP, Moch. Asir, S.IP dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada fraksi-fraksi DPRD yang nampaknya sudah mempunyai kesepahaman yang tinggi dalam memberikan masukan yang konstruktif dalam rangka membahas secara cermat terhadap Rancangan APDB Tahun Anggaran 2008.
”Namun demikian, sebagaimana sidang Paripurna pembahasan perubahan APBD tahun-tahun sebelumnya, pembahasan rancangan perubahan APBD tahun 2008 ini juga memiliki makna yang strategis”, kata Asir di depan anggota DPRD.
Tujuannya, ia melanjutkan, untuk mengkaji agar perubahan anggaran yang akan kita bahas ini benar-benar bisa mencerminkan keberpihakan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga banyak hal yang disampaikan oleh fraksi-fraksi pada pandangan umumnya beberapa waktu lalu, masih banyak masalah sosial yang harus segera ditanggulangi secara simultan dengan konsep yang tepat.
”Misalnya peningkatan kualitas dan pemerataan dibidang pendidikan, peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, masalah bandara, masalah penataan PKL dan sebagai”, kata Asir menegaskan.
Walaupun demikian, lanjutnya, pihaknya jugas sangat menyadari bahwa sisa waktu yang ada dalam tahun anggaran berjalan ini cukup pendek.
”Akan tetapi karena DPRD sebagai lembaga penyalur aspirasi, maka dalam menyikapi permasalahan sosial kemasyarakat harus selalu berupaya menampung dan memperjuangkan kepentingan tersebut dan melalui mekanisme yang ada”, katanya menandaskan. (sal/dn


Selengkapnya..

Pemkab Antisipasi Kelangkaan Pupuk


Jemberpost.com,
Fenomena kelangkaan pupuk khususnya di Kabupaten Jember merupakan suatu hal yang perlu dicari solusinya. Sebab, sebagian besar mata pencaharian penduduk Jember adalah di bidang agraris. Hal itulah yang mendasari langkah antisipasi Pemkab Jember untuk membuat suatu kebijakan khususnya bagi para petani.
”Upaya yang ditempuh Pemkab untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk pada tingkat petani adalah dengan melaksanakan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), intensifikasi pengawasan, menginstrusikan kepada distributor untuk segera melaksanakan penataan ulang kios-kios resminya dan memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran pupuk bersubsidi”, kata Bupati Jember, MZA. Djalal ketika membacakan laporan Jawaban Bupati menanggapi pandangan umum fraksi PDI Perjuangan pada sidang DPRD di gedung DPRD Jember.
Secara terperinci kemudian Bupati Djalal menjelaskan bahwa tujuan dari rencana RDKK adalah untuk mengetahui kebutuhan riil pupuk, mempermudah pendistribusian kepada petani dan kelompok tani, penyaluran pupuk bersubsidi dilaksanakan secara konsisten dengan berdasarkan 6 tepat, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu dan mutu.
Untuk program intensifikasi pengawasan dilakukan melalui pengawasan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi dari distributor ke kios-kios, pengawasan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi dari kios ke petani / kelompok tani dan pengawasan terhadap pihak lain yang melakukan penjualan pupuk, baik pupuk yang akan dikirim ke luar kota maupun yang datang dari wilayah lain.
Menanggapi pandangan umum Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (P3), Bupati memberi perhatian terhadap peningkatan kinerja pelayanan publik dan optimalisasi pengelolaan anggaran dalam APBD, serta perlunya jaminan kualitas pelaksanaan kegiatan / proyek di Kabupaten Jember.
”Hal itu akan kami tindaklanjuti melalui instansi terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing”, tegas Bupati.
Berkaitan dengan apresiasi dari Fraksi P3 terhadap peningkatan kualitas dan jangkauan layanan rawat inap di puskesmas-puskesmas yang ada di Kab. Jember, Bupati Djalal menandaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerjasama semua pihak yang ditunjang dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Jember akan arti penting kesehatan.
”Kami akan terus berupaya untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan merata”, katanya menambahkan.
Pada sidang paripurna itu, Bupati Djalal menyampaikan ucapan terima kasihnya atas apresiasi Fraksi PKB mengenai event BBJ, pemanfaatan lapangan terbang Notohadinegoro, pemberian THR bagi pegawai dan optimalisasi potensi PAD.
”Perlu kami sampaikan bahwa perubahan APBD tahun 2008 telah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin”, katanya menanggapi pandangan umum Fraksi PKB.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dalam perubahan APBD tahun 2008, telah dialokasikan bagi masyarakat miskin non-database JAMKESMAS sebesar Rp 4,3 Milyar untuk bulan September sampai dengan akhir tahun 2008 yang tersebar di 3 rumah sakit umum daerah.
Mengenai pembangunan Pasar Kencong, dalam menanggapi pandangan umum Fraksi Golongan Karya, Bupati Djalal menjelaskan bahwa dengan memperhatikan perkembangan wilayah Kec. Kencong, maka lokasi Pasar Kencong yang lama berdasarkan tata ruang dipandang sudah tidak memenuhi syarat untuk dikembangkan menjadi Pasar Modern.
”Oleh karena itu, saat ini telah dicarikan alternatif tempat, yaitu lahan milik PG Semboro yang lebih strategis dan representatif serta terpadu dengan rencana pembangunan lainnya, seperti sub terminal dan pasar hewan, sedang lokasi pasar yang lama akan diperuntukkan sebagai taman kota”, katanya menegaskan.
Adapun tentang pungutan untuk siswa baru pada jenjang SD/SMP Negeri, pada prinsipnya tidak dikenakan biaya pendaftaran, karena sudah dipenuhi melalui BOS. Bila ada pungutan lain, maka akan disesuaikan dengan rencana dan program sekolah masing-masing yang dibahas dalam forum musyawarah antara sekolah dan komite sekolah.
”Dan untuk program konversi minyak tanah yang merupakan kebijakan Pemerintah Pusat, masyarakat akan memperoleh pembagian paket LPG 3 Kg beserta isi, kompor, regulator dan selang secara gratis”, jelas Bupati. (sal/dn)


Selengkapnya..

POL PP Ikut Operasi Ketupat


Jemberpost.com,
Mengantisipasi terjadinya kerawanan keamanan pada bulan Ramadhan 1429 H dan Lebaran tahun ini, Satuan Polisi (Satpol) PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ikut dalam operasi Ketupat bersama Polres Jember, TNI, Bakesbang dan instansi terkait diwilayah ini yang dilaksanakan selama 15 hari mulai H – 7 hingga H + 7. Semua anggota Satpol PP di rolling, setiap harinya sebanyak 2 orang yang ikut dalam operasi ketupat tersebut. “Mengingat masalah kerawanan bukan masalah Satpol PP saja, namun semua pihak. Untuk itu keterpaduan semua pihak sangat diharapkan, sehingga kondisi riil keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jember bisa kita terdeteksi sedini mungkin, ”ujar Drs Soenyoto, Kepala Kantor Sat Pol PP diruang kerjanya kemarin siang.
Upaya antisipasi akan terjadinya kerawanan social ini, kata Soenyoto, diharapkan tidak hanya dilakukan jajaran aparat keamanan saja, akan tetapi masyarakat juga ikut berperan aktif menjaga situasi dan kondisi lingkungannya dengan baik. “Mari kita jaga lebaran ini dengan silaturahim, Insya Allah dengan adanya keterbukaan informasi, saya yakin masyarakat nanti akan semakin mengerti dan paham soal ketertiban dimasyarakat, ”katanya
Semakin membaiknya kesadaran masyarakat akan arti petingnya Kamtibmas ini, yang pada gilirannya akan banyak mempengaruhi kondisi keamanan secara menyeluruh. “Artinya, masyarakat tidak harus diperintah untuk menjaga ketertiban lingkungannya, tetapi dengan kesadaran sendiri menjaga agar terciptanya situasi yang kondusif, “ujarnya.
Sekiranya ada hal-hal yang mengganggu ketertiban dan keamanan di lingkungannya, orang yang ada disekitarnya tidak perlu menunggu kedatangan aparat, mereka harus bisa menyelesaikan masalahnya itu sendiri. “Semua anggota pada prinsipnya sudah siap untuk bergabung dalam pengamanan lebaran mendatang Mereka ini akan dikoordinir oleh pimpinan unit masing-masing disatuannya, ”tandas Soenyoto.
Masih menurut, Soenyoto, dengan adanya pengamanan ini, semoga akan tercipta adanya saling pengertian antara masyarakat dengan aparat, sehingga Idul Fitri tahun 2008 ini jangan sampai nuansa idul fitri dicemari dengan perbuatan yang tidak baik dan mengganggu orang lain dalam melaksanakan dan merayakan idul fitri. “Saya yakin masyarakat Jember yang agamis dan religius ini dapat memberikan nuangsa baru didalam merayakan hari kemangannya, “tandasnya
Dengan momentum lebaran tahun ini, kami selaku pimpinan menghimbau kepada masyarakat Jember, mari kita jaga Jember ini jangan sampai masyarakat justru berbuat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan misalnya dengan membakar petasan (mercon) yang akan merugikan pada pada diri sendiri maupun pada orang lain.
Operasi ketupat yang dilaksanakan ini bukan pengamanan secara sentral hari raya saja melainkan didalamnya juga operasi lainnya semisal masalah Miras, PSK dan sebagainya. “Jadi mereka yang akan kita jaring adalah penjual dan pengguna miras serta pelaku maupun Mucikari sendiri, “ungkapnya.
Semoga didalam bulan ramadhan yang penuh barokah ini semuanya diberikan kesadaran oleh Allah SWT untuk merubah pekerjaan yang kurang baik sekarang ini menjadi baik. Dan kepada para PSK maupun mucikari jadilah masyarakat yang benar-benar memahami aklag dan budi pekerti yang luhur dan bagi pengepul miras, berhentilah untuk terus berdagang miras. “Jaga dan ciptakan Jember ini lebih baik menuju masyarakat yang baldatun toyibatun warobun ghofur, “pungkasnya. (sal*)


Selengkapnya..

Senin, September 22, 2008

PENETAPAN UMK JEMBER 2009 FINAL


Jemberpoost.com
Tim Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Jember sudah melaksanakan rapat koordinasi terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember Tahun 2009 mendatang. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan DPK diempat lokasi yaitu pasar Tanggul, Rambipuji, Kalisat dan Kepatihan didapat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar 800 ribu rupiah“Dari angka tersebut kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunakan berbagai komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) juga termasuk melihat angka inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jember ketemu 800 ribu rupiah, “ungkap Asisten Ekonomi Pembangunan Jember, Drs. Edi B. Susilo, beberapa hari lalu di gedung DPRD Jember.
Lebih lanjut masih menurut Edi, bahwa kemudian angka tersebut dimasukkan dalam perhitungan penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK), dimana dari hasil Kebutuhan Hidup Layak (KHL) itu dengan pentahapan 96,25 % ditemukan angka sebesar 770 ribu rupiah dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2008 sebesar 645 ribu rupiah, dan ini masih sebatas usulan kepada Gubernur Jawa Timur untuk menentukan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember tahun 2009 mendatang. “Besaran 770 ribu rupiah ini akan direkomendasikan oleh Tim Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) kepada Bupati Jember dan selanjutnya akan diusulkan kepada Gubernur Jawa Timur yang akan keluar besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember tahun 2009, “tandas Edi.
Diperkirakan kalau usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember ini disetujui oleh Gubernur, maka akan ada kenaikan sekitar 19 % yang disebabkan oleh angka inflasi Jember yang cukup tinggi untuk bulan ini sampai dengan Desember mendatang sekitar 13 %. “Realisasinya tentunya setelah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Timur sesuai dengan agenda pada Bulan Desember 2008 mendatang, “ujarnya.
Sejak awal proses penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember sudah dilakukan oleh Tim Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Jember, dan setelah mendapatkan rekomendasi dari Bupati Jember segera akan dikirim kepada Gubernur Jawa Timur yang selanjutnya akan mengalami proses untuk perhitungan dimasing-masing Kabupaten/Kota. “Diperkirakan bulan Oktober dan Nopember sudah rampung dan mulai Desember sesuai jadwal sudah akan turun Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember yang baru, “kilahnya.
Jadi Pemerintah Kabupaten Jember sudah merekomendasikan hasil Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2008 kemarin sebesar 645 ribu rupiah itu dan sudah terlaksana sekitar 50% dan sisanya masih dalam tahap menuju kesana, oleh karena itu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang sangat erat kaitannya dengan soal Upah Minimum Kabupaten (UMK) ini diminta untuk terus mensosialisasikan, mengajak dan menghimbau kepada perusahaan untuk menyesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah ditetapkan. “Dan kedepan dengan angka Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar 770 ribu rupiah ini kalau disetujui oleh Gubernur, maka segera para pengusaha menyesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang baru, “harapnya.
Memang ada sedikit kesulitan, mungkin bagi kalangan perindustrian hal itu tidak terlalu bermasalah, tetapi di Jember ini khan kebanyakan buruh kebun yang ini juga sangat berat, tetapi yang penting prinsipnya adalah karena ini merupakan sebuah kesepakatan dari setiap unsur di Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) yaitu ada unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan Pemerintah Kabupaten Jember. “Makanya semua keputusan yang diambil sudah melalui proses dan berdasarkan perhitungan nyata, sekaligus hasil daripada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) hasil survey di lapangan. “katanya.
Menurut Edi, secara tehnis bagi pengusaha Jember yang tidak melaksanakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) ini akan ada sangsi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jember, mulai dari surat peringatan, teguran dan yang lainnya agar mereka mematuhi peraturan yang sudah berlaku.
Salah satu buruh yang seharinya bekerja pada perusahaan garment di kota Mangli Jember, Jarwo mengharapkan para pengusaha memberikan upah kepada buruhnya sesuai dengan peraturan yang berlaku dari Kabupaten Jember, sebab dimasa sulit seperti ini penghasilan yang memadai sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Sekarang semua harga naik, kalau upah buruh tidak juga dinaikkan kasihan dengan rakyat kecil seperti saya ini mas, “keluhnya. (sal/tot)


Selengkapnya..

Budidaya Ikan, Peluang Investasi Prospektif


Jemberpost.com,
Pembudiyaan ikan merupakan salah satu peluang investasi usaha yang mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Apalagi hal itu didukung oleh potensi alam yang dimiliki oleh Kabupaten Jember yang sangat memungkinkan untuk menjadikan komoditas perikanan sebagai produk unggulan.
”Peluang investasi produk unggulan perikanan di Kab. Jember sangat prospektif, hal itu karena didukung oleh ekologi sumber daya alamnya dan bila ditinjau dari analisa usaha ke semua produk unggulan, ini sangat layak (fisible) untuk diusahakan ke arah usaha komersial”, kata Ir. Mahfud Afandi selaku Kabid Produksi Perikanan pada Dinas Peternakan dan Perikanan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Selain itu, tambahnya, hal lain yang mendukung adalah pangsa pasar yang cukup baik. Selama ini, Disnakkan juga membantu dibidang pemasaran hasil-hasil perikanan.
Hal yang paling penting dari pengembangan produk ini adalah langsung menyentuh pada kehidupan masyarakat desa, khususnya petani ikan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidupnya, menciptakan kesempatan kerja serta dapat memenuhi kebutuhan gizi / protein hewani masyarakat, terutama yang ada di Kab. Jember.
Menurut Mahfud, konsep pengembangan produk unggulan perikanan dilakukan dengan pendekatan analisa ekonomi yang dapat digunakan untuk mengetahui status atau tingkat usaha perikanan. Produksi perikanan budidaya (akuakultur) pemanenannya (harvesting) dilakukan setelah kegiatan pemeliharaan ikan yang mencakup persiapan wadah pemeliharaan, penebaran benih, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, serta penanganan hama dan penyakit.
Untuk menggairahkan produk perikanan air tawar, saat ini Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) sedang menggalakkan budidaya ikan Gurami dan Lele. Jenis ikan ini dipilih karena cukup digemari masyarakat sebab rasanya yang gurih dan lezat, mudah dicerna dan bergizi tinggi.
”Disamping itu, keuntungan dari budidaya ikan Lele dan Gurami ini adalah merupakan usaha sektor perikanan yang dapat berkembang dengan pesat karena tuntutan permintaan pasar yang cenderung tinggi dan resiko pemeliharaannya-pun relatif kecil”, kata Mahfud menandaskan.
Untuk itu, program pengembangan yang diterapkan saat ini adalah Intensifikasi dan Ekstensifikasi dalam rangka mencukupi kebutuhan ikan. Kegiatan pokok program ini adalah melakukan pembinaan dan pengembangan perikanan serta meningkatkan dan mengembangkan produktivitas BBI (Balai Benih Ikan).
Mahfud menjelaskan bahwa upaya yang telah dilakukan berkaitan dengan program tersebut adalah dengan memberikan bantuan benih ikan sebanyak kurang lebih 90.000 ekor kepada petani ikan.
”Kami juga melakukan rehab dan pemeliharaan konstruksi kolam di BBI Rambipuji, Kalisat dan Gumukmas”, ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan program pengembangan sistem penyuluhan perikanan yang dilakukan oleh Petugas Penyuluh Perikanan di lapang dan juga oleh Mantri Perikanan. Materi yang disampaikan kepada petani ikan misalnya saja mengenai fungsi peningkatan perikanan dengan mengadakan studi banding.
Dengan adanya program-program yang digalakkan oleh Disnakkan, Mahfud mengatakan bahwa kualitas ikan yang dihasilkan cenderung menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Untuk masalah yang dihadapi, menurut Mahfud, saat ini belum ada kendala yang dianggap signifikan. Hanya saja yang sedikit menjadi penghalang peningkatan produksi ikan air tawar bagi para petani ikan adalah dari sisi harga pakan ikan.
”Hal ini karena sebagian besar biaya produksi petani ikan, yaitu sekitar 60 % dipergunakan sebagai biaya pakan ikan, sedang harga pakan setiap tahunnya cenderung naik, sehingga tingkat keuntungan petani ikan menurun”, paparnya.
Namun, untuk mengatasi kendala tersebut para petani ikan Lele rupanya sudah cukup jeli untuk mencari pemecahan masalah. ”Bagi yang lokasi budidaya ikannya diwilayah Puger dan sekitarnya, mereka menggunakan ikan Lemuru sebagai bahan substitusi pakan, tapi bagi yang letaknya jauh dari Puger akan mengalami kesulitan, sehingga mereka akan mengganti jenis ikan yang dibudidayakannya”, cetus Mahfud. (sal/dn)


Selengkapnya..

Sanksi Tegas Jika Kades Palsukan Warga Miskin

Jemberpost.com
Pemerintah Kabupaten Jember menganggarkan Rp 4,2 miliar dalam Perubahan APBD 2008 untuk kepentingan pelayanan kesehatan warga miskin. Kepala desa yang memalsukan identitas warga miskin akan diberi sanksi.Asisten Bidang Ekonomi Kabupaten Jember Edi Budi Susilo menjelaskan, dana sebesar itu didistribusikan untuk pasien miskin di tiga rumah sakit. RSU Balung mendapat Rp 600 juta, RSU Kalisat Rp 300 juta, dan RSUD dr. Soebandi mendapat Rp 3,3 miliar.

Adanya anggaran untuk pelayanan kesehatan warga miskin ini disebabkan, masih adanya warga yang belum terakomodasi dalam jaminan kesehatan dari pusat. Beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Jember menyetorkan 682.299 nama warga miskin dari kuota 695.596 orang yang diajukan.

"Rp 4,2 miliar ini sebagai dana pendamping pusat, dan cadangan September - Desember 2008," kata Edi. Namun, Pemkab Jember akan membuat verifikasi yang ketat sebelum memberikan bantuan.

Tim Pemkab telah membuat format baru penerbitan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Surat itu kini diberi nama surat keterangan miskin (SKM). Penerbitan SKM ini tetap wewenang kepala desa dengan disaksikan ketua rukun tetangga dan rukun warga.

Ada delapan kriteria yang harus diperhatikan untuk menentukan seseorang miskin dan berhak menerima bantuan. Beberapa kriteria itu antara lain: luas lantai rumah tinggal itu tidak lebih 40 centimeter persegi, tembok dindingnya terbuat dari anyaman rotan (gedhek), lantai dari tanah, menggunakan sumur/sungai/ mata air, tidak punya pekerjaan tetap atau serabutan, tabungan atau simpanan kurang dari Rp 1 juta.

"Seseorang cukup memenuhi lima dari delapan kriteria saja, untuk masuk kategori miskin dan layak dibantu," kata Edi.

Namun, Edi mengingatkan, agar kepala desa tidak main-main dan memalsukan keterangan bagi warga miskin."Kalau keterangan miskin yang diberikan tidak benar, maka kades harus mengganti biaya pengobatan yang dikeluarkan rumah sakit untuk warga tersebut," katanya.[BJ]


Selengkapnya..

Jumat, September 19, 2008

Meriah Buka Puasa Rabithah Alawiyah Dengan Anak Yatim

Jemberpost.com,
Agenda rutin Rabithah Alawiyah Jember dengan menggelar buka puasa dengan anak yatim tahun ini berlangsung meriah, sekitar 200 anak yatim memenuhi areal samping warung tera jemberAcara dibuka oleh Agus Slameto Kepala Kantor Infokom Jember dalam sambutannya mengatakan bahwa bupati Jember MZA Djalal dan Pemkab Jember menyampaikan salam hormat kepada pengurus Yayasan dan seluruh anak yatim, kegiatan semacam ini selaras dengan misi Pemkab Jember yang menjadikan kota Religius. Selain itu diharapkan kegiatan semacam ini dapat mengembangkan kegitan keagamaan di Jember. “Kami berharap Rabithah kedepan mampu berbuat lebih besar lagi dan kepada anak yatim, tolong sambung doa ya.” pesannya
Sementara dari rabithah Jember Hamid Husein Alhamid menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk cinta kasih untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. “ Pahala yang diberikan Allah akan berlipat ganda jika kita menyenangkan si Yatim” Ujarnya.
Ketua Rabithah Alawiyah Jember Habib Hasan Alkaff menjelaskan bahwa Acara yang dikemas sederhana namun meriah ini juga memberikan bingkisan buat anak yatim. “Semua itu merupakan dukungan dari berbagai pihak yang mendukung acara ini, Kami mengucapkan beribu terima kasih, Semoga Allah membalas segala kebaikan mereka” Pungkasnya.
Acara diakhiri pukul 19.30 wib dengan pesta kembang api yang dimeriahkan oleh para pemuda Rabithah Jember.(sal)


Selengkapnya..

TKP2M Temukan Mamin Kadaluwarsa Roti Jamuran Banyak Beredar


Jemberpost.com,
Menjelang Lebaran tahun ini, masyarakat Kabupaten Jember harus berhati-hati memilih makanan yang akan dikonsumsi. Jika tidak, akan fatal akibatnya. Sebab, saat ini masih saja ditemukan makanan dan minuman yang tidak layak untuk dikonsumsi.Bahkan, makanan tersebut dijual bebas terutama di toko-toko kecil dipinggiran kota Jember.
Hal itu terkuak setelah TKP2M yang merupakan tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Jember menggelar operasi mendadak (sidak) makanan minuman (mamin) di sejumlah toserba dan supermarket di kota ini.
Hasilnya, tim yang terdiri dari Satpol PP, Polres Jember, Dinkes, Disperindag, Pemberdayaan, Pendapatan, Infokom, Pariwisata, Kesra, PBSB itu menemukan sejumlah mamin yang tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat.
Sedangkan supermarket dan toserba seperti indomart dan toko sejenisnya sangat kecil sekali ditemukan mamin yang tidak layak dikonsumsi. “Karena di swalayan ini sudah diterapkan manajemen yang bagus dan selalu dikontrol setiap hari oleh petugas dari swalayan tersebut, “ujar Jumarlis
Selain ditemukan mamin ringan itu, ada sejumlah toko yang menjual roti yang berjumlah puluhan bungkus itu juga sudah kedaluwarsa alias habis tanggal peredarannya. “Bahkan pada saat melakukan operasi di toserba lainnya, petugas juga menemukan susu kaleng yang sudah karatan, “tandasnya.
Kendati demikian, tim yang terbagi menjadi 2 kelompok ini selain menyita barang-barang yang tidak layak dikonsumsi masyarakat juga melakukan pendataan beberapa temuan itu. Oleh petugas, para pemilik toko tersebut diberikan pemberitahuan terkait temuan itu, sedangkan barang yang rusak di bawa oleh petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Operasi ini kita gelar dalam rangka menyambut Lebaran. Jika banyak beredar makanan tak layak, kan kasihan masyarakat," ujar Jumarlis, Humas Dinas Kesehatan Jember via telpon.
Diantara kejanggalan yang ditemui oleh tim gabungan berupa makanan dan minuman yang sudah rusak kemasan (penyot), kadaluwarsa, dan jamuran yang dianggap berbahaya untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Selanjutnya makanan dan minuman yang tidak dilengkapi dengan masa berlakunya dibawa petugas untuk diperiksa lebih lanjut.
Makanan dan minuman yang disita itu di antaranya 12,5 kg kacang yang tidak berlabel, 13 kaleng susu dengan kemasan penyot, 36 makanan ringan kedaluwarsa, 21 bungkus makanan yang sudah jamuran dan beberapa makanan yang tidak dicantumkan batas akhir. “Makanan dan minuman kadaluwarsa tersebut kami sita dan untuk diperiksa lebih lanjut, apakah makan tersebut berbahaya bagi kesehatan, “ujarnya.
Terkait sidak mamin, Jumarlis mengatakan, operasi dilakukan untuk menghindari kerugian konsumen akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang diperdagangkan secara bebas di pasaran. "Konsumsi masyarakat menjelang Lebaran lebih tinggi, sehingga kami melakukan sidak untuk menghindari kemungkinan konsumen dirugikan," katanya ketika dihubungi melalui telepon jemberpost.com.
Sehingga kedepan diharapkan akan terwujud kualitas kesehatan makanan dan minuman serta kesadaran para pengusaha mamin akan arti pentingnya penyehatan mamin bagi usahanya. “Dan akhirnya konsumen akan terhindar dari keracunan mamin akibat rendahnya kualitas makanan yang dipasarkan, “pungkas Jumarlis. (sal/tot)


Selengkapnya..

9880 Orang Guru Ngaji Terima Bantuan


Jemberpost.com,
Sebanyak 9880 orang guru ngaji yang tersebar di 31 kecamatan menerima bantuan dari Pemkab Jember. Mereka berasal dari 247 desa yang ada dan setiap desa terdiri dari kurang lebih 40 orang guru ngaji. Masing – masing guru ngaji menerima bantuan sebesar Rp 400.000,- , sehingga total bantuan yang diserahkan sekitar Rp 3, 952 Milyar.
Penyerahan bantuan ini sebenarnya telah diberikan secara simbolis oleh Bupati Jember, MZA Djalal saat acara Buka Puasa Bersama di beberapa kecamatan di Jember beberapa waktu lalu. Jadi, saat ini merupakan rangkaian lanjutan agenda yang digelar setiap tahun itu.
“Penyerahan bantuan ini merupakan rangkaian bantuan Bupati Djalal kepada guru ngaji, ustadz, ustadzah dan kiai yang telah didata sebelumnya oleh tim”, kata H. Moch. Rasyad selaku Kasi Agama yang mewakili Kabag Kesra ketika memberikan sambutannya saat penyerahan bantuan di Aula PB. Sudirman.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa yang merupakan tim pendata adalah perangkat desa setempat, LPPTKA dan Al Ma’arif yang jumlahnya pada tiap desa berbeda-beda tergantung pada unsur kelembagaan yang ada di desa tersebut.
Dan karena pemberian bantuan ini dilakukan setiap tahun, maka dari data yang ada diverifikasi kembali. “Bila tahun lalu telah mendapat bantuan, maka untuk tahun ini tidak mendapat bantuan lagi, sebab untuk memberikan giliran kepada yang lain”, imbuhnya.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Rasyad mengungkapkan bahwa pada dasarnya tidak terdapat kendala yang cukup signifikan. “Hanya saja biasanya ada orang-orang yang memanfaatkan moment ini dengan mengaku-ngaku sebagai guru ngaji setempat agar mendapat bantuan”, katanya.
Bila hal tersebut terjadi, sejauh ini pihaknya dapat mengatasinya dengan cara menolak memberikan bantuan kepada yang bukan berhak. “Kami akan menolak orang yang tidak sesuai dengan data yang ada, biasanya mereka membawa surat kuasa dari orang yang bersangkutan dan beralasan berhalangan hadir karena sebab-sebab tertentu”, katanya menegaskan.
Namun bila ada yang terlanjur menerima bantuan, sedang data mereka tidak sesuai dengan data tim, maka pihaknya akan menelusurinya dan yang bersangkutan harus mengembalikan uang tersebut kepada Bagian Kesra.
Perlu diketahui bahwa penyerahan bantuan tersebut mulai diberikan terhitung sejak tanggal 19 – 27 September mulai pukul 8.30 WIB di Aula PB. Sudirman. Dan setiap harinya bantuan diberikan kepada guru ngaji dari 3-4 kecamatan.
Sebelum acara penyerahan dimulai, Rasyad menyampaikan bahwa pihaknya, khususnya Bupati Djalal mengucapkan rasa terima kasih kepada para guru ngaji yang telah hadir memenuhi undangan Pemkab Jember.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para guru ngaji atas partisipasinya selama ini karena telah membantu pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan atau pengajaran ilmu Al Qur’an untuk mencerdaskan anak bangsa.
“Namun Bupati juga memohon maaf apabila bantuan ini belum dapat memenuhi harapan para guru ngaji, dengan kata lain jangan melihat nomimal bantuan, akan tetapi hendaknya dilihat dari perhatian Pemkab atau Bupati terhadap guru ngaji yang ada di desa-desa di Kab. Jember”, kata Rasyad di depan hadirin.
Pihaknya berharap, ke depan agar para guru ngaji tidak mengurangi partisipasinya dalam membantu pembangunan pemerintah, khususnya di bidang keagamaan. “Sebab, seperti kita ketahui bersama bahwa upaya memperbaiki akhlak dan budi pekerti anak-anak bangsa merupakan tanggung jawab kita semua, khususnya generasi muda di Kab. Jember agar dapat menjadi generasi muda yang Qur’ani”, katanya menandaskan. (sal/dn)


Selengkapnya..

Tanggap Flu Burung, Cara Aman Cegah H5N1


Jemberpost.com,
Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar namun tidak disertai kesadaran akan perilaku hidup sehat, menyebabkan wabah virus H5N1 yang menimbulkan penyakit Flu Burung menyebar luas di masyarakat secara cepatBerdasarkan hasil penelitian WHO baru-baru ini, Indonesia menduduki peringkat tertinggi untuk jumlah penderita Flu Burung.
Berpedoman pada fenomena tersebut, maka Departemen Kesehatan melalui Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten berupaya untuk terus melakukan sosialisasi pencegahan penyakit dengan nama asing Avian Influenza tersebut.
“Oleh karena itu, koordinasi tentang Avian Influenza dengan instansi terkait terus kami upayakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan virus mematikan ini”, kata Diah Kuswardani selaku Kasi Pencegahan Penyakit Menular yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Review Avian Influenza, Kamis di Aula Bakti Husada Dinas Kesehatan.
Selama ini, katanya, Dinas Kesehatan bersama Dinas Peternakan dan Perikanan telah melakukan monitoring unggas yang mati secara mendadak sejak tahun 2006 pada 16 kecamatan (16 desa/kelurahan) terhadap 253 ekor unggas. Tahun 2007 dilakukan monitoring terhadap 8 ekor unggas yang mati pada 17 kecamatan (17 desa/kelurahan) dan tahun 2008 monitoring dilakukan pada 205 ekor unggas yang mati mendadak pada 5 kecamatan (5 desa/kelurahan). “Namun, sampai bulan Desember nanti akan dilakukan koordinasi pada 9 kecamatan”, tambahnya.
Perlu diketahui bahwa pada tahun 2008 ini ditemukan sebanyak 16 orang yang diduga terjangkit Flu Burung, namun setelah diadakan pemeriksaan ternyata bukan virus H5N1.
Saat ini Dinas Kesehatan juga telah melatih perwakilan dari PMI sebanyak 25 orang, dari PP Muhammadiyah sebanyak 136 orang untuk dijadikan sebagai relawan dan sudah tersebar di 17 kecamatan guna mengamati kematian unggas. “Setelah itu mereka harus melaporkan pada Dinas Kesehatan atau Dinas Peternakan dan Perikanan untuk diteliti lebih lanjut”, kata Diah menegaskan.
Sementara itu, bertindak sebagai narasumber pada acara koordinasi tersebut Dr. Edy Nurtjahja, Sp.P menyampaikan bahwa Avian Influenza merupakan jenis penyakit baru yang masih dalam proses penyelidikan.
Oleh karena itu, katanya melanjutkan, masyarakat harus tanggap untuk mengenali gejala-gejala infeksi virus itu. Misalnya, seseorang tiba-tiba mengalami demam tinggi hingga 38 derajat C atau lebih, sakit tenggorokan yang disertai batuk-pilek, sengaja atau tidak sengaja bersinggunga/tinggal di sekitar atau terkena kotoran/bangkai unggas, mengalami sesak nafas dan turunnya leukosit atau sel darah putih.
Bila di masyarakat ditemukan ada seseorang yang diduga terjangkit gejala-gejala tersebut, hendaknya di lakukan pemeriksaan pada rumah sakit yang merupakan rumah sakit rujukan. “Sebab ini adalah kebijakan nasional yang menunjuk rumah sakit tertentu sebagai rumah sakit rujukan penyakit Flu Burung, dan di Jember sendiri yang ditunjuk adalah RS. Dr. Soebandi”, katanya menjelaskan.
Dengan mewaspadai gejala Flu Burung, ia berharap agar masyarakat bisa lebih hati-hati dalam menyikapi penyakit yang ia alami.
Perlu diketahui bahwa virus H5N1 ini dapat bertahan di air hingga 4 hari pada suhu 22 derajat C dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat C. Waktu masuknya virus ke tubuh hingga timbul gejala pada seseorang, rata-rata adalah 7 hari.
Memang, saat ini telah ditemukan obat yang diharapkan dapat menekan aktivitas virus. Melalui penelitian WHO disarankan orang dengan gejala-gejala tersebut dapat mengkonsumsi obat Oseltamivir yang setiap 75 mg kapsul bernilai Rp 18.000,-. Dan pengobatannya memerlukan waktu 5 hari, 2 kapsul per hari.
Meskipun demikian, untuk menghindari terjangkitnya virus H5N1 ini, Dokter Specialist Paru itu menerangkan bahwa masyarakat hendaknya bisa melakukan upaya pencegahan sejak dini. “Jangan sampai sudah terjangkit virus, baru dilarikan ke rumah sakit”, pesannya. Sebab, virus H5N1 ini dapat menyebabkan seseorang sakit parah (highly pathogenic), cepat merusak organ tubuh, terutama paru-paru, sehingga dapat menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, ia menjelaskan langkah-langkah untuk mengantisipasi terjangkit Flu Burung. Yaitu, jangan menyentuh unggas yang sakit atau mati, jika terlanjur, hendaknya cepat mencuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, dianjurkan untuk mencuci tangan dan peralatan makan sebelum makan, memasak unggas dan telur hingga matang. Memisahkan unggas dari manusia dan memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat bila mengalami gejalanya.
“Jika terpaksa kontak dengan unggas, lindungi kulit, mulut, hidung, dan mata dari kontak dengan udara ataupun kotoran dengan menggunakan sepatu bot, sarung tangan, masker dan kacamata khusus”, tandasnya. (sal/dn)


Selengkapnya..

BLT Tahap II Di Banjarsengon, Berjalan Lancar


Jemberpost.com,
Harapan masyarakat kurang mampu atas dicairkannya Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada bulan Ramadhan atau menjelang Lebaran ini, akhirnya kesampaian juga. BLT yang diperuntukkan bagi masyarakat miskinsebagaimana rencana pemerintah, untuk tahap II ini betul-betul dicairkan pada bulan Ramadhan.
Dengan dicairkannya BLT pada bulan ini, kesulitan uang yang kerap dihadapi masyarakat ketika menghadapi lebaran, sedikit teratasi. Mereka yang menerima bantuan dari pemerintah ini, bisa memanfaatkan uang BLT tahap II sebesar Rp 400 ribu itu, untuk memenuhi kebutuhannya dalam rangka perayaan lebaran kelak.
Penyerahan BLT tahap II yang dilaksanakan di Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang berjalan cukup lancar. Masyarakat kurang mampu yang memang sejak lama menunggu pencairannya, berharap pada bulan Ramadhan ini sudah bisa dilaksanakan. Sehingga, dana BLT yang diterimanya, bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan bulan Ramadhan. “Terima kasih kepada pemerintah telah menguncurkan dana BLT kepada masyarakat Banjarsengon. Mudah-mudahan program BLT untuk yang akan datang bisa ditingkatkan kembali. Kalau bisa BLT yang akan datang tambah lagi nilai nominalnya karena masyarakat sangat membutuhkan dana untuk membeli sembako,”ujar Suroso, warga setempat.
Lurah Banjarsengon, Imam Thohari mengatakan terkait pencairan BLT tahap II ini secara keseluruhan berjalan seperti yang direncanakan. Semua berjalan lancar, aman dan terkendali. “Tidak ada gejolak sama sekali, masyarakat juga senang karena mendapatkan bantuan, apalagi disaat menjelang lebaran, ”ujarnya.
Manfaat dari bantuan langsung dari pemerintah untuk masyarakat miskin ini, menurut dia, sangat besar sekali. Hal itu khususnya bagi masyarakat di Banjarsengon, yang kalau dibanding dengan kelurahan-keluarahan lain di dalam wilayah Kota Jember, tergolong miskin.
Sebagian besar dari penduduk yang ada di Kelurahan Banjarsengon ini tergolong sebagai orang miskin. Mata pencaharian yang ditekuni penduduk di daerah ini antara lain menjadi tukang batu, buruh tani dan buruh gudang. “BLT ini sungguh banyak membantu masyarakat miskin. Apalagi sebentar lagi menghadapi lebaran, bantuan itu bisa untuk membeli sembako,” akunya.
Kasi Kesejahteraan Masyarakat, Banjarsengon, Suharto S.Sos, menambahkan, bahwa BLT tahap II yang dilaksanakan di kelurahannya itu sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga tidak mampu dalam menhadapi lebaran. Pemerintah kata Suharto, menyadari, dalam menghadapi lebaran, kebutuhan masyarakat akan meningkat.
Karena itu untuk membantu kesulitan mereka, pemerintah segera mencairkan BLT tahap II. “Masyarakat Banjarsengon memang menunggu kapan BLT bisa keluar. Sekarang alhamdulilah masyarakat bisa menerima BLT untuk tahap ke II sesuai dengan harapannya, ”tandasnya.
Untuk penyerahan BLT tahap II ini, warga yang berhak menerima di Kelurahan Banjarsengon dibagi berdasarkan lingkungan masing-masing. Diantaranya Lingkungan Gender BLT diterimakan kepada 91 orang, Lingkungan Kebon Lor 60 orang, Lingkungan Kebon Kidul 89 orang, Lingkungan Krajan 156 orang. “Total keseluruhan warga miskin Banjarsengon yang menerima BLT tahap ke II sebanyak 405 orang, “pungkas Harto.
Ungkapan yang tidak jauh berbeda juga disampaikan Camat Patrang, Drs. Gatot Suharyono M.Si. “BLT tahap II ini sangat membantu masyarakat, utamanya karena ini sudah diharap. Apalagi ini tahap II realisasinya 4 bulan jadi ini betul-betul sangat membantu kehidupan masyarakat dikalangan masyarakat kurang mampu,” jelas Suharyono, yang ditemui saat memantau pelaksanaan pencairan BLT Tahap II di Balai Kelurahan Banjarsengon.
Untuk Kelurahan Banjarsengon warga penerima BLT-nya sebanyak 405 orang, kata Suharyono, membuktikan bahwa kehidupan masyarakat di daerah itu memang butuh perhatian pemerintah. Karena itu kepada pemerintah diharapkan ada bantuan-bantuan lain dalam rangka pemberdayaan masyarakat. “Masyarakat Banjarsengon bisa dibantu, khususnya di kalangan masyarakat miskin. Kedepan nampaknya masyarakat Banjarsengon masih berharap ada kucuran dana dari pemerintah,”ungkapnya. (sal*)


Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna