Minggu, Agustus 31, 2008

Poltek Kerjasama Pendidikan Dengan Thailand

Jemberpost.com
Politeknik Negeri Jember akhirnya merealisasikan joint / double degree dengan perguruan tinggi terkemuka di Thailand. MOU langsung diteken oleh Dirut Poltek Ir Asmudji dengan Prof Wallop Pronthong Dekan Faculty of Agriculture Universitas Teknologi Thanyaburi ThailandDengan ditekennya MOU ini maka Poltek dan lulusannya diakui Internasional.
MOU ini merupakan lompatan besar dunia pendidikan di Jember bahkan di Imdonesia, sebab para mahasiswa selain menempuh pendidikan di Poltek Jember, mereka juga harus berkuliah di Thailand. “ Mereka nanti akan kuliah di dua perguruan tinggi” Ujar Asmuji. Dan setelah lulus mereka akan mendapat dua ijazah. Mahasiswa selain tetap mendapat ijazah Poltek juga mendapat dua sertifikat bertaraf internasional.
“ Pengakuan dunia internasional inilah yang menjadi nilai tambah. Artinya lulusan dijamin akan diterima di dunia kerja internasional”Pungkasnya.
Saat ini Poltek juga menjajaki kerjasama dengan negara lain dengan harapan seluruh jurusan di Poltek dapat menjalin joint/ double degree dan pada akhirnya seluruh lulusan Poltek mendapat sertifikasi internasional.(sal)

Selengkapnya..

Sabtu, Agustus 30, 2008

Jember Dapat 134 M untuk Listrik

Jemberpost.com
Pemerintah Kabupaten Jember bakal mendapat dana Rp 134 miliar dari pemerintah pusat, untuk kepentingan pembangunan infrastruktur listrik pedesaan.
"Kita masih belum pastikan. Tapi kita akan jemput bola. Mudah-mudahan, ini dana hibah dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Haryanto. Listrik di wilayah pedesaan memang menjadi konsentrasi Disperindag. Tahun 2007, APBD menggelontor Rp 7 miliar dan tahun 2008 Rp 3,5 miliar untuk kepentingan listrik desa.

Saat ini seratus persen desa di Jember sudah teraliri listrik. Namun di sejumlah desa, masih ada dusun atau padukuhan yang belum terjangkau. Pasalnya, infrastruktur yang dibangun Perusahaan Listrik Negara tidak bisa menjangkau.

Selama ini, bagi daerah yang belum terjangkau listrik PLN, Disperindag mengupayakan melalui energi listrik alternatif, yakni tenaga surya. Di kecamatan Jelbuk, sebuah wilayah di Jember utara, terdapat 48 titik area yang dialiri listrik tenaga matahari.

"Kalau dilihat dari harga (alat)-nya, harga per unit dengan daya yang dihasilkan memang tidak seimbang. Satu unit harganya Rp 7,5 juta, yang dihasilkan 60 watt. Tapi yang penting masyarakat menikmati listrik," kata Haryanto.

Haryanto berharap, setelah pembangkit listrik tenaga mikro hidro di air terjun Antrokan dioperasikan, bakal ada pembangkit listrik lain. Jember memiliki banyak potensi, seperti air terjun Tancak, yang bisa menghasilkan listrik.

Bahkan, menurut Haryanto, tak perlu air terjun besar. "Cukup ada air yang bisa menggerakkan turbin, kita sediakan pembangkit listrik yang nanti dikelola sendiri," katanya. (BJ)

Selengkapnya..

JCC Macetkan Jember

Jemberpost.com
Sejak pukul 18.00 tadi, beberapa ruas terjadi kemacetan total, Separoh Double Way mulai Jl. Gajah Mada s/d Sultan Agung, ditutup untuk sementara, terkait adanya acara Jember City Carnaval 2 Pengendara dan pengguna jalan yang tidak ingin menyaksikan karnaval disarankan menghindarikawasan sesuai petunjuk petugas dilapangan mulai pukul 17.00 WIB. Sebanyak 23 barisan karnaval dan 2 motor gede serta trail sebagai barisan kehormatan akan melintas di jalan sepanjang 3,5 km.
Beberapa ruas dari dan menuju kota jember ditutup, hal inilah yang menyebabkan kemacetan dijalur pembuangan, seperti kebonsari dan kampus.
Ahmad Sobari warga Jl. Jawa sampai harus bersitegang dengan petugas karena dilarang melewati jalan Trunojoyo, dirinya hendak menjaga ibunya yang lagi opname di RS Bina Sehat.Ia menyayangkan kegiatan yang tanpa konsep penataan lalulintas yang benar. Ia berharap Pemerintah lebih cerdas jika harus mengemas sebuah acara/kegiatan yang menggunakan jalan protokol. (sal)

Selengkapnya..

Jumat, Agustus 29, 2008

Bandara Jember Resmi Beroperasi

Jemberpost.com
Sejak hari ini Jumat 29 Agustus 2008 Jember wajib berbangga karena bandara Notohadinegoro resmi beroperasi melayani penerbangan komersial, masyarakat dapat kapan saja pulang pergi Surabaya-Jember menggunakan pesawat. Dalam sehari, penerbangan pesawat maskapai Tri MG rute Jember-Surabaya dijadwalkan tiga kali. Menurut jadwal, pesawat tipe LET 410 bertolak dari bandara Juanda menuju bandara Notohadinegoro pukul 07.30, 10.30, dan 13.30 WIB. Perjalanan dari Juanda ke Notohadinegoro membutuhkan waktu 32 menit.

Sementara dari bandara Notohadinegoro, pesawat berangkat pukul 08.45, 11.45, dan 14.45 WIB. Perjalanan dari Jember ke Surabaya butuh waktu sekitar 37 menit.

Penerbangan dilakukan setiap hari, kecuali hari Rabu. "Dari Jember ke Surabaya butuh waktu lebih lama lima menit, karena pesawat harus berputar lebih dulu," kata Dwi Satriyo, Avia Karya Manager kepada Jemberpost.com, Jumat (29/8/2008).
Soenarsono Kepala Dishub Jember berharap dengan beroperasinya bandara dapat meringankan masyarakat pada jalur transportasi.
Selama tiga bulan ke depan sejak hari ini, Pemerintah Kabupaten Jember memberlakukan tiket Rp 300 ribu per seat (tempat duduk). Pesawat itu memiliki kapasitas 18 seat.
Tiket hanya bisa dibeli di bandara Notohadinegoro, kantor Perusahaan Daerah Perkebunan Jember, dan ticket box di bandara Juanda. Pemesanan tiket di Jember bisa menghubungi nomor 0331-335534. Sementara untuk pemesanan tiket di Surabaya bisa menghubungi 031- 72209863.(sal/diyono)



Selengkapnya..

Mutasi Besar-Besaran, Suhanan Dinsos, Arief Pariwisata

Jemberpost.com – Bupati Djalal hari ini Jumat (29/8/2008) memutasi 226 Pejabatnya di eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Jember, ada 10 camat yang lengser dari posisinya dan dimutasi ke bidang-bidang di unit kerja.Dan ada 19 camat lainnya yang mengalami mutasi tetap sebagai camat tetapi pindah wilayah. Camat Ajung Sunyoto, mulai hari ini menempati pos barunya sebagai Kasat Pol PP menggantikan Suhanan. Suhanan sendiri naik eselon menjadi Kepala Dinas Sosial, yang dilepas Sahuri karena pensiun. Suhanan berharap dapat bekerjasama dengan semua pihak terkait peningkatan kualitas atau penanganan orang miskin, menurutnya Penanganan orang miskin menjadi tanggung jawab bersama. “Yang pasti kami siap menjalankan amanah ini” Ujarnya mantap.

Ke-10 camat yang lengser dan menempati pos baru sebagai Kepala Bidang (Kabid) di unit-unit kerja. Kesepuluh pejabat tersebut diantaranya, Drs. Mukhair Zauhari dari Camat Sumberjambe menuju pos baru sebagai Kabid Pengembangan Perekonomian Masyarakat pada Bappeda.

Drs Murtadlo dari Camat Sumberbaru dimutasi menjadi Kabag TU Dinas Sosial. Drs. Budi Susilo Camat Arjasa dimutasi menjadi Kabag TU Dinas Peternakan dan Perikanan. Camat Kaliwates menempati pos barunya sebagai camat Puger Sedangkan Kabag TU Dinas Sosial, Ir. Mahfud Afandi dimutasi menjadi Kabid Perikanan di Dinas Peternakan dan Perikanan.

Dari sekian pejabat yang dimutasi hanya Kepala Kantor Pariwisata, S. Wandiyantoro SH yang kurang beruntung. Wandiyantoro tidak mendapatkan posisi baru alias non job.

Sedangkan posisi Kepala Kantor Pariwisata, diisi oleh Arief Tjahyono, mantan kabid di Dishub yang moncer ide-idenya. Arief yang ditemui usai pelantikan belum mau berkomentar tentang job barunya. [sal]

Selengkapnya..

Relawan Peragakan Evakuasi Penanganan Bencana


Jemberpost.com
Antisipasi bencana alam menjadi hal yang penting agar tidak terulang lagi atau meminimalisir terjadinya korban lebih banyak ketika terjadi bencana. Kemarin selama sehari berlangsung workshop III di Desa Kemiri-Panti Jember.Workshop yang diikuti oleh 100 orang dari relawan se Kabupaten Jember. Sedangkan pelaksaan workshop ditempatkan di Balai Desa Kemiri dan dilanjutkan dengan pretek informasi awal kondisi alam sampai dengan evakusi korban yang ditempatkan di Dusun Delima.
Oleh JICA (Japan Internasional Coorporeted Agency) kesengajaan workshop ditempatkan di Panti karena daerah itu pernah terkena bencana banjir bandang pada tahun 2006 lalu. “ Lewat sosialisasi dalam pelatihan itu diharapkan secara khusus warga Panti dan daerah lain yang rawan bencana dapat mengnatisipasi jika sewaktu-waktu terjadi banjir,”ungkap Mayu Wanatabe.
Kesiagapan yang dimaksud panitia terkait dengan informasi yang diberikan oleh relawan yang berada paling dekat dengan lokasi bencana di Kaliputih ke posko di Desa Kemiri. “Dari info itulah selanjutnnya ada antisipasi dari warga yang berada dibawah dapat siap siaga sehingga dalam prekatek evakuasi kemarin hanya 7 menit pelaksaannya,”tandas koordinator.
Sebagian pesertanya yang mengikuti workshop dan evakuasi selain dari relawan dari Gegana juga datang dari 3 dusun yakni Dusun Delima, Krajan dan Kantong yang dianggap rawan bencana banjir banding. “Ada 8 orang yang ikut dalam kegiatan itu sampai tuntas,”ujarnya.
Melihat kegiatan itu Asisten II yang juga sebagai wakil ketua Satlak BP Jember menganggap partisipasi dari masyarakat cukup bagus. “Karena dalam praktek evakuasi yang ditunjukkan masyarakat Dusun Delima ternyata banyak yang ikut terlibat baik tua maupun muda,”tandas Edy B Susilo di tengah-tengah kerumunan peserta.
Sebagai indikator dalam roda pemerintahan, Asisten II menilai keberhasilan salah satunya dipengaruhi oleh partisipasi dari masyarakatnya untuk mau diberi informasi. “Sehingga diharapkan nantinya muncul banyak lagi para relawan dari desa setempat dalam mengantisipasi bencana,”pungkasnya.
Namun juga diingatkan oleh Wakil Ketua Satlak Kabupaten Jember, perlu dilakukan kegiatan yang sama yang terus menerus untuk dilakukan kepada masyarakat yang rawan bencana. “Sehingga dengan kejadian yang sesungguhnya masyarakat sudah akan paham pada tugasnya, siapa yang memberikan info, siapa yang mengevakuasi sampai pada kesiapan alatnya,”terangnya.
Misalnya, alat penghubung yang dimiliki seperti Hady Tolky atau Hand Phone saat digunakan sedang rusak atau diestrum. “Maka petugas bisa mencari alternative penggunaan alat lain seperti kentongan yang sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya,”pintanya.
Asisten II selain mengucapkan terima kasih pada pemerintah Jepang juga berkesempatan mengingatkan pada pemerintah desa setempat agar melakukan pendataan ulang. “Dengan data itu nantinya petugas atau relawan sudah tahu mana yang harus dievakuasi terlebih dahulu dan langsung tahu tempatnya misalnya di salah satu RT itu terdapat orang jompo atau anak-anak maka disitulah relawan bisa langsung melakukan evakuasi ,”cetusnya. (sal/jok)

Selengkapnya..

Jember City Carnaval Tutup Rangkaian BBJ


Jemberpost.com,
Separoh Double Way mulai Jl. Gajah Mada s/d Sultan Agung, Sabtu (30/8) sore akan ditutup untuk sementara, terkait adanya acara Jember City Carnaval 2 (JCC-2). Kegiatan untuk yang kedua kalinya itu sebagai ajang unjuk kreativitas dalam berkreasi mempertontonkan kebolehannya mengemas berbagai atraksi kepada penonton dan masyarakat. “Bagi masyarakat diminta untuk mencari jalur alternatif, sehingga tidak terganggu dalam perjalanannya, “ujar humas BBJ agustus 2008 dalam rapat persiapan JCC 2 di Jember.
Pengendara dan pengguna jalan yang tidak ingin menyaksikan karnaval disarankan menghindari kawasan sesuai petunjuk petugas dilapangan mulai pukul 17.00 WIB. Sebanyak 23 barisan karnaval dan 2 motor gede serta trail sebagai barisan kehormatan akan melintas di jalan sepanjang 3,5 km. Barisan karnaval itu terdiri dari marching band, mobil hias dan atraksi kesenian akan menampilkan kebolehannya didepan para penonton. “Ada juga pertunjukan marching band dari PT Semen Gresik, “Demikian diungkapkan humas BBJ Agustus 2008 kemarin.
Lebih lanjut, Panitia JCC 2 minta kepada kendaraan penjemput setelah mengantarkan dilokasi start (depan GOR PKPSO) jember pada pukul 17.00 WIB untuk selanjutnya menuju jalan Wijaya kusuma (komplek pertokoan stasiun Kereta Api) untuk tempat menjemput peserta yang telah masuk finish di jalan Sudarman depan Pemkab Jember. “Selama dalam perjalanannya mulai dari GOR-PKPSO menuju finish, peserta diijinkan dan diperbolehkan melakukan atraksi didepan penontong umum, “jelasnya.
Menurut Giat Tarigan Humas Infokom, tahun ini ada peningkatan peserta karnaval dari tahun ke tahun, baik dari jumlah peserta maupun kualitasnya. Tahun lalu, kegiatan itu sebagian besar diikuti warga di Jember. Kini pesertanya ada yang datang dari Bali, Ponorogo, Papua, Banyuwangi dan daerah sekitarnya. “Bagi para pengunjung yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang itu tidak perlu khawatir karena masyarakat dapat menyaksikan karnaval tersebut disepanjang jalan tentunya dengan tertib, “harapnya.
Sudah menjadi kelaziman, setiap acara Bulan Berkunjung Ke Jember (BBJ) pada bulan Agustus, beragam acara ditampilkan. "Karena konsepnya karnaval, maka kami akan menghadirkan beragam acara dan jenis kesenian. “Mulai dari wayang orang, musik patrol, gandrung tradisional dan kesenian barongsai serta liang liong, wushu dan tarian tionghoa. Pokoknya nggak akan ada jeda. Selain itu, juga ada pesta kembang api dan dentuman meriam di alun-alun Jember, "paparnya.
Bagi instansi/perusahaan/masyarakat yang ingin menyediakan tenda untuk karyawan dan masyarakat diminta dapat mendirikan tenda tersebut mulai dari depan Radio Mutiara FM hingga Apotik Bima I di jalan Gajah Mada, sebab mulai pertokoan jompo hingga masjid jami’ merupakan tempat konsentrasi massa.
Selain acara di depan Pendopo Kabupaten Jember, karnaval jalan kaki sepanjang Jalan Gajah Mada sampai alun-alun Jember. Jalan kaki itu akan diikuti oleh pejalan kaki enggrang, marawis, ondel-ondel, tanjidor, pencak silat, penari Bali, dan gandrung Banyuwangi. “Selain itu, di sepanjang Jalan Gajah Mada, Sultan Agung hingga Sudarman, akan diawali karnaval motor gede jenis Harley Davidson (HD), motor trail dan mobil hias, “pungkasnya. (sal/tot)

Selengkapnya..

Kamis, Agustus 28, 2008

Petani Tebu: Hukum Mati Penjahat Gula

Jemberpost.com
Petani tebu menuntut penerapan hukuman mati bagi pelaku kejahatan kebijakan pergulaan yang merugikan pertani. Petani juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan.Tuntutan ini dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil,Kamis (28/8/2008). "Sudah cukup bukti agar KPK turun tangan untuk kepentingan rakyat. Kalau KPK turun, kami siap berkampanye untuk KPK jika ada yang menuntut pembubaran KPK," katanya.
Tuntutan hukuman mati ini sesuai dengan Peraturan Pengganti Undang-Undang nomor 21/1959. Dalam perpu itu disebutkan jika tindak pidana ekonomi dapat menimbulkan kekacauan di bidang ekonomi masyarakat, maka pelanggar dihukum dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup.
"Apa yang terjadi saat ini sudah menimbulkan gejolak. Kalau petani tidak menanam tebu, maka akan terjadi gejolak di masyarakat," kata Arum. Kemungkinan petani untuk tidak menanam tebu lagi pun cukup besar.
Dalam kalkulasi petani, menanam tebu tak menguntungkan, menyusul maraknya peredaran gula rafinasi impor. Gula yang seharusnya untuk industri makanan dan minuman ini justru bebas diperjualbelikan untuk konsumen rumah tangga dengan harga lebih murah. Akibatnya, gula lokal produksi petani tidak laku dan menumpuk di gudang.
Arum menyebut pemerintah telah mengkhianati komitmen swasembada gula nasional. "Kami sudah putus asa. Katanya swasembada. Tapi kenapa membuka kran gula impor," katanya.
Saat ini terdapat surplus gula nasional sebanyak 2,549 juta ton. Jika saja pemerintah konsisten, sebenarnya kebutuhan konsumsi gula nasional 3,91 juta ton bisa terpenuhi dengan stok awal Januari 2008 sebanyak 1,059 juta ton dan produksi dalam negeri sebanyak 2,8 juta ton.
Namun gara-gara ada tambahan 1,8 juta ton gula kristal mentah (raw sugar) impor untuk produksi pabrik gula rafinasi dan 800 ribu ton gula impor oleh industri makanan dan minuman, stok gula berlebih.
"Gara-gara impor, peredaran gula dalam satu bulan ini setara dengan peredaran dalam dua bulan, yakni 500 ribu ton. Padahal kan industri makanan minuman cukup beli gula dari pabrik rafinasi lokal, tidak perlu impor sendiri," kata Arum. (beritajatim)




Selengkapnya..

Puluhan Petani Tebu Bakar Lahan Siap Panen


Jemberpost.com - Sembari mengacungkan clurit dan meneriakkan takbir, puluhan petani tebu membakar 0,5 hektar lahan tebu siap panen di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
Selain membakar, mereka juga mendongkel atau merusak tanaman tebu yang baru ditanamdibeberapa lahan yang sama.
Aksi petani tebu ini merupakan protes terhadap membanjirnya gula rafinasi impor di Indonesia.
Dalam orasinya, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Arum Sabil mengatakan pemerintah telah mengkhianati kebijakan swasembada tebu. "Akibat membanjirnya gula rafinasi impor yang seharusnya untuk industri, ternyata dijual di pasaran, gula hasil petani tebu lokal menjadi tidak laku," katanya.
Seharusnya menurut Arum, industri makanan dan minuman itu menyerap gula rafinasi dalam negeri. Tapi ternyata yang terjadi, industri makanan dan minuman dalam negeri justru diberikan izin untuk mengimpor sendiri. Akibatnya, terjadi penumpukan produksi gula di gudang-gudang pabrik gula.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, api sudah mulai padam dengan sendirinya sehingga tidak sampai membakar 0,5 letak lahan.[beritajatim]

Selengkapnya..

LOMBA HIAS KANTOR, DIKNAS JUARA PERTAMA


Jemberpost.com,
Momentum Agustusan, rupanya tidak disia-siakan dan dimanfaatkan oleh Drs. Ahmad Sudiyono,Msi,Psi sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dengan menghias kantornya yang bernuansa merah putih, untuk memberikan semangat dan memacu stafnya melakukan kebersihan kawasan kantor menjadi teduh, indah dan bersih dan memberikan semangat untuk ikut memperingati HUT ke-63 RI tahun 2008 ini. "Tidak hanya keindahan gapura, tapi juga kreatifitas pegawainya yang menghias gapura sesuai dengan tema kemerdekaan, dan sekali lagi kebersihan lingkungan juga menjadi perhatiannya, "ujar Ahmad Sudiyono usai menerima piala penghargaan sebagai juara pertama lomba menghias kantor, Kamis (28/8) di Lapangan Kecamatan Pakusari Jember tadi siang.
“Melalui lomba menghias kantor ini, image dan performen kantornya yang bersih, teduh dan indah akan senantiasa terjaga, “harap Ahmad
Namun yang terpenting, lanjut Ahmad, lomba tersebut juga untuk membiasakan dengan peduli lingkungan. "Kami berharap dengan lomba tersebut, kepedulian lingkungan menjadi budaya di masyarakat dan kantor-kantor pemerintah dan swasta, "harapnya.
Sedangkan kegiatan menghias kantor yang dilakukan mulai dari pemasangan lampu hias dengan nuansa merah putih, pemasangan umbul-umbul dan rontek, pengapuran dan pengetiran batang-batang pohon perindang jalan, pengecatan pot-pot hias yang berada ditepi jalan dengan cat serasi dan bernuansa merah putih. “Peningkatan keindahan taman-taman dengan penyiraman dan penataan, sehingga nampak lebih teratur dan rapi, “ungkapnya.
Diharapkan oleh Ahmad melalui acara ini masyarakat bisa mulai mencintai dan menjaga kebersihan lingkungannya yakni mulai dari lingkungan di sekitar rumah mereka maupun lingkungan tempat mereka bekerja, sehingga tercipta suasana yang sehat dan nyaman. (sal/tot)


Selengkapnya..

Bupati Djalal : Meski Pakusari Miskin, Tapi Pajaknya Jadi Panutan


Jemberpost.com,
Meski Pakusari yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang tergolong miskin, tetapi kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak sangat tinggi. “Baru pada bulan Agustus 2008, ternyata pelunasan pajak sudah mencapai 60 % atau 10 besar (urutan ke-7) dari semua kecamatan di Kabupaten Jember, “ungkap Bupati Jember, MZA Djalal pada saat acara dialoq solutif bedah potensi desa, Kamis (28/8) di Kecamatan Pakusari tadi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Djalal menyampaikan penghargaan kepada masyarakat atas kesadarannya memenuhi kewajibannya dalam soal pelunasan pajaknya yang semata-mata untuk melanjutkan pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Jember ini. “Tentunya semua ini patut menjadi panutan khususnya bagi kecamatan yang selama ini masih belum sepenuhnya melunasi pajaknya, “harap Djalal.
Ternyata selain punya kesadaran yang tinggi dari warga masyarakatnya, Kecamatan Pakusari menyimpan banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan masih belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh para investor diwilayah ini. “Potensi itu diantaranya tanahnya yang subur dan adanya tambang batu piring dan dan gunung sepikul yang dapat dikembangkan untuk wisata, “jelas orang nomor satu di Jember ini.
Untuk itu Djalal sangat berharap kepada para investor untuk tidak ragu lagi menanamkan investasinya diwilayah ini dan mengenai keamanannya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten bersama aparatnya termasuk TNI dan Polri di Kabupaten Jember. “Karena segi keamanan merupakan syarat mutlak keberhasilan para pengusaha untuk berinvestasi menanamkan modalnya, “ujarnya.
Tentang potensi wisata gunung sepikul seperti yang diungkapkan Marzuki salah satu warga desa Pakusari mengungkapkan bahwa pernah ada investor yang ingin mengembangkan gunung sepikul ini untuk wisata, tetapi karena mereka berniat untuk membelinya akhirnya niatan itu ditolak oleh warga desa setempat, tetapi warga menginginkan investor ini untuk bekerjasama dalam mengelola aset tersebut. “Dipersilahkan para investor yang ingin mengelola wisata gunung sepikul, masyarakat akan sangat mendukungnya, “kata Fitri.
Potensi yang juga tidak kalah pentingnya berupa batu piring yang untuk wilayah Pakausari dan sekitarnya sangat melimpah dan berkualitas baik, namun dari tahun ke tahun karena kurangnya sentuhan tehnologi dan alat berat, potensi tersebut kurang maksimal dalam pengelolaannya. “Bahkan sampai saat ini masyarakat sangat membutuhkan alat berat yang dipergunakan untuk membuang limbah batu piring yang sudah tidak bisa digunakan lagi, ‘ungkap Fitri warga Desa Bedadung yang mewakili pengrajin batu piring didesanya.
Namun demikian dari dialoq yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam banyak terungkap berbagai hal yang perlu mendapatkan suport dan dukungan dari pemerintah setelah masyarakat berupaya melakukannya dengan cara swadaya dengan masyarakat. “Semua itu untuk percepatan dan akselerasi pembangunan yang selama ini terus digalakkan oleh pemerintah, “Ujar Sugiono warga desa Jatian yang sudah lama menjadi konsultan dan pekerja sosial diwilayah ini.
Dari tujuh desa (Jatian, Kertosari, Patemon, Subo, Sumberpinang, Bedadung, dan Pakusari) yang ada di Kecamatan Pakusari akan bertekad mensukseskan semua program pembangunan untuk menuju masyarakat sejahtera dan lebih baik. (sal/tot)



Selengkapnya..

Rabu, Agustus 27, 2008

Bupati Djalal : PLTMH Antrokan Bernilai Ekonomi Tinggi


Jemberpost.com
Satu persatu pemilik modal mulai melirik potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Jember setelah beberapa hari yang lalu diresmikannya pabrik pupuk organik di Kecamatan Pakusari, dan kini salah satunya investor lokal PT Listrik Antrokan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berlokasi di Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. “Pembangunan pembangkit ini semata-mata untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada disekitar waduk Antrokan, “demikian disampaikan Bupati Jember MZA Djalal ketika meletakkan batu pertama pembangunan PLTMH di Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul, Rabu (27/8) tadi siang.
Pembangunan waduk Antrokan selain akan memberikan nilai tambah bagi sektor rekreasi, namun lebih dari itu untuk memberikan suplay listrik yang akan dihasilkan oleh pemanfaatan waduk ini dengan membangun pembangkitnya. “Kita membangun tempat rekreasi yang juga dapat menghasilkan energi listrik untuk masyarakat, “harap orang nomor satu di Jember ini.
Lebih lanjut menurut Djalal bahwa Pemkab Jember akan mendapatkan keuntungan operasional dari PT Listrik Antrokan sebesar 10 % untuk lima tahun pertama dan mulai lima tahun hingga 20 tahun selanjutnya akan mendapatkan keuntungan sebesar 20 % yang akan masuk dalam PAD Kabupaten Jember. “Dan 20 tahun selanjutnya pembangkit ini akan dikelola oleh Pemkab Jember melalui Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kabupaten Jember, “terangnya.
Kepada investor PT Listrik Antrokan yang mau menanamkan investasinya disektor kelistrikan ini, Djalal mengucapkan terima kasih dan semoga akan menyusul para investor yang ingin menanamkan modalnya, tentunya disektor dan bidang lain di Kabupaten Jember. “Silahkan masyarakat yang ingin bergabung, karena Jember masih memiliki potensi yang luar biasa yaitu didaerah gunung pasang, tancak yang kapasitasnya melebihi Antrokan ini, “pintanya.
Djalal berpesan kepada pelaksana pembangunan bendungan ini sesuai dengan aturan, cepat selesai dan awet kontruksinya. “Pembangkit yang akan kita bangun ini kecil, tapi akan kita jual dengan PLN dan akan dinikmati oleh masyarakat serta ini karena merupakan hidayah dari Alloh SWT, “kata Djalal.
Sementara itu investor PT Listrik Antrokan Mudjiono sekaligus penanggung jawab pembangunannya mengatakan bahwa kapasitas yang akan dihasilkan dari pembangunan pembangkit ini sekitar 600 ribu watt yang akan memanfaatkan sumber air yang mendapatkan suntikan air dari kali tengah di Antrokan. “Air dari waduk ini juga dapat dimanfaatkan untuk irigasi yang akan mengaliri sawah disekitarnya, sehingga tidak kesulitan dalam penyediaan air untuk irigasi, “jelasnya.
Namun demikian Mudjiono berharap terwujudnya pembangunan pembangkit ini harus mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten Jember dan masyarakat, khususnya warga desa disekitar pembangkit ini. ”Dengan adanya pembangkit listrik ini, masyarakat desa akan dapat memanfaatkan hasil energi listrik yang dihasilkan kelak kemudian hari, “ujarnya.
Dan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro ini diperkirakan akan rampung satu tahun kedepan dan selanjutnya akan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi diwilayah ini. ”Atas dukungan pemerintah kabupaten jember dan masyarakat setempat, optimis pembangunan PLTMH ini akan berhasil dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa disini, “optimisnya.
Dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Jember MZA Djalal, maka dimulailah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) ini, sehingga kedepan akan menghasilkan energi listrik yang sangat diperlukan masyarakat. (sal/tot)





Selengkapnya..

WARTAWAN GELAR DONOR DARAH, TERKUMPUL 97 KANTONG


Jemberpost.com
Aksi sosial donor darah yang digelar oleh Forum Media Jember bersatu (FMJB) pada hari Rabu,27/8 tadi berhasil mengumpulkan 97 kantong. Aksi digelar kerjasama dengan Palang Merah Indonesia UTD Jember dan Kantor Infokom Jember. Biasanya dalam menghadapi bulan ramadandan idul fitri, PMI selalu dihadapkan pada masalah klasik yakni minimnya persediaan darah. Berangkat dari persoalan tersebut, PMI menggandeng Forum Media Jember Bersatu untuk menggelar aksi tersebut.maka kemudian muncul gerakan membantu sesama lewat donor darah oleh kalangan wartawan TNI dan para birokrat Jember.
Sekretaris Kabupaten Jember Drs. Djoewito dalam sambutannya ketika membuka acara terebut mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan kegiatan mulia. Terlebih lagi, Forum sudah mampu melaksanakan kegiatan serupa selama dua kali dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Selain itu, Djoewito juga berharap agar kedepan, FMJB bisa lebih meningkatkan koordinasinya dengan Palang Merah Indonesia, agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal. “ Kedepan Forum bisa mengadakan kegiatan ini sesuai dengan jadwal yang dibutuhkan PMI, bahkan PMI bisa memberi info kepada Forum kapan PMI kekurangan darah, hingga tidak harus menunggu moment khusus,“ ujarnya.
Djoewito menambahkan, pemerintah Kabupaten sangat berterima kasih kepada kelompok dan seluruh lapisan masyarakat Jember unntuk membantu sesama manusia. “Untuk itu pemerintah akan selalu memfasilitasi kegiatan itu baik sarana dan prasarana,”tandasnya.
Sementara panitia Forum Media Jember bersatu Salim Umar mengatakan, apa yang dilakukan oleh kawan-kawannya di Forum itu merupakan bentuk gelar kemanusiaan para insan pers. “Ini merupakan sebuah bentuk kepedulian kami sebagai wartawan lewat pengabdiannya kepada Pemerintah dan masyarakat Jember,”ujarnya.
Selain itu secara khusus Forum mengucapkan terima kasih kepada PMI UTD Jember, Pemkab Jember, Infokom, Jajaran TNI dari Brigif 9 kostrad, 509, 515, 511 dan Kodim, Sarbumusi dan seluruh elemen yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.(*)

Selengkapnya..

Jember Jadi Rujukan DPRK Sabang Aceh


Jemberpost.com.
Kunjungan kerja Study banding DPRK Kota Sabang selama sehari ke Jember dalam rangka menyerap informasi pembangunan di bidang ke Pariwisataan. “Karena Kota Sabang yang terdiri dari 2 Kecamatan Sukajaya dan Sukakarya di kelilingi oleh Pulau yang di beri nama pulau “Weh”ungkap Ketua Rombongan DPRK Kota Sabang, H.Rizani M.
Luas wilayah 153 Km dan terletak di ujung paling barat Kepulauan Indonesia dengan populasi penduduknya sekitar 27 ribu orang. jumlah APBDnya pertahun hanya 320 Milyard. “ Letaknya yang sangat strategis menjadikan kota sabang sebagai salah satu faktor pendukung obyek wisata bagi wisatawan asing maupun domestik,”ucapnya.
Pulau Weh dijuluki Pulau Emas, karena menyimpan misteri alam yang menakjubkan seperti wisata baharinya dengan aneka ragam ikan hias serta terumbu karang yang sangat indah. “Apalagi pantainya dihiasi dengan nyiur melambai serta lokasi yang menarik dengan kawasan hutan yang terletak dibagian tengah pulau,”cetusnya.
Kunjungan anggota DPRK bersama anggotanya sejumlah 12 orang ini ke kota Jember tidak lain ingin menyerap informasi ilmu pembangunan yang berkaitan dengan Pariwisata Industri Rumah Tangga ( Home Industry ). “Namun dari sisi perikanan mungkin banyak hal yang dapat dijadikan contoh perkembangan untuk pembangunan di daerah kota Sabang nantinya,”paparnya.
Dibidang Perikanan Jember baik perikanan darat dan perikanan laut akan dipelajari dan dijadikan bekal ketika kembali ke Sabang. “Ke dua-duanya banyak yang dapat di jadikan ilmu karena Sabang dikelilingi oleh laut sehingga perikanan menjadi suatu sumber daya alam yang perlu mendapatkan perhatian,”tutur anggota dewan dari partai PAN.
Namun pihaknya menilai pemanfaatnya masih belum optimal, karena SDMnya yang perlu untuk bisa dikembangkan. “Sehingga nantinya bisa mengejar daerah yang lain yang sudah terlebih dahulu maju termasuk home industrinya juga dikembangkan di Sabang,”jelasnya.
Sementara itu Asisten II pemkab Jember,Drs.H Edy B.Susilo.Msi.mengatakan saya yakin bahwa kegiatan Kota Sabang tidak berbeda dengan daerah lainnya yang memiliki kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama. “Upaya untuk mencari dan menimba ilmu dalam pembangunan baik tentang keberhasilan pembangunan maupun aktifitas pelaksanaan kegiatan di Jember,”tandasnya.
Selain itu juga kata Edy, Pemkab Jember menyampaikan terima kasih kepada jajaran DPRK Kota Sabang. “Kota Jember dijadikan sebagai obyek kunjungan kerja study banding mudah-mudahan selama di Jember banyak memperoleh pelajaran yang berharga di Kota Jember untuk mencari ilmu yang bisa di bawa pulang ke kota sabang,”harapnya.(sal/bds/Jok)

Selengkapnya..

Sapi Kereman Mlandingan Berhasil Juarai Katagori Ekstrem


Jemberpost.com
Kontes ternak sapi, kambing dan domba dalam rangka memperingati HUT RI ke 63 di Jember, kemarin berlangung selama 2 hari di Tanggul Kulon Jember. Diikuti 208 ekor dari 31 kecamatan di Jember, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso dan beberapa kota lainnya.Kontes yang dimulai tanggal 26-27 Agustus 2008 dihadiri oleh Bupati Jember beserta anggota muspida lainnya. Namun pada hari itu juga hadir Brigjen TNI Bambang Suhartono, Kasdam V Brawijaya dan H Arum Sabil yang menyempatkan diri untuk menyaksikan lomba kontes ternak
Tujuan pelaksanaan kontes itu menurut panitia diantaranya memperluas informasi terkait dengan ternak sapi dengan hasil IB (Inseminasi Buatan), menunjukkan prestasi pada peternak di Jember dan sekitarnya, menggairahkan pedagang sapi, dan memacu pendapatan peternak sapi.
Dalam kontes itu dari katagori kontes yang paling diunggulkan (Sapi kereman extreme) diperoleh hasil sapi dari Mandlingan-Situbondo milik H Hairul dengan berat badan 1,264 ton berhasil menggondol juara pertama. “Alhamdulilah, tujuannya ikut kontes ini selain untuk tambah saudara juga kalau ada yang mau nawar cocok harganya, saya kasihkan pak,”ungkapnya.
Disampaikan juga oleh H Hairul yang membawa 6 ekor sapinya dalam kontes ini diyakini olehnya kalau sapi yang dirawatnya akan menghasilkan daging banyak. “Kalau beratnya 1,6 ton maka sapi itu akan menghasilkan daging sekitar 7,5 ton jadi kalau ditawar 40 juta tentunya rugi saya akan matok harga 75 juta,”ujar pemilik jagal di Situbondo ini.
Dalam kesempatan itu Bupati Jember MZA Djalal sebelum menyerahkan tropy dan uang pembinaan kepada sejumlah pemenang mulai juara I-III dari berbagai jenis ternak sapi, kambing dan domba berkesempatan menyampaikan terima kasihnya kepada peternak yang bisa hadir mengikuti kontes ini.
Kontes ini menurut Bupati Djalal selain untuk memacu ternak di Jember dan sekitarnya, namun lebih dari itu kontes ini berguna untuk peningkatan pruduksi daging sapi dan ternak di wilayah Jatim bagian timur. “Peluang sangat terbuka lebar karena di Indonesia kita masih kekurangan daging dan ini peluang kita tidak hanya Jember tetapi bagi daerah lainnya,”cetusnya.
Selanjutnya Djalal juga menyampaikan terima kasihnya kepada partisipasi masyarakat yang telah ikut menyukseskan kontes ini. “Kontes ini atas partisipasi dari masyarakat Jember yang diprakarsai dan dikoordinir oleh H Arum Sabil,”tandasnya sembari meliriknya.
Bupati Djalal dalam melanjutkan sambutannya sempat menyampikan terkait dengan BBJ. Kontes ini merupakan rangkaian kegiatan dari memperingati HUT RI ke 63 di Jember. “Cuma dalam mengkemas memperingati HUT lewat BBJ, pemerintah hanya membiyai sedikit sekali dan masyarakatlah yang lebih banyak berpartisipasi,” pungkasnya.
Hal itu terwujud dengan berbagai event yang telah digelar kemarin, banyak event dari masyarakat yang banyak berpartisiapasi. “Selain pada kontes ini juga pada event lain seperti off roade edventure, paralayang, motor cross dan banyak lainnya,”tuturnya.
Harapannya dimasa mendatang pemerintah akan memfasilitasi dalam berbagai event yang nantinya bisa dikerjasamakan dengan para investor. “Saya menilai dengan lewat media koopored akan manikkan nilai jual ternaknya jadi silahkan para investor untuk menyelenggarakan ini kami dari pemerintah akan memfasilitasinya,”harapnya. (sal/jok)

Selengkapnya..

Selasa, Agustus 26, 2008

UTD PMI Jember Terima ISO 9001-2000

Jemberpost.com
Bertempat di Hotel Mulia Jember tadi 26 Agustus 2008, WQA (Worldwide Quality Assuransce) memberikan penghargaan Sertifikat Sistem Menejement Mutu ISO 9001/2000 kepada Unit Transfusi Darah PMI Cabang Jember.
Kehadiran UTDC (Unit Tranfusi Darah Cabang) se Jawa Timur menurut Dr Umi Jauhari “Karena Jember dianggap pioner dan satu-satunya daerah menjadi contoh karena UTDC se Indonesia hanya Jember yang dapat ISO sehingga atas anjuran UTDP (Unit Tranfusi Darah Pusat) mengundang UTDC lainnya,”ungkapnya.
Hal ini pantas diterima oleh Jember medapatkan ISO karena pembinaan sering dilakukan oleh pusat ke UTDC Jember. “Selain itu kita uji kepuasan pelanggan terhadap pelayanan kami selama satu tahun ini dengan melakukan penebaran quisioner dan ternyata mendapatkan diatas 70 persen mendapatkan kepuasannya,”paparnya.
Penyerahan penghargaan ISO 9001/2000 di Jember menurut Kepala UTDC Jember, sekaligus terkait dengan diselenggarakannya BBJ kali ini. “Harapannya dengan mengundang UTDC se Jatim dan UPDP (unit Transfusi Darah Pusat) agar juga mengenal dari dekat Jember dan potensinya,”tandasnya.
Selain itu juga dilaksanakan Pelatihan selama 2 hari tentang Penghitungan biaya layanan dengan nara sumber dari UPDP yakni Direktur UPDP Dr Yuyun Sudarmono MKes. “Beliau yang nantinya akan memaparkan penjelasan terkait dengan palayanan transfusi darah yang baik,”pungkasnya
Adapun Unit transfusi siap hadir dan datang menyaksikan penerimaan penghargaan itu dan sekaligus pelatihannya. “Ada sekitar 20 UTDC cabang kabupaten/kota se Jatim yang hadir dengan crewnya sejumlah 34 orang,”cetusnya (sal/jok)




Selengkapnya..

Meski Cacat Tapi Berhasil Membuat Lampu Unik


Jemberpost.com.
Kegigihan sosok satu ini tidak kalah dengan orang yang normal pada umumnya, meski dengan tubuh cacat akan tetapi berjuang untuk bertahan hidup di era yang membutuhkan tantangan.Namun ketrampilan yang dimiliki dalam membuat kerajinan tangan berupa lampu unik dapat menyabung hidup bersama keluarganya.
Warga dari Kecamatan Balung keseharian membuat lampu unik diperoleh dari temannya ketika lampu unik tapi tidak berhasil. “Awal bersama temennya membuat lampu itu tidak berhasil karena sering nyeblos, sehingga lambat laun saya berhasil membuat sendiri dengan dilobangi atasnya,”ungkap Suparto.
Dengan keberhasilan itu, Suparto yang berdomisili di Jalan Menco No. 45 Balung sebelah timur Pondok Pesantren Al Multajam, akhirnya dapat membuat memproduksi sendiri. “Sehingga dengan membuat sendiri itulah maka saya bisa menyambung hidup saya ini,”pungkasnya.
Namun bagi Suparto, pemikiran kuatnya muncul dalam membuat lampu unik ini ternyata seringnya ada pemadaman diwilayahnya. “Sehingga dengan pemadaman ini apa yang saya buat ini menjadi salah satu jalan keluar ketika ada pemadaman listrik,”paparnya.
Menurut Parto sebenarnya tidak saja berguna untuk penerangan rumah atau di halaman, namun karena bentuknya sekilas menyerupai lampu strongking, itu yang membuat pembeli tertarik. “Banyak pembeli karena tertarik keunikkannya sehingga banyak digunakan untuk hiasan,”imbuhnya.
Selanjutnya diungkap oleh Parto dirinya dalam sehari dengan berbekal bahan baku yang tidak terpakai seperti kaleng susu, kaleng roti dan kaca bekas. “Merangkai bahan baku itu sehari bisa membuat sebanyak 20 buah dan selebihnya waktunya untuk digunakan berjualan sampai sekuatnya berspeda ontel,”jelasnya.
Puasnya lagi dalam membuat lampu unik itu dirinya bersama anak-anaknya dalam membuat lampu unik itu sebenarnya ada di bahan bakunya. “Dengan bahan baku bekas itulah membuat kami lebih puas, karena apa yang kami buat meski dari bahan yang tidak berguna kami buat menjadi yang lebih berguna,”tambahnya.
Karena yang membuat hanya dirinya bersama keluarganya, Parto menjamin apa yang dibuat tidak akan ada di etalase took di Jember. “Lampu ini langsung saya jajakan sendiri sehingga di took tidak akan ada,”paparnya.
Berbekal speda ontel buatan dalam negeri yang dulu menjadi milik anaknya, namun sekarang digunakan untuk berjualan keliling Jember. “Kalau seperti sekarang ini karena berangkatnya jam 1 siang maka nanti pulangnya malam hari sampai di Balung,”akunya.
Dituturkan oleh bapak 3 anak ini, terkait dengan nama lampu unik berawal dari seringnya pembeli menyebutnya unik. “Banyak pembeli yang saya tawarkan ini menyebutnya dengan sebutan lampu unik, sehingga saya beri merk lampu saya ini lampu unik bintang terang,”jelasnya.
Perjuangan hidup yang ia tekuni bersama anak-anaknya mengalami pasang surut.. “Karena sebagai pelukis kaligrafi lagi sepi maka saya berusaha untuk membuat lampu unik ini yang saya jual ke seluruh pelosok Jember sambil menunggu istrinya yang sekarang menjadi TKW Malaysia,”tandasnya.
Dirinya bersama keluarga dalam membuat lampu unik ini berharap banyak ketika pemerintah nantinya dengan mengetahui lampu unik hasil produksinya. “Mudah-mudahan dapat membantu pemasaran dan modal agar kami bisa membuat lebih banyak lagi,”harapnya. (sal/jok)




Selengkapnya..

Minggu, Agustus 24, 2008

Pemerintah Memihak Ahmadiyah

Jemberpost.com, Jakarta - Tidak adanya keputusan presiden (Keppres) tentang pelarangan aliran agama Ahmadiyah membuktikan keberpihakan pemerintah terhadap aliran sesat itu. Pemerintah juga tidak pernah melakukan pemantauan terhadap aktivitas pengikut aliran Ahmadiyah.Pengacara Mahendradatta mengatakan saat ini Ahmadiyah menang karena keberpihakan pemerintah itu. "Ya, selain menang, dia (Ahmadiyah) juga bisa memutarbalikkan fakta," ujar Mahendradatta ketika dihubungi,Minggu (24/8)
Dijelaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemantauan terhadap Ahmadiyah. Pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab melakukan pemantauan. "Ini tanggung jawab pemerintah. Salahnya sendiri memilih SKB bukan Keppres," tambahnya.
Dia menyayangkan, pemerintah lebih memilih menerbitkan Surat Keputusan Bersama dibandingkan Keppres. Padahal, ujar Mahendradatta, dengan Keppres dipastikan akan mempermudah penanganan Ahmadiyah.
"Dengan Keppres akan lebih mudah, tinggal menetapkan membubarkan atau tidak. Sedangkan SKB harus melakukan pemantauan ke seluruh pengikut Ahmadiyah dan sebagainya, lebih ribet," tandasnya.
MUI akan tetap memperjuangkan pembubaran Ahmadiyah. "Isu ini sudah jadi sorotan, kita akan bicarakan dulu untuk menindak lanjutinya," ungkap Mahendradatta.[inilah.com/L5]

Selengkapnya..

Sabtu, Agustus 23, 2008

Pemkab Jember Cuekin Menpora

Jemberpost.com.
Raut muka masam tampak dari wajah Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Jumat (22/8/2008). Merasa dicueki Pemerintah Kabupaten Jember, ia memutuskan pulang, hanya dua jam setelah helikopter mendarat di bandara Notohadinegoro. Raut masam Dault ditunjukkan, saat di Universitas Muhammadiyah Jember. Betapa tidak, ia hadir nyaris tanpa sambutan seperti layaknya pejabat tinggi negara. Di bandara Notohadinegoro, tidak ada protokol penyambutan sebagaimana yang biasa ditunjukkan jika menteri lain hadir.
Tidak tampak Bupati MZA Djalal atau Wakil Bupati Kusen Andalas. Hanya ada Kepala Dinas Perhubungan Jembe Sunarsono yang datang dengan tampilan baju batik. Menpora ditemui Ketua KONI Kamil Gunawan, pengurus Partai Keadilan Sejahtera, dan Ketua KNPI M. Zaenuddin Al Ghozali.
Dari bandara, Dault ke Universitas Muhammadiyah dan melaksanakan ibadah salat Jumat di sana. Keluar dari masjid, wajahnya tampak keruh. Sekretaris Kabupaten Djoewito yang menyapanya sekeluar dari masjid tak begitu dihiraukan.
Dault langsung masuk ke salah satu ruangan gedung Achmad Zaenuri Unmuh Jember. Beberapa pegawai staf Kementerian Negara Kepemudaan dan Olahraga silih berganti masuk ruangan. Entah ada apa.
Lalu, Dault keluar dan menyapa wartawan. Dalam wawancaranya itu, ia mengungkapkan kekecewaannya.
"Saya datang ke daerah (Jember), katanya dapat surat Pak Bupati untuk menghadiri Tajemtra. Karena ini olahraga rakyat, saya batalkan banyak acara dan ke sini. Kita pinjam helikoper Gudang Garam," kata Dault.
"Tapi yang mengundang di sini, Sekda tidak ada. Bupati tidak ada. Lebih baik saya pulang," kata Dault.
Menpora mengatakan, kedatangannya adalah resmi sebagai menteri. "Sampai di sini simpang siur. Ada yang rapat DPD. Saya pulang saja. Besok hari ada acara di Solo, Minggu acara di Cipanas," tegasnya.
Adhyaksa Dault mempertanyakan penjemputannya di bandara. "Yang jemput saya kawan-kawan KNPI. Saya merasa gimana ini? Orang masuk rumah tidak ada tuan rumahnya," katanya.
Hal ini disesalkan Dault. Apalagi, untuk ke Jember, ia harus membatalkan hadir di tiga acara. "Orang itu tidak lama jadi bupati, tidak lama jadi menteri. Yang lama itu persahabatan. Jadi bupati tidak selamanya. Jadi sekda tidak selamanya. Jadi presiden tidak selamanya," katanya.
Namun, Dault menegaskan, tidak menolak jika kelak akan diundang lagi datang ke Jember. Namun, ia menginginkan agar ada koordinasi yang baik.
Usai bertemu wartawan, Adhyaksa Dault langsung keluar dan menuju mobilnya. Sekretaris Kabupaten Djoewito menguntit dan meminta maaf.
"Tadi Pak Sekda tidak ada, pak Bupati katanya di Jakarta. Tidak ada pemberitahuan resmi, lebih baik saya pulang," kata Adhyaksa Dault mengulangi pernyataannya kepada Sekda.
Namun, Dault meminta kepada beberapa stafnya, salah satunya mantan pebulutangkis Icuk Sugiarto untuk tetap di Jember dan mengikuti pembukaan gerak jalan Tanggul Jember Tradisional.
Pukul 13.08, helikopter kembali terbang membawa pergi Sang Menteri. Sekali lagi, Bupati dan wabup Jember tidak mengantarkannya. Sama seperti waktu ia datang pukul 11.00 sebelumnya. [beritajatim]

Selengkapnya..

Tajem Macetkan Jalan, Bupati Disambut Peserta Primitif


Jemberpost.com
Gerak jalan tradisional Tanggul Jember (Tajemtra) “Mahmudi Cup” yang digelar sejak tadi siang sabtu (23/8) memacetkan sejumlah ruas lalu-lintas jalan raya, kemacetan begitu nampak pada pembuangan kendaraan di daerah kebonsari, kampus, talangsari dan patrang. Warga mengeluhkan penataan lalulintas yang sembarangan dan tidak terkonsep.Bidin seorang warga gebang kepada Jemberpost.com menyesalkan petugas Dishub dan kepolisian yang tidak mempersiapkan pembuangan kendaraan tersebut.
Namun Selain itu Tajem juga banyak memiliki daya tarik tersendiri bagi peserta yang mengikutinya. Gerak jalan yang dilepas oleh Bupati Jember MZA Djalal tidak saja pesertanya meningkat dibanding dengan tahun lalu, namun memiliki keunikan tersendiri.
Bupati Jember bersama rombongannya setelah transit dari Pendopo Kecamatan Tanggul menuju panggung penghormatan disambut oleh peserta Tajemtra yang berkostum ala Papua Barat berjajar sepanjang 100 meter.
Sengaja kelompok dari Anton dan kawan-kawan berkostum celonteng hitam pekat, warna perak dan biru. “Semua dari sejumlah 190 orang baik tua maupun muda berpakaian primitif menyambut Bupati Jember jalan menuju mimbar penghormatan,”ungkap Anton Harsono Ketua Gengster Jember.
Tubuh dari masing anggota Gengster dengan dicat pewarna terbuat dari feber cereb yang dicampur dengan hand body dan minyak kelapa. “Kesan semakin kuat menjadi primitif apalagi hanya menngunakan batok kelapa dan tanduk sapi sebagai pengganti koteka,”ujarnya.
Anton sebagai Ketua Gengster, dari thema primitif yang dibuatnya pada Tajemtra kemarin berharap ketika ada wakil Musium Rekor Indonesia (MURI) berharap mencatatnya sebagai peserta paling banyak yang menggunakan ala Papua Barat yakni sejumlah 190 ditambang pengembira 330 pegembira.
Sebagai peserta Tajemtra primitif ala Gengster membuat kesan mendalam oleh Bupati Jember bersama Muspida Jember lainnya sehingga berkenan menyapa dan melambaikan tangannya.
Lebih dari itu Bupati Jember MZA Djalal dalam menyapa peserta lainnya dalam sambutannya mengharapkan kepada semua peserta agar saling menyapa dan menebarkan senyum. “Kita tidak boleh merengut tebarkan senyum dan saling sapa diantara kita,”pintanya.
Lebih jauh Bupati Jember yang saat itu didampingi oleh Istri Wahyuni Djalal dalam sambutannya menyampaikan juga jangan saling zu’dhon. “Terbarkan bunga-bunga khu’nuzdhon diantara kita dan berpikirlah positif tingking selama perjalanan dari Tanggul sampai Jember,”ujarnya.
Selain itu dalam Tajemtra ini Bupati Djalal meminta juga agar kegiatan olah raga dijadikan momentum untuk mewujudkan mensejahterakan anak-anak bangsa dengan segala aspek kehidupan. “Jika dengan istiqomah maka insyallah kita akan mencapai itu,”tandasnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya dan melepas 17.470 peserta, Bupati Jember menyampaikan selamat datangnya peserta dari berbagai kota diantaranya Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Malang, Banyuwangi, Madura dan Papua Barat. “Selamat datang di Jember kita semua masih bersaudara sebagai masyarakat Indonesia yang dalam lingkaran NKRI,”paparnya.
Semantara itu Ketua Penyelenggara Tajemtra dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta pada tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelunya yang hanya 15.521 orang. “Paserta putra dengan usia 45 tahun keatas 548 orang, peserta 45 tahun keatas putrid 267 orang, umum putra 1.145 orang dan umum putri 168 orang, peserta doorprize 1.805 orang serta pelajar putra 122 regu dan pelajar putri 58 regu,”jelas Slamet. (sal/jok)


Selengkapnya..

Pemkab Bagi Sembako Untuk Kaum Dhuafa


Jemberpost.com
Kegembiraan dalam memperingati HUT RI ke 63 di Jember tidak saja tersaji berbagai event dalam BBJ 2008. Namun kemarin para kaum dhuafa dan penjaga Kereta Api di Jember merasakan kegembiraannya setelah menerima bantuan dari Bupati Jember.Ada sejumlah 100 orang kaum dhuafa dan 60 orang penjaga kereta api yang hadir di Pendopo Wahya Wibawa Graha untuk menerima bingkisan sembako sebagai wujud membagi kebahagian dengan para kaum dhuafa dan penjaga lintasan di Jember dalam rangka memperingati kemerdekaan RI.
Kegembiraan terungkap ketika janda dari Dusun Sumberjeding meski harus berangkat menyiapkan diri mulai jam 5 pagi menuju ke Balai Desa Seputih-Mayang naik truk untuk menuju ke pendopo Bupati Jember. “Mator kaso’on benyak, rajeh peparengah, dher mogeh benyak gentenah (Trima kasih banyak, besar gantinya dan semoga banyak gantinya),”ungkap Bu. Muhari yang berusia senja dengan sambil makan sirih.
Wujud kegembiraan tercermin juga dari wajah Murasir yang keseharian bekerja sebagai pengrajin keranjang di dusunnya. “Allhamdulilah, Beres-ah gebye atanak bisa semenggu pak reng coma kesorang, sarongah gebye abejeng (Berasnya untuk dimasak bisa jadi seminggu karena hanya 1 orang dan sarongnya untuk sholat),”ujar pak tua yang tidak memiliki istri dan anak seorangpun.
Lain lagi dengan cerita dari Kusnadi (54) salah satu penjaga pintu kereta api di Jalam Melati Jember yang paling tua, mengungkapkan kegembiraan dengan karena bari kali ini bisa masuk ke pendopo dan bertemu dengan istri Bupati Jember. “Selama saya bertugas di Jember baru kali ini saya bisa masuk ke pendopo dan saya sangat bersyukur sembako yang diberikan ini untuk menymbung hidup karena banyak kebutuhan,”jelas PNS yang memiliki pangkat IIB ini.
Dalam aksi sosial kemarin yang hadir kebanyakan kaum dhuafa sebagai penyandang janda dan duda yang mempunyai mata pencarian kesehariannya sebagai petani pengasak di Desa Seputih. “Bakti sosial ini merupakan kolaborasi pihaknya dari bagian ekonomi dengan PKK dan Bagian Kesra yang setiap bulannya memberikan bantuan sembako kepada 4 desa binaan dan 1 Desa Seputih,”tandas Kabag Ekonomi, Ir Erni Setianingrum.
Sementara itu Sri Wahyuni Djalal sebelum memberikan simbolis bingkisan kepada kaum dhuafa dan penjaga kereta api. Berkesempatan memberikan sambutan dengan berbahasa madura. “Dalam HUT ini mari kita lakukan kebaikan dan supaya rukun sesama tetangga, tak oleh ngrasani gih,”pintanya dengan disambut anggukan para undangan.
Selanjutnya istri orang nomor satu ini di Jember, berpesan agar agar salah satu isi bingkisan yang diberikan untuk semakin menggiatkan imannya. “Bereng genekah sopajeh eyanggui sholat, bik shlolatah jen rajin gih,”pungkas Sri Wahyuni Djalal sambil dijawab serentak oleh para undangan “enggih”.
Terkahir juga sempat memberikan harapanya kepada 60 orang penjaga pintu kereta api di 20 titik di wilayah Jember. “Agar bisa melaksanakan tugas lebih baik lagi dimasa-masa mendatang sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita semua dan terima kasih selama ini telah mengamankan masyarakat Jember ketika melintasi jalan itu,”terangnya. (sal/jok)

Selengkapnya..

Rabu, Agustus 20, 2008

Jember Loloskan 18 SD Berstandart Nasional

Jemberpost.com
Sekolah mana yang tidak menghendaki lembaganya naik statusnya menjadi stardar nasional. Jelas semua sekolahan akan berpacu untuk menginginkan sekolahnya terpilih menjadi sekolahan standar nasional (SN) apalagi internasional (SI).Apalagi dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 pendidikan kedepan mengacu pada stardar nasional dengan 8 aspek, diantaranya isi, proses, kopetensi kelulusan, pendidik, kependidikannya, sarana-prasarana, pembiayaan, dan penilaian.
Sehingga pada tahun 2008 ini Pemerintah Kabupaten Jember lewat Dinas pendidikan telah mengajukan 32 sekolah dasar untuk menjadi sekolah agar naik statusnya menjadi sekolah SN. “Dan yang lolos untuk naik statusnya yakni sejumlah 18 SD,”ungkap Jumari, Kabid TK-SD yang ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Sekolah itu yang telah lolos menurut Kabid kebanyakan dari sekolahan SD yang berdomisili di kota. “Seperti di SDN Ambulu I, SDN Bangsalsari II, SDN Jember Lor I, SDN Kepatihan I, SDN Kepatihan IV dan banyak lagi ada 18 SD,”jelasnya.
Adapun sekolahan yang telah lolos memperoleh standart nasional melewati tahapan yang berat dengan sekitar 100 item yang harus dipenuhi. “Dari yang lolos 18 lembaga diantaranya SD negeri 15 lembaga dan SD swasta 3 lembaga,”cetusnya.
Lolosnya sekolah dasar yang mendapatkan kenaikan statusnya sekolah menjadi stardart nasional pada tahun ini menurut Jumari merupakan peningkatan. “Karena pada tahun lalu saja Kabuiputen Jember tingkat SD hanya memiliki satu yakni SDN Jember Lor III saja mudah-mudahan tahun mendatang lebih banyak lagi,”harapanya.
Namun upaya kedepan, akan terus dirintis dan dipersiapkan oleh pemerintah daerah dalam rangka menjadikan sekolah di Jember memiliki standart nasional. “Pada tahun mendatang juga demikian akan dipersiapkan, diharapkan masing-masingn kecamatan ada satu sekilahan SD yang berstandart itu,”pungkasnya.
Untuk itu pihaknya jauh-jauh hari menjelang pengusulan pada tahun mendatang sudah dipersiapkan oleh seluruh pelaku pendidikan yang ada disekolah itu. Termasuk dari Dinas Pendidikan Jember. “Dari 8 penilaian mulai dari gurunya, kulaitas pendidikan, sarana dan prasaranya coba kita persiapkan secara dini,”pintanya.
Adapun upaya yang sedang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jember. Beberapa waktu yang lalu telah meningkatkan kualitas guru pada sekolahan itu. “Misalnya guru disekolahan itu telah diberi pelatihan dan peningkatan pendidikan dengan disekolahkan agar memiliki ijasah SI,”tandasnya.
Pertimbangan menjadikan banyak lembaga sekolahan dasar dinaikan statusnya agar nantinya peningkatan mutu dan lembaga dapat berdanpak pada kondisi siswa yang mengenyam pendididkan disekolahan itu. “Minimal anak didik dengan fasilitas pendidikan dan kualitas guru dapat dirasakan oleh siswa,”paparnya.
Dengan dinaikan statusnya oleh pemerintah pusat maka pengaruhnya kedepan kepada lembaga yang status tingkatnya naik maka akan tidak sedikit perhatian dari pemerintah pusat yang akan dikucurkan. “Agarmemacu lebih tinggi maka sekolahan yang telah statusnya akan dirangsang dengan bantuan block grand dari pusat,”imbuhnya. (sal/jok)


Selengkapnya..

PJU Akhirnya Menyala

Jemberpost.com - Janji Bupati Jember, MZA Djalal, terkait dengan nyalanya PJU di Jember pada bulan Agustus mulai terealisasi meski baru beberapa ratus titik saja.
"Sudah mulai nyala, bisa dilihat di Silo, Mayang, Balung, Rambipuji dan Bangsalsari," jelas Kepala DKLH Jember, CH. Havid Setyadi, Rabu (20/08/2008).Menurut Havid pertama kalinya PJU menyala di daerah Silo dan Mayang. Kemudian menyusul di Balung, Rambipuji dan Bangsalsari menyusul bakal dinyalakan yakni daerah Tanggul dan Sumberbaru.
"Beberapa daerah tersebut bakal digunakan untuk pemberangkatan dan pelaksanaan Tajemtra pada 23 Agustus 2008," imbuhnya.
Havid berharap untuk PJU di daerah lain bias ditunggu gilirannya menyala. Karena pihaknya masih terus melakukan koordinasi untuk menyalakan PJU dengan PLN.
Selain itu diharapkan juga pasokan listrik ke Jember stabil, sehingga tidak ada pemadaman listrik mendadak dan berkali-kali. [Bj.com]

Selengkapnya..

Simponi Kemerdekaan Di Jember


Jemberpost.com,
Musuh yang paling berat diera bangsa Indonesia mengalami kemerdekaan berupa musuh kepada diri kita sendiri daripada dengan Belanda, Portugal, Inggris, Sekutu bahkan Jepang sekalipun. Demikian disampaikan Bupati Jember MZA Djalal ketika memberikan sambutannya pada acara Simponi Kemerdekaan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63 yang digelar di Alun-alun Kabupaten Jember, Selasa malam kemarin.
Selain itu dan dalam rangka mencapai kemajuan, Bupati Jember Djalal mengajak seluruh lapisan masyarakat didaerah ini untuk dapat menjadikan peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk lebih mempererat rasa persatuan dan meningkatkan rasa kebersamaan. “Persatuan dan kesatuan untuk mempercepat keberhasilan proses pembangunan di daerah ini. Kalau ingin hidup bersatu, mari ciptakan suasana harmonis, “ajaknya.
Dengan memperkuat rasa persaudaraan, lanjut Bupati Djalal, siapapun di daerah ini yang hidup hari ini, akan mampu melaksanakan tanggungjawab kesejarahan untuk mewujudukan Kabupaten Jember yang berisi catatan tentang kemajuan yang terus menerus.
Segala perbedaan, harap Bupati Djalal, apapun bentuknya dan penyebabnya, harus diselesaikan secara baik dan bijak. “Karena, semua persoalan yang terjadi, pastilah ada peran dan keterlibatan kita, meskipun sangat kecil, sebab di muka ini tak ada yang berdiri sendiri dan saling berhubungan”, katanya.
Menurutnya, setiap perbedaan yang terjadi, hendaknya dijadikan sebagai inspirasi untuk mendatangan kekuatan yang dirahmati Allah. “Perbedaan itu akan menjadi karya yang manis, jika kita tidak suka meremehkan orang lain, karena setiap orang memiliki peran sendiri yang tidak dapat digantikan, “jelasnya.
Serta, pantang menonjolkan diri, karena tanpa orang lain kita tidak akan bisa berbuat apa-apa dan memiliki semangat sukses bersama. “Sukses bukan untuk diri kita sendiri, sukses yang kita raih harus dapat menjadi jalan bagi kesuksuksesan orang lain”, katanya.
Selain itu, harapnya lagi, nilai, sikap dan perilaku kebangsaan yang telah ditetapkan, dibangun dan kemudian diwariskan kepada generasi-generasi setelah itu, harus tetap dipelihara dan digelorakan serta tetap menjadi ruh, menjadi jiwa serta semangat dalam membangun Negara Republik Indonesia ini. “Khususnya oleh generasi muda, tidak terkecuali generasi penerus dan anak jati diri di Kabupaten Jember, “imbuhnya.
Dikatakan sebagai generasi penerus perjuangan yang saat ini sedang mengemban amanah untuk melanjutkan kepemimpinan dan pembangunan bangsa dan negara ini, terutama generasi muda di Kabupaten Jember ini, harus berketetapan hati, berjanji, satu tekad dan terus akan melanjutkan semua apa yang telah dikonsensuskan para pendiri bangsa dan negara ini. “Sebagaimana para pejuang, seluruh anak lapisan masyarakat di daerah ini juga harus siap berkorban jiwa dan raganya untuk kepentingan bangsa dan negara, “ajaknya.
Pada bagian lain, sebagai bagian dari anak bangsa yang arif dan bijaksana, Bupati Jember juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini agar bisa melihat ke depan, adalah bahwa hanya kita, sebagai anak bangsa yang kita cintai ini, yang bisa mengubah dan menentukan nasib masa depan bangsa dan negara ini.
Untuk itu, sesuai tuntutan zaman yang berkembang dan meskipun wujud, implementasinya, bisa tidak persis sama dengan yang dilakukan generasi sebelumnya, semangat patriotisme pejuang, tetap harus bergelora dalam sanubari kita masing-masing, “ajak Bupati Jember lagi.
Sementara itu Kepala Kantor Infokom Jember yang juga sebagai Sekretaris HUT ke-63 RI, Drs Agoes Slameto mengatakan dengan peringatan HUT Proklamasi kemerdekaan ke-63 ini akan mampu menghayati nilai-nilai kemerdekaan, sehingga sebagai generasi penerus bangsa menunjukkan rasa kesyukuran dan penghargaan kepada pahlawan kusuma bangsa yang telah berjuang membebaskan bangsa dari tangan penjajah dengan segala pengorbanan. “Karena-nya dengan nilai-nilai perjuangan pahlawan bangsa akan menjadi landasan penerus bangsa dalam mengisi kemerdekaan ini, “katanya.
Dalam acara Simponi Kemerdekaan dalam memperingati HUT ke-63 Proklamasi Kemerdekaan di Alun-alun Jember Selasa malam, Agoes menyatakan, jika cita-cita pahlawan kusuma bangsa merebut kemerdekaan untuk memberikan kehidupan yang adil dan makmur bagi bangsa dan negara, tentu saja penerus bangsa harus berusaha melakukan pembangunan di semua lini dengan menjalin kebersamaan antar elemen.
Agoes menambahkan, yang terpenting saat ini sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki tangung jawab untuk tampil sebagai SDM yang handal, dengan semangat dan nilai-nilai luhur para pahlawan pejuang bangsa Indonesia .
Pada resepsi kenegaraan simponi kemerdekaan itu juga Bupati Jember MZA Djalal memberikan penghargaan kepada salah satu putra terbaik Jember yang telah mengharumkan nama baik Jember dikancah nasional maupun Internasional yaitu Dynand Faris dengan berbagai karyanya melalui Jember Fashion Carnaval (JFC). (sal/tot)

Selengkapnya..

Berangkat Kerja Bersepeda Ontel


Jemberpost.com
Ajakan Presiden RI untuk hemat energi, dilakukan juga oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang beberapa waktu lalu di depan jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember seperti Kantor Dinas, Badan Usaha Daerah, Bupati, Wali Kota, Kantor Kecamatan, hingga Desa.Ternyata di Jember hemat energi juga dilakukan oleh banyak kumunitas sepeda ontel Jember. Seperti yang dilakukan oleh Agus Alim, salah satu dari anggota kumunitas POJ (PIT Ontel Jember).
Keseharian saat melakukan rutinitas pekerjaannya, berangkat dan pulang kerja dengan menggunakan speda ontel dari kediaman di Jalan A Yani Gang VI No. 45 Jember sampai ke tempat kerjaannya Bank Mandiri alon-alon Jember selalu mengunakan speda. “Sejak momentum BBM naik, saya menggunakan sepeda ontel berangkat dan pulang kerjanya, Insyallah sampai pensiun nanti,”ungkapnya.
Pemikiran menggunakan sepeda ontel setiap hari yang ia lakukan sebenarnya banyak yang bisa dilakukan yakni bisa berhemat. “Dari sisi ekonomi banyak hal yang dilakukan, kalau kita menggunakan motor maka seminggu saja bisa mengeluarkan biaya sekitar 20 ribu maka dengan menggunakan speda ontel bisa berhemat 80 ribu sebulan,”jelasnya.
Belum lagi dari sisi lain manfaat yang dapat kita peroleh dengan bersepeda ontel. Menurut staf Bagian Umum (GA) di Bank Mandiri dampaknya badan akan lebih sehat lagi. “Dengan bersepeda minimal kita selalu berkeringat metabolisme darah lancar, karena tidak saja dalam bekerja saja tetapi ketika ke masjid atau yang bisa saya jangkau akan saya gunkan speda,”tutur Agus.
Diakui oleh Agus sebenarnya untuk sosialisasi kepada warga lain melakukan hemat energi dengan berspeda ontel telah dilakukan pihaknya. “Di belakang speda ontel saya ditulis PIT hemat dan sehat dan harapannya semua orang bisa membacanya,”terangnya.
Apa yang dilakukan ini berawal dari hoby yang telah ditekuni sejak 5 tahun sekali. Apalagi pihaknya bergabung dengan komunitas POJ pecinta speda ontel di Jember. “Akibatnya karena sering menggunakan speda ontel maka speda motor sering makrak tidak banyak digunakan kecuali terpaksa sekali,”ujarnya.
Para pencita speda ontel di Jember, utamanya di kecamatan kota setia minggunya berkumpul di sekitar alon-alon Jember. “Setelah berspeda menyusuri jalan yang disepakati untuk saling memberikan informasi sesame temen biasanya berhenti dan berkumpul di depan depan BTN,”paparnya.
Bahkan kemarin saat diselenggarakan BBJ tahun ini dalam rangka HUT RI di Jember mengajukan program untuk ikut bergabung memeriahkan. “Namun karena waktunya mepet dan jadwalnya sudah tersusun maka niatan itu tidak bisa terlaksana. Tetapi waktu mendatang pada Tajemtra ada rencana ikut serta,”imbuhnya.(sal/jok)

Selengkapnya..

Kyai Sepuh Dukung Karwo-Gus Ipul


Jemberpost.com
Surabaya - Silaturrahmi yang digelar para kiai pengasuh ponpes se-Jatim dengan cawagub Saifullah Yusuf menelorkan tausiyah terkait Pilgub Jatim putaran kedua. Salah satunya mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KARSA) dalam Pilgub putaran kedua nanti.Dalam tausiyah tersebut para kiai menyerukan agar pelaksanaan Pilkada Jatim dilakukan dengan cara tertib dan aman serta selalu mengedepankan etika dan akhlaqul kharimah.

Pada kyai juga meminta agar semua lapisan masyarakat Jawa Timur menjaga persatuan dan kesatuan, untuk dapat memilih dengan pikiran jernih, demi keselamatan masyarakat Jawa Timur.

Baru pada butir ketiga, pada kyai mengajak segenap alumni pondok pesantren dan masyarakat luas untuk mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dalam Pilgub putaran kedua nanti.

Tausiyah para pengasuh Pondok pesantren itu ditandatangani 8 kiai sepuh yakni KH Zainuddin Jazuli (Kediri), KH Idris Marzuki (Kediri), KH Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan), KH Kholil As'ad (Situbondo), KH Abdul Hamid Batubara (Pamekasan), KH Ahmad Subadar (Pasuruan), KH Aziz Manshur (Jombang) dan KH Nurul Huda Jazuli (Kediri).

Cawagub Saifullah Yusuf (gus Ipul) mengatakan, tausiyah itu nantinya akan dipergunakan untuk menggalang dukungan di kalangan pesantren dan masyarakat umum. Rencananya, akan ada tim sampai tingkat desa untuk mensosialisasikan tausiyah itu.

"Nanti juga akan ada tim sampai tingkat desa untuk mensosialisasikan tausiyah dukungan itu," jelas gus Ipul usai silaturahmi dengan pengasuh ponpes se-Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (20/8/2008).

Adanya pertemuan dilaturrahmi ini dan terbitnya Tausiyah, lanjut Gus Ipul, menunjukkan pada semua orang bahwa pada dasarnya para Kyai memberikan dukungan yang sangat besar pada Karsa. "Sekaligus menunjukkan bahwa para kyai benar-benar berada di belakang KarSa," ujarnya.

Hanya saja, keponakan Gus Dur itu membantah jika silaturrahmi dan tausiyah itu adalah suruhannya. Melainkan spontanitas dari para kiai. Para kiai itu, lanjutnya, juga tidak membawa institusi NU masuk ke ranah politik.

"Bahkan para kiai merasa sangat prihatin pada pimpinan di struktural NU yang justru membawa NU ke arah politik praktis," paparnya.

Silaturahmi dengan pengasuh ponpes se-Jatim itu dihadiri oleh ratusan kiai dan bu nyai. Di antaranya KH Zainuddin Jazuli (Kediri), KH Idris Marzuki (Kediri), KH Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan), KH Kholil As'ad (Situbondo), KH Abdul Hamid Batubara (Pamekasan), KH Ahmad Subadar (Pasuruan), KH Aziz Manshur (Jombang) dan KH Nurul Huda Jazuli (Kediri).

Juga tampak KH Dimyati Romli (Jombang), KH Anwar Iskandar, Habib Ali Al Hadad, KH Abdul Aziz (Lumajang), KH Machrus Ali (Lumajang), KH Syaiful Islam (Situbondo), KH Abdul Ghofan (Banyuwangi), dan KH Syamsul Arifin (Jember). (beritajatim)


Selengkapnya..

Selasa, Agustus 19, 2008

Carrefour Gelar Lomba Mewarnai Dan Fashion Anak


Jemberpost.com
Bulan Berkunjung ke Jember pada tahun ke dua ini boleh dikata tidak menjadi monopoli pemerintah semata. Kemarin bertempat di halaman Pusat Perbelanjaan Carrefour menggelar mewarnai, menggambar dan fashion bagi anak Jember dan sekitarnya.Event yang bertajuk Gelar Kreasi Seni Anak yang diselenggarakan selama sehari oleh EO Gina Organiser Jember, ternyata peserta tidak saja diikuti oleh anak Jember, tetapi diikuti oleh peserta dari Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso.
Carrefour yang menjadi salah satu penyandang dana pada event itu, lewat pimpinan Marketing Promosi diungkapkan, digelarnya lomba itu merupakan bentuk komitment perusahaan mendukung program pemerintah daerah.”Bentuknya lewat BBJ ini kami ingin mendukung program Pemkab Jember meski dari sisi profit tidak ada, karena itu telah menjadi komitmen kami,”ungkap Sholehan.
Tidak hanya itu yang telah menjadi komitment Carrefour berawal dari opening yang dibuka oleh Bupati Jember MZA Djalal 4 Juli 2008 lalu. “Untuk mengurangi pengangguran di Jember, sehingga kami sepakat untuk merekrut tenaga kerja baru di perusahaan ini, dengan memprioritaskan tenaga kerja yang ber-KTP Jember,” tandasnya.
Banyak yang dilakukan dalam event BBJ kali ini, selain meluncurkan paket bulan penuh diskon seperti pembelian beras dan sebagainya. “Juga ada paket lain yang bersamaan dibukanya Carrefour dan diselengggarakan BBJ kali ini,”jelasnya.
Sementara itu bagi pantia penyelenggara dari Gina Oganiser penyertaan pihaknya dalam menggelar kreasi anak yang bersanaan dengan BBJ kali ini. “Sengaja kami gelar event ini agar anak-anak kita sebagai aset bangsa bisa terus dapat terasah kreasinya,”ujar Wilda.
Lomba pada kali ini, diikuti peserta dari seluruh kecamatan yang ada di Jember. Ada sejumlah 98 anak mengikuti lomba mewarnai dan 72 anak mengikuti menggambar. “Meski bersamaan dengan berbagai event BBJ lainnya yang cukup menyita perhatian ternyata para orang tua di Jember masih lebih memeprhatikan anak-anaknya untuk maju,”kilahnya.
Bahkan dalam lomba fashion yang digelar kemarin menurut Koordinator Gina Oganiser, dijelaskan oleh Wilda peserta yang mengikuti lomba ini diluar dugaan. “Prediksi kami lomba fashion kisaran peserta hanya dari Jember saja, namun ternyata pesertanya dari luar Jember yang lebih banyak,”terang Wilda.
Hal itu terbukti ketika sejumlah peserta yang mendaftar dimeja panitia ada 115 anak. “Kebanyakan peserta dari Situbondo sejumlah 25 orang, dan jumlahnya hampir menyamai dari jumlah tuan rumah Jember, mnereka jauh-jauh hanya ingin mengikuti lomba disini,”pungkasnya.
Menurut Wilda dalam lomba mewarnai dan menggambar ini peserta yang beruntung menjuarai nomer 1 sampai 3 selain mendapatkan uang hiburan dan tropy. “Namun bagi peserta yang belum beruntung dari 5 nomor urut terakhir yang memiliki nilai terendah akan mendapatkan penghargaan berupa pembinaan dari sanggar melukis cilik Pak Ketut selama 3 bulan yang ditanggung panitia,”paparnya.
Sedangkan untuk pemenang dari lomba fashion pada lomba kali ini, selain mendapatkan tropy dari panitia juga akan mendapatkan penghargaan uang pembinaan. “Hanya saja uang pembinaan akan diberikan kepada pemenang mulai nomor 1 sampai 3 berbentuk les selama 3 bulan di Cheris Modeling,”janjinya.
Adapun peserta yang berhasil menjuarai mewarnai diantarnya berturut-turut Regita, Helda Maharani dan Halifatus Soleha. Sedangkan menggambar dijuarai oleh Lina, Nabila Aulia dan Clarisa. Lomba fashion dijuarai oleh Rezy, Cindi, Tiara Aprilia dan Favoritnya dari pesarta Ni Putu Ratna Yunita dan Zidni dari Situbondo (sal/jok)

Selengkapnya..

Super Cross Dan Off Road Sukses, IMI Pusat Puji Jember


Jemberpost.com
Lomba yang digelar seperti Super Cross dan Kejuaraan Nasional Off Roud Edventure dalam event Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2008 mendapat apresiasi positif dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) yang hadir di Jember selama penyelenggaraan beberapa hari yang lalu.Lebih jauh Pengawas Lomba dari IMI pusat komentar kepusannya terhadap pelaksanaan dua event itu yang dinilai berhasil didukung oleh semua pihak. “Penyelenggaan event off road dan super cross disini cukup bagus dapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakatnya yang telah banyak mendukung,”ungkap Fedrerik Tarigan.
Berawal dari permintaan dua event itu oleh pemerintah daerah agar dapat diselenggarakan kembali pada tahun mendatang di Jember. “Kami dari pihak IMI hanya menyetujui saja dan kembali kami hanya melihat dukungan dan kesiapan dari pemerintah daerah bagaimana,”tandasnya.
Ditanya terkait dengan anutiasnya masyarakat Jember melihat tontonan disajikan oleh panitia. Kemungkinan digelarnya lagi event seperti motor cross dan off roud adventure di Jember tahun depan. “Hal itu mungkin-mungkin saja bisa diselenggarakan lagi pada tahun mendatang, tergantung dari pemerintah daerah dan masyarakat Jember mendukungnya,”cetusnya.
Sedangkan pada penyelenggaraan motor cross ditempatkan di luar kecamatan kota seperti di Silo-Garahan menurut Dira, IMI tidak mempersoalkan. “Terpenting tujuan dari penyeleggaraan motor cross itu apa mau digratiskan apa tidak, jika gratis maka perlu pembicaraan mendalam terkait biaya operasional pada event itu,”ujar Dira Sulanjana.
Lebih lanjut diungkap oleh Dira yang juga merangkap sebagai Ketua Harian IMI Jawa Barat serta pengawas lomba mengingat segala biaya operasional pada kejurnas motor cross kemarin bisa tertutupi oleh karcis yang terjual. “Pada cros kemarin dengan 5-10 penonton nantinya akan dapat membantu biaya produksi di event itu,”paparnya.
Dalam penyelenggaraan itu menurut wakil dari IMI diungkapkan ada sisi positif yang dapat diambil hikmahnya oleh masyarakat Jember pada umumnya saat lomba maupun pasca lomba. “Terpenting tujuan bisa tercapai, peserta dari berbagai kota dan negara bisa kesini dan nantinya berharap cerita banyak terkait dengan Jember,”terangnya.
Belum lagi ada pemberdayaan ekonomi yang bisa dinikmati oleh masyarakat Jember seperti banyak dilihat PKL dadakan yang berjualan disekitar lomba ini. “Cotohnya saya aja, karena cocok dengan masakan rawon maka saya bisa makan menu itu selain makanan yang telah disiapkan oleh hotel, belum lagi rencana beli oleh-oleh untuk keluarga dirumah,”kilahnya.
Sebelumnya pihaknya tidak membayangkan kota Jember seperti ini, ternyata lengkap seperti kota besar lainnya yang ada di Indonesia. “Ada pusat pembelanjaan Carrefour, diskotek, hotelnya berbintang dan sebagainya, saya kagum dengan kota ini,”pujinya. (sal/jok)

Selengkapnya..

Sabtu, Agustus 16, 2008

Peserta Off Road Cek Mobil, Djalal Coba Slalom Test



Jemberpost.com
Kejurnas Adventure Off Road Seri IV mulai dipersiapkan kemarin di alon-alon Jember. Panitia mulai menggelar pengecekan administrasi dan teknis mobil dari 75 peserta yang akan terjun mengikuti event itu selama dua hari tanggal 16-17 Agustus 2008 di Jember.Pengecekan adminitrasi menurut peanggungjawab, EO Genta Aero Sport meliputi cengking peserta yang telah hadir dengan diberi nomor urut peserta serta pemberian info terkait teknical mitting yang akan digelar nanti malam.
Sedangkan pengecekan mobil secara teknis kemarin dilakukan kesiapan winch (Derek) setiap mobilnya ketika membutuhkan bantuan atau pertolongan saat lomba. “Ini hal yang perlu dipersiapkan oleh setiap mobil yang mengikutinya, kalau tidak maka akan menganggu saat berlangsungnya pertandingan,”ungkap Gunawan Cahyadi.
Tidak hanya Derek yang dicek oleh panitia namun kesiapan lainnya seperti tali, dongkrak, mesin juga diceking oleh pantia. “Karena medan dalam pertandingan yang akan ditempuh cukup berat sehingga butuh kesiapan semua peserta,”tandasnya.
Dalam pengecekan kemarin hadir 25 tim yang telah siap mengikuti lomba hari ini. “Ada yang berasal dari Kalimatan Tengah, Kalimatan Selatan, Bali, Jawa diwakili oleh masing-masing daerah dan off roader dari Sumatra sanggup dating hari ini,”jelas Gunawan.
Sore hari kemarin Bupati Dalal didaulat oleh H. Arum Sabil dan masyarakat untuk mencaba slalom test di depan pemkab jember. disaksikan ribuan masyarakat, dengan dijoki oleh Nita peslalom Nasional Djalal tampak berputar, menikmati arena slalom test. Ahmad Sudiyono Kepala Dinas Pendidikan juga diminta turut turun dalam ujicoba jelang pembukaan slalom test yang diadakan 15 Agustus 2008 pukul 19.00 semalam. Kemarin dari peserta yang telah datang telah melakukan sosialisasi lomba dengan menguji mobil yang dimilikinya dengan melakukan slalom. “Baru malamnya pada pukul 9 malam dilepas oleh Bupati Jember MZA Djalal menyusuri sungai jompo menuju ke perkebunan selam 2 jam penuh tanpa henti,”ujar Gunawan.
Pada pagi ini direncanakan pada pukul 8 akan dimulai Kejurnas Adventure Off Road Seri IV di Kawasan Perumahan Gunung Argopuro Kaliwates Jln Gajah Mada Jember. “Strat akan dimulai pukul 8 pagi sampai dengan malam hari dan semua peserta melewati 9 GTS,”pungkasnya. (sal/jok)

Selengkapnya..

Dinkes Jember Beri Pelayanan Kesehatan Gratis


Jemberpost.com,
Dalam bulan Agustus 2008 ini, selain masyarakat Kabupaten Jember diberikan berbagai sajian hiburan dan prestasi olahraga dalam memperingati HUT ke-63 RI dan Bulan Berkunjung Ke Jember II (BBJ II) Agustus 2008, jajaran Dinas Kesehatan Jember juga turut ambil bagian dalam membantu masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma (gratis).Dinas Kesehatan Kabupaten Jember nantinya akan bekerjasama dengan berbagai rumah sakit, baik rumah sakit negeri maupun swasta di Kabupaten Jember menggelar pelayanan pengobatan gratis selama satu hari yaitu tanggal 16 Agustus 2008 dimulai jam 08.00 WIB s/d 13.00 WIB.
Pengobatan gratis ini diberikan di semua poliklinik yang ada diberbagai rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Jember. "Tidak ada biaya untuk pemeriksaan maupun penindakan, ini semata-mata untuk memperingati HUT RI ke-63 dan pelaksanaan Bulan Berkunjung Ke Jember II (BBJ II) Agustus 2008," kata Yumarlis, Humas Dinas Kesehatan saat dihubungi melalui telepon, Jum’at siang (15/8) kemarin.
Menurut Yumarlis, pemberian pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat ini tetap berpedoman kepada standar pelayanan kesehatan mulai dari pemeriksaan, penindakan dan lainnya, selain dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan dan BBJ Agustus 2008, pelayanan gratis juga bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, sehingga warga masyarakat Kabupaten Jember bisa memperoleh pelayanan kesehatan dengan gratis. “Kegiatan ini semata-semata untuk membantu masyarakat, agar mereka tidak mengeluarkan biaya untuk berobat, namun pengobatan gratis ini hanya menangani pasien yang rawat jalan saja, “tegasnya.
Lebih lanjut Yumarlis mengatakan, pengobatan gratis ini akan mengakomodir seluruh masyarakat Jember. “Kami telah mengkordinasikan dengan semua rumah sakit untuk melaksanakan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga masyarakat, dan hal itu kami lakukan agar warga masyarakat dapat merasakan program pemerintah ini,” kata Yumarlis.
Meski diberbagai rumah sakit di Kabupaten Jember memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat, pelayanan kesehatan di Puskesmas juga ditingkatkan dan dioptimalkan mengingat Puskesmas merupakan lini terbawah penanganan kesehatan dari masyarakat. “Dan bila masih diperlukan rujukan, maka Puskesmas akan memberikannya untuk berobat lanjutan dirumah sakit, “kata Yumarlis
Pelayanan kesehatan gratis yang diprogramkan ini seyogyanya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat, sehingga paling tidak program ini dapat membantu kebutuhan akan kesehatan bagi masyarakat Jember. (sal/tot)



Selengkapnya..

Paskibraka 2008 Jember Dikukuhkan


Jemberpost.com,
Bupati Jember, MZA Djalal, di Aula PB Sudirman Jember, mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2008 yang beranggotakan 70 orang dari 31 Kecamatan di Kabupaten Jember. Mereka akan bertugas mengibarkan bendera pusaka pada 17 Agustus 2008, di Alun-alun Kabupaten Jember. Pengukuhan Paskibraka ini ditandai dengan penyematan lencana dan pemasangan kendit secara simbolis kepada salah seorang anggota Paskibraka.
Dalam arahannya usai pengukuhan, Bupati Djalal mengatakan sebagai anggota Paskibraka yang terpilih tentunya bangga, karena mendapatkan kehormatan dan kepercayaan yang begitu tinggi untuk mengemban tugas yang lebih mulia pada hari bersejarah 17 Agustus 2008. “Pertanggung-jawabkan kepercayaan dan kehormatan itu, dan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, “kata Djalal.
Karena itu, menurut Djalal, tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk mengemban misi ini. "Jadikan apa yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus nanti sebagai tonggak penting, tonggak bersejarah dalam melangkah kedepan mempersiapkan diri untuk menjadi putra-putri terbaik bangsa, “ujarnya.
“Persiapkan diri kalian sebaik-baiknya, jaga persatuan, kebersamaan, kerukunan dan kekompakan antara sesama anggota lainnya. Sebab para pendahulu kita telah meletakkan pilar-pilar kehidupan bernegara yang menjadi penopang dan sumber pembangunan kemajuan bangsa yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, “tandas Djalal.
Bupati Djalal mengharapkan, peristiwa dikukuhkan Paskibraka Tingkat Kabupaten Jember, hendaknya dijadikan momentum yang bersejarah dan bermakna, khususnya bagi segenap Anggota Paskibraka. Hal tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi Anggota Paskibraka, berbagai latihan, disiplin, keterampilan, wawasan kebangsaan dan kesempatan yang diperoleh, merupakan hal yang amat penting dalam membentuk karakter, identitas dan integritas pribadi, dengan menjadi Anggota Paskibraka, diberi tanggung-jawab yang cukup berat, serta menjadi pembelajaran penting dalam menyongsong masa depan.
Dengan menjadi Anggota Paskibraka, “Dharma Mulia Putra Indonesia” yang menjadi pedoman dalam pola pikir dan perilaku, tanpa disadari akan dijadikan tolok ukur oleh masyarakat, khususnya oleh para remaja dan pelajar.
Berkenaan dengan hal tersebut, sebagai ummat yang ber-iman, segenap Anggota Paskibraka seyogyanya senantiasa mengedepankan sikap syukur dan sabar. Syukur atas kesempatan yang telah dikaruniakan Allah SWT, serta sabar dalam menjalankan tugas berat yang dipukulkan. “Dengan senantiasa mengedepankan sikap syukur dan sabar, dalam meraih kesuksesan di berbagai bidang kehidupan, akan diberi dan dilapangkan jalan oleh Allah SWT, “kata Djalal.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Ahmad Sudiyono mengatakan bahwa anggota Paskibra yang akan dikukuhkan sebanyak 70 orang. Mereka adalah para siswa yang terpilih dari berbagai sekolah di Jember. “Selain itu, segenap Anggota Paskibraka merupakan para siswa pilihan diantara ribuan siswa di Kabupaten Jember, setelah melalui serangkaian seleksi yang cukup ketat, “ujarnya.
Pengukuhan yang penuh khidmat ini juga turut dihadiri Wakil Bupati Jember Kuesen Andalas, Wakil Ketua DPRD Jember, M. Asir, jajaran TNI dan Kepolisian serta para Kepala Instansi, Ketua Organisasi Wanita dan Pemuda, Pembina dan Pelatih Paskibraka, serta undangan lainnya. (sal/tot)


Selengkapnya..

Mobil Pelayanan Samsat Keliling Beroperasi


Jemberpost.com
Sebagai pelayan masyarakat, Dispenda Jawa Timur yang beroperasi di wilayah Jember Barat berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan mengenai surat-surat kendaraan bermotor.Kini untuk melakukan pengesahan kendaraan bermotor, pergantian dan perpanjanganSTNK, pembayaran pungutan BKB maupun BBNKB serta pembayaran sumbangan dana wajib kecelakaan Jasa raharja, masyarakat tak perlu lagi mendatangi Kantor Samsat. Karena sekarang telah ada Pelayanan Mobil Samsat Keliling yang disediakan oleh Unit Pelaksana Tehnis(UPT) Dispenda Propinsi Jawa Timur di wilayah Jember Barat.
Ada 3 Instansi yang bertugas melayani masyarakat yaitu Dispenda, Polres, Jasa raharja. Dengan adanya pelayanan maksimal kepada masyarakat, beberapa tahun yang lalu Dispenda Jember Barat ini sudah mendapatkan Sertifikasi ISO.
Menurut Kepala UPT Dispenda Propinsi Jawa Timur di wilayah Jember Barat, Drs. EC. Moch. Yasin di sela-sela acara Sosialisasi Pelayanan Mobil Samsat Keliling dengan Camat Se Kabupaten Jember, selain Pelayanan Mobil Samsat Keliling kini juga telah hadir layanan Samsat Link. Yang artinya kendaraan dari luar kota bisa didaftarkan, disahkan dan dibayarkan pajaknya di Jember asalkan persyaratannya lengkap.
Persyaratan itu antara lain harus memiliki KTP yang sesuai dengan nama yang tertera di STNK, membawa BPKB asli dan membayar lunas pajak Jasa Raharja. Namun, walaupun pada umumnya STNK kendaraan berlaku untuk 5 tahun, tetapi untuk STNK kendaraan dari luar kota harus disahkan setiap tahun, atau bisa juga disebut dengan pengesahan STNK Plus.
Masih berdasarkan penuturan Yasin, dalam perkembangannya, Samsat yang sudah memiliki link jumlahnya sekitar 32 unit. Hal ini diusahakan dalam rangka memudahkan masyarakat dalam hal pengesahan STNK dan pembayaran pajak kendaraan.
Dengan adanya model pelayanan Samsat seperti itu, maka masyarakat dapat menghemat waktu maupun biaya. Masyarakat tak perlu lagi mengeluarkan biaya transpotasi untuk datang ke kantor samsat dan mereka hanya cukup menghabiskan waktu 3 menit setiap kali melakukan pengurusan kendaraannya.
Beberapa waktu yang lalu, Mobil Samsat keliling yang beroperasi di kecamatan Ambulu telah direspon positif. Sebanyak128 obyek atau wajib pajak datang ke mobil pelayanan yang dibuka dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB itu.
Apabila masyarakat Jember masih terus menginginkan pendekatan pelayanan semacam ini, maka pihak Dispenda akan berusaha memperpanjang pengadaan Pelayanan Mobil Samsat keliling tersebut. Sudah seyogyanya pemerintah melaksanakan tugas Public Servis-nya secara optimal, namun tentu saja tetap dengan mengedepankan transparansi dan efisiensi sebaik mungkin. (sal/Bds/M-1)


Selengkapnya..

Djalal, Dari Tinju Ke Time Kipper


Jemberpost.com
Tinju yang bertajuk Jember Fight Internasinal tanggal 9 Agustus 2008 yang digelar oleh promotor H Kamil Gunawan beberapa waktu yang lalu disimak terkait kesetiaan sosok tua dalam gelanggang tinju yang setiap berperan sebagai time kipper (Penabuh Bell).Ia adalah Muhamad Djalal Abdi, yang telah menginjak usia 64 tahun, ternyata separuh lebih usianya dia abdikan untuk dunia tinju. Tekun di dunia tinju sejak usia 26 tahun, bertinju mengalahkan lawan-lawannya.
Usia boleh tua namun bagi Djalal semangat bertinju didada bapak yang telah memiliki 1 cucu ini masih membara seakan mati dan hidupnya ia abdikan pada dunia tinju yang disayangi. “Meski kecil perannya dalam dunia tinju, namun sebagai time kipper saya masih bisa menyalurkan hobi bertinju saya,”ungkapnya sembari mengenang masa keemasannya.
Sebagai petugas time kipper ditekuni 27 tahun sejak tahun 1981, ternyata tidaklah muda dilakukan oleh semua orang, karena diperlukan ketelitian. “Waktu yang dilihat setiap ronde harus tepat dan pernah dua kali diganti dengan yang lain tapi belum bisa,”jelasnya.
Karena dalam bertugas sebagai time kipper selain ketelitian waktu dalam menghitung stop watch juga diperlukan ketelitian waktu jika salah satu petinju yang terkena hitungan. “Situasi itu yang saya harus mengkawal wasit dalam menghitung detiknya dengan menggedok meja sesuai hitungan detinya, itu aja pernah kebablasan,”paparnya.
Sebenarnya sebagai time kipper baginya sangatlah mudah tidak hanya ketelitian akan tetapi ketekunan yang dibutuhkan. “Kalu ingin melihat tinju saat sebagai petugas kenteng maka waktunya hanya satu menit itu yang bisa digunakan untuk menonton tinju,”paparnya.
Hobbi itu, berangkat bertinju berawal dari tahun 1961 jadi petinju turun di kelas 54 kg pada event antar gelanggang yang ia tekuni sebagai petinju pasar malam. “Kala itu sebagai petinju tidak ada timbang badang seperti sekarang ini, yang ada hanya berani atau ngak bertarung dengan lawan yang ditawarkan,”ujarnya bangga.
Ada kenangan emas yang selalu diingat dipikiran pak tua ini petugas penabuh bell setiap ronde ke ronde saat bertinju disetiap bertinju melawan musuh-musuhnya. “Selalu teringat saat melawan Daniel Bahari yang sekarang jadi ayah dan sekaligus pelatih Pino dan Doundy Bahari,”kenangnya.
Bernaung di sasana Cipta Jasa Boxing kala itu, dirinya pernah mendapatkan penghargaan sebagai petinju terbaik pada Bulan Mei 1969 saat di Banyuwangi. “Saya yang terpilih menjadi petinju terbaik,”kilahnya prstasi yang sangat mengesankan.
Namun dalam kesannya bertinju ketika masih muda, pengalaman lain yang membuat takut musuh-musuhnya meng-KO musuhnya. “Waktu itu pernah meng-KO pada ronde pertama pada menit petinju dari Situbondo,”ujarnya.
Sekarang rumah yang ditempati berada di pinggiran kali jompo, beralamatkan Jln Sentot Prawirodirdjo gang VIII /30 Jember dihuni bersama istri anak (1) dan satu cucu ini, bagi Djalal cukup senang. “Ditempai itu sekarang digunakan selain sebagai time kipper waktunya digunakan untuk membuat alat-alat tinju,”jelasnya lagi.
Dengan alat tinju ia buat minimal masih bisa berkecimpung dalam dunia tinju yang menjadi hobbinya sejak kecil. “Lewat alat itulah saya bisa menjual alat tinju bagi pemula yang ingin menjadi petinju, karena alat yang saya jual harganya bsia terjangkau,”kilahnya. (sal/jok)

Selengkapnya..

Kamis, Agustus 14, 2008

Latih Guru Untuk Sekolah Inklusi Di Jember


Jemberpost.com
Pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung sangat penting dalam upaya mencapai kesejahteraan sosial. Seiring dengan komitmen Bupati Jember terkait dengan Pendidikan Untuk Semua (EFA) mulai dipersiapkan dan digarap dengan sungguh-sungguh oleh Dinas Pendidika.Selama beberapa hari yang lalu mulai tanggal di Hotel Rembangan kemarin, para guru umum yang telah dipilih di lembaga sekolah dari 31 kecamatan se Kabupaten Jember, dilatih secara teknis mendidik anak kurang beruntung.
Bersamaan dengan program inklusi itu, di Jember melatih 93 guru dan kepala sekolah, supaya dapat menangani pendidikan bagi anak tuna daksa, tuna rungu, tuna grahita dan lainnya. “Agar setelah dilatih, para kepala sekolah dan guru dapat memberikan pendidikan kepada anak didik yang kurang berungtung disekolahan umum sesuai dengan keterbelakangan fisik yang dimilikinya,”ungkap Achmad Sudiyono selesai membuka pelatihan tersebut.
Dengan kesamaan dalam memberikan pendidikan kepada anak didik pada umumnya diharapkan ada penyatuan semua siswa baik yang cacat maupun dengan sisiwa yang normal. “Dalam memberikan pembelajaran ada kesamaan dan hanya saja guru menyampaikan ditambah dengan metode khusus dalam penyampaiannya, sehingga ilmu yang didapatkan dengan yang lainnya,”jelasnya.
Para guru yang dilatih selama kurang lebih seminggu dilatih oleh nara sumber yang menguasai bidang pendidikan inklusi, seperti dari guru SLB, Unisa Surabaya dan sebagainya. “Tapi bukan metode pembelajaran deduktif akan tetapi sebaliknya, sehingga dengan itu bisa lancar dan diharapkan lewat pendidikan inklusi ini kita menghargai semua siswa dan keunikan mereka masing-masing,”tandasnya.
Maka kalau guru dalam tugas keseharian bisa mendidik anak di sekolah pada umumnya sampai tuntas dan berhasil. “Namun jika guru di kelasnya terdapat anak didik yang kurang beruntung berhasil, sukses dan pandai maka nanti akan mengalami kepuasan luar biasa yang didapatkan, percayalah,”cetus Achmad Sudiyono yang sempat mendidik di SLB.
Lebih dari itu pendidikan inklusi yang ada di Jember nantinya anak yang kurang beruntung dapat mengalami penanganan psikologi jiwa anak. “Sehingga diharapkan mereka tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat, dengan bekal pendidikan mereka tidak terasingkan dan terpinggirkan lagi,”ujarnya.
Adapun materi yang disampaikan kepada para guru dan kepala sekolah menurut Kabid TK-SD terkait dengan menejemen kurikulum yang diberikan kepada siswa inklusi serta bagaimana secara teknis mendidiknya. “Karena dalam pembelajarannya sangat berbeda dengan siswa pada umumnya, guru harus paham dan menguasai media baik untuk tuna grahita, tuna wicara, maupun tuna lainnya,”jelas Jumari.
Pesertanya dari 31 kecamatan terdiri dari perwakilan kecamatan 3 orang guru dan 1 orang kepala sekolah. “Secara khusus pelatihan itu mengarahkan pada peningkatan kopetensi guru dalam mengajar, juga koordinatif penyelenggaraan inklusi serta tersusunnya kurikulum dan silabus pada pendidikan dasar inklusi di Jember,”pungkas Jumari mendampingi Kadiknas. (sal/jok)

Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna