Senin, Oktober 27, 2008

Petani Keluhkan Serangan Tikus, Puluhan Hektar Sawah Rusak


Jemberpost.com,
Serangan hama tikus sawah akhir-akhir ini menempati urutan teratas bagi kerusakan pertanaman padi di Indonesia. Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan hama tikus sawah dapat mencapai 80%. Pada pertanaman padi musim tanam pertama tahun 2008, serangan hama tikus sangat merugikan petani, setidaknya di dua lokasi yakni di Desa Ngampelrejo dan di desa Jombang Kecamatan Jombang.
Serangan hama tikus membuat para petani khawatir akan tanaman padinya, seperti yang terjadi di Desa Ngampelrejo dan Desa Jombang Kecamatan Jombang, puluhan hektar tanaman padi milik petani rusak akibat serangan hama tikus. Hal ini yang menjadi salah satu keluhan warga dan itu terungkap saat Bupati Jember MZA Djalal berdialoq langsung dengan warganya dalam acara Dialoq Solutif Bedah Potensi Desa putaran ke-27 yang berlangsung di Lapangan Sawunggaling Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Senin (27/10)
Keluhan warga di dua Desa tersebut membuat Bupati Jember MZA Djalal merasa bertanggung jawab atas musibah yang dialami warganya, dan berencana dalam waktu dekat akan memimpin langsung bersama warga untuk memberantas serangan hama tikus tersebut. “Siapa tahu dengan Bupati tikus-tikus itu takut atau Bupatinya datang dan tikusnya sudah pergi, “kelakar Djalal.
Tapi yang terpenting, diminta semua warga masyarakat secara kontinu dan bersama-sama ikut berperan aktif dalam membasmi serangan hama tikus tersebut. “Upayakan pembasmian dengan cara apapun, tikus harus dikendalikan secara kontinu, Tikus bisa menyebabkan kerusakan tanaman padi mulai dari tingkat ringan hingga berat seperti mengakibatkan tanaman padi puso. Dan ini saya harapkan sudah menjadi kesadaran petani “harapnya.
Serangan tikus yang membabi-buta di desa tersebut membuat petani menyatakan perang dengan hama tikus tersebut. “Karena padi yang sebentar lagi dipanen tersebut habis dibabat tikus-tikus, “demikian tekad Sutrisno warga Desa Ngampelrejo saat minta kepada Bupati Jember untuk mencarikan solusi terbaiknya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk mengatasi hama tikus ini, sudah beberapa cara dilakukan petani, seperti mengairi sawah-sawahnya, memburu tikus-tikus pada siang hari, memagari sawahnya dengan plastik, meracuni tikus dengan makanan kesukaannya, serta ronda malam di kawasan sawah. "Meskipun sudah melakukan hal-hal seperti itu untuk mencegah serangan dari tikus-tikus tersebut, namun tanaman padi disawah tetap saja diserang hama tikus, akibatnya banyak tanaman padi mengalami kerusakan, "jelas Sutrisno, salah satu petani di Desa Ngampelrejo.
Dan padi yang ditanam lebih awal dari tahun sebelumnya, hal ini ditujukan agar hasil panen melimpah, tetapi kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Tanaman padi yang baru sudah berumur beberapa bulan tersebut banyak yang rusak akibat diserang hama tikus. “Tikus yang menyerang tanaman warga itu bukan tikus yang besar-besar tetapi hanya tikus yang kecil-kecil, “ujarnya.
Akibat serangan tikus tersebut, sedikitnya 240 hektar sawah padi sudah di babat tikus. Dengan kondisi seperti ini, warga petani merasa pasrah setelah beberapa usaha yang sudah dilakukan selama ini untuk mengantisipasi serangan tikus ini, sehingga warga mengadukannya kepada Bupati Jember MZA Djalal dalam acara Dialoq Solutif Bedah Potensi Desa yang berlangsung di Lapangan Sawunggaling Kecamatan Jombang kemarin.
Belum ada besaran kerugian yang diderita petani. Tetapi, dalam hitungan mereka, rata-rata tanaman padi mereka mati akibat batang dan daun padi dimakan binatang pengerat ini. “Warga sudah mengeluhkan kerusakan tanaman padi akibat tikus, bahkan untuk yang bisa membunuh satu ekor tikus dihargai seribu rupiah ”tegas Sutrisno, warga Desa Ngampelrejo. (sal/tot)


Poskan Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna